
“Eh Felix kamu ngapain ada disini? terus tadi kenapa kamu nekad melawan mereka sendirian?” tanya Ayahnya Vina.
“Eh maaf Pak tadi saya cuma lewat sini, terus melihat para anggota gangster Naga Hitam yang sedang menghancurkan toko ini, lalu akhirnya saya memutuskan mereka” ucap Felix.
“Ya udah sekarang kamu ikut ke kantor polisi” ucap Ayahnya Vina.
“Eh kenapa saya harus ke kantor? emang saya salah apa Pak?” tanya Felix dengan panik.
“Kamu gak salah, cuma saya minta kamu jadi saksi untuk kejadian perusakan toko ini” ucap Ayahnya Vina.
Sebenarnya Felix tidak ingin ikut ke kantor polisi untuk menjadi saksi, karena takut polisi itu tau kalau Felix adalah seorang gangster Naga Hitam juga.
“Tapi saya gak mau jadi saksi bisa gak Pak? soalnya saya takut Ibu saya khawatir kalau tau soal ini” ucap Felix.
“Tenang ajah kamu gak perlu khawatir, lagian ada hal lain yang ingin di tanyakan oleh saya disana, ya udah sekarang kamu masuk mobil polisi” ucap Ayahnya Vina.
“Eh tapi gimana ini motor saya Pak?” tanya Felix sambik menunjukan motornya.
“Nanti motor kamu di bawa oleh salah satu anggota polisi ke kantor polisi juga, jadi kamu gak perlu khawatir soal motor kamu” ucap Ayahnya Vina.
“Oh begituh, baik Pak” ucap Felix.
Akhirnya Felix langsung masuk kedalam mobil polisi bersama Ayahnya Vina, dalam perjalanan menuju kantor polisi, Ayahnya Vina berkata kepada Felix.
“Hari ini saya udah ketemu kamu tiga kali, yang pertama saat di markas Naga Hitam, yang kedua saat di bengkel, dan yang ketiga saat di toko tadi” ucap Ayahnya Vina.
“Mungkin itu cuma kebetulan saja Pak kita bertemu” ucap Felix dengan nada panik.
“Ya mungkin cuma kebetulan saja, tapi entah kenapa saya ngerasa kamu ada hubungannya dengan kejadian Naga Hitam ini” ucap Ayahnya Vina dan itu membuat Felix semakin gelisah.
“Hubungan bagaimana ya maksudnya Pak?” tanya Felix dengan panik.
“Apa kamu punya kenalan anggota gangster Naga Hitam?” tanya Ayahnya Vina.
“Eh engga punya Pak, karena saya bukan anggota Naga Hitam” ucap Felix.
__ADS_1
“Lalu kenapa kamu begitu panik?” tanya Ayahnya Vina.
“Karena saya baru pertama kali di tangkap polisi seperti ini” ucap Felix.
“Oh begituh ya, maaf saya udah nakutin kamu, eh tapi makasih ya sudah mau anter anak saya pulang ke rumah” ucap Ayahnya Vina.
“Eh iya Pak sama-sama” ucap Felix.
“Semoga kamu bisa berteman dengan anak saya ya, soalnya dia selalu sendirian dan murung karena tidak punya teman dan karena selalu pindah-pindah sekolah” ucap Ayahnya Vina.
“Oh iyah Pak saya akan berteman baik dengan Vina” ucap Felix.
“Saya sebenarnya menduga kalau kamu adalah anggota gangster, tetapi saya harap dugaan saya salah, karena saya gak mau teman anak saya mempunyai teman seorang gangster juga” ucap Ayahnya Vina.
“Iyah Pak tenang saja, saya bukan anggota gangster” ucap Felix.
“Ya saya harap perkataanmu jujur, eh tapi bagaimana menurutmu tentang anak saya?” tanya Ayahnya Vina.
“Em menurut saya Vina itu baik dan cantik, tetapi dia sepertinya selalu sedih karena selalu sendirian di rumah” ucap Felix.
