Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Kembali Menjadi Murid SMA Bab 4


__ADS_3

Jam pelajaran telah dimulai lagi setelah ada seorang guru yang masuk ke kelas ini, lalu semua murid di kelas 1F ini terlihat serius memperhatikan guru itu.


“Ternyata suasana ini mengingatkanku kembali saat aku masih SMA, dan aku masih tidak percaya kalau aku bisa kembali lagi ke zaman ini” guman Falan dalam hati.


Falan sangat serius memperhatikan guru yang sedang mengajar, beda sekali dengan tingkah Falan yang dulu yang selalu santai dan tak serius memperhatikan guru saat sedang mengajar.


Jojo yang menjadi teman sebangku Falan juga sangat serius memperhatikan guru yang sedang mengajar, dan Falan juga sudah tau kalau Jojo memang anak yang pintar saat di kehidupan sebelumnya juga.


“Pantas saja si Jojo menjadi anak yang pintar saat di kehidupanku sebelumnya, ternyata dia belajar sangat serius seperti ini, baiklah aku juga tak boleh kalah” guman Falan dalam hati.


Beberapa jam kemudian akhirnya bel sekolah berbunyi, dan bel itu menandakan bahwa jam pelajaran sekolah telah selesai dan semua murid sudah boleh pulang ke rumahnya masing-masing.


“Ternyata sangat melelahkan sekali belajar serius seperti ini” guman Falan dalam hati.


Kemudian Falan melihat Jojo yang masih saja membaca bukunya dengan serius, dan hal itu membuat Falan heran dengan tingkah laku jojo yang tak lelah belajar.


“Wah Jojo ternyata kamu maniak belajar ya, aku salut padamu Jojo” ucap Falan.


“Mungkin belajar sudah menjadi kebiasaanku sejak dulu, dan aku malah tak bisa tenang jika ada satu hal dalam pelajaran yang tidak bisa ku mengerti” ucap Jojo.


“Okey baiklah, mungkin aku akan pulang duluan saja, karena aku ingin melanjutkan belajar di rumah saja” ucap Falan sambil memasukan bukunya kedalam tas.


Setelah Falan selesai memasukan buku kedalam tas, dia melihat Luna yang sudah selesai membereskan bukunya juga dan akan bersiap-siap untuk pulang.


“Hey Luna kamu mau langsung pulang?” tanya Falan.


“Sebenarnya aku ingin berkeliling sekolah dulu sebelum pulang, tapi aku malu kalau sendirian berkeliling sekolah” ucap Luna.


Mendengar hal itu membuat Falan memiliki kesempatan untuk bisa dekat dengan Luna, karena Falan memutuskan untuk menjadi teman berkeliling Luna.


“Aku juga sebenarnya ingin berkeliling sekolah, bagaimana kalau kita berkeliling bersama saja?” tanya Falan.


“Oh okey deh kalau kamu tak keberatan” ucap Luna.

__ADS_1


Kemudian Falan dan Luna mulai keluar kelas bersama untuk berkeliling sekolah, dan hal itu membuat Jojo cemburu pada Falan setelah melihat Falan berjalan berdua bersama Luna.


“Wah ternyata si Falan hebat juga, di hari pertama sekolah dia sudah bisa dekat dengan gadis cantik seperti Luna, baiklah aku juga tak boleh kalah, aku harus giar belajar agar ada wanita yang tertarik dengan kepintaranku ini” guman Jojo dalam hati sambil terus belajar dengan giat di kelasnya.


Saat Falan dan Luna sedang berjalan berkeliling sekolah, tiba-tiba Luna berkata kepada Falan.


“Hey Falan kau terlihat seperti orang dewasa saja” ucap Luna.


“Wah kau adalah orang kedua yang menyebutku seperti orang dewasa setelah Jojo” ucap Falan.


“Oh jadi si Jojo juga berpendapat seperti itu ya, lalu kenapa kau bisa terlihat seperti orang dewasa?” tanya Luna.


Lalu Falan memikirkan alasan yang bisa diterima oleh Luna kenapa dia terlihat seperti orang dewasa.


“Mungkin hal itu disebabkan karena dari kecil aku sering mengunjungi berbagai tempat dan sering bertemu dengan banyak orang, oleh karena itu aku bisa terlihat seperti orang dewasa” ucap Falan.


“Wah begitu ya alasannya, aku pikir kamu adalah orang dewasa yang menyamar menjadi murid SMA” ucap Luna sambil mengejek.


Setelah mendengar perkataan dari Luna, Falan tersadar bahwa Luna juga adalah orang yang peka sama seperti Jojo, lalu Falan memutuskan mengajak bercanda Luna dan membalas ejekannya.


“Hahaha ternyata kamu lucu juga Falan, baiklah aku akan merahasiakan identitasmu” ucap Luna sambil tertawa kecil, dan hal itu membuat Luna sangat manis di mata Falan.


Falan hanya terdiam saja ketika melihat Luna tertawa kecil, dan hal itu membuat Luna bingung dengan tingkah Falan.


“Eh kenapa kamu malah diam saja?” tanya Luna pada Falan.


Saat Luna bertanya seperti itu, membuat Falan jadi tak sadar kalau saat ini dia terpesona oleh wajah Luna, kemudian Falan memikirkan sebuah alasan.


“Eh maaf aku malah diam, aku cuma terpikirkan sesuatu saja” ucap Falan.


“Eh emang kamu sedang memikirkan apa Falan?” tanya Luna.


“Aku takut kita kesasar di sekolah ini, karena daritadi kita hanya berkeliling tanpa tujuan” ucap Falan.

__ADS_1


“Oh iya benar juga ya, aku sampai tak sadar dengan hal itu, lalu kita harus bagaimana?” tanya Luna dengan wajah panik.


Sebenarnya Falan sama sekali tak merasa tersasar karena dia masih ingat betul denah sekolah ini walau masih samar-samar, dan Falan merasa lucu ketika melihat wajah panik Luna.


“Hey sudah tak perlu panik Luna, percayalah kalau kita berjalan terus, nanti kita akan bertemu gerbang sekolah” ucap Falan.


“Okey deh aku percaya padamu Falan, tapi kau harus tanggung jawab kalau kita sampai kesasar” ucap Luna.


“Tenang saja Luna, percaya padaku ya” ