Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Kita Yang Tak Sama Bab 2


__ADS_3

Saat Rizan sedang mengantarkan Livy pulang dengan mobilnya, tiba-tiba Livy bertanya kepada Rizan.


“Eh Rizan kalau boleh tau kenapa kamu bisa berada di pantai juga?” tanya Livy pada Rizan pada saat Rizan sedangn mengendarai mobilnya.


“Sebenarnya aku selalu pergi ke pantai setiap sore, dan aku juga sering melihatmu di pantai bersama seorang laki-laki” ucap Rizan.


“Oh begituh ya, ya memang aku sering pergi ke pantai setiap sore bersama seorang laki-laki, dan laki-laki itu adalah mantan kekasihku yang sudah meninggal” ucap Livy.


“Sepertinya kamu sangat mencintai laki-laki itu ya?” tanya Rizan.


“Ya aku sangat mencintai dia, eh tapi kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?” tanya Livy.


“Karena saat aku melihatmu bersedih waktu di pantai tadi hal itu memberitahuku kalau kamu masih sangat mencintai dia dan sangat bersedih karena kehilangan dia” ucap Rizan.


“Em memang benar perkataanmu, aku masih belum bisa menerima kenyataan kalau mantan kekasihku itu sudah tiada” ucap Livy.


“Sebenarnya aku bermaksud untuk menghampirimu waktu di pantai tadi karena aku merasa heran kenapa kamu sedang sendirian di pantai itu dan tidak bersama seorang laki-laki yang biasanya selalu bersamamu, tetapi saat aku melihatmu sedang bersedih, aku memutuskan untuk langsung pergi meninggalkanmu setelah aku memberikan sapu tanganmu yang terjatuh karena aku takut menganggumu yang sedang bersedih itu” ucap Rizan.


“Oh begituh ya, pantas saja kamu langsung pergi meninggalkanku tanpa basa basi, dan aku pikir mungkin kamu tidak menyukaiku sehingga kamu langsung pergi meninggalkanku saat kamu memberikan sapu tanganku yang terjatuh” ucap Livy.


“Eh jadi kamu berpikir aku tidak menyukaimu ya? maaf ya aku membuatmu berpikir seperti itu” ucap Rizan.

__ADS_1


“Tidak masalah kok, aku malah senang kamu pergi meninggalkanku saat aku sedang bersedih, dan jika kamu mengajakku mengobrol lebih lama saat itu pasti aku merasa malu karena wajahku sedang bersedih saat itu” ucap Livy.


Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di depan lobby apartemen yang menjadi tempat tinggal Livy.


“Terimakasih sudah mau mengantarkanku sampai sini” ucap Livy.


“Iyah sama-sama Livy” ucap Rizan.


Kemudian Livy langsung turun dari mobil Rizan, sebenarnya Rizan ingin mengobrol lebih lama dengan Livy, tetapi Rizan takut membuat Livy risih jika Rizan ingin mengajak Livy berbicara lebih lama lagi.


Setelah Livy turun dari mobil Rizan, kemudian Rizan langsung melajukan mobilnya dan pergi meninggalkan apartemen ini.


Rizan memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen yang menjadi tempat tinggal Rizan, jarak apartemen Rizan dengan apartemen Livy tidak terlalu jauh, dan mungkin bisa di tempuh sekitar dua puluh menit menggunakan mobil.


Rizan berpikir sejenak kalau pertemuannya dengan Livy adalah sebuah takdir, dan Livy adalah wanita yang sengaja di pertemukan dengan Rizan oleh Tuhan karena memang Rizan selalu berdoa kepada Tuhan agar segera di pertemukan dengan seorang wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya.


Livy juga merasa bahwa pertemuan dia dengan Rizan adalah sebuah takdir juga, dan Rizan mungkin akan menjadi sosok laki-laki pengganti mantan kekasihnya yang telah meninggal dunia.


Akhirnya Rizan telah sampai di apartemennya dan sudah berada di dalam kamar apartemennya, lalu Rizan langsung mengamparkan sejadah dan berdoa kepada Tuhan agar hubungan dia dengan Livy bisa semakin dekat.


