
Setelah selesai menonton bioskop, Felix memutuskan untuk segera mengajak Clara pulang ke rumahnya, karena Felix melihat saat ini Clara sudah merasa mengantuk.
Felix mengantarkan Clara pulang ke rumahnya dengan sepeda motor matic milik Felix, dan saat dalam perjalanan pulang, Clara berkata kepada Felix.
“Makasih ya Felix udah mau ngajak gue nonton bioskop” ucap Clara.
“Iyah sama-sama Clara, gue juga senang bisa nonton bioskop sama lu” ucap Felix.
“Ya udah nanti minggu depan kita nonto bioskop lagi ya” ucap Clara.
“Oh okey deh” ucap Felix.
Setelah beberapa saat Felix melajukan motornya, akhirnya Felix telah tiba di depan rumah Claram dan Clara langsung turun dari motor Felix.
“Makasih ya Felix buat hari ini” ucap Clara.
“Iyah sama-sama Clara, gue juga senang bisa jalan sama lu” ucap Felix.
Lalu Clara langsung masuk ke dalam rumahnya setelah berpamitan pada Felix, dan saat Felix akan pulang ke rumahnya, tiba-tiba teleponnya berdering, dan dia mendapat telepon dari Devan si mantan ketua gangster Naga Hitam yang saat ini telah menjadi intel di kepolisian.
“Halo Devan ada apa?” tanya Felix saat Felix mengangkat telepon dari Devan.
“Lu lagi sibuk gak hari ini? kalau lu gak sibuk, gue ingin minta lu untuk datang ke rumah gue” ucap Devan.
“Eh emang ada urusan apa Devan?” tanya Felix dengan penasaran.
__ADS_1
“Nanti ajah gue jelasin kalau lu udah ada di rumah gue” ucap Devan.
Setelah itu Devan langsung mematikan teleponnya, dan Felix langsung penasaran dengan apa yang ingin di bicarakan oleh Devan kepada Felix.
Felix langsung melajukan motornya ke arah rumah Devan, dan memang Felix sudah lama tidak berkunjung ke rumah Devan, Felix sangat penasaran dengan apa yang ingin di bicarakan oleh Devan, dan Felix ingin segera sampai di rumah Devan.
Beberapa saat kemudian Felix telah sampai di rumah Devan, dan Felix melihat ada beberapa orang asing yang berada di depan rumah Devan, sepertinya orang-orang tersebut merupakan intel kepolisian juga yang sama seperti Devan.
Lalu Felix langsung masuk ke rumah Devan, karena memang saat ini pintu rumah Devan sudah terbuka.
Saat Felix masuk ke rumah Devan, Felix langsung melihat Devan yang sedang duduk di sebuah kursi yang berada di ruang tamu ini.
Saat Felix masuk ke dalam rumah Devan, Felix tiba-tiba langsung di hajar oleh Devan, dan Felix langsung terkejut dengan alasan Devan yang tiba-tiba menghajar Felix.
“Eh kenapa lu mukul gue?” tanya Felix dengan kesal.
“Pengkhianat? maksud lu apa Devan?” tanya Felix dengan bingung.
“Lu udah gabung ke gangster Laskar Petir, dan hal itu yang membuat lu jadi pengkhianat, padahal gue mengharapkan lu sebagai orang yang bisa membangkitkan Naga Hitam lagi” ucap Devan dengan kesal.
“Oh jadi alasan lu nyuruh datang ke rumah lu ini buat nuduh gue jadi seorang pengkhianat?” tanya Felix dengan kesal.
“Ya memang kenyataan seperti itu, padahal gue sudah menaruh harapan besar ke lu, tapi lu sekarang malah jadi seorang pengkhianat dan memilih bergabung dengan gangster lain” ucap Devan.
“Lu kenapa nuduh gue sembarangan? dan lu juga seperti bukan Devan yang gue kenal dulu, karena saat dulu lu adalah orang yang paling bijak yang pernah gue kenal, tapi sekarang lu malah menuduh gue seorang pengkhianat tanpa mendengar penjelasan dulu dari gue” ucap Devan.
