Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Pacarku Cewek Paling Sempurna Bab 4


__ADS_3

Waktu telah menunjukan jam 3 sore, kemudian Arimby berkata kepadaku.


“Eh udah jam 3 sore nih, kita pulang yuk Feran”


Paling


“Oh ya aku sampai lupa tidak memperhatikan jam, ya sudah yuk pulang Arimby”


“Okey deh”


Kemudian aku dan Arimby langsung keluar dari perpustakaan dan berpamitan kepada penjaga perpustakaan, dan penjaga perpustakaan itu tampak heran ketika melihat kami yang sepertinya terlihat sangat akrab.


Saat kami sedang berjalan menuju pintu gerbang sekolah, banyak para siswa dan siswi yang selalu memperhatikan kami berdua, ya wajar sajah sih pasti mereka heran kenapa wanita secantik Arimby berjalan dengan seseorang laki-laki sepertiku, ya mereka semua pasti mengenal Arimby karena dia adalah siswi populer di sekolah ini, sedangkan aku sama sekali tidak populer di sekolah ini, bahkan aku juga ragu jika ada yang mengenal diriku ini selain teman-teman sekelasku sajah.


Lalu aku berkata kepada Arimby karena aku khawatir selalu diperhatikan oleh banyak murid di sekolahku ini.


“Eh Arimby kita jalannya agak berjauhan sajah ya”


“Eh emang kenapa Feran? Kamu malu jalan bareng sama aku ya Feran?”


“Bukannya gituh, aku malah senang bisa jalan bareng dengan cewek secantik kamu, tapi aku kasihan sama kamu, takut kamu digosipin yang engga-engga kalau kita terlihat berjalan bersama”


“Oh santai sajah Feran, aku sudah terbiasa kok diomongin dari belakang oleh orang-orang disekitarku karena mereka iri dengan aku, jadi aku tak masalah sih jika aku digosipin yang engga-engga dengan kamu juga Feran”


“Oh syukurlah, oh iya maaf aku jadi lupa ya, maaf ya aku malah khawatir sama perkataan orang lain tentang kita, padahal kan aku sendiri yang tadi sudah nyuruh kamu kalau kita gak perlu mementingkan omongan orang lain”


“Nah itu kamu tahu, ya sudah kita abaikan sajah omongan mereka yang pasti berfikiran yang engga-engga tentang kita, lagian kan kita cuman teman satu eskul sajah”


“Okey deh Arimby, eh kamu pulang pakai apa?”


“Aku biasanya pakai kendaraan umum Feran, emang kanapa?”


“Eh emang gak bawa kendaraan sendiri?”


“Engga Feran, soalnya aku gak bisa bawa kendaraan hehe”

__ADS_1


“Ya sudah pulangnya bareng pakai motor aku sajah mau gak Arimby?”


“Eh emang nanti ngerepotin kamu gak Feran?”


“Engga kok santai sajah, lagian kan arah pulang kita satu arah”


“Eh emang kamu tau darimana kalau arah pulang kita satu arah? Apa jangan-jangan kamu pengagum rahasiaku ya jadi kamu tahu letak rumah aku?”


“Yeh bukannya begitu, aku sering lihat kamu yang selalu naik kendaraan umum yang arahnya sama menuju arah pulangku juga, makannya aku tahu kemungkinan arah pulang kita sama”


“Eh kamu selalu memperhatikan aku berarti ya?”


“Ya aku selalu memperhatikan kamu, karena kamu selalu sendirian saat sedang menunggu kendaraan umum didepan gerbang sekolah”


“Oh begituh ya, memang iyah sih aku selalu sendirian saat mau pulang kerumah dan tidak pernah bareng dengan murid lainnya”


“Ya sudah jangan dipikirkan, berarti kita ini memang sama, ya sudah yuk ke tempat parkit motor, kita bareng pakai motorku sajah pulangnya”


“Okey deh Feran”


Kami mungkin jika diibaratkan seperti sepasang kekasih yang sedang berjalan bersama jika dilihat dari pandangan orang-orang disekitarku, karena memang Arimby selalu tersenyum manis kepadaku saat kami sedang berjalan bersamaku bagaikan seorang wanita yang sedang tersenyum kepada kekasih yang dicintainya.


