
Kini Felix bersama seluruh pasukan Naga Hitam yang di komandoi oleh Devan telah tiba di Arena Kematian, dan di hadapannya sudah ada seluruh pasukan dari Laskar Petir yang sudah bersiap untuk bertarung melawan Naga Hitam.
Di sekeliling Naga Hitam dan Laskar Petir sudah banyak yang hadir juga untuk menyaksikan pertempuran ini, mereka yang hadir adalah penonton dari gangster-gangster lain yang ingin menyaksikan pertarungan 2 gangster terbesar di kota ini.
Naga Hitam dan Laskar Petir adalah 2 gangster besar yang sangat ditakuti di kota ini, karena kedua gangster itu sudah sering menaklukan banyak gangster yang telah menjadi lawannya.
Felix sangat terkejut ketika melihat jumlah pasukan Laskar Petir yang begitu banyak, mungkin jumlah pasukan Laskar Petir bisa 3 kali lipat dari jumlah pasukan Naga Hitam, lalu Felix menghampiri Devan yang sedang berdiri paling depan.
“Hey Devan, kenapa jumlah pasukan Laskar Petir bisa begitu banyak?” tanya Felix.
“Gue juga gak tau Felix, tapi gue mendapat rumor bahwa banyak gangster-gangster lain yang bergabung dengan Laskar Petir sehingga jumlah anggota Laskar Petir bisa begitu banyak” ucap Devan.
“Pantas saja mereka berani menantang kita, rupanya mereka mempunyai jumlah anggota yang lebih banyak” ucap Felix dengan kesal.
“Ya apa lu takut Felix? lu pulang saja kalau takut” ucap Devan dengan senyum yang mengejek.
“Haha lu yang akan ketakutan Devan kalau gue gak ikut bertarung” ucap Felix sambil tertawa kecil.
Setelah berbincang singkat dengan Felix, kemudian Devan maju kedepan untuk berbicara kepada Alex si ketua gangster Laskar Petir yang sedang berdiri paling depan di antara pasukan Laskar Petir.
“Hey Alex! kenapa lu ingin ngambil alih sebagian wilayah kekuasaan Naga Hitam?” tanya Devan kepada Alex.
__ADS_1
“Karena gue ingin merebut kembali wilayah kekuasaan gue yang telah kalian rebut Devan” ucap Alex.
“Kenapa lu ingin rebut lagi? bukannya wilayah itu udah gue ambil alih karena gangster lu udah kalah telak lawan gangster gue?” ucap Devan.
Sebelumnya memang pernah terjadi pertarungan antara Naga Hitam dan Laskar Petir di Arena Kematian, dan Laskar Petir saat itu kalah telak melawan Naga Hitam, Laskar Petir memberikan sebagian wilayah kekuasaanya kepada Naga Hitam karena telah kalah.
“Ya dulu gue kalah karena gangster gue masih lemah, tapi gangster gue yang sekarang sudah kuat dan jumlah anggotanya sangat banyak dibandingkan gangster lu Devan, lebih baik lu menyerah saja Devan!” ucap Alex.
“Haha walaupun anggota gangster lu banyak, tapi tetap saja gak akan menang melawan kehebatan Naga Hitam, baiklah gue akan mengembalikan lagi wilayah kekuasaan lu kalau Laskar Petir menang, tapi kalau Naga Hitam menang, lu jangan pernah mengusik Naga Hitam lagi!” ucap Devan dengan tegas.
“Haha kenapa lu gak minta sebagian wilayah kekuasaan gue kalau lu menang Devan?” tanya Alex.
“Karena wilayah kekuasaan Naga Hitam sudah luas dan gak perlu lagi wilayah baru” ucap Felix.
Kemudian Alex mempertintahkan seluruh pasukan Laskar Petir untuk maju menyerang Naga Hitam, dan Devan juga kemudian menyuruh seluruh pasukan Naga Hitam untuk maju menyerang Laskar Petir juga.
Felix, Devan dan anggota Naga Hitam yang memiliki kekuatan bertarung yang hebat berada di garis depan, tetapi Arnold dan anggota lainnya yang kekuatan bertarungnya masih lemah berada di garis paling belakang.
Semua pertarungan dilakukan dengan tangan kosong, karena memang itu sudah tradisi pertarungan gangster di kota ini, jadi yang benar-benar memiliki kekuatan bertarung yang kuat saja yang dapat menang.
