Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Kekasihku Seorang Model Bab 2


__ADS_3

Saat diperjalanan, Fina berkata kepadaku.


“Eh Falan kok kamu diem mulu sih”


“Eh maaf-maaf, bingung soalnya mau ngomong apa”


“Haha ada-ada ajah kamu, emamg kamu bingung kenapa?”


“Soalnya baru kali ini aku ngeboncengin seorang model”


“Haha gituh ya”


Setelah itu kami tidak saling berbicara lagi, dan beberapa menit kemudian akhirnya aku sampai didepan lobby apartemen.


“Makasih ya Falan udah nganterin aku”


“Iyah sama-sama Fina”


“Okey deh aku langsung kedalam ya, nanti orderan buat sore jangan lupa”


“Okey siap Fina”


Setelah itu aku langsung pulang menuju ke kontrakanku dengan sepeda motorku.


Setelah aku sampai kontrakanku, aku langsung mendapat pesan dari Fina.


“Eh Falan, aku nambah 2 porsi nasi goreng ya, jadi totalnya aku pesan 5 porsi”


“Oh okey siap Fina”


Akupun senang karena Fina jadi memesan 5 porsi nasi goreng, dan setelah itu aku langsung bergegas membuat nasi goreng 5 porsi.


1 Jam berlalu dan akhirnya aku selesai membuat nasi goreng 5 porsi pesenan Fina, setelah itu kemudian aku mandi dan bersiap-bersiap untuk mengantarkan pesenan ini karena waktu sudah mau sore hari.


Setelah aku beres mandi dan berpakaikan rapi, aku langsung pergi menuju apartemen Fina dengan sepeda motorku dan tak lupa juga membawa 5 porsi nasi goreng pesenan Fina.


Beberapa menit berlalu dan akhirnya aku sampai di apartemen Fina, kemudian aku memarkirkan motorku di lobby dan bergegeas menuju kamar Fina.


Beberapa menit berjalan akhirnya aku sampai didepan pintu kamar Fina, aku langsung mengetuk pintu.


“Permisi Fina, ini aku Falan”


Lalu terdengar suara Fina dari dalam.


“Oh Falan ya, bentar ya aku ambil uang dulu”


Kemudian aku menunggu Fina dari luar kamarnya, dan setelah itu Fina langsung membuka pintu kamarnya.


“Maaf nunggu lama, nih uangnya”


Kemudian Fina memberikan uang kepadaku, dan aku juga memberikan nasi goreng yang kubawa pada Fina.


“Makasih ya Fina udah mau mesan lagi, ya udah aku langsung pulang dulu ya”

__ADS_1


“Eh emang gak mau mampir dulu hehe?”


“Eh engga ah, malu sama teman-teman kamu”


Iyah memang aku melihat kalau didalam kamar Fina sedang ada beberapa orang, dan aku juga pasti malu jika disuruh untuk bergabung dengan mereka, karena aku itu terbilang kaku dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial yang baru.


“Hehe gituh ya okey deh, ya sudah hati-hati dijalan ya”


“Iyah makasih Fina”


Kemudian aku langsung pergi meninggalkan Fina dan menuju pulang ke kontrakanku.


Setelah sampai kontrakan, aku langsung tertidur karena memang badanku terasa lelah karena habis beebelanja dan membuat nasi goreng 5 porsi.


Aku tertidur hingga 1 jam lamanya, dan setelah aku bangun, aku langsung mengecek HP lagi takutnya ada orderan yang masuk.


Saat aku membuka HP, ada pesan baru dari Fina.


“Eh Falan, teman-teman aku pada suka sama nasi goreng kamu, nanti besok siang pesan 20 porsi ya buat dibawa ke tempat kerjaku”


“Oh iya siap Fina, makasih ya”


Aku sangat senang karena Fina dan teman-temannya menyukai nasi goreng buatanku, dan aku juga senang karena mendapat pesenan nasi goreng 20 porsi.


Kemudian aku bergegas mandi karena badanku sudah gatal oleh keringat, setelah mandi aku langsung mengecek HP lagi takutnya ada orderan masuk.


Saat aku mengecek HP, aku mendapatkan pesan dari Fina.


