
Beberapa saat kemudian guru datang ke kelasku ini, dan guru itu langsung memerintahkan semua murid untuk mengumpulkan tugas PR nya.
Aku langsung segera mengumpulkan tugas PR ku, dan ternyata masih ada murid yang belum selesai mengerjakan PR nya dan masih sibuk menulis.
Lalu guru itu memberi batas waktu satu menit untuk mengumpulkan PR, dan kemudian beberapa murid lainnya langsung mengumpulkan PR nya itu walaupun sepertinya PR nya baru di kerjakan sebagian saja.
Untunglah aku selalu menyisihkan waktukku untuk mengerjakan PR sehingga aku dapat selalu mengerjakan PR ku dan selalu mendapat nilai di atas rata-rata di setiap mata pelajaran, meskipun aku tidak pernah mendapatkan nilai yang tinggi di setiap mata pelajaran, tetapi aku merasa dengan mendapat nilai di atas rata-rata itu sudah cukup bagiku.
Setelah semu murid mengumpulkan PR nya, lalu guru itu langsung memeriksa setiap PR murid yang berada di kelas ini, dan selama kami menunggu guru itu memeriksa PR, kami semua yang berada di kelas ini di beri tugas oleh guru untuk mengerjakan beberapa soal yang di berikan oleh guru itu.
Beberapa saat kemudian akhirnya guru itu telah selesai memerika semua PR murid di kelas, dan guru itu langsung membagikan semua tugas PR kepada masing-masing murid.
Saat aku menerima hasi tugas PR ku, ternyata aku mendapatkan nilai tujuh puluh lima, dan aku sangat bersyukur sekali mendapat nilai itu karena nilai minimal di mata pelajaran ini harus mendapatkan nilai di atas tujuh puluh.
Kemudian setelah jam pelajaran berlangsung, tiba-tiba jam pelajaran telah selesai dan tibalah jam istirahat, aku memutuskan untuk pergi ke kantin karena saat ini aku sedang merasa haus.
Saat aku akan berjalan ke kantin, tiba-tiba ada laki-laki yang memanggilku, dan itu adalah si Toni yang menjadi murid di kelasku juga dan dia sangat menyukai si Lisa.
“Eh Devan kamu mau ke kantin ya?” tanya Toni kepadaku.
“Iya aku mau ke kantin, ada apa emang?” tanyaku dengan heran.
“Ya udah kita bareng ajah ke kantinnya” ucap Toni.
“Eh kenapa tiba-tiba ingin mengajakku bareng ke kantin?” tanyaku dengan heran.
“Ya karena aku ingin bareng saja denganmu, lagian kan kita teman sekelas, jadi wajah kalau aku ingin ke kantin bareng dengan kamu” ucap Toni.
“Ya sudah deh terserah kamu Toni” ucapku.
__ADS_1
Lalu aku dan Toni berjalan ke kantin bersama, lalu aku bingung kenapa si Toni itu ingin bareng pergi ke kantinnya bersamaku, dan pastinya ada sesuatu yang ingin di bicarakan olehku, dan setelah aku berpikir, aku tersadar kalau alasan dia ingin mengajakku pergi ke kantin bareng karena ada hubungannya dengan Lisa.
“Biar ku tebak, pasti kau ingin mengajakku ke kantin karena pasti ada hubungannya dengan Lisa kan?” tanyaku pada Toni.
“Em iya sebenarnya aku ingin bertanya tentang Lisa kepadamu, menurutku Lisa itu menyukai cowok yang seperti apa?” tanya Toni kepadaku.
“Kenapa kau bertanya soal itu kepadaku? lebih baik kau langsung tanya saja kepada Lisa” ucapku dengan kesal.
“Mana mungkin aku berani bertanya langsung seperti itu, pastinya aku malah di anggap cowok aneh oleh si Lisa” ucap Toni.
“Sebenarnya Lisa itu menyukai cowok yang aneh dan unik, jika kamu terlihat biasa saja, maka Lisa tak akan tertarik kepadamu” ucapku.
“Eh serius yang kau katakan Devan?” tanya Toni dengan heran.
