Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Bab 19 Pilihan Terbaik


__ADS_3

Malam hari telah tiba, kini Felix merasa bersalah kepada Clara yang tiba-tiba menjauhi Clara, pasti Clara akan kecewa kepada Felix dengan sikap Felix yang seperti ini, tapi mungkin ini jalan terbaik Felix demi kebaikan Clara, Felix tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya menjauhi Clara saja pilihan terbaik.


Felix juga tak bisa menyalahkan Ibunya Clara, karena bagaimanapun seorang Ibu pasti mengkhawatirkan anaknya, meski Felix kecewa harus menjauhi Clara, tetapi Felix harus tetap tegar meski rasanya sulit.


Di sisi lain saat Clara berada di kamarnya, Clara masih terpikirkan Felix yang tiba-tiba menjauhinya, Clara masih memikirkan alasan kenapa Felix tiba-tiba seperti ini, resah dan bingung saat ini yang Clara rasakan, karena Felix adalah orang yang sangat berarti bagi Clara, dan Clara juga sudah nyaman di dekat Felix.


Ketika Clara selalu ingin di dekat Felix, Felix malah tiba-tiba ingin menjauhi Clara, Clara masih menduga kalau Felix pasti memiliki alasan tertentu yang tiba-tiba menjauhi Clara, karena Clara tau Felix itu adalah orang baik dan mau melindungi Clara, Clara sangat sedih jika Felix tidak mau lagi dekat dengannya.


Felix dan Clara susah untuk tidur di malam ini, kedua orang ini memiliki perasaan yang sama, yaitu ingin selalu dekat terus, dan mereka berdua masih memikirkan hubungan mereka kedepannya, apa akan seperti ini terus atau ada sebuah keajaiban yang bisa menyatukan mereka lagi.


Pagi hari telah tiba dan Clara bersiap-siap untuk berangkat sekolah, Felix juga sama akan berangkat sekolah, Clara menggunakan supir pribadinya untuk pergi ke sekolah, sedangkan Felix menggunakan sepeda motor matic nya untuk berangkat sekolah.


Felix dan Clara akhirnya telah sampai di sekolah dan berada di kelas, Felix langsung duduk di tempat duduknya yang berada di barisan paling belakang dan paling pojok, sedangkan Clara duduk di barisan depan dengan Lisa yang menjadi teman sebangkunya.


“Hey kenapa lu terlihat sedih Clara?” tanya Lisa kepada Clara.


“Eh gue gak sedih kok, gue cuma kurang tidur saja semalam” ucap Clara sambil menggosok-gosok matanya.


“Hey gue udah kenal lu lama Clara, lu hari ini gak seperti biasanya, coba jujur sama gue, lu sedih kenapa?” tanya Lisa yang memaksa Clara untuk jujur, karena Lisa tau kalau Clara saat ini sedang berbohong.


“Beneran gue gak sedih Lisa, gue cuma kurang tidur aja” ucap Clara.


“Okey deh tak masalah kalau lu gak mau cerita, gue akan jutekin lu terus kalau lu gak mau jujur” ucap Lisa.


“Hmm okey deh gue terpaksa jujur sama lu, karena gue juga gak bisa bohong di hadapan lu” ucap Clara.


“Nah gituh dong, coba lu cerita ke gue kenapa lu sedih?” tanya Lisa.


“Sebenarnya ini masalah hubungan gue dengan si Felix, gue bingung kenapa tiba-tiba si Felix menjauhi gue? padahal waktu kemarin hubungan gue baik-baik aja sama dia” ucap Clara.

__ADS_1


“Oh masalah itu, udah santai ajah, mungkin si Felix lagi ada masalah pribadi, jadinya dia ngelampiasin ke lu gara-gara masalah pribadinya” ucap Lisa.


“Eh beneran yang lu katakana? kenapa lu bisa berfikir seperti itu Lisa?” tanya Clara.


“Ya karena gue juga suka seperti itu, kalau misalnya gue lagi ada masalah pribadi, gue suka ngelampiasin ke cowok gue gara-gara gue lagi kesal” ucap Lisa.


“Eh serius yang lu katakan Lisa? syukur kalau seperti itu, karena gue pikir gue yang salah sehingga si Felix tiba-tiba menjauhi gue” ucap Clara.


“Ya santai aja gak usah terlalu dipikrin, yang penting lu sekarang tanya baik-baik ke si Felix” ucap Lisa.


“Okey deh makasih ya Lisa, gue jadi agak tenang sekarang” ucap Clara.