Rizan merasa bahwa Livy adalah wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya suatu saat nanti, dan Rizan juga berharap bahwa Livy juga memiliki perasaan yang sama kepada Rizan.

__ADS_1


Di sisi lain saat Livy sedang berada di kamar apartemennya, Livy sedang memegang kalung salibnya dan meminta petunjuk kepada Tuhan tentang pertemuan dia dengan Rizan, dan Livy berharap bahwa Rizan adalah sosok laki-laki yang di takdirkan oleh Tuhan untuk Livy sebagai pengganti mantan kekasihnya yang telah meninggal.


Dua orang yang sedang jatuh cinta satu sama lain itu belum mengetahui kalau agama dari masing-masing mereka itu berbeda, dan jika mereka sudah saling mengetahui kalau agama mereka berbeda, pastinya akan membuat harapan mereka untuk bersama menjadi sirna, karena memang tidak mungkin di dunia ini kita bisa menikah dengan seseorang yang agamanya berbeda dengan kita.


Jika mereka memaksa untuk menikah pastinya akan banyak menghadapi masalah, di mulai dari permasalahan agama, permasalahan persetujuan keluarga dari dua belah pihak dan masalah lainnya yang pasti akan berdatangan juga.


Pagi hari telah tiba dan kini Rizan bersiap-siap untuk pergi ke perusahaannya untuk bekerja sekaligus mengawasi perushaannya itu.


Rizan adalah seorang pengusaha muda dan memiliki sebuah perusahaan yang di wariskan dari Ayahnya, dan kini RIzan di percaya oleh Ayahanya untuk mengurus sebuah perusahaan miliki Ayahnya itu.


Ayahnya Rizan berusia enam puluh tahun dan dia bernama Zabran, Zabran memutuskan untuk pensiun dan menyerahkan perusahaannya kepada Rizan yang menjadi anaknya itu.


Rizan memang memiliki kemampuan yang hebat sehingga dia di percaya oleh Ayahnya untuk mengurus perusahaannya itu, kini perusahaanya itu bisa semakin berkembang semenjak Rizan yang bertanggung jawab mengelola dan mengurus perusahaannya itu.


Seperti biasa di pagi ini Rizan berangkat ke perusahaanya itu menggunakan mobilnya, entah kenapa di pikirannya saat ini masih terbayang dengan wajah Livy, sebenarnya banyak wanita yang menyukai Rizan, tetapi Rizan tau kalau wanita yang mendekatinya itu tidak tulus mencintai Rizan, karena wanita yang mendekatinya itu hanya menyukai Rizan yang tampan dan kaya, dan Rizan merasa tida ada ketulusan pada wanita yang mendekatinya itu.


Saat pertama kali bertemu Livy, Rizan merasakan ketulusan dari Livy saat Rizan berbicara dengannya, dan Rizan juga baru kali ini menemukan seorang perempuan yang mampu membuat Rizan terpikat oleh senyuman Livy.


Rizan berharap bisa bertemu dengan Livy lagi karena Rizan sangat ingin melihat senyuman Livy yang sangat indah itu, dan perasaan ini seperti pada saat Rizan mengalami jatuh cinta untuk pertama kalinya pada saat masih sekolah, dan perasaan pertama kali jatuh cinta itu sama persis seperti pada saat pertama kali bertemu dengan Livy.


Memang Livy bukanlah cinta pertama Rizan, tetapi Rizan merasakan perasaan jatuh cinta seperti pada saat pertama kali Rizan jatuh cinta, dan Rizan baru ingat kalau dia memiliki nomor HP Livy, kemudian Rizan terpikirkan untuk mengajak bertemu dengan Livy pada sore hari setelah pulang bekerja nanti.

__ADS_1


Rizan berharap Livy mau menerima ajakan bertemu Rizan pada sore hari, dan Rizan juga berharap Livy memiliki perasaan yang sama kepada Rizan.


__ADS_2