“Eh Falan nanti malem mau ke supermarket lagi gak?”


“Iyah rencananya mau sih, mau belanja bahan-bahan nasi goreng lagi, emang kenapa?”


Lalu setelah beberapa menit, Fina membalas pesanku.


“Ya sudah bareng ajah boleh gak? Soalnya aku mau belanja peralatan mandi, udah pada mau abis”


“Oh okey deh, nanti aku jemput ya jam 7 malam”


“Okey deh sip”


Aku senang karena aku akan pergi bareng dengan Fina ke supermarket, karena Fina itu sangat cantik dan pasti cowok manapun juga akan suka jika pergi kesuatu tempat dengan Fina.


Tetapi aku berusaha untuk menjaga perasaanku terhadap Fina, karena memang tidak mungkin sih Fina menyukaiku.


Karena hubungan aku dengan dia hanyalah sebatas penjual dan pembeli sajah.


Dan tak mungkin juga seorang model cantik bisa menyukai orang sepertiku, aku harus menjaga perasaanku terhadap Fina.


Karena jika aku menunjukan rasa suka aku kepada Fina, mungkin dia akan risih terhadapku dan aku juga akan kehilangan pelanggan berhargaku.


Sekarang sudah jam 7 malam dan aku mengirim pesan kepada Fina.


“Eh Fina jadi gak pergi ke supermarket?”

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Fina membalas pesanku.


“Jadi Falan, sekarang aku tunggu di lobby ya, maaf ngerepotin lagi”


“Oh iya gak apa-apa santai sajah, ya sudah aku otw sekarang ya”


“Okey deh ditunggu”


Kemudian aku langsung pergi menuju apartemen untuk menjemput Fina, saat aku sampai ternyata sudah ada Fina yang sedang duduk di lobby.


Kemudian aku membunyikan klakson motorku untuk memanggil Fina, dan Fina langsung menghampiriku.


“Maaf ya nunggu lama Fina”


“Iyah gak apa-apa santai ajah Falan, ya sudah yuk langsung berangkat”


“Okey deh”


Aku dan Fina langsung berangkat menuju supermarket dengan sepeda motorku, jujur aku sangat senang sekali bisa memboncengi wanita cantik seperti Fina.


Saat diperjalanan, Fina berkata padaku.


“Eh Falan, kamu sebelum jadi penjual online, kamu kerja apa?”


“Oh aku jadi STAFF IT Fina”


“Oh gituh, berarti jago komputer ya”


“Ya begitulah, soalnya kerjaannya berhubungan dengan komputer dan program”


“Oh gituh ya, pasti pusing ya?”


“Awalnya doang yang pusing, tapi kesananya mah engga”


“Hehe gituh ya, emang gak ada niatan buat nyari kerja lagi?”


“Ya ada sih, cuma kan sekarang susah buat nyari kerja, harus nyogok dulu kalau mau kerja”


“Hehe benar sih, ya sudah nanti kalau di tempatku ada loker, nanti aku kabarin kamu”


“Oh makasih Fina”


Setelah itu kami tidak saling berbicara lagi dan hanya diam selama diperjalanan.


Aku bingung harus membuka obrolan apa lagi, sebenarnya aku ingin menanyakan apakah dia sudah punya pacar apa belum.


Tetapi kalau bertanya seperti itu, nanti dikiranya aku naksir terhadap Fina.


Dan jika Fina tidak suka karena aku naksir kepadanya, pasti nanti Fina langsung menjaga jarak denganku dan tidak akan memesan nagi goreng lagi.


Baiklah mungkin cara yang tepat yaitu aku harus bersikap biasa sajah terhadap Fina agar dia tidak menjaga jarak denganku.


Ya aku harus menyembunyikan perasaan sukaku terhadap Fina demi mempertahankan reputasiku sebagai penjual online propesional.

__ADS_1


Aku juga penasaran ingin bertanya kepada Fina kenapa dia tidak minta anter temannya atau pacarnya ke supermarket dan malah memilih pergi bersamaku yang hanya dikenalnya waktu tadi pagi.


Aku berfikir logis, mungkin teman-temanya atau pacarnya Fina sedang sibuk jadi mereka tidak bisa mengantar Fina ke supermarket.


__ADS_2