
Setelah sarapan, Falan langsung pergi ke sekolahnya dengan berjalan kaki, karena memang jarak sekolah dengan rumahnya tidak jauh sehingga dapat ditempuh dengan berjalan kaki.
“Hari ini adalah hari pertamaku menjadi murid SMA lagi, aku tak boleh menyia-nyiakan kehidupan SMA ku lagi” guman Falan sambil berjalan kaki menuju sekolah.
Setelah 10 menit berjalan kaki, akhirnya Falan sampai di sekolah.
“SMA 7, ya itulah nama sekolahku” guman Falan ketika melewati gerbang sekolah.
Falan saat ini menjadi murid kelas 1 di SMA 7, dan dia berada di kelas 1F.
“Baiklah sekarang aku harus menuju kelasku” guman Falan sambil melangkahkan kakinya menuju kelas 1F.
“Sebaiknya aku menjadi teman sebangku si Jojo, karena dia adalah murid pintar” guman Falan.
Falan teringat kalau Jojo adalah murid pintar saat masih sekolah, jadinya dia memutuskan untuk duduk dengannya agar bisa menguntungkan dia.
Akhirnya Falan sampai di kelasnya dan melihat Jojo yang sedang duduk di barisan paling depan, kemudian dia menghampiri Jojo.
“Eh maaf bolehkah aku duduk disini?” tanya Falan pada Jojo.
“Oh tentu saja boleh” ucap Jojo.
Akhirnya Falan berhasil menjadi teman sebangku Jojo, dan mungkin inil adalah langkah awal yang baik untuk menjalani kehidupan SMA nya lagi.
“Oh iya nama kamu siapa” tanya Jojo.
“Namaku Falan, kalau kamu namanya siapa?” tanya Falan.
“Oh namamu Falan, kalau namaku Jojo” ucap Jojo.
“Oh Jojo ya, senang berkenalan denganmu, aku harap kita bisa berteman baik” ucap Falan.
“Hey sikapmu seperti orang dewasa saja Falan” ucap Jojo.
Saat Jojo berbicara seperti itu, Falan menjadi tersadar bahwa saat ini dia bersikap seperti orang dewasa saat berkenalan dengan Jojo, mungkin karena sebelumnya Falan adalah orang dewasa.
“Oh begitu ya, mungkin karena aku sering berbicara sama orang dewasa jadinya aku bisa bersikap seperti ini” ucap Falan.
__ADS_1
Falan berkata seperti itu agar Jojo bisa menerima alasan Falan yang bersikap seperti orang dewasa.
“Syukur kalau begitu, aku senang mempunyai teman sebangku yang bersikap dewasa” ucap Jojo.
Selain pintar, ternyata Jojo adalah orang yang peka terhadap seseorang, hal itu membuat Falan harus berhati-hati terhadap Jojo.
Kemudian Falan memutuskan untuk mengajak ngobrol Jojo dengan membahas hal-hal yang biasa di bahas oleh anak-anak SMA.
“Hey Jojo apakah kamu sudah mempunyai pacar?” tanya Falan.
“Menurutku tak masalah kalau kita tak memiliki pacar di usia sekarang, lagian juga aku merasa tak yakin bisa memiliki pacar” ucap Jojo.
“Kenapa kamu merasa tak yakin Jojo?” tanya Falan.
“Karena aku merasa tak memiliki wajah yang tampan, dan semua perempuan pada umunya menyukai laki-laki berwajah tampan” ucap Jojo.
“Oh soal itu, menurutku semua perempuan tak berpikiran seperti itu, sebenarnya perempuan ingin memiliki seorang laki-laki yang bisa menjamin kehidupan dia setelah menikah nanti” ucap Falan
“Wah pemikiranmu terlalu dewasa Falan, dan perempuan yang berpikir seperti itu adalah perempuan yang sudah dewasa, beda dengan perempuan yang masih sekolah” ucap Jojo.
“Haha begitu ya? mungkin karena aku sering nonton film romantis jadi bisa berpikir seperti itu” ucap Falan sambil tertawa kecil.
“Ada-ada saja kamu Falan, tapi aku senang mempunyai teman sebangku yang memiliki pemikiran dewasa sepertimu” ucap Jojo.