“Eh iyah Pak dia berkata pada saya saat mengantarnya pulang” ucap Felix.
“Berarti kamu sudah tau kalau saya dan istri saya sudah bercerai?” tanya Ayahnya Vina.
“Iyah Pak Vina menceritakannya sekilas tentang itu” ucap Felix.
“Berarti Vina sudah terbuka sama kamu dan percaya sama kamu, padahal sangat susah dia untuk terbuka pada orang lain selain saya” ucap Ayahnya Vina.
“Eh begituh ya” ucap Felix seperti tak menyangka.
“Iya Felix, sepertinya Vina menyukaimu, dan saya harap kamu bisa menjadi teman baiknya dan bisa selalu melindungi dia saat saya tidak ada” ucap Felix.
“Eh iyah Pak saya janji” ucap Felix.
Akhirnya Felix telah sampai di kantor polisi dan masuk kedalam kantor polisi, saat sudah masuk, Felix langsung di mintai keterangan sebagai saksi tentang kejadian penyerangan di sebuah toko oleh gangster Naga Hitam.
__ADS_1
Hampir satu jam lamanya di introgasi, akhirnya selesai juga dan membuat Felix jadi merasa lega.
Saat Felix akan keluar dari kantor polisi, Felix melihat Devan yang sedang mengobrol dengan Ayahnya Vina.
“Woi Felix lu ngapain ada disini?” tanya Devan kepada Felix.
“Eh kamu kenal sama si Felix juga?” tanya Ayahnya Vina.
“Iyah Pak kenal, soalnya dia adalah mantan salah satu petinggi Naga Hitam” ucap Devan.
“Wah ternyata dugaan saya benar kalau kamu adalah anggota Naga Hitam juga” ucap Ayahnya Vina.
Kemudian Felix langsung bingung karena melihat Devan dan Ayahnya Vina yang berpropesi sebagai polisi sedang saling mengoborl, padahal menurut Felix harusnya saat ini Devan bersembunyi dari kejaran polisi.
“Devan kejelasan ke gue! kenapa lu ada disini? harusnya lu bersembunyi dari kejaran polisi karena Naga Hitam saat ini melakukan kerusakan di banyak tempat” ucap Felix.
“Apa lu gak inget? kalau hubungan gue dengan polisi itu sangat dekat, jadi polisi gak akan nangkap gue, dan kedatangan gue kesini untuk menjelaskan tentang kondisi Naga Hitam saat ini kepada pihak kepolisian” ucap Devan.
“Lalu sekarang anggota Naga Hitam lainnya ada dimana?” tanya Felix dengan heran.
“Saat ini gue minta semua anggota Naga Hitam jangan ada yang beroperasi, tapi saat ini seluruh petinggi Naga Hitam sedang berdiskusi dengan kepolisian untuk menangani kasus ini” ucap Devan.
“Wah begitu ya, syukur kalau begituh, semoga masalah ini cepat selesai” ucap Felix.
“Ya semoga saja, tapi mungkin saja membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan masalah ini, dan jika masalah ini tidak dapat selesai, maka gue dan semua petingga Naga Hitam harus bertanggung atas kerusakan yang telah di lakukan oleh anggota Naga Hitam yang berada di luar kendali gue” ucap Devan.
“Wah serius lu? ya udah gue akan bantu Naga Hitam untuk menangani masalah ini” ucap Felix.
“Hey bukannya lu udah keluar dari Naga Hitam? dan sebaiknya lu jangan ikut campur dengan masalah ini karena lu itu harus fokus sekolah dulu” ucap Devan.
“Tapi gue udah janji akan membantu Naga Hitam kalau terjadi masalah besar” ucap Felix.
“Kalau lu mau ikut serta, maka lu juga harus siap di penjara jika gue dan para petinggi lainnya gagal menangani masalah ini” ucap Devan.
“Gue gak masalah soal itu, karena saat ini gue gak bisa tenang kalau berdiam diri terus tanpa membantu Naga Hitam” ucap Felix.
__ADS_1