
Keesokan harinya saat jam pelajaran sekolah sudah selesai, Lisa menghampiriku yang sedang duduk sendirian di kelas.
Kemudian Lisa berkata kepadaku.
“Hey Devan, hari ini kau mau ke ruang Eskul Konsultan gak?”
“Ya aku akan kesana, memang kenapa?”
“Ya sudah bareng ya sama aku”
“Eh tumben ngajak bareng?”
“Iyah pengen sajah hehe, ya sudah yuk kita kesana”
“Oh okey deh”
Kemdian aku dan Lisa langsung pergi bersama ke ruang Eskul Konsultan, dan teman-teman sekelasku seperti heran ketika melihatku berjalan bersama dengan Lisa.
Saat perjalanan menuju ruang Eskul Konsultan, aku berbicara kepada Lisa.
“Hey Lisa, apa kau sudah meminta Eli untuk menjadi Wakil Ketua OSIS?”
“Belum sih, rencananya sekarang aku mau minta dia buat jadi Wakil Ketua OSIS, tolong bantu yakini dia ya Devan”
“Oh okey deh”
Kemudian aku dan Lisa langsung melanjutkan perjalanan kami ke ruang Eskul Konsultan, setelah beberapa menit berjalan akhirnya kami sampai disana.
Saat sudah sampai, ternyata Eli belum ada di ruangan ini, dan akhirnya kami terpaksa menunggu dia disini.
Saat aku duduk di kursi, kemudian Lisa juga ikut duduk disampingku dan itu membuatku sangat terkejut ketika Lisa duduk bersebelahan denganku di ruangan yang sepi ini.
Lisa berkata kepadaku.
“Hey Devan kok kamu betah di ruangan sepi kayak gini?”
“Ya memang aku sudah terbiasa menyendiri, jadi aku sudah betah dengan suasana seperti ini”
“Oh begituh, tapi kalau aku lebih menyukai suasana yang ramai dibandingkan yang hening seperti ini”
“Oh begituh, mungkin kita berbeda Lisa”
“Iyah kita berbeda, tapi itu malah bagus berarti kita sama-sama saling melengkapi hehe”
“Eh saling melengkapi? Terdengar seperti sepasang kekasih sajah”
“Yah mungkin kita cocok kalau jadi sepasang kekasih hehe”
“Eh ada-ada sajah kamu Lisa”
__ADS_1
Kemudian Lisa tersenyum manis kepadaku dan membuatku menjadi salah tingkah, tetapi aku mencoba mengabaikannya karena mungkin sajah dia hanya sekedar menggodaku sajah.
Aku juga berfikir mana mungkin gadis secantik Lisa bisa menyukaiku dan itu terdengar tidak masuk akal sama sekali.
Karena menurutku Lisa itu cocoknya berpacaran dengan lelaki tampan dan populer di sekolah ini, dan hal yang mustahil juga kalau aku berpacaran dengannya.
Kemudian aku berkata kepada Lisa untuk mengalihkan Lisa yang sedang tersenyum kepadaku ini.
“Hey Lisa, kenapa kau bisa sangat dekat dengan Eli?
“Karena aku dan Eli adalah teman sejak kecil, dan rumah kami juga bersebelahan”
“Oh begituh, pantas sajah kalian jadi terlihat sangat dekat”
“Ya begitulah, eh tumben kamu bertanya tentang Eli, apa kau menyukai dia Devan?”
“Bukan begitu, aku hanya penasaran sajah dengan Eli”
“Memang apa yang membuatmu penasaran dengan Eli?”
“Karena kamu dan Eli tampak sangat berbeda, Eli tampak terlihat tertutup tetapi kamu malah sebaliknya”
“Hmm memang itu kebiasaan Eli sejak dulu, pasti kamu penasaran dengannya ya Devan?”
“Iyah sih jujur aku sangat penasaran, kalau boleh aku ingin tahu kenapa Eli bisa seperti itu”
Kemudian Lisa seperti terlihat cemberut ketika aku ingin bertanya tentang Eli kepadanya, kemudian aku berkata kepada Lisa.