__ADS_1
Kemudain Devan terdiam sejenak setelah mendengar perkataan dari Felix,dan kemudian Devan meminta maaf kepada Felix.
“Maafin gue Felix, mungkin alasan gue nuduh lu seperti itu karena gue saat ini sedang frustasi memikirkan Naga Hitam yang telah di bubarkan ini” ucap Devan.
“Iyah gue paham kenapa lu bersikap seperti itu barusan, pasti lu saat ini sedang banyak beban pikiran sehingga tidak berpikir jernih” ucap Felix.
“Ya maafin gue Felix, padahal gue yakin kalau lu bukanlah orang yang mudah untuk menjadi pengkhianat” ucap Devan.
“Syukur kalau sekarang lu udah mulai tenang, baiklah gue akan berkata jujur sama lu alasan gue bergabung ke dalam gangster Laskar Petir, karena saat ini gue sedang membutuhkan uang tambhan, jadinya gue terpaksa gabung ke dalam gangster Laskar Petir, dan sekaligus gue juga ingin memastikan situasi di dalam Laskar Petir, dan untunglah setelah gue bergabung menjadi gangster ini, gue tersadar kalau Laskar Petir sudah berubah menjadi baik dan tidak seperti dulu lagi” ucap Felix.
“Oh okey gue paham maksud lu, maaf gue nyuruh lu untuk membangkitkan Naga Hitam lagi, padahal hal itu pasti sangat sulit di lakukan” ucap Devan.
“Tenang saja gue akan berusaha membangkitkan Naga Hitam lagi, dan gue juga cuma sesaat saja bergabung ke dalam gangster Laskar Petir, karena memang saat ini Laskar Petir telah mengambil alih wilayah Naga Hitam, makannya gue ingin bergabung ke Laskar Petir untuk memastikan langsung wilayah ini saat di ambil oleh Laskar Petir, dan gue berjanji setelah Naga Hitam mulai bangkit lagi, gue akan segeran keluar dari Laskar Petir dan akan melanjutkan memperjuangi Naga Hitam kembali” ucap Felix.
“Terimakasih Felix, gue senang mendengar perkataan lu itu, dan gue juga berjanji selama gue menjadi intel di kepolisian, gue akan memikirkan segala cara untuk membuat Naga Hitam bisa bangkit kembali seperti dulu lagi” ucap Devan.
Setelah Felix dan Devan saling mengobrol di rumah Devan, Felix memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya, karena Felix rasa urusan dia dengan Devan telah selesai.
Untunglah Devan sudah mengerti alasan Felix bergabung ke gangster Laskar Petir, dan kini Felix merasa lega setelah berbicara langsung kepada Devan walaupun saat itu Felix terkena pukulan secara mendadak dari Devan.
Felix mengerti alasan Devan memukul Felix seperti itu, karena dia pasti saat ini sedang mengalami beban pikiran yang banyak setelah menanggung resiko atas kekacauan yang telah di buat oleh para anggota baru gangster Naga Hitam saat itu.
Devan sebagai ketua gangster Naga Hitam harus bertanggung jawab atas kekacauan yang telah di buat anggotanya itu, dan hal itu pasti yang membuat Devan tak bisa berpikir jernih sehingga langsung menghajar Felix saat Felix tiba di rumah Devan.
Pukulan dari Devan sangat kerasa sekali, sehingga saat Felix sedang melakukan perjalanan menuju rumahnya dengan sepeda motor matic miliknya, pukulan Devan itu masih terasa di pipinya ini.
__ADS_1
Devan memang terkenal memiliki pukula yang luar biasa, dan mungkin saja jika Devan mengeluarkan seluruh tenaganya saat memukul Felix barusan, pastinya Devan akan membuat Felix kehilangan kesadarannya karena efek dari pukulan sekuat tenaga itu.
*like dan komen sebanyak-banyaknya agar author terus semangat menulis, jangan lupa follow IG author : @faris_famuan