Kini Naga Hitam dan Laskar Petir sudah saling bertarung, Felix dapat menghajar musuh-musuh didepannya, begitu juga Devan yang telah menghajar musuhnya dengan mudah, walaupun memang kekuatan bertarung Devan sangat luar biasa, tetapi staminanya terbatas dan tidak sekuat seperti Felix.
__ADS_1
Arnold sepertinya kesusahan untuk menghadapi lawannya, dan sering kali mendapat hajaran dari lawannya, tetapi untunglah Arnold di tolong Felix untuk menyerang lawan-lawannya yang dari tadi menyerang Arnold.
“Sudah ku bilang! lu jangan terlalu maksain bertarung Arnold!” teriak Felix kepada Arnold.
“Iya maaf Felix, gue akan sedikit mundur biar gak nyusahin lu lagi” ucap Arnold.
Kemudian Arnold mundur ke belakang dan mennyerang musuh yang berada di belakang bersama anggota Naga Hitam lainnya, tetapi Felix, Devan dan anggota lainnya yang memiliki kemampuan bertarung yang sangat kuat masih berdiri kokoh di garis depan utnuk menghadapi musuh-musuhnya.
Waktu sudah semakin malam dan pertarungan pun masih tetap berlanjut, tetapi sepertinya pertempuran ini berat sebelah, karena jumlah Naga Hitam jauh lebih sedikit dibandingkan Laskar Petir, sehingga memudahkan Laskar Petir untuk menghajar habis pasukan Naga Hitam.
Kini jumlah anggota Naga Hitam sudah banyak yang tak sanggup bertarung lagi karena terlalu kesulitan menghadapi jumlah anggota Laskar Petir yang begitu banyak, Devan pun kini sudah semakin lelah karena dari tadi terus menghajar lawan-lawannya yang tak henti-hentinya.
Alex yang jadi ketua Laskar Petir masih terlihat bugar staminanya karena memang dia dari tadi tidak terlalu banyak bertarung, dia hanya menonton dan sesekali menghajar pasukan Naga Hitam yang sudah kelihatan lelah, Alex tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaganya karena Laskar Petir memang sudah unggul dalam jumlah, sangat berbanding terbalik dengan Devan yang dari tadi sudah mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menghajar para musuhnya yang begitu banyak.
Hanya Felix lah satu-satunya anggota Naga Hitam yang masih terlihat semangat bertarung tanpa terlihat lelah sedikitpun, walaupun memang dari tadi Felix terkena serangan dari lawannya, tetapi Felix masih sanggup bangkit lagi dan kembali menyerang lawannya itu, hal itu membuat Alex si ketua Laskar Petir heran terhadap Felix yang masih sanggup berdiri melawan anggota Laskar Petir yang begitu banyak
Devan kini sudah tak sanggup berdiri lagi menghadapi musuhnya yang begitu banyak, kini Devan terjatuh karena sudah sangat lelah untuk bertarung, dan hal itu membuat Alex senang karena baru kali ini melihat Devan yang terkenal dengan keganasannya itu takluk dihadapannya.
Kini hanya Felix lah satu-satunya anggota Naga Hitam yang masih tegar menghadapi pasukan Laskar Petir yang begitu banyak, anggota Naga Hitam lainnya sudah tumbang semuanya karena sudah tak kuat menahan gempuran banyaknya anggota Laskar Petir, Felix masih saja menghadapi lawan-lawannya sendirian meskipun itu mustahil untuk menang karena jumlah lawannya itu masih banyak.
Hanya Felix lah yang kini masih bisa menghadapi pasukan Laskar Petir sendirian yang jumlahnya tersisa sekitar puluhan orang, Felix bagaikan monster gila yang terus melawan musuhnya yang dari tadi terus menyerangnya, Felix sudah berulang kali terkena serangan pukulan dan tendangan, tetapi Felix masih sanggup bangkit lagi dan menyerang balik musuhnya itu.
__ADS_1
Hal itu membuat Alex dan anggota Laskar Petir lainnya keheranan dengan Felix yang masih sanggup berdiri setelah di serang berulang-ulang kali oleh puluhan anggota Laskar Petir yang masih tersisa itu, dan kini satu persatu lawannya Felix itu sudah mulai berkurang sedikir demi sedikit, tetapi tetap saja Felix sangat kesulitan menghadapi puluhan anggota Laskar Petir yang masih tersisa itu sendirian.