
Akhirnya Felix dan Clara telah sampai di sekolahnya yang bernama SMA 5, dan Felix dan Clara langsung melangkahkan kakinya menuju kelas 1F yang dimana kelas 1F itu adalah yang menjadi kelas bagi mereka berdua.
Dalam perjalanan menuju kelasnya, Felix berkata kepada Clara.
“Eh Clara kakak lu sekarang jadi sering pulang ke rumah ya?” tanya Felix.
“Iyah kakak gue sekarang jadi sering pulang ke rumah, dan gue senang banget” ucap Clara.
“Syukur kalau begituh, walaupun saat ini Alex telah kembali menjadi seorang gangster lagi, tapi dia masih sering pulang ke rumah lu, dan gue senang melihat perubahan si Alex” ucap Felix.
“Em sebenarnya gue keberatan saat kakak gue kembali jadi seorang gangster lagi, tetapi kakak gue udah janji ke gue bakal sering pulang walaupun saat ini dia telah menjadi seorang gangster” ucap Clara.
“Syukur lah kalau begituh, gue harap lu dengan kakak lu bisa selalu berhubungan baik” ucap Felix.
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka berdua telah sampai di kelasnya, dan Felix langsung berjalan ke arah kursinya yang letaknya berada di barisan paling belakang dan di pojokan kelas.
Felix langsung melihat ke arah Clara, ternyata memang benar saat ini dia sedang duduk bersama Vina dan Lisa, dan mereka bertiga tampak sangat akrab ketika sedang duduk bersama.
Felix langsung bersyukur dengan mereka yang telah akrab, sehingga Felix tidak lagi merasa repot dengan urusan perempuan lagi.
Beberapa saat kemudian seorang guru datang ke kelas ini, dan guru itu langsung memberikan pelajaran di kelas ini.
Semua murid di kelas 1F ini langsung terdiam saat guru itu mengaja di kelas ini, dan semua murid disini tampak ada beberapa orang yang fokus memerhatikan, dan ada juga yang sibuk mengobrol saat guru tersebut sedang mengajar.
Beberapa jam berlalu dan tibalah jam istirahat, dan guru tersebut langsung keluar dari kelas ini saat jam istirahat telah tiba.
Felix langsung memutuskan untuk tiduran saja di kelas ini, karena memang dia malas untuk kemana-mana saat ini dan lebih memilih untuk tiduran saja.
__ADS_1
Saat Felix sedang tertidur, tiba-tiba Clara menghampiri Felix dan Clara duduk di sebelah Felix.
“Eh lu tidur mulu di kelas, apa lu gak bosan tidur?” tanya Clara dengan heran.
“Ya soalnya semalam gue melakukan patroli malam sebagai kegiatan gue menjadi seorang gangster kembali” ucap Felix.
“Eh begituh ya, ya udah gue mau ke kantin dulu, maaf gue udah ganggu waktu lu tidur” ucap Clara.
Lalu Clara meninggalkan Felix, dan Clara langsung pergi ke kantin bersama Vina dan Lisa, dan Felix memutuskan untuk kembali melanjutkan jam tidurnya di kelas ini.
Felix tiba-tiba teringat kalau saat ini dia harus bertemu dengan Rey si ketua geng SMA 5 untuk mengajaknya bergabung ke dalam gangster Laskar Petir, dan Felix langsung melangkahkan kakinya menuju kantin yang biasa menjadi tempat menongkrong Rey dan teman-temannya.
Felix berjalan cepat menuju kantin, dan beberapa saat kemudian akhirnya Felix telah sampai kantin, dan benar saja dia langsung melihat Rey dan teman-temannya yang sedang menongkrong di salah satu kursi panjang yang ada di kantin ini.
Felix langsung menghampiri Rey, dan saat Felix menghampiri Rey, tiba-tiba semua teman-temannya Rey langsung terdiam seperti ketakutan saat Felix menghampiri mereka.
