Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Bab 33 Jangan Pernah Jauhin Gue


__ADS_3

Felix kini telah sampai rumahnya dan akan bersiap-siap menuju sekolahnya, Felix langsung mandi setelah habis jogging, setelah mandi Felix langsung memakai seragam sekolah di kamarnya, lalu setelah itu Felix langsung sarapan pagi bersama Ibunya.


Saat sedang sarapan, Ibunya Felix bertanya pada Felix “Felix kenapa wajah kamu begitu gelisah?”.


“Eh gak ada-ada Bu, mungkin karena aku kecapean habis jogging” ucap Felix.


“Oh begitu, syukur deh kalau begitu, tapi kalau kamu sedang ada masalah ceritakan saja pada Ibu ya, karena kamu adalah anak Ibu” ucap Ibunya Felix.


Lalu Felix terdiam sejenak setelah mendengar ucapan Ibunya, kemudian Felix memutuskan untuk menceritakan masalahnya pada Ibunya.


“Sebenarnya Clara saat ini sedang marah padaku Bu” ucap Felix.


“Clara marah padamu? bukannya semalam baik-baik saja kamu dengan Clara” ucap Ibunya Felix dengan heran.


“Sebenarnya saat Clara pulang dengan kakaknya, mereka dicegat oleh sekelompok orang, dan sekelompok orang itu adalah mantan anak buah kakaknya Clara. karena kakaknya Clara waktu dulu adalah mantan ketua gangster yang memutuskan untuk membubarkan gangsternya” ucap Felix.


“Oh begitu, lalu bagaimana nasib Clara dan kakaknya saat dicegat oleh sekelompok orang itu?” tanya Ibunya Felix dengan penasaran.


“Kakaknya Clara yang bernama Alex langsung dipukuli oleh orang-orang itu, dan Clara hanya melihatnya dari jauh, lalu Clara memutuskan untuk meneleponku karena bingung harus berbuat apa, akhirnya aku datang ke tempat itu dan berhasil menolong kakaknya Clara” ucapku.


“Oh begitu, lalu apa yang membuat Clara jadi membencimu Felix?” tanya Ibunya Felix.


“Sejak melihat secara langsung kakaknya dipukuli seperti itu, Clara jadi membenci apapun yang berhubungan dengan gangster, karena sebelumnya Clara memang sudah tau kalau aku juga adalah seorang gangster. jadinya Clara ikut-ikutan membenciku juga” ucap Clara.


“Oh iya Ibu paham alasan Clara membencimu, tapi apa Clara tau kalau gangstermu itu gangster baik dan bukan seperti gangster jahat lainnya?” tanya Ibunya Felix.


“Ya sebelumnya aku udah kasih tau kalau gangster Naga Hitam adalah gangster baik, bahkan kakaknya Clara juga sudah tau, tapi mungkin saat ini dia sedang trauma melihat kakaknya dipukuli secara langsung, jadinya dia langsung membenci apapun yang berhubungan dengan gangster” ucap Felix.


“Ya sudah kamu gak perlu pikirkan, mungkin dia saat ini trauma saja, tapi percayalah suatu saat kamu pasti bisa dekat dengan Clara lagi, kamu hanya perlu bersabar ya Felix” ucap Ibunya Felix.


“Iyah Bu terimakasih ya, aku jadi sedikit lega setelah menceritakan masalahku pada Ibu” ucap Felix.


Kini Felix telah merasa lega dan tenang setelah menceritakan masalahnya kepada Ibunya dan Devan, ternyata memang tidak ada salahnya menceritakan masalah pribadi kepada orang-orang terdekat menurut Felix.


Setelah sarapan selesai, Felix langsung berpamitan kepada Ibunya untuk berangkat sekolah.


“Aku berangkat dulu ya Bu” ucap Felix sambil mencium tangan Ibunya.


“Iyah Felix hati-hati di jalan ya” ucap Ibunya Felix.


Kemudian Felix langsung menaiki motor maticnya dan melaju ke arah sekolahnya, saat di perjalanan, Felix masih saja merasa khawatir kalau Clara tidak mau dekat lagi dengan Felix, tapi Felix tidak boleh jadi selemah ini, karena Felix sudah berjanji, apapun yang terjadi dia akan selalu ingin dekat dengan Clara.


