
Jam pulang sekolah telah tiba, dan kini semua murid SMA 5 sudah diperbolehkan untuk pulang, Clara langsung menghampiri Felix yang sedang duduk santai di tempat duduknya.
“Eh Felix yuk pulang bareng, kita belajar di rumah gue” ucap Clara.
“Oh iyah hampir aja gue lupa, untung lu ingetin Clara” ucap Felix.
“Huh dasar pelupa, kayak kakek-kakek aja lu, eh tapi inget ya janji lu, lu bakal teraktir gue ice cream sebelum kita ke rumah gue” ucap Clara.
“Hehe tenang aja, kalau itu gue inget” ucap Felix dengan tersenyum sambil menggaruk kepalanya.
Kemudian Clara dan Felix keluar kelas bersama dan akan menuju ke tempat parkir untuk mengambil motor matic Felix, saat dalam perjalanan menuju tempat parkir, tiba-tiba Rey dan teman-temannya menghadang Felix dan Clara, kemudian Clara langsung bersembunyi di belakang Felix karena ketakutan sambil memegang pundaknya Felix.
“Hey Rey! maksud lu apa? mau nyari ribut sama gue?” ucap Felix sambil teriak kepada Rey.
“Eh gak sama sekali nyari ribut sama lu Felix, gue sengaja mau temuin lu karena gue mau minta tolong sama lu Felix” ucap Rey dengan wajah yang gelisah.
“Hah minta tolong? mau minta tolong apa emang lu Rey?” tanya Felix dengan heran.
“Kita ditantang duel oleh SMA 3, gue pengen lu ngewakilin sekolah kita buat duel melawan orang terkuat di SMA 3, tolong mau ya jadi perwakilan sekolah kita Felix” ucap Rey.
__ADS_1
“Hah permintaan macam apa itu? kenapa bukan lu aja Rey yang jadi perwakilan sekolah ini? lu kan suka berkelahi, lagian juga gue males ngelakuin hal itu” ucap Felix dengan nada kesal.
“Tolong mau ya Felix, ini demi harga diri sekolah kita, dan gue tau lu adalah orang terkuat di sekolah ini, dan orang yang akan kita lawan saat ini bukanlah murid biasa, dia sudah mengalahkan orang terkuat dari 5 sekolahan sebelumnya, kalau gue yang turun tangan pasti gue kalah” ucap Rey.
“Gue gak peduli dengan hal itu, selama itu tak mengusik hidup gue dan Clara, gue gak peduli kalau sekolah kita kalah duel lawan SMA 3, lagian gak ada untungnya buat gue kalau gue menang duel” ucap Felix dengan kesal.
“Okey okey gini aja Felix, gue tau lu sangat peduli pada Clara, jadi gue janji kalau lu bisa menang duel lawan orang terkuat dari SMA 3, gue dan teman-teman gue berjanji gak akan menggoda Clara lagi, dan gue juga akan membuat seluruh siswa kelas 3 berhenti menggoda Clara lagi” ucap Rey.
Kemudian Felix langsung terdiam sebentar karena memikirkan perkataan dari Rey, setelah itu Felix berkata “Okey gue terima permintaan lu, tapi lu harus tepatin janji lu Rey, kalau sampai ada murid kelas 3 yang berani goda Clara lagi, gue akan habisi lu saat itu juga”.
“Okey gue akan tepati janji gue, karena gue dan teman-teman gue adalah orang yang berkuasa di sekolah ini, jadi kalau urusan itu pasti gampang gue atasi” ucap Rey.
“Di lapangan bola, di belakang sekolah kita” ucap Rey.
“Okey lu dan teman-teman lu duluan pergi kesana, nanti gue segera nyusul” ucap Felix.
Kemudian Rey dan teman-temannya langsung pergi duluan ke lapangan bola di belakang sekolah, lalu Clara yang dari tadi berada di belakang Felix yang ketakutan berkata “Felix kenapa lu mau terima permintaan si Rey demi gue? please jangan lakuin itu ya, gue takut lu kenapa-kenapa, gue memang selalu di goda oleh para siswa kelas 3, tapi gak masalah kok”
Lalu Felix menjawab “Gue janji gak akan kenapa-kenapa, karena gue udah terbiasa bertarung melawan para gangster, makasih ya udah selalu khawatirin gue, gue sengaja ngelakuin ini agar lu bisa tenang di sekolah dan bisa terus selalu membantu gue belajar, gue janji gak akan lama, mendingan lu sekarang pulang duluan, nanti gue langsung ke rumah lu setelah beres”.
__ADS_1
“Gue mau ikut lu pokoknya, karena gue tau lu mau duel sama orang terkuat di SMA 3 itu demi gue, pokoknya gue mau ikut lu buat mastiin kondisi lu” ucap Clara dengan khawatir.
Kemudian Felix langsung terdiam karena bingung dengan permintaan Clara yang memaksa mau ikut itu, lalu Felix berkata “Okey deh lu boleh ikut, tapi lu cuma boleh nonton dari jauh aja ya, jangan sampai lu ikut campur pas gue lagi berduel”.
“Iyah gue janji, dan lu juga harus janji jangan sampai kenapa-kenapa ya” ucap Clara.
Kemudian Felix dan Clara langsung pergi ke lapangan dimana tempat duel berlangsung menggunakan sepeda motor matic Felix, setelah mereka sampai, mereka langsung melihat sekumpulan murid-murid yang sudah berada disana, yaitu sekumpulan murid dari sekolahnya Felix yaitu SMA 5 dan sekumpulan murid dari SMA 3.
Felix dan Clara memberhentikan motornya di dekat Rey dan teman-temannya, lalu Rey berkata “Eh Felix, itu si Clara lu ajak kesini juga? gue kira dia gak akan ikut”
“Iyah dia maksa ikut, dan gue minta lu jagain dia selama gue berduel, ingat ya! jangan berani macam-maca sama si Clara” ucap Felix dengan tegas.
“Okey kalau soal itu biar gue yang urus, tuh lu liat murid yang sedang berdiri di tengah-tengah lapangan itu, dia adalah orang yang akan berduel dengan lu Felix” ucap Rey sambil menunjuk ke arah orang yang sedang berdiri di tengah lapangan yang akan menjadi lawannya Felix.
“Okey deh biar gue hadapi bocah itu, gue pengen tau sehebat apa dia yang katanya sudah mengalahkan orang-orang terkuat dari 5 sekolah sebelumnya” ucap Felix, dan kemudian dia berjalan menuju ke tengah lapangan untuk menantang duel orang terkuat di SMA 3 itu.
Langkah demi langkah Felix lakukan untuk menghampiri lawannya itu, dan ketika Felix sudah mulai berhadapan dengan lawannya itu, tiba-tiba lawannya itu hanya terdiam saja tanpa bicara sedikit pun, ekspresi wajah garangnya pun tiba-tiba berubah menjadi wajah yang panik.
“Oh jadi lu ya orang terkuat di SMA 3 yang berani nantang sekolahan gue, mau langsung duel apa mau basa basi dulu?” ucap Felix sambil teriak kepada lawannya itu.
__ADS_1
Kemudian lawannya itu langsung bersujud di hadapan Felix dan membuat seluruh orang-orang yang berada disitu heran kenapa orang terkuat di SMA 3 yang telah mengalahkan orang terkuat dari 5 sekolah melakukan hal itu, kemudian lawannya Felix itu berkata “Sori Felix, gue gak tau kalau lu yang akan jadi lawan gue, gue benar-benar nyesel nantang sekolahan lu”