“Eh lu mau bicara apa Felix?” tanya Rey dengan penasaran.
“Lu pasti sudah mendengar kabar tentang bubarnya gangster Naga Hitam” ucap Felix.
“Ya gue udah dengar kabar itu, semenjak Naga Hitam melakukan kerusuhan dimana-mana, lalu gue dengar polisi membubarkan Naga Hitam” ucap Rey.
“Ya benar sekali, dan sekarang wilayah yang dulu di kuasai oleh Naga Hitam, sekarang telah di ambil oleh Laskar Petir” ucap Felix.
“Oh iya gue juga udah mendengar kalau Laskar Petir telah mengambil alih kekuasaan Naga Hitam, lalu apa yang ingin lu bicarakan sama gue?” tanya Rey dengan penasaran.
“Saat ini gue sudah bergabung menjadi salah satu anggota gangster Laskar Petir, dan gue menjabat sebagai pemimpin di salah satu sektor wilayah kekuasaan Laskar Petir” ucap Felix.
__ADS_1
“Wah begituh ya, ternyata lu hebat juga ya bisa menjadi pemimpin di salah satu sektor wilayah, lalu apa ada hubungannya dengan gue?” tanya Rey.
“Ya sebenarnya kedatangan gue kesini karena gue ingin meminta lu bergabung menjadi anggota gangster Laskar Petir juga, karena saat ini anggota di wilayah sektor yang gue pegang, jumlahnya anggotanya baru ada lima orang” ucap Felix.
“Oh begituh ya, baiklah gue mau ikut gabung ke gangster lu, karena memang sudah lama gue ingin sekali menjadi seorang gangster, tetapi entah kenapa gue selalu di tolak gangster manapun saat akan bergabung” ucap Rey.
“Syukur deh kalau begituh, ya sudah nanti malam lu datang ke markas kecil Laskar Petir, nanti alamatnya gue kasih tau” ucap Felix.
“Okey deh kalau begituh, lalu apa gue juga boleh mengajak beberapa teman gue juga?” tanya Rey,
“Ya tentu saja boleh, tetapi keputusan lu dan teman lu di terima atau engganya di gangster Laskar Petir tergantung keputusan dari kakaknya si Clara” ucap Felix.
“Eh kakaknya si Clara? emang apa hubungannya dengan kakaknya si Clara?” tanya Rey dengan heran.
“Okey gue akan memberitahu rahasia ini ke lu, tapi lu janji jangan memberitahu rahasia ini ke siapapun, karena gue takut Clara akan mendapat masalah di sekolah kalau lu membocorkan rahasia ini” ucap Feix.
“Okey gue paham, emang rahasia apa yang lu maksud Felix?” tanya Rey.
“Sebenarnya yang menjadi ketua gangster Laskar Petir bernama Alex, dan Alex itu adalah kakaknya Clara” ucap Felix.
“Wah begituh ya, gue baru tau kalau Clara mempunya kakak yang seorang ketua gangster, okey gue janji akan merahasiakan soal ini, karena gue takut terlibat masalah sama lu dan kakaknya Clara” ucap Rey.
“Syukur kalau lu sudah mengerti, dan sekarang gue berencana untuk mengajak Arnold juga untuk bergabung ke gangster Laskar Petir, karena gue pikir Arnold memiliki kemampuan bertarung yang hebat sehingga dia pasti bisa membuat sektor wilayah gue semakin kuat” ucap Felix.
“Oh jadi lu mau ngajak si Arnold juga ya, okey deh nanti gue akan coba menghubungi si Arnold, karena kebetulan juga teman-teman gue ada yang kenal dengan teman-temannya Arnold” ucap Rey.
“Okey terimakasih Rey, kalau bisa lu pertemukan gue dengan Arnold saat jam pulang sekolah nanti, kalau masalah tempatnya atur saja sama lu” ucap Felix.
__ADS_1
“Okey gue akan usahakan pertemuan lu dengan si Arnold” ucap Rey.