
Akhirnya kami berdua sampai di supermarket, dan kami langsung berbelanja bersama dengan troli belanja masing-masing, saat aku sedang berbelanja tiba-tiba Fina berkata kepadaku.
“Eh Falan aku kearah sana dulu ya mau beli peralatan mandi, nanti kita ketemuan lagi didepan pintu maasuk supermarket”
“Okey deh Fina”
Kemudian Fina langsung meninggalkan aku yang sedang berbelanja bahan masakan, dan kemudian aku juga segera bergegas untuk menyelesaikan berbelanjaku takutnya nanti Fina menungguku terlalu lama didepan pintu masuk supermarket.
Aku langsung cepat-cepat berbelanja bahan-bahan yang aku butuhkan untuk membuat nasi goreng seperti beras, kecap dan lainnya, dan beruntungnya aku bisa menyelesaikan berbelanjaku dengan memakan waktu sekitar 20 menit.
Setelah aku selesai berbelanja, kemudian aku langsung menuju kasir untuk membayar semua belanjaanku dan dari sini aku melihat Fina yang sedang menungguku didepan pintu masuk supermarket dengan belanjaannya.
Fina sangat cantik dan anggun ketika aku melihatnya dari sini, dan tiba-tiba aku membayangkan kalau Fina menjadi kekasihku mungkin hidupku akan sangat bahagia sekali.
Fina tiba-tiba melihat kearahku dan tersenyum kepadaku ketika aku sedang membayar semua belanjaanku di kasir, dan akupun membalas senyumannya itu.
Senyuman Fina sungguh sangat manis sekali sehingga membuatku merasa kalau senyumannya itu dapat mengalahkan keindahan matahari di sore hari, dan jujur aku sangat senang sekali ketika Fina tersenyum kepadaku.
Ketika aku sudah selesai membayar semua belanjaanku di kasir, aku langsung menghampiri Fina dan berkata.
“Maaf Fina aku baru selesai berbelanja, kamu pasti udah nunggu lama ya?”
“Santai sajah Falan, aku juga baru selesai kok”
“Oh syukurlah, ya sudah mau langsung pulang?”
“Hehe terserah sih, mau ngajak jalan dulu juga boleh kok hehe”
Aku langsung terkejut dengan perkataan Fina yang memperbolehkanku kalau aku ingin mengajaknya jalan, kemudian aku berfikiran kalau mungkin sajah dia hanya sekedar bercanda dan aku langsung berkata kepada Fina.
“Hehe nanti pacarmu marah kalau aku ngajak jalan”
“Aku gak punya pacar kok Falan”
“Eh serius? Kan kamu cantik dan seorang model, masa gak punya pacar sih?”
“Ya karena aku seorang model jadi aku dituntut agar tidak diperbolehkan berpacaran dulu demi karirku”
“Oh begituh ya, pasti berat ya tuntutan untuk menjadi seoang model”
“Ya begituhlah, harus jaga pola makan, harus rajin merawat diri, harus selalu tampil cantik dan masih banyak lagi deh pokoknya”
“Oh begituh, ternyata berat juga ya, aku pikir menjadi seorang model itu enak”
“Hehe setiap pekerjaan pasti sama kok, banyak tuntutan yang harus dipenuhi”
__ADS_1
“Iyah sih benar juga perkataan kamu Fina”
“Eh Falan gimana kalau kita makan dulu, mau gak?”
“Eh kamu mau ngajak aku makan? Beneran?”
“Iyah mau gak? Santai ajah aku yang traktir, itung-itung sebagai tanda terimakasih juga udah mau nganterin aku ke supermarket”
Aku kembali terkejut lagi ketika Fina akan mentraktirku makan, dan seketika aku bingung harus menerima atau menolaknya.
Jika aku menolak ajakannya, aku nanti malah dianggap cowok sok jual mahal, baiklah aku memutuskan untuk menerima ajakannya agar tidak disangka cowok yang sok jual mahal, dan aku juga jadi memiliki waktu bersama lebih lama lagi dengan Fina.
Kemudian aku bekata kepada Fina yang dari tadi menunggu jawabanku.
“Okey deh aku mau, ya sudah berangkat sekarang yuk Fina, takut terlalu malem”
“Okey deh Falan”
Kemudian kami langsung menaiki motorku dan langsung keluar dari parkiran supermarket, kemudian aku berkata kepada Fina.
