
Akhirnya Clara, Felix dan Ibunya Felix sudah berada di meja makan, kemudian Ibunya Felix berkata kepada Clara.
“Silahkan dimakan Clara, gak usah malu-malu” ucap Ibunya Felix.
“Oh iya baik Bu, makasih ya” ucap Clara.
Clara langsung mulai makan setelah dipersilahkan oleh Ibunya Felix, kemudian Clara langsung berkata.
“Wah enak sekali masakannya Bu, mirip kayak masakan di restoran mewah” ucap Clara.
“Duh terimakasih ya buat pujiannya, Ibu jadi senang mendengarnya, ya sudah makan yang banyak ya Clara” ucap Ibunya Felix.
Kemudian Clara, Ibunya Felix dan Felix mulai makan masakan yang berada di meja makan, Clara makan secara perlahan dengan senyumnya yang manis, dan itu membuat Felix semakin jatuh cinta pada Clara.
“Felix kok kamu malah bengong aja?” tanya Ibunya Felix.
“Eh aku gak bengong Bu, cuma lagi fokus makan ajah” ucap Felix.
“Fokus makan apa fokus liatin wajah Clara yang cantik?” tanya Ibunya Felix.
“Eh Ibu bisa saja” ucap Clara dengan malu karena dipuji cantik oleh Ibunya Felix.
“Beneran kamu cantik Clara, kalau kamu gak cantik, gak mungkin Felix ngajak kamu makan malam disini” ucap Ibunya Felix.
“Bu sudah jangan menggoda Clara terus” ucap Felix dengan agak kesal.
“Hehe iya maaf, Ibu cuma senang saja rumah kita kedatangan tamu, soalnya udah lama sekali gak rame seperti ini, semenjak Ayahnya Felix meninggal, jadinya rumah ini selalu sepi” ucap Ibunya Felix.
“Oh begitu ya, turut berduka cita ya Bu, semoga suami Ibu sudah tenang di surga” ucap Clara.
“Makasih Clara, sering-sering main kesini ya, soalnya Ibu senang rumah Ibu ramai seperti ini” ucap Ibunya Felix.
“Iyah Bu Clara janji bakal sering mampir kesini lagi” ucap Clara dengan senyum manisnya.
Kemudian mereka kembali melanjutkan makan lagi, Ibunya Felix terlihat sangat senang sekali, begitu juga dengan Clara yang terlihat senang juga, dan yang paling merasa bahagia yaitu Felix karena bisa makan malam dengan dua orang wanita yang disayanginya.
“Aku ke teras rumah dulu ya, nanti kalau kamu selesai makan, kamu keteras juga ya” ucap Felix pada Clara.
“Oh okey deh Felix” ucap Clara.
Kemudian Felix pergi keluar rumahnya dan duduk di teras rumah, Clara langsung segera menyelesaikan makannya juga, dan Ibunya Felix sudah mengerti bahwa Felix ingin mengobrol berdua dengan Clara.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Clara langsung pergi ke teras rumah “Bu aku ke pergi ke teras dulu ya, mau ke Felix dulu” ucap Clara pada Ibunya Felix.
“Oh iya okey deh Clara, ya sudah Ibu mau beres-beres dulu” ucap Ibunya Felix.
“Eh ya sudah Clara bantu beres-beres juga ya biar cepat” ucap Clara.
“Eh gak usah Clara, kan kamu lagi ditungguin sama Felix di teras” ucap Ibunya Felix.
“Gak apa-apa Bu santai saja, ya sudah Clara bantu beres-beres, lagian pasti gak akan lama kok kalau cuma bantu beres-beres aja” ucap Clara.
Kemudian Clara langsung membantu Ibunya Felix membereskan meja makan seperti mencuci piring kotor dan merapikan meja makan, setelah beres lalu Ibunya Felix berkata.
“Wah makasih ya Clara, Ibu jadi ngerepotin kamu” ucap Ibunya Felix.
“Eh engga Bu, malah Clara senang udah bisa bantu Ibu, ya sudah Clara pergi ke teras dulu ya” ucap Clara.
Lalu Clara berjalan meninggalkan Ibunya Felix menuju teras rumah untuk menemui Felix, saat sudah keluar rumah, Clara langsung melihat Felix yang sedang duduk, kemudian Clara ikut duduk disamping Felix.
“Eh maaf lama, tadi bantu Ibu kamu nyuci piring dulu” ucap Clara.
“Eh kenapa kamu nyuci piring, harusnya biar aku saja, kan kamu tamu disini” ucap Felix.