Akhirnya Felix sampai di sekolahnya dan memarkirkan motornya di tempat parkir, saat menuju kelasnya, Felix melihat Lisa teman sebangku Clara yang sedang berjalan menuju kelas juga.


Kemudian Felix menghampiri Lisa dan berkata “Eh Lisa gue boleh minta tolong gak?” tanya Felix pada Lisa.


“Eh Felix, lu kagetin gue ajah, minta tolong apa?” tanya Lisa.


“Gue mau nanya, cara buat Clara gak marah lagi sama gue gimana? soalnya saat ini dia sedang marah ke gue” ucap Felix.


“Eh Clara marah sama lu? perasaan dulu lu yang marah sama Clara, sekarang malah gantian Clara yang marah sama lu” ucap Lisa.


“Ya Lisa gue bisa minta tolong gak? soalnya gue bingung cara ngadepin cewek yang lagi marah” ucap Felix.


“Ya sudah lu gak perlu khawatir kayak gini, kalau cewek itu marahnya cuma sebentar, paling cuma butuh waktu beberapa saat ajah, pokoknya lu gak perlu cemas ya Felix” ucap Lisa.


“Oh begitu, makasih ya Lisa, gue jadi sedikit tenang” ucap Felix.


Kemudian Lisa dan Felix berjalan bersama menuju kelas, saat sampai kelas, Felix langsung duduk di kursinya dan Lisa juga langsung duduk di kursinya, kebetulan saat itu Clara sudah berada di kelas dan melihat kalau Lisa dan Felix berjalan bersama menuju kelas.

__ADS_1


“Eh Clara lu cembutu ya gue jalan bareng ke kelas sama Felix?” tanya Lisa.


“Siapa juga yang cemburu? silahkan ajah ambil si Felix kalau lu mau” ucap Clara dengan nada sebal.


“Eh kenapa lu sebal sama si Felix? apa dia macam-macam sama lu?” tanya Lisa.


“Gue males ngomongin si Felix, kita ngobrol yang lain ajah” ucap Clara.


“Eh lu tau gak Clara, tadi si Felix minta tolong ke gue gimana caranya bikin lu gak marah lagi” ucap Lisa.


“Eh serius Felix nanya itu ke lu?” tanya Clara.


“Iyah Clara, Felix kayaknya khawatir banget sama lu, kalau misalnya Felix punya salah sama lu, ya lu maafin ajah selama kesalahannya masih wajar-wajar aja” ucap Lisa.


Kemudian Clara langsung terdiam setelah mendengar perkataan Lisa, Clara langsung tersadar kalau Felix gak salah apa-apa, itu hanya ketakutan dan kebencian Clara saja kepada gangster.


Tapi Clara tetap saja membutuhkan waktu untuk bisa dekat dengan Felix lagi yang seorang gangster itu, Clara sebenarnya tak ingin jauh dari Felix karena dia adalah orang yang sudah melindunginya dan telah menjadi pacar pertama Clara.


Clara juga bingung kenapa hal ini bisa terjadi setelah Clara baru saja menjadi pacar Felix, andaikan kejadian semalam tidak terjadi, mungkin saat ini Felix dan Clara bisa sangat dekat dan tidak berjauhan seperti ini.


Di sisi lain Felix juga merasa bingung kenapa ketika Clara sudah menerima cintanya Felix dan mau menjadi pacar pertamanya, Clara langsung menjauhi Felix karena kejadian semalam, Felix langsung berpikir kalau Clara dan Felix tidak bisa di takdirkan untuk berpacaran.


Akhirnya jam pelajaran telah di mulai dan semua murid di kelas ini langsung duduk di kursinya masing-masing, suasana kelas ini jadi tak seramai sebelumnya karena ada seorang guru yang telah datang ke kelas ini.


Jam pelajaran telah di mulai, dan seperti biasa Clara selalu memperhatikan guru yang sedang mengajarnya dengan serius, karena Clara ingin selalu mempertahankan beasiswanya dan membuat orang tuanya bangga.