“Maaf aku bertanya seperti itu, berarti kamu memang orang yang sangat baik Lisa, karena kamu mau menjaga rahasia teman dekatmu”
“Hehe aku bukan orang baik kok, aku cuma tak ingin menceritakan masa lalu Eli kepada orang lain, karena aku takut dia marah dan tak ingin berteman lagi denganku”
“Oh iya aku paham, maafkan aku ya Lisa”
“Iyah gak apa-apa Devan”
Kemudian wajah cemberut Lisa menghilang dan kini berubah menjadi senyuman yang sangat manis, jujur senyuman Lisa sangat membuatku terpesona.
Lisa duduk disampingku sambil tersenyum manis kepadaku, dan senyumannya itu sangat terlihat jelas di mataku.
Entah kenapa aku merasakan posisi duduk Lisa semakin dekat denganku, dan aku merasakan aroma parfum Lisa yang sangat wangi.
Aku merasakan hal yang aneh dan tak karuan ketika posisi duduk Lisa semakin dekat denganku, dan itu membuatku jadi bingung harus berbuat apa.
Jujur baru pertama kali aku bisa duduk dekat dengan seorang wanita, apalagi aku sedang duduk dengan seorang gadis cantik seperti Lisa di ruangan yang sepi ini.
Mungkin jika cowok normal pada umumnya, jika dia sedang berdua di ruangan sepi seperti ini dengan seorang cewek, pasti akan mengajak cewek tersebut untuk melakukan hubungan intim.
Tetapi sama sekali tak terlintas di pikiranku untuk mengajak Lisa melakukan hal itu, karena jika aku tiba-tiba mengajak Lisa melakukan hubungan yang seperti itu, kemungkinan besar aku akan ditampar olehnya dan aku akan di laporkan ke pihak sekolah karena aku telah melakukan prilaku yang tidak senonoh kepada Lisa, dan aku juga pasti akan langsung di keluarkan dari sekolah.
__ADS_1
Ya aku harus menahan pikiran-pikiran berbahaya ini, dan aku memutuskan bertanya kepada Lisa.
“Hey Lisa apa kau tidak takut denganku?”
“Takut? Kenapa aku harus takut denganmu Devan?”
“Sekarang kan kita sedang berdua di ruangan sepi seperti ini dan tidak ada siapapun, apa kau tidak takut kepadaku jika aku berbuat macam-macam kepadamu?”
“Haha kok malah kamu yang resah sih Devan?”
Kemudian Lisa semakin mendekatkan posisi duduknya kepadaku, dan kini pundak Lisa sudah saling bersentuhan dengan pundakku.
Kemudian aku menjadi resah dengan kelakuan Lisa yang seperti ini, akupun langsung berkata kepada Lisa.
“Hey Lisa sebenarnya apa yang kau lakukan sih?”
“Aku cuma ingin mengenalmu lebih dekat sajah hehe”
“Aku bisa sajah melakukan tindakan tak senonoh kepadamu jika posisi dudukmu sangat dekat seperti ini Lisa”
“Haha jadi kamu mau lakukan tindakan tak senonoh ya? Coba sajah kalau berani hehe”
Kemudian Lisa malah tertawa ketika aku berkata seperti ini, dan kini Lisa mulai berbisik kepadaku dengan mendekatkan mulutnya ke kupingku,
“Devan aku sangat penasaran sama kamu, aku dari dulu suka cowok misterius seperti dirimu”
Tiba-tiba tubuhku menjadi gemetar ketika Lisa berbisik seperti itu kepadaku, tetapi untungnya Eli datang pada saat yang tepat, kemudian Eli berkata kepada kami berdua.
“Hey kalian kalau mau mesum jangan disini ya!”
Lalu tiba-tiba Lisa langsung menjauhkan dirinya kepadaku, dan kami semua sangat kaget dengan kehadiran Eli.
Kemudian Lisa berkata kepada Eli sambil mengejek.
“Hehe kamu cemburu ya Eli?”
“Hah cemburu? Ngapain aku cemburu?”
“Ya sudah jangan marah-marah dong Eli sayang hehe”
“Iyah iyah terserah kalian mau melakukan hal apapun, tapi jangan lakukan di tempat ini, karena ini adalah ruangan eskul ku”
“Iyah iyah maaf Eli sayang”
Kemudian Eli berkata kepadaku.
“Hey Devan kalau kamu melakukan hal seperti tadi lagi dsini, aku akan melaporkannya ke Bu Yuni”
“Tuh salahkan temanmu sajah yang tiba-tiba menggodaku”
__ADS_1