Entah apa yang kurasakan saat ini, karena jujur baru pertama kali aku bisa berjalan bersama dengan seorang wanita, apalagi aku berjalan dengan seorang gadis cantik seperti Arimby.


Mungkin aku berfikir bahwa inilah rasanya keindahan saat berjalan dengan seorang wanita cantik, dan kebahagiain yang kurasakan saat ini jujur aku ingin merasakannya dengan waktu yang lebih lama lagi.


Ya tetapi aku berfikir sejenak lagi, apa mungkin Arimby mau menjadi kekasihku? Ya karena sejujurnya aku merasa tidak pantas jika aku menjadi kekasihnya, karena mungkin sajah dia nyaman denganku karena aku bisa mengerti dengan kondisinya yang sedang dialaminya sajah saat ini, karena memang aku juga sepanjang hidupku memiliki kepribadian yang sama dengan Arimby, ya oleh karena itu aku lebih pantas untuk menjadi temannya sajah dan tidak akan mengharapkan dia jadi kekasihku, ya aku merasa kalau aku itu cuma mampu mengerti dengan keadaaan dia sajah dan bukan berarti aku bisa menjadi kekasihnya juga.


Baiklah aku tidak akan mengharapkan lebih dari seorang teman kepada Arimby, karena jika aku tiba-tiba meminta dia menjadi kekasihku, maka kemungkinan Arimby akan langsung menolakku dan dia pastinya langsung menjauhiku, ya mungkin cara yang tepat untuk bisa selalu bersamanya yaitu aku harus selalu menganggap dia menjadi temanku sajah.


Kemudian akhirnya kami berdua telah sampai di parkiran motor untuk mengambil motorku dan aku berkata kepada Arimby.


“Yuk silahkan naik motorku Arimby”


“Okey deh Feran”

__ADS_1


Setelah Arimby menaiki motorku, kemudian aku langsung menancapkan gas motorku dan berjalan menuju arah gerbang keluar sekolah, saat motorku sedang berjalan, Arimby berkata kepadaku,


“Eh Feran boleh minta tolong gak?”


“Minta tolong apa Arimby?”


“Anter aku ke toko buku dulu bisa gak? Aku mau beli buku soalya”


“Oh okey deh, kebenaran aku juga mau beli novel baru”


“Eh kamu memang suka baca novel ya?”


“Iyah aku suka banget, kalau kamu suka juga Arimby?”


“Ya aku juga suka, ya sudah besok kita tukeran novel sajah mau gak Feran?”


“Oh okey deh, dengan senang hati, besok aku akan bawa novel yang sudah kubaca semua dari rumah buat kamu”


“Okey deh aku juga, banyak novel-novel yang sudah aku baca yang selau aku simpan di kamarku, nanti besok aku bawa juga buat kamu”


“Hehe sip deh, emang kamu mau beli buku apa nanti di toko buku?”


“Mau beli beberapa buku pelajaran sih, sama mau beli novel baru juga hehe”


“Hehe gituh ya, okey deh sip, jadi senang rasanya punya teman yang punya hobi baca novel juga sama seperti diriku ini”


“Iyah aku juga senang punya teman seperti dirimu Feran”


“Syukurlah kalau begitu, aku pikir kamu gak mau berteman sama aku karena aku ini terlihat aneh di mata banyak orang”


“Hey jangan ngomong begituh Feran, tak masalah walau kau selalu disebut aneh juga oleh banyak orang, aku mau menjadi temanmu karena mungkin kamu adalah satu-satunya orang di sekolahku ini yang bisa mengerti dengan keadaanku ini”


“Oh syukurlah kalau begitu, semoga kita selalu berteman baik ya Arimby”


“Iyah Feran kita pasti akan selalu menjadi teman baik”

__ADS_1


__ADS_2