“Eh Fina ngomong-ngomong kita mau makan dimana?”
“Terserah kamu Falan, yang penting makanannya halal hehe”
Aku sambil menunjuk kearah sebuah rumah makan yang akan kami lewati dengan sepeda motorku, kemudian Fina berkata kepadaku.
“Oh okey deh disana sajah”
Kemudian kami berdua langsung berhenti di rumah makan itu, dan akupun langsung memarkirkan motorku di tempat parkir di rumah makan itu.
Kami berdua langsung masuk ke rumah makan itu dan untungnya keadaan rumah makan itu tidak terlalu ramai jadi kami bisa leluasa untuk duduk dimana sajah.
Kami langsung duduk saling berhadapan di sebuah meja bagaikan sepasang kekasih, dan kemudian ada pelayan yang datang kepada kami dan memberikan sebuah daftar menu.
Lalu Fina membiarkan aku memilih makan duluan, dan aku memutuskan membeli makanan dan minuman yang paling murah sajah agar tidak memberatkan Fina yang akan mentraktirku, kemudian Fina juga memesan menu yang sama seperti yang dipesan olehku.
Setelah kami memesan, kemudian pelayan itu pergi meninggalkan kami berdua untuk menyiapkan pesanan kami.
Saat sedang menunggu pesanan datang, tiba-tiba Fina berkata kepadaku,
“Eh Falan kok muka kamu tegang amat sih hehe”
“Eh gituh ya, maaf-maaf hehe”
“Emang sebelumnya kamu belum pernah makan sama cewek?”
__ADS_1
“Ya pernah sih, tapi kalau tiba-tiba aku makan sama seorang wanita yang baru dikenal, jujur aku belum pernah Fina”
“Oh begituh ya, ya sudah nanti juga terbiasa kok hehe”
Kemudian Fina tersenyum manis kepadaku dan senyumannya itu semakin membuatku menjadi salah tingkah, dan entah apa yang aku rasakan saat ini, karena tiba-tiba rasa senangku dan rasa resahku menjadi campur aduk.
Aku mencoba menahan rasa resahku kepada Fina yang dari tadi terus menatapku sambil tersenyum, kemudian aku berkata kepada Fina untuk menghilangkan rasa gerogiku ini.
“Eh Fina menurutmu aku ganteng gak?”
“Eh tumben nanya gituh?”
“Ya dari tadi kamu ngeliatin aku terus sih, aku pikir karena aku ganteng jadi kamu ngeliatin aku terus”
“Haha gituh ya, aku ngeliatin kamu terus soalnya kamu lucu”
“Hah emang aku lucu kenapa Fina?”
“Iyah ekspresi gerogimu itu yang bikin kamu jadi lucu Falan”
“Oh begituh ya, terus menurutmu aku ganteng gak?”
“Kamu gak ganteng dan gak boleh jadi ganteng”
“Eh kenapa emang aku gak boleh jadi ganteng?”
“Soalnya kebanyakan cowok ganteng itu suka mempermainkan wanita, makannya kamu gak boleh ganteng ya Falan”
“Eh gituh ya, berarti kamu sering ya disakiti sama cowok ganteng?”
“Ya begitulah, sebetulnya dulu aku pernah pacaran sama seorang laki-laki yang sangat keren dan ganteng, pokoknya kalau dibandingkan dengan kamu pasti jauh deh hehe”
“Hehe gituh ya, terus kamu bahagia sama dia?”
“Ya jujur aku bahagia banget ketika punya pacar keren dan ganteng kaya dia, tetapi entah kenapa lama kelamaan aku gak suka sama sikap dia”
“Eh emang sikap dia kenapa?”
“DIa tuh orangnya egois dan kasar, kalau permintaan dia gak dituruti pasti dia ngancam bilang putus, akhirnya aku gak tahan sama sikap dia dan aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita”
“Oh begituh ya, memang pilihan tepat sih kalau kamu mutusin dia, terus setelah putus keadaan kamu gimana?”
“Setelah putus jujur aku sedih, tapi ada hal yang membuat aku marah, baru juga putus satu hari, eh dianya sudah upload cewek barunya di sosmednya”
“Eh begituh ya, berarti memang cowok itu pada dasarnya tidak bisa setia sama satu wanita”
__ADS_1