Di sisi lain Felix juga sudah bisa mengikuti pelajaran dengan baik, karena saat kemarin sebelum Felix dan Clara berjauhan, Felix sempat belajar dengan Clara saat sore hari di rumah Clara, dan hal itu membuat Felix jadi bisa mengikuti pelajaran sekolahnya dengan baik dan tidak seperti sebelumnya.


Jam pelajaran telah selesai dan kini saatnya jam istirahat telah tiba, kemudian Felix langsung berjalan ke arah Clara yang sedang duduk berdua dengan Lisa, saat Felix sudah dekat dengan Clara, Lisa sudah tau kalau Felix ingin berbicara dengan Clara, dan Lisa memutuskan untuk pergi ke kantin duluan.


“Eh gue ke kantin duluan ya Clara” ucap Lisa sambil berjalan keluar kelasnya.


Saat Clara akan bangun dari tempat duduknya, Felix langsung memegang tangan Clara.


“Apa-apaan sih lu Felix? lepasin tangan gue!” ucap Clara dengan kesal karena tangannya tiba-tiba di pegang oleh Felix.


“Gue ingin ngomong sama lu Clara, tolong dengerin gue dulu” ucap Felix dan kemudian melepaskan tangannya yang sedang memegang tangan Clara.


“Ya udah lu mau ngomong apa? jangan panjang lebar! langsung ke intinya aja! soalnya gue mau ke kantin!” ucap Clara dengan kesal.


“Kebetulan gue mau ngajak lu ke kantin bareng” ucap Felix.


“Males gue ke kantin bareng lu! mending gue sendiri aja!” ucap Clara dengan kesal dan berjalan pergi meninggalkan Felix.


Saat berjalan pergi meninggalkan Felix, Felix langsung menyusul Clara dengan berjalan cepat, saat sudah di sebelah Clara, Felix berkata “Hey Clara gimana keadaan kakak lu?” tanya Felix.


“Ngapain nanyain kabar kakak gue? so kenal banget lo!” ucap Clara dengan kesal.


“Gue tau lu marah karena saat ini lu benci dengan gangster ya” ucap Felix.


“Ya gue sekarang benci gangster, makannya lu jangan dekat-dekat sama gue! buruan pergi! kalau lu gak mau pergi, gue bakal bilangin ke pihak sekolah kalau lu adalah seorang gangster biar lu di keluarin dari sekolah” ucap Clara dengan kesal.


“Silahkan saja kalau berani, paling kalau gue di keluarin dari sekolah, nanti Rey dan teman-temannya bakal bebas godain lu lagi” ucap Felix untuk mengejek Clara.


“Ya terus kalau gue digodain sama mereka kenapa? masalah buat lu?” tanya Clara dengan kesal.


“Gue cuma bercanda Clara, walaupun gue sampai di keluarin dari sekolah gara-gara lu laporin gue, gue sama sekali gak akan marah sama lu Clara, dan gue akan tetap jadi pelindung lu” ucap Felix.


Setelah mendengar perkataan Felix yang seperti itu, Clara langsung diam tanpa bicara, kemudian Felix langsung menarik tangan Clara dan itu membuat Clara kaget.

__ADS_1


“Eh ngapain lu narik tangan gue? lu mau bawa gue kemana?” tanya Clara yang heran tangannya di tarik Felix.


“Lu gak perlu banyak protes Clara! udah ikut aja!” ucap Felix sambil menarik tangannya Clara.


Kemudian Felix mengajak Clara ke kelas kosong di belakang sekolah, dan hal itu membuat Clara bingung kenapa Felix mengajak Clara ke tempat sepi seperti ini.


“Ngapain lu ngajak gue ke tempat ini? pasti lu mau macam-macam sama gue ya? awas ajah lu! gue bakal laporin lu ke pihak sekolah!” ucap Clara dengan panik dan kesal.


Kemudian Felix langsung memeluk Clara dengan erat dan itu membuat Clara bingung.


“Tolong jangan jauhin gue Clara, gue sayang sama lu” ucap Felix sambil memeluk Clara.


