
Akhirnya aku telah sampai di ruangan penyimpanan, dan ruangan ini ternyata masih sama saja seperti saat menjadi ruangan eskul konsultan,dan yang membedakannya yaitu karena disini banyak barang-barang peralatan OSIS dan eskul lain yang disimpan disini.
Aku memutuskan untuk duduk saja di sebuah kursi yang ada disini, dan aku langsung membaca novelku yang sengaja aku bawa dari rumah.
Beberapa saat kemudian saat aku sedang membaca novel di kelasku ini, tiba-tiba ada seorang perempuan yang datang ke ruangan ini juga, dan perempuan itu adalah perempuan yang tak asing bagikut, dia adalah Lisa si ketua OSIS sekaligus ketua kelas di kelasku itu.
“Eh Devan kamu ada disini juga?” tanya Lisa.
Aku tau Lisa hanya pura-pura bertanya seperti itu, padahal aku daritadi telah melihat dia mengikutiku dari belakang sampai kesini.
“Sudahlah tak usah pura-pura Lisa, aku tau kamu daritadi mengikutiku dari belakang, lalu ada pelu apa kamu menemuiku?” tanyaku dengan heran.
“Hehe ternyata kamu sadar juga ya saat aku mengikutimu, baiklah aku mau jujur saja alasanku mengikutimu sampai kesini” ucap Lisa.
Aku langsung penasaran apa yang akan di katakan oleh Lisa, apakah sesuatu seperti pernyataan cinta atau pernyataan lainnya.
“Aku cuma ingin meminta maaf saja kepadamu Devan karena aku telah membuatmu risih” ucap Lisa.
“Oh masalah itu, sudahlah tak perlu kamu pikirkan, aku sudah memaafkanmu” ucapku.
“Syukurlah kalau begituh, berarti kamu sudah memaafkanku ya?” tanya Lisa.
“Ya Lisa aku sudah memaafkanmu, asalkan kau jangan membuatku risih lagi” ucapku.
Kemudian Lisa langsung ikut duduk di ruangan ini juga, tetapi dia duduknya tidak terlalu dekat denganku karena Lisa tau aku pasti merasa risih jika aku duduk terlalu dekat dengannya.
Aku hanya diam saja tanpa bicara sedikitpun saat Lisa duduk di ruangan ini, dan aku juga memutuskan untuk melanjutkan membaca novel saja disini.
__ADS_1
Aku merasa tidak fokus saat membaca novel disini, karena ada Lisa yang berada disini juga sambil sesekali melihat ke arahku, walaupun Lisa hanya diam saja, tetapi entah kenapa aku tidak bisa fokus membaca novelku.
Beberapa saat kemudian datanglah seorang perempuan murid kelas 3 yang bernama Utari, dia adalah mantan ketua OSIS yang kini posisinya di gantikan oleh Lisa.
“Eh Lisa ternyata kamu ada disini, yuk sekarang ikut aku ke ruang OSIS” ucap Utari kepada Lisa.
“Oh iya Kak Utari” ucap Lisa.
Lalu Lisa langsung pergi bersama Utari dari ruangan ini, dan aku juga mengabaikan Lisa saat dia pergi dari ruangan ini.
Sepertinya ada suatu hal yang ingin di bicarakan kepadaku makannya dia mau menemuiku disini, tetapi aku menghiraukan tentang hal itu dan memutuskan untuk melanjutkan membaca novelku saja.
Kini setelah Lisa pergi dari ruangan ini, aku bisa kembali fokus membaca novel, tetapi entah kenapa aku merasa kesepian di ruangan ini setelah Lisa pergi dari ruangan ini.
Mungkin cuma perasaanku saja yang menyebabkan aku merasakan kesepian, dan tiba-tiba aku merasa bersalah kepada Lisa karena selalu mengabaikannya daritadi, padahal seorang perempuan yang mau mengakui kesalahannya kepada seorang laki-laki merupakan seorang perempuan yang sangat peduli terhadap laki-laki tesebut.
Saar aku sedang sendirian membaca novel disini, tiba-tiba aku teringat kenangan bersama Eli yang selalu berada di ruangan ini, dan saat Eli sedang berada di ruangan ini bersama denganku, aku merasakan kenyamanan bersamanya meskipun kami tidak saling mengobrol.
Entahlah apa yang aku rasakan saat itu, apa aku suka kepada Eli sehingga aku nyaman berada di dekatnya, atau hanya sekedar perasaanku saja yang nyaman saat berada di dekat Eli.
Tetapi aku memutuskan untuk berhenti berharap bisa terus bersama dengan Eli, karena pasti Eli tidak ingin selalu bersama denganku, dan pastinya dia lebih memilih cowok yang lebih keren dariku, karena aku merasa bukanlah cowok yang pintar atau tampan, sehingga aku merasa kalau aku bukanlah cowok yang keren.
Beberapa saat kemudian bel sekolah telah berbunyi dan itu menandakan kalau jam istirahat telah berakhir, kemudian aku memutuskan untuk pergi ke kelasku lagi dengan berjalan kaki karena saat ini jam pelajaran akan segeran di mulai.
Saat aku sedang berjalan menuju kelasku, banyak murid juga yang sedang berjalan ke arah kelasnya, ada yang berjalan dan ada juga yang sambil berlari saat akan ke kelasnya.
Aku berjalan santai menuju arah kelasku, dan saat aku sedang berjalan, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku, dan dia adalah Lisa si ketua kelas di kelasku itu.
__ADS_1
“Eh Lisa kamu bikin kaget saja” ucapku.
“Eh maaf aku bikin kamu kaget, kamu daritadi di ruangan penyimpanan?” tanya Lisa.
“Iyah aku selama istirahat berdiam diri disana” ucapku.
“Eh kenapa kamu betah sekali sendirian disana?” tanya Lisa.
“Karena disana adalah tempat yang menenangkan untuk membaca novel” ucapku.
“Oh begituh ya, ya udah aku resmikan kamu saja sebagai penjaga tempat penyimpanan peralatan OSIS” ucap Lisa.
“Eh serius kamu Lisa? ada-ada saja kamu” ucapku dengan heran.
“Hehe aku tidak bercanda, menurutku tempat penyimpanan peralatan OSIS perlu ada penjaganya biar peralatan disitu selalu aman dari pencuri” ucap Lisa.
“Ya sudah deh terserah kamu Lisa, yang penting aku tidak di sibukan dengan hal lain selain selama aku jadi penjaga ruangan itu” ucapku.
“Iyah tenang saja tugasmu hanya jadi penjaga ruangan itu saja, dan yang penting kamu jangan sampai merusak barang-barang disitu” ucap Lisa.
“Tenang saja aku tak akan melakuakn hal itu, karena aku disana cuma numpang baca saja” ucapku.
Kemudian aku dan Lisa langsung berjalan menuju ruang kelas 1F yang menjadi kelas kita, dan beberapa saat kemudian akhirnya aku dan Lisa telah sampai di kelasku ini.
Aku langsung duduk di kursiku yang berada di barisan paling belakang dan di pojokan kelas, seperti biasa aku selalu duduk sendirian disini tanpa teman sebangku, dan aku tidak memperdulikan hal itu walaupun aku tak memiliki teman sebangku.
Saat aku sedang duduk, beberapa saat kemudian datanglah seorang guru yang mengajar di kelasku ini lagi, dan semua murid di kelasku langsung tidak bersuara lagi ketika guru itu sedang mengajar di kelasku.
__ADS_1
Belajar di sekolah merupakan salah satu hal yang normal yang di lakukan oleh murid-murid di sekolah, tetapi terkadang semua murid di sekolah selalu bertingkah tidak normal dan mereka menyebutnya sedang mencari jati diri.