“Ya aku sedikit tau tentang Lisa saat aku sering mengobrol dengannya, dan Lisa juga sepertinya sering ganti-ganti pacar, dan jika Lisa menjadi pacarmu, pasti hubunganmu tidak akan lama karena Lisa itu suka gampang bosan orangnya” ucapku.
Lalu setelah Toni mengobrol denganku, tiba-tiba dia langsung pergi meninggalkanku dan berjalan ke arah temannya itu.
Sudah aku duga pasti Toni mendekatiku hanya ada maunya saja, dan jika dia telah selesai berurusan denganku, pasti dia langsung pergi meninggalkanku.
Aku memutuskan untuk tidak memperdulikan Toni lagi, dan aku juga memutuskan untuk tidak akan menjawab pertanyaan dari Toni ketika dia bertanya tentang Lisa.
Aku seperti alat yang di gunakan oleh Toni untuk mendapatkan informasi dari Lisa, dan aku memutuskan untuk tidak akan menjadi alat informasi lagi bagi Toni.
Aku memutuskan untuk langsung menyuruh Toni berbicara kepada Lisa saja jika dia benar-benar menyukai Lisa, karena dengan cara itu pasti dia tidak akan berani bertanya tentang Lisa lagi kepadaku.
Aku bingung kenapa Toni begitu tertarik kepada Lisa, padahal menurutku Lisa itu cewek yang mengesalkan bagiku dan mungkin kelebihan yang dia milikki hanya kecantikannya dan kepercayaan dirinya saja yang di atas rata-rata cewek pada umumnya.
Akhirnya aku telah sampai kantin dan aku langsung membeli minuman dingin, setelah aku berhasil membeli minuman dingin, aku langsung meminum minuman itu sambil berjalan ke arah ruangan penyimpanan OSIS untuk membaca novel disana.
__ADS_1
Aku berjalan langkah demi langkah sendirian menuju ruangan itu, dan aku juga sudah terbiasa selalu sendirian saat kemana-mana di sekolah.
Aku merasa sangat berbeda dengan murid lainnya yang selalu berjalan bersama teman-temannya itu, tetapi aku sudah terbiasa menjalani hidup seperti ini, karena bagiku memiliki teman atau tidak, pasti tidak akan mempengaruhi hidupku.
Saat aku berjalan menuju ruangan penyimpanan, tiba-tiba ada perempuan yang berjalan di sampingku, dan saat aku menoleh ke arah perempuan itu, aku langsung heran siapa perempuan yang ada di sampingku ini.
“Eh maaf kamu anggota OSIS juga ya?” tanya perempuan yang tak aku kenal itu.
Perempuan yang berjalan di sampingku ini sangat cantik sama seperti Eli dan Lisa, tetapi aku bingung kenapa dia tiba-tiba bertanya seperti itu kepadaku.
“Aku bukan anggota OSIS, lagian kamu siapa?” tanyaku dengan heran.
“Oh iya maaf aku belum memperkenalkan diriku, namaku Elsa dari kelas 1B” ucap Elsa.
“Aku Devan dari kelas 1F” ucapku.
“Salam kenal ya, aku pikir kamu adalah anggota OSIS juga, soalnya kemarin aku liat kamu berada di ruangan OSIS bersama Eli, Lisa dan Kak Anton” ucap Elsa.
“Oh aku hanya ikut diskusi saja oleh Eli dan Lisa agar ruangan OSIS tidak terlalu sepi saat rapat, lagian kenapa kemarin kamu tidak ikut rapat?” tanyaku dengan heran.
“Sebenarnya aku ingin ikut rapat, tetapi aku merasa malu untuk ikut dalam rapat tersebut, karena aku masih menjadi anggota baru di OSIS, dan aku hanya mendengarkan rapat saat kemarin dari luar ruangan” ucap Elsa.
“Oh begituh, lebih baik kau pulang saja saat kemarin jika merasa malu untuk ikut rapat” ucapku.
“Eh sebenarnya aku juga mau pulang, tapi aku penasaran tentang apa yang di diskusikan di ruang OSIS saat kemarin, jadinya aku hanya mendengarnya dari luar” ucap Elsa.
*Tolong like dan komen sebanyak-banyaknya jika kalian ingin author melanjutkan cerita ini.
*jangan lupa follow IG author : @faris_famuan
__ADS_1