“Lepasin pelukan lu Felix! kalau lu gak mau lepasin! gue bakal aduin lu ke sekolah!” ucap Clara.


“Ya gak masalah gue di keluarin dari sekolah, setidaknya gue udah tau rasanya meluk lu” ucap Felix.


“Kenapa lu kayak gini Felix? kenapa lu gak mau jauh dari gue?” tanya Clara.


“Karena lu cinta pertama gue dan pacar pertama gue, dan gue bakal lakukan semua cara agar lu mau dekat lagi sama gue meskipun gue harus di keluarin dari sekolah” ucap Felix.


Kemudian Clara hanya terdiam saja di pelukan Felix setelah mendengar perkataan Felix yang seperti itu, lalu Felix berkata lagi.


“Kalau lu benci sama gangster gara-gara kejadian kemarin, ya udah gue janji bakal keluar dari Naga Hitam biar lu gak benci lagi sama gue” ucap Felix.


“Eh kenapa lu peduli sama gue Felix? kan gue udah sering nyusahin lu dan sering marahin lu” ucap Clara.


“Karena gue udah janji sama diri gue sendiri, apapun yang terjadi, bagaimanapun caranya, gue ingin selalu berada di dekat lu Clara, gue gak peduli lu benci gue, pokoknya gue ingn selalu berada di dekat lu dan akan selalu jadi pelindung lu” ucap Felix.


Clara langsung terdiam mendengar jawaban dari Felix, Clara langsung tersentuh dengan ucapan Felix karena Clara baru menyadari begitu dalamnya cinta Felix untuk Clara.


“Maafin gue Felix, gue yang salah, gue malah jauhin lu padahal lu gak salah apa-apa” ucap Clara.


“Iya gak apa-apa Clara, gue tau lu jauhin gue karena trauma sama kejadian semalam, tapi tolong percaya sama gue, gue akan selalu lindungi dan akan selalu ada untuk lu saat lu butuh” ucap Felix.


“Iyah Felix maafin gue ya, maafin gue udah marah-marah gak jelas sama lu, jangan tinggalin gue ya Felix” ucap Clara.


“Iyah gue janji Clara, gue gak akan pernah ninggalin lu, karena sekarang kita udah pacaran” ucap Felix.


“Makasih ya Felix, maafin gue yang malah jauhin lu padahal baru ajah kita pacaran, gue janji gak akan kayak gini lagi” ucap Clara.


Kemudian Felix dan Clara melepaskan pelukan mereka, lalu Felix berkata kepada Clara “Ya sudah sekarang kita ke kantin ajah, gue tau lu pasti laper”.


“Okey deh, tapi gue mau minta satu hal boleh?” tanya Clara.


“Mau minta apa Clara?” tanya balik Felix.


“Gue pengen kita pegangan tangan saat jalan ke kantinnya” ucap Clara.


“Eh serius lu mau gitu? emang lu gak malu kalau kita bakal jadi omongan orang-orang?” tanya Felix.


“Kenapa harus malu? kan lu sekarang udah jadi pacar gue, emang lu gak mau pegangan tangan sama gue? kalau gak mau ya udah gue ke kantin sendirian aja” ucap Clara dengan kesal.


“Iya iya gue mau Clara, udah ya jangan marah lagi” ucap Felix.


Kemudian Felix memegang tangan Clara, lalu mereka berjalan bersama ke kantin, saat di perjalanan menuju kantin, orang-orang yang melihatnya sangat heran ketika cewek populer seperti Clara berjalan berpegangan tangan dengan cowok misterius yang tidak populer sama sekali di sekolah.


Tentu saja Felix bukan cowok populer di sekolah, karena dia itu tidak suka menonjolkan diri, hanya beberapa orang saja yang sudah mengenal Felix seperti Rey dan teman-temannya.


Saat orang-orang di sekolah melihat Felix berjalan sambil berpegangan tangan dengan Clara, membuat nama Felix kini semakin sering di bicarakan di sekolah, dan mungkin saja nama Felix akan ikut-ikutan populer di sekolah seperti Clara karena kejadian ini.

__ADS_1


__ADS_2