
Setelah beberapa menit aku dan Bu Yuni berjalan, akhirnya Bu Yuni diam di depan pintu sebuah ruangan yang terlihat asing bagiku.
Bu Yuni langsung masuk kedalam ruangan itu dan menyuruhku untuk masuk ke ruangan itu juga.
Ternyata di ruangan itu isinya cuma ada meja panjang yang dikelilingi beberapa kursi saja seperti untuk tempat diskusi.
Yang lebih heran lagi, kenapa disana ada seorang gadis cantik sendirian didalam ruangan itu.
Gadis itu sedang duduk sambil membaca buku, dan dia terlihat sangat anggun.
Aku langsung mengenal gadis itu, dia bernama Eli dan dia adalah murid paling pintar di kelas 1 dan juga termasuk deretan murid cantik di sekolah ini.
Dia berada di kelas 1 A, dan kelas itu adalah kelas unggulan dimana isinya adalah murid-murid pintar dan berprestasi saja.
Orang-orang disekitarku sering berbicara tentangnya dan mereka menganggap bahwa dia adalah cewek paling sempurna di sekolah ini.
Selain pintar dan cantik, dia juga merupakan anak kepala sekolah di sekolah ini.
Kepala Sekolah di sekolahku ini bernama Pak Beny, dan dia sudah menjadi kepala sekolah sejak 5 tahun lalu, oh ya saat ini aku bersekolah di SMA 5.
Sungguh berbanding terbalik dengan hidupku, dia dipenuhi dengan banyak anugerah, sedangkan aku dipenuhi dengan banyak masalah.
Setelah kami berdua telah masuk, Eli berkata.
“Ada apa Bu? Apa ada murid yang perlu bantuan saya lagi?”
Eli bertanya dengan nada malas kepada Bu Yuni, tetapi masih terlihat sangat anggun karena memiliki wajah yang sangat menawan.
“Iyah murid disampingku ini sangat bermasalah, tolong bantu dia ya, karena Ibu sudah bingung menghadapinya”
“Memang masalah apa Bu?”
“Coba nih baca 2 karya tulis yang telah dibuat oleh orang ini, pasti kamu mengerti”
Bu Yuni langsung memberikan 2 karya tulis yang telah ku buat kepada Eli, dan setelah beberapa menit membaca, Eli langsung tertawa terbahak-bahak.
“Hahahahaha tulisan konyol macam apa ini”
Akupun ikut tertawa dan berkata.
“Haha memang terlihat konyol, tetapi itulah realita yang ada”
“Terimakasih sudah menghiburku ya”
Akupun bingung kenapa dia terhibur dengan karya tulisku, apakah dia menyukaiku? Ah mana mungkin, lagian mana ada cewek yang suka dengan cowok aneh sepertiku, apalagi mengharapkan dia menyukaiku.
“Ya sama-sama, ya sudah aku pulang dulu ya”
Aku memutuskan untuk pulang karena aku sudah tidak tahan lagi disitu karena harus menghadapi dua wanita cantik di ruangan itu yang membuatku tidak karuan.
Saat aku akan berjalan pulang, tiba-tiba Bu Yuni menarik tanganku.
__ADS_1
“Eh mau kemana kamu? kan tadi saya bilang kamu harus dapat hukuman”
“Eh memang hukuman apa Bu?”
Akupun lupa dengan hukuman apa yang akan aku terima.
“Sebagai hukuman karena telah menulis karya tulis yang sangat buruk, kamu harus gabung menjadi anggota Eskul ini”
“Eh jadi ini adalah ruangan Eskul ya”
“Ya ini adalah ruangan Eskul Konsultan dan gadis cantik ini adalah anggota satu-satunya”
Akupun bingung ketika disuruh gabung menjadi anggota Eskul Konsultan, dan Eskul ini terdengar seperti hal yang sangat asing bagiku.
Lalu Eli memprotes perkataan Bu Yuni.
“Bu saya keberatan, saya takut sama orang ini”
Eli seperti merasa jijik dan ketakutan sambil melihatku, dia seperti hidupnya terasa terancam bila dekat denganku.
“Tolong percayalah Eli, memang orang ini terlihat konyol dan aneh, tetapi Ibu percaya dia tidak akan melakukan perbuatan yang melanggar hukum, Ibu cuma minta kamu membuka pandangannya agar dia tidak selalu berfikiran buruk dengan kehidupan sekolahnya”
“Kenapa harus saya Bu yang melakukannya?”
