
Falan, seorang pria dewasa berumur 26 tahun yang kesulitan mencari pekerjaan lagi sejak dia memutuskan berhenti bekerja sebagai kasir di sebuah supermarket.
Dia memutuskan berhenti bekerja sebagai kasir karena menurutnya gajinya sangat kecil, dan ingin mencari pekerjaan lagi dengan gaji yang lebih besar.
Saat mencoba mencari pekerjaan baru, Falan selalu gagal karena minimnya pengalaman kerja dan nilai rapot saat SMA tidak besar.
Falan hanya lulusan SMA, sehingga untuk mencari pekerjaan lagi di usia sekarang sangat sulit.
Falan sudah mengunjungi berbagai tempat untuk mencari pekerjaan tetapi hasilnya nihil, dan akhirnya dia menyesali perbuatannya yang memutuskan berhenti bekerja sebagai kasir.
Dia sebenarnya kepikiran untuk membuka usaha, tetapi karena tidak ada modal dan tidak memiliki keahlian yang menonjol, akhirnya dia mengurungkan niatnya dan kembali mencari pekerjaan lagi.
Falan mulai kembali menyesali kehidupan masa lalunya yang menyia-nyiakan kehidupan SMA nya, karena jika dia menjalani kehidupan SMA nya dengan serius, maka Falan tidak akan menjadi manusia gagal seperti sekarang ini.
Dia sadar saat masih SMA dia selalu malas-malasan dan tidak belajar dengan serius, tetapi hal yang paling disesalinya yaitu saat dia tidak berani mengungkapkan perasaan cintanya pada Luna yang menjadi cinta pertamanya saat masih SMA.
Luna adalah teman sekelas Falan saat masih kelas 1, dan dia jatuh cinta pada Luna karena dia adalah gadis yang cantik dan selau ceria.
Banyak laki-laki di sekolahnya yang menyukai Luna termasuk Falan, tetapi Falan tidak berani menyatakan cintanya karena dia takut ditolak.
“Andaikan aku bisa kembali ke zaman SMA, pasti aku akan memberanikan diri menyatakan cintaku pada Luna” guman Falan.
Falan tersadar bahwa keinginannya yang ingin kembali menjadi murid SMA tak akan mungkin terjadi, karena itu hanyalah sebuah imajinasi saja.
Selain gagal dalam karir, Falan juga selalu gagal dalam kisah cintanya, Falan selalu diputuskan secara sepihak oleh mantan pacarnya karena lebih memilih pria yang sudah suskes.
Falan tersadar kalau mencari pacar di kondisi sekarang hanyalah perbuatan yang sia-sia, karena setiap wanita pasti ingin memiliki seorang pacar yang sudah sukses.
“Andaikan dulu aku belajar dengan serius saat SMA, pasti aku sudah menjadi orang yang sukses dan sudah menikah” guman Falan.
Saat Falan mencoba melamar pekerjaan lagi di sebuah perusahaan, ternyata dia gagal lagi karena tidak memenuhi kriteria yang diinginkan perusahaan.
“Akhirnya aku gagal lagi mendapat pekerjaan” guman Falan dengan wajah lesu.
Falan akhirnya memutuskan kembali pulang ke rumahnya dengan sepeda motornya, saat perjalanan pulang, dia melihat pengemis tua di pinggir jalan.
__ADS_1
“Kasian juga lihat pengemis itu, lebih baik aku kasih uang saja” guman Falan.
Falan akhirnya turun dari motor dan memberikan uang pada pengemis itu.
“Nih uang untukmu Nek” ucap Falan sambil memberikan uang pada pengemis.
“Terimakasih Nak, kalau boleh tau siapa namamu?” tanya pengemis.
“Namaku Falan, kalau Nenek namanya siapa?” tanya Falan.
“Namaku Sinta, sekarang sebutkan keinginanmu” ucap Sinta.
Falan langsung bingung ketika Sinta menanyakan keinginannya, tetapi Falan memutuskan untuk mengatakan keinginannya yang aneh itu.
“Sebenarnya aku memiliki keinginan yang terdengar aneh, aku ingin kembali ke masa lalu dan hidup kembali menjadi murid SMA” ucap Falan.
“Baiklah aku akan mengabulkan keinginanmu, cepat pulang dan segera tidur agar harapanmu segera terwujud” ucap Sinta.