Kemudian jam pelajaran telah mulai, dan guru masuk ke kelas ini, semua murid di SMA 5 kini sedang melaksanan jam pelajarannya masing-masing.


Jam istirahat telah tiba, dan kini Clara memutuskan untuk menghampiri Felix.


“Eh engga kok, gue lagi gak ada masalah” ucap Felix.


“Terus kenapa lu tiba-tiba seperti ini?” tanya Clara.


“Seperti ini gimana? gue emang dari dulu seperti ini” ucap Felix.


“Coba jujur sama gue Felix, kenapa lu tiba-tiba kayak gini, kalau gue punya salah, gue minta maaf” ucap Clara.


“Lu gak punya salah sama sekali ke gue, jangan ngomong yang aneh-aneh” ucap Felix.


“Okey deh kalau lu gak mau jujur yang sebenarnya ke gue gak apa-apa, yang jelas gue saat ini kecewa sama lu, gue nyesel pernah dekat sama lu” ucap Clara dengan kesal lalu berjalan meninggalkan Felix.


Mendengar perkataan Clara yang seperti itu, membuat Felix menjadi merasa bersalah, Felix juga tak bisa jujur bahwa alasan Felix menjauhi Clara adalah perintah Ibunya, dan jika Felix jujur, maka akan membuat hubungan Clara dengan Ibunya jadi tidak baik, mungkin ini cara yang terbaik menurut Felix.

__ADS_1


Felix mencoba tidur di mejanya setelah Clara memarahi Felix, Felix kembali seperti dulu lagi, yaitu menjadi penyendiri di kelas dan selalu tidur saat jam istirahat.


Di sisi lain Clara sedang memperhatikan Felix yang sedang tertidur di mejanya, Clara masih merasa kesal karena Felix masih belum mau jujur kepada Clara, Clara masih ingin tau alasan Felix yang sebenarnya.


Jam pulang sekolah telah tiba, kini Felix bersiap-siap untuk pulang, Felix berencana untuk langsung pergi ke markas besar Naga Hitam, saat berjalan keluar kelas, Clara menghampiri Felix dan berdiri di depan Felix untuk mencegat Felix.


“Hey Felix, tolong jujur mulai sekarang, kenapa lu kayak gini?” tanya Clara.


“Kan gue udah bilang, gue emang dari dulu kayak gini Clara” ucap Felix dengan kesal.


“Okey kalau lu gak mau jujur sama gue, gue akan bilang ke orang-orang kalau lu seorang gangster” ucap Clara.


Mendengar perkataan Felix yang seperti itu, membuat Felix bingung harus bicara apa pada Clara agar Clara mau menjauhi Felix dan tidak mengancam seperti itu lagi


“Okey gue akan jujur sama lu Clara, lu kan udah tau kalau gue itu seorang gangster dan memiliki banyak musuh, gue khawatir sama lu terlibat dengan masalah gue yang memiliki banyak musuh ini, oleh karena itu gue harus menjauhi lu mulai sekarang demi kebaikan lu juga” ucap Felix.


Mendengar ucapan Felix yang seperti itu, kini Clara mulai mengerti dengan alesan Felix. tapi Clara masih tetap tidak ingin jauh dari Felix.


“Ya gue udah tau, tapi gak masalah buat gue, karena gue tau lu itu kuat dan bisa lindungi gue” ucap Clara.


“Tetap saja Clara gue gak akan bisa selalu lindungi lu sepanjang waktu, gue takut lu terlibat masalah kalau lu selalu dekat dengan gue, tolong mengertilah rasa khawatir gue ini ya” ucap Felix.


“Terus lu mau nyerah gitu ajah? lu mau menjauhi gue gara-gara hal itu? benar-banar payah lu!” ucap Clara.


“Ya gue memang lelaki payah, maaf ya mulai sekarang gue harus menjauhi lu, dan gue sama lu juga cuma sebatas teman, jadi tak masalah kalau kita mulai sekarang berjauhan” ucap Felix.


“Gue benci lu Felix!” ucap Clara kepada Felix dengan kesal lalu berjalan cepat meninggalkan Felix.


Setelah mendengar hal itu, Felix langsung merasa bersalah lagi kepada Clara yang membuat Clara marah dan kecewa kepada Felix, tetapi Felix yakin kalau ini adalah jalan terbaik demi kabahagian Clara, dan Felix akan selalu berjanji melindungi Clara walaupun tidak harus dekat dengan Clara.

__ADS_1


__ADS_2