
Tamara POV
Gue sangat sedih mendengar bahwa Arsen sudah memiliki kekasih lagi dan,tak lain kekasih nya adalah sahabat ia sendiri.
Gue harus bisa rebut Arsen dari sahabat nya lelaki itu,gue harus egois karna gue sangat cinta kepada-nya,kalau gue ga bisa dapetin Arsen maka semua orang juga gabisa dapetin Arsen.
Dan setelah gue ketemu sama Arsen dan kekasih nya itu gue hubungi arsen di WhatsApp dan ya dia balas chat gue dan gue minta pergi ke sekolah bareng dan Arsen ga menolak,karna gue tau Arsen masi cinta sama gue.
Skip pagi
Gue bangun dan mandi lalu gue lanjut ke meja makan yang kosong itu,ya orang tua gue lagi ga di Indonesia mereka lebih betah di luar negeri.
'tok tok'
"Iya bentar"Ucap gue, sambil berjalan arah pintu dan ternyata itu Arsen
"Hai."Ucap Arsen
"Hai juga"Ucap gue
"Kamu udah sarapan?"Tanya gue
"Udah Ra."Jawab Arsen
"Yaudah ayo kita berangkat."Dan gue lihat Arsen lagi mengeluarkan benda pipih yang ada didalam saku nya tersebut dan muka nya agak ga enak dilihat
"Ada apa Ar?"Tanya gue lagi,dan dia mengubah ekspresi wajah nya menjadi tersenyum
"Gapapa,yaudah ayo kita berangkat."Ajak Arsen kepada gue
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Di perjalanan gue melihat kekasih Arsen itu di angkot,kenapa gue bisa lihat?karna gue punya mata batin ya ga la wkwkw,karna dia duduk di depan gitu,pokonya kelihatan deh,dan sengaja gue peluk Arsen,dan disitu mata kita bertemu dan gue sengaja ajak Arsen bicara
"Ar lihat itu deh."Ucap ku pada Arsen
"Apa?"Dan Arsen menoleh ke arah tunjuk ku itu tetapi dia malah melihat kekasih nya itu,dan pas saat itu lampu hijau menyala dan Arsen bawa motor ugal-ugalan.
Diparkiran Arsen melepas helm yang gue pakai tersebut dan banyak yang sorakin gue dan Arsen
'bukan nya Arsen pacar nya si Alena?'
'cocok banget anjir'
'lebih cantikan Alena dimana-mana'
Dan banyak lah yang memuji gue dan ga sedikit pula yang ngejelekin gue,dan gue lihat mereka satu-satu.
"Udah bacot nya?bacot lagi dong"Ucap gue
"Kalian bisa ga si ga ngomentarin hidup orang?"Ucap Arsen,yess Arsen berada di pihak gue
Pada saat bersamaan gue melihat seorang gadis yang bernotabe kekasih nya Arsen,dan gue melihat arah dia dan tersenyum seperti kemenangan dan dia yang ngelihatin gue seperti sorot mata yang susah di jelasin.
Kenapa chapter nya pendek?
Kan chapter nya spesial Tamara 🤣
__ADS_1
Ini belum aku revisi aku tu rada malas hehe
💚
Alena POV
"Al."Ada seseorang yang memegang bahu gue
"Iya, kenapa Ar?"Ucap gue tersenyum kepadanya,padahal saat itu gue mau nangis aja rasanya
"Jangan salah paham,gue jemput Tamara itu karena dia minta tolong Al"Ucap Arsen yang lagi menyakinkan gue
"Gue ga minta penjelasan lo."Ucap gue sambil berdiri lalu berjalan keluar kelas dan meninggalkan Arsen sendiri
"Alena!!"Ucap nya teriak
"Lo kenapa si?gue ga budek tapi maaf gue lagi ga mood ngeladenin lo,gue bukan bodoh Ar,gue mau egois aja rasanya."Ucap gue
Arsen POV
"Lo kenapa si?gue ga budek tapi maaf gue lagi ga mood ngeladenin lo,gue bukan bodoh Ar,gue mau egois aja rasanya."Ucap Alena, sebentar ini yang dimaksud egois oleh Alena, egois apa ya
"Nanti kita pulang bareng."Ucap gue
"Ya"Ucap Alena dan dia berlalu dari hadapan gue
Gue berjalan dikoridor sekolah karna gue ingin ke taman dan ketemu Tamara,gue rindu dia padahal tadi sudah ketemu namun gue sangat rindu,dan kaya nya gue harus ngelepasin Alena,argh tapi gue ga mauuu.
"Hai Arsen,kenapa kamu suruh aku keisni?"Tanya Tamara
"Rindu ya?"Tebak nya dan gue mengangguk kan kepala
"Aku juga Ar."Dan gue berbincang-bincang dengan Tamara
"Ar seriusan sahabat kamu itu kekasih kamu?"Tanya Tamara
"Iya Ra?emang kenapa?"Tanya gue balik
"Semudah itu kamu lupain aku Ar?"Ucap Tamara
"Ngga Ra,aku aja masih cinta sama kamu tapi ya gitu."Ucap gue,kenapa gue ubah bahasa gue jadi aku-kamu
"Bisa banget Ra,kita jalanin diam² aja"Ucap gue
Author POV
Tanpa mereka sadari ada orang yang memerhatikan mereka dan dia sedih karna sahabat nya telah dikhianati,ya orang itu adalah Anya,dia tak tahan oleh kelakuan Arsen tersebut dan dia melabrak mereka.