Saat mereka sedang asyik ngobrol, kemudian datanglah sesosok gadis cantik ke kelas ini, dan kehadirannya membuat seluruh laki-laki di kelas ini terpana, gadis itu bernama Luna yang telah menjadi cinta pertama Falan.
“Wah cantik sekali perempuan itu” ucap Jojo.
“Iyah dia perempuan yang sangat cantik, dan senyumnya sangat manis sekali” ucap Falan.
Kemudian Luna langsung duduk di baris depan juga bersebelahan dengan Falan dan Jojo, dan hal itu membuat Falan senang karena bisa melihat Luna dari samping.
“Hey nama kalian siapa?” tanya Luna kepada Falan dan Jojo.
“Namaku Falan, kalau yang disebelahku ini namanya Jojo” ucap Falan.
“Oh kalian Falan dan Jojo ya, salam kenal ya, namaku Luna” ucap Luna.
__ADS_1
“Oh Luna ya, okey deh semoga kita bisa berteman baik” ucap Falan.
Setelah itu Jojo berbisik kepada Falan “Hey Falan kok kamu bisa lancar kenalan sama cewek cantik? pasti kamu sudah sering pacaran ya?” tanya Jojo.
“Eh kenapa kamu berpikir seperti itu Jojo? menurutku itu hal yang biasa saja” ucap Falan.
“Oh begitu ya, mungkin cara berpikirku yang salah, mungkin karena aku juga belum terbiasa mengobrol dengan gadis jadi aku bisa berpikir seperti itu” ucap Jojo.
“Sudahlah kamu tak perlu khawatir soal itu, nanti juga kamu bisa sepertiku jika kamu sering mengobrol dengan perempuan” ucap Falan.
“Oh begitu ya, tapi aku kesulitan untuk mengobrol dengan seorang perempuan, karena jantungku berdebar kencang saat berhadapan dengan perempuan” ucap Jojo.
“Percayalah aku dulu juga sama sepertimu, tetapi setelah memiliki beberapa teman perempuan, aku jadi terbiasa mengobrol dengan perempuan” ucap Falan.
“Oh begitu, mungkin aku harus memiliki teman perempuan juga agar bisa seperti dirimu” ucap Jojo.
“Ya tepat sekali, tenang saja aku akan membantumu mengatasi hal itu, tapi yang terpenting saat ini kita harus jadi murid yang pintar, karena perempuan juga menyukai laki-laki yang pintar” ucap Falan.
“Oh kalau soal itu urusan gampang, aku selalu belajar setiap hari, dan sejak SMP aku selalu mendapatkan ranking 1” ucap Jojo.
Falan sengaja berbicara seperti itu agar membuat Jojo percaya diri terhadap perempuan, dan memang sebuah kenyataan juga kalau perempuan memang menyukai laki-laki yang pintar.
“Syukur deh kalau begitu, aku senang memiliki teman sebangku yang pintar sepertimu, aku ingin kita selalu belajar bersama ya, karena aku juga ingin menjadi murid yang pintar agar saat dewasa menjadi orang yang sukses” ucap Fala.
“Wah lagi-lagi kamu berbicara seperti orang dewasa lagi, tapi aku senang dengan hal itu, tenang saja aku akan membantumu jika kamu kesulitan memahami pelajaran sekolah” ucap Jojo.
Tiba-tiba bel sekolah berbunyi, dan hal itu menandakan bahwa sebentar lagi seorang guru akan masuk ke kelas ini.
Semua murid di kelas ini langsung duduk di kursinya masing-masing, kemudian seorang wanita masuk ke kelas ini dan memperkenalkan dirinya.
“Selamat pagi semuanya, nama saya Vina, saya akan menjadi wali kelas di kelas 1F ini, dan di sekolah ini saya mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia” ucap Vina.
“Wah iya aku baru ingat kalau Bu Vina adalah guru yang menjadi wali kelasku saat aku masih kelas 1 SMA” guman Falan dalam hati.
“Sebelumnya Ibu ingin tau nama kalian satu persatu, tolong perkenalkan diri kalian masing-masing” ucap Vina.
Kemudian semua murid di kelas ini memperkenalkan dirinya masing-masing dimulai dari barisan paling belakang, beberapa menit kemudian tibalah giliran Falan yang akan memperkenalkan diri.
__ADS_1