“Karena Ibu sangat sibuk dan Ibu percaya kamu pasti bisa melakukannya”
“Emm okey baiklah”
“Sip deh, ya sudah Ibu pergi dulu ya, banyak kerjaan yang harus diselesaikan”
Bu Yuni langsung keluar ruangan dan membiarkan aku berdua didalam ruangan bersama Eli.
Akupun terdiam membatu karena aku hanya berdua bersama Eli di ruangan ini.
Hey perasaan canggung macam apa ini?
Apa yang harus aku lakukan?
Sial kenapa aku harus mengalami hal merumitkan seperti ini, lebih baik aku disuruh menulis ulang karya tulis dibanding harus bergabung ke Eskul ini.
Aku ingat suasana ini pernah aku rasakan sebelumnya, yaitu saat masih kelas 3 SMP.
Saat itu aku sedang berdua bersama gadis paling cantik di kelasku yang bernama Tina, aku memutuskan untuk menyatakan cinta kepadanya.
Setelah aku menyatakan cinta kepada Tina, dia menjawab.
“Maaf kita jadi teman saja”
Setelah kejadian itu, kami bahkan tidak saling menyapa lagi, dan hal itu adalah momen paling menjijikan dalam hidupku.
Sejak saat itu aku memutuskan untuk tidak akan terjebak lagi dengan wanita cantik, dan menganggap bahwa wanita cantik adalah musuh terbesarku.
__ADS_1
“Ngapain berdiri terus? duduk ajah”
Ucap Eli yang menyuruhku duduk, dan aku duduk diposisi yang jauh dari Eli agar dia tau kalau aku membencinya.
Aku memutuskan untuk membenci Eli karena dia adalah wanita cantik, karena aku takut kejadian saat SMP terulang lagi.
“Sekarang perkenalkan dirimu wahai orang aneh”
Eli menyuruhku untuk memperkenalkan diriku sambil menyebutku orang aneh, lalu aku memutuskan bertanya balik agar harga diriku tidak hilang dihadapannya.
“Sebaiknya kamu dulu yang memperkenalkan dirimu dulu”
“Okey baiklah, namaku Eli dari kelas 1 A, di kelasku itu berisi orang-orang pintar dan jenius, dan tidak ada satupun orang aneh sepertimu”
“Aku itu bukan aneh, tetapi manusia langka ya”
“Iya iya terserah kamu, silahkan perkenalkan dirimu”
“Aku Devan dari kelas 1 F”
“Oh okey selamat bergabung ya di Eskul ini”
Eli tersenyum terpaksa ketika mengucapkan selamat bergabung, dan aku tau senyuman itu bukan senyuman yang tulus bahkan terlihat sangat menyeramkan seperti layaknya seorang gadis psikopat.
Memang aku akui kalau Eli itu adalah gadis yang sangat cantik dan menawan karena memiliki tubuh yang ideal layaknya model, berkulit putih dan berambut hitam pekat, tetapi tetap saja aku akan terus membencinya karena seperti yang telah kubilang tadi, kalau wanita cantik adalah musuh terbesarku.
Aku memutuskan untuk bertanya kepada Eli tentang Eskul ini.
“Maaf kegiatan Eskul ini apa ya?”
“Coba tebak”
Dia berbicara sambil mengejekku.
“Okey akan aku tebak, kata Bu Yuni Eskul ini bernama Eskul Konsultan dan kamu adalah satu-satunya anggota di Eskul ini”
“Ya benar sekali, lalu kegiatan apa yang dilakukan?”
“Mungkin Eskul ini memiliki kegiatan yang sama seperti OSIS”
“Ya secara garis besarnya sih, Eskul ini diciptakan oleh pihak sekolah untuk membantu para murid yang mengalami masalah dan membutuhkan saran”
“Oh seperti itu ya, berarti Bu Yuni menyuruhku untuk masuk ke Eskul ini karena aku dianggap mampu untuk menyelesaikan masalah ya?”
Aku berbicara dengan bangga sambil membusungkan dada.
“Bukan bodoh, Bu Yuni menyuruhmu gabung ke Eskul ini agar kamu tau apa saja permasalahan setiap murid yang sering mereka alami, sehingga membuat pandangan burukmu tentang kehidupan sekolah menjadi berubah”
“Sok tau kamu Eli, Bu Yuni kagum dengan karya tulis buatanku yang berisi tentang permasalahan-permasalahan yang dialami dikehidupan sekolah sesuai realita, oleh karena itu Bu Yuni menyuruhku gabung ke Eskul ini untuk membantumu memecahkan masalah”
“Ya sudah deh terserah kamu Devan”
__ADS_1