“Oh iya, mungkin gara-gara kita ngobrol di depan Ibuku jadinya kita ngomong aku kamu” ucap Felix.
“Oh iya mungkin gara-gara itu, tapi aku senang kok kita ngomongnya aku kamu dibandingkan gue lu, soalnya serasa lebih dekat” ucap Clara.
“Iyah aku juga senang, ya sudah mulai sekarang kita ngomongnya aku kamu saja ya” ucap Felix.
“Okey deh, eh kamu tadi mau bicara apa sama aku?” tanya Clara.
Kemudian Felix langsung terdiam sejenak seperti sedang menyiapkan mental, lalu Felix mulai bicara dengan jantung yang berdebar-debar.
“Mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk mendengar jawaban kamu, kamu mau gak jadi pacar aku Clara?” tanya Felix dengan jantung yang berdebar kencang.
Mendengar pertanyaan Felix yang seperti itu membuat Clara merasa jantungnya berdebar kencang juga, lalu Clara mulai menjawab pertanyaan Felix.
“Aku sebenarnya belum pernah pacaran, jadi aku takut ngecewain kamu kalau aku jadi pacar kamu” ucap Clara.
“Hey kamu bicara apa Clara? malah aku merasa beruntung kalau aku bisa jadi pacar pertamamu, dan jujur aku juga belum pernah pacaran sebelumnya” ucap Felix.
“Eh serius kamu belum pernah pacaran juga Felix? aku pikir cowok gangster sepertimu pasti udah sering ganti-ganti pacar” ucap Clara.
__ADS_1
“Hey menurutmu emang aku terlihat seperti orang yang sudah pengalaman pacaran?” tanya Felix.
“Hehe gak sih, tapi kalau soal berantem pasti kamu udah pengalaman banget” ucap Clara.
“Hehe iya begitulah, terus gimana jawabanmu? apa kamu mau jadi pacarku apa engga?” tanya Felix.
“Gimana ya? sebenarnya aku pengen orang yang jadi pacar pertamaku adalah orang yang setia, selalu ada buat aku dan ada satu lagi yang paling penting” ucap Clara.
“Eh yang paling penting? emang apa yang paling penting dari setia dan selalu ada?” tanya Felix.
“Yang penting orang nya kamu, iya aku mau nerima kamu Felix jadi pacar pertamaku” ucap Clara.
“Eh serius kamu mau nerima aku? makasih ya Clara” ucap Felix dengan bahagia.
“Iya Felix, yang penting kamu harus janji bakal selalu setia sama aku, selalu ada untukku dan terus jadi Felix yang seperti ini” ucap Clara.
“Iya Clara aku akan berjanji” ucap Felix dengan penuh bahagia.
Akhirnya Clara dan Felix mulai berpacaran di malam ini, dan kebetulan juga di langit sedang banyak bintang-bintang yang bersinar terang seperti menggambarkan rasa bahagia Felix dan Clara.
Waktu sudah pukul jam 9 malam, kemudian Alex datang ke rumah Felix untuk menjemput Clara dan menunggu di luar pagar, sebelum pulang, Clara berpamitan dengan Ibunya Felix.
“Bu saya pulang dulu ya, makasih buat makan malamnya, aku senang sekali bisa makan malam dengan Ibu dan Felix” ucap Clara pada Ibunya Felix.
“Ibu juga senang kamu makan malam disini bareng kita. sering-sering ya mampir kesini” ucap Ibunya Felix.
“Iyah Bu pasti Clara akan sering mampir lagi kesini” ucap Clara.
Kemudian Felix memotong pembicaraan mereka “Eh bu ada satu hal yang ingin aku kasih tau, sebenarnya mulai sekarang aku dan Clara sudah berpacaran, tolong restui hubungan kita ya” ucap Felix pada Ibunya.
“Oh begitu ya, emang benar kamu pacaran sama anak saya Clara?” tanya Ibunya Felix pada Clara.
“Hehe iya Bu” ucap Clara dengan malu.
“Makasih ya Clara udah mau nerima anak Ibu jadi pacar kamu, dan Ibu nitip pesan buat kamu Felix, kamu harus selalu lindungi Clara dan jangan sampai bikin Clara nangis” ucap Ibunya.
“Iyah Bu Felix janji” ucap Felix.
“Ya sudah Clara pulang dulu ya, kakak Clara udah jemput dan nunggu diluar” ucap Clara.
“Iyah Clara hati-hati dijalan ya” ucap Ibunya Felix.
__ADS_1