"Hebat lo Arsen!!!"Ucap Anya sembari tepuk tangan
"Cewe lo lagi terpuruk dan dengan enak nya lo memiliki kekasih diam-diam,apa maksud lo ngehianatin sahabat gue?!"Ucap Anya dan Arsen dia cengo melihat Anya yang mengetahui keberadaan nya
"Jawab Ar."Ucap nya lagi,dan lagi-lagi Arsen dan Tamara hanya diam
"Gabisa jawab kan lo bangsat?lo labil tau ga otak lo kayak bocah,kalau lo masih suka sama ni curut."Tunjuk Anya kepada Tamara
"Yaudah lo tinggalin sahabat gue,jangan main dibelakang dia."Ucap Anya penuh emosi.
Alena POV
"Ini kok Anya lama banget anjir"Ucap Irfan
"Arsen juga"Ucap Darma
"Yaudah gue susulin mereka ya"Ucap gue dan mereka iyain ucapan gue
Akhirnya gue susulin Anya yang katanya ke toilet,tapi gue dengar suara Anya di taman
Fyi... Taman dan toilet gajauh banget kok
""Yaudah tinggal lo tinggalin sahabat gue,jangan main dibelakang dia."Ya itu suara Anya tetapi dia bicara sama siapa?,dari pada gue kepo akhirnya gue cari keberadaan suara tersebut dan gue membulat kan mata ga percaya melihat ada Arsen, Tamara dan Anya,ada apa ini?
Gue ga mau langsung mendekati mereka tetapi gue nguping pembicaraan mereka.
"Ar lo harus bisa milih lo ga boleh main-main dibelakang Alena,gue dengar apa yang lo ucapkan sama cewe ini,lo cinta sama dia,dia cinta sama lo dan kalian ingin berhubungan di-"Ucapan Anya terputus sebab gue menyela
__ADS_1
"Mantap Ar,mantap looo!!,gue kira lo bakal ngelupain dia ternyata apa?malah mau berhubungan diam-diam gahabis pikir gue sama loo!lo cowo brengsek."Ucap gue
Gue melihat muka Arsen dan Anya terkejut dan gue lihat Tamara dia tersenyum
"Oh iya jelas Arsen milih gue,kan gue cinta pertama dia."Ucap Tamara sambil bergelayutan di tangan Arsen
"Ini ga kaya lo liat Al."Ucap Arsen
"Gimana Al?gue tadi pagi ngelihat lo boncengan sama dia dan tadi malam."Ucap gue berusaha tegar
"Lo online but lo ga bales chat gue,gue telpon tapi malah berada dipanggilan lain,gue tau gue sangat tau lo nelpon siapa tapi gue ga marah"Ucap gue
"Okey kalau lo mau nya gini gue bisa apa?"Ucap Arsen,terbalik bukan seharusnya yang berbicara seperti itu adalah gue bukan dia
"Kita putus saat ini juga."Ucap gue
"Ga!,kita ga bakalan putus."Ucap Arsen
"Tapi ini yang lo mau kan anj*ng?"Ucap gue
"Dan Lo Tamara,selamat lo berhasil buat hubungan gue dan Arsen hancur,lo puas?puas?"Ucap gue kepada Tamara
Dan disitu Anya ngelihat gue dan gue ngelihat dia dan berbicara "it's ok"
Setelah gue pergi gue melihat Darma, Irfan, Arga dan mereka melihat gue seperi lo kenapa? tetapi gue cuma anggap mereka seperti angin lalu saja gue butuh ketenangan.
Author POV
"Ga nyusulin mereka yok, kaya gaada yang beres aja gitu"Ucap Irfan
"Ayoo"Ucap mereka
Dan di perjalanan koridor mereka melihat Alena,tetapi dia seperti tak melihat mereka dan sorot matanya juga kaya kosong gitu
"Fix gaada yang beres."Ucap Darma
Dan mereka samar-samar mendengar Anya berteriak
"Puas Lo Ar!puas?lo tau?hidup Alena gimana?lo itu udah spesial bagi hidup nya tapi kenapa lo begini Ar?"
Dan tanpa aba-aba Arga menonjok Arsen
Bugh
Bugh
Dua bogeman yang di melayangkan oleh Arga sukses membuat Tamara marah
Syukur nya di taman sedang sepi
"Lo apa-apaan pukul Arsen?"Ucap Tamara,dan mengundang gelak tawa oleh Anya
"Hahaha itu ga seberapa oleh sakit nya hati Alena bangsat!"Umpat Anya kepada Tamara
"Bagus sifat Lo Ar,sifat lo murahan Ar gue kecewa banget dengan Lo Ar, kenapa lo begini Ar?kalau iya lo mau sama ni cewe yang udah ninggalin lo,yaudah lo tinggal putusin Alena gampang kan Ar?sifat lo kekanak-kanakan."Ucap Arga
'waww ini kata-kata terpanjang nya'batin Anya
"Gue gabisa,gue gabisa ngelepasin dia,gue gabisa!"Ucap Arsen
"Lo egois."Ucap Darma
Di rooftops
Alena pergi meninggal kan Arsen, Tamara dan Anya,ga kuat dia berlama-lama disana,dan Alena memutuskan ke rooftops.
"HAHAHAHAHA LO LUCU AR,LUCU SIFAT LO BIKIN GUE KETAWA."Ucap nya sambil menitikan air mata
"Gue ga pernah ngira kalau lo sampai se brengsek ini Ar."Ucap nya frustasi.
Haiii readers,apa kabar?
Gimana ni dengan part nya?
Ayo hujat Arsen dan Tamara gess
__ADS_1
Mau ucapin apa ni ke Arsen?
Yaudah itu aja hehe 💚