Mendengar hal itu membuat Falan merasa heran ketika Sinta akan mengabulkan keinginannya, dan Falan menganggap bahwa ucapan Sinta hanya omong kosong.
Akhinya Falan memutuskan untuk pulang ke rumahnya, saat dia sudah sampai rumah, dia langsung pergi ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya di kasur.
Akhirnya Falan mencoba untuk tidur, tetapi saat dia mencoba untuk tidur, dia sangat sulit untuk tidur karena masih terbayang-bayang ucapan Sinta.
“Kenapa aku masih kepikiran sama ucapan pengemis tua itu? sudahlah lebih baik aku tidur saja, semoga ucapan pengemis itu akan terwujud ketika aku sudah terbangun dari tidurku” guman Falan.
Akhirnya Falan tertidur di kamarnya, saat dia sudah tidur, dia melihat Sinta didalam mimpinya.
“Falan cepat bangun, aku sudah mengabulkan keinginanmu” ucap Sinta.
Kemudian Falan langsung terbangun dari tidurnya, dan saat dia terbangun, dia masih teringat dengan ucapan Sinta didalam mimpinya.
“Kenapa pengemis itu muncul di mimpiku? mungkin aku cuma terlalu memikirkannya saja sehingga terbawa sampai kedalam mimpi” guman Falan saat terbangun dari tidurnya.
Saat Falan sudah terbangun dari tidurnya, dia merasakan hal yang aneh karena suasana kamarnya saat ini sangat berbeda dengan suasana kamar yang biasanya.
__ADS_1
“Kenapa kamarku jadi seperti ini? apa aku masih bermimpi?” guman Falan.
Kemudian Falan melihat-lihat kondisi kamarnya, dan akhirnya dia tersadar bahwa kamar ini adalah suasana kamar pada saat dia masih SMA.
“Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa suasana kamarku sama seperti saat aku masih SMA?” guman Falan.
Kemudian Falan bercermin dan terlihatlah sosok laki-laki muda di cermin itu.
“Kenapa aku seperti anak SMA? ini sungguh tak masuk akal, pasti mataku bermasalah atau mungkin saja saat ini aku masih bermimpi” guman Falan.
Falan memegang wajah dan seluruh badannya, akhirnya dia tersadar kalau ini bukanlah mimpi.
“Ternyata ini bukanlah mimpi, apakah aku sekarang menjari murid SMA? berarti ucapan pengemis tua itu memang benar” guman Falan.
Akhirnya Falan merasa sangat bahagia karena dia telah kembali ke masa lalunya dan menjadi murid SMA lagi, lalu Falan melihat sebuah HP jadul yang berada di kasurnya.
“Aku baru ingat, HP jadul ini adalah HP milikku saat aku masih SMA” guman Falan.
Kemudian Falan mengambil HP nya, saat menyalakan HP nya, dia langsung melihat kalau sekarang adalah tahun 2012, dan tahun itu merupakan tahun dimana Falan masih kelas 1 SMA.
“Wah ternyata aku kembali hidup menjadi murid kelas 1 SMA, berarti saat ini aku berumur 16 tahun” guman Falan.
Falan sebelumnya hidup di tahun 2022, jika saat ini dia berada di tahun 2012, berarti dia kembali ke 10 tahun yang lalu.
“Terimakasih Nenek Sinta!” teriak Falan didalam kamarnya.
Setelah dia berteriak seperti itu, kemudian terdengar suara wanita dari luar kamarnya.
“Falan ngapain kamu teriak-teriak? cepat mandi dan sarapan! kamu gak boleh terlambat masuk sekolah di hari pertamamu!” ucap wanita itu.
Falan baru ingat kalau saat ini dia tinggal bersama keluarganya, dan suara itu adalah suara Ibunya Falan yang bernama Yuni.
“Oh iya baik Bu” ucap Falan.
Kemudian Falan langsung keluar dari kamarnya dan bergegas untuk mandi, setelah mandi dia langsung kembali ke kamarnya untuk memakai seragam sekolah.
__ADS_1
Setelah memakai seragam sekolah, dia langsung sarapan di meja makan bersama keluarganya.
Falan memiliki Ayah yang bernama Renal dan juga memiliki adik perempuan yang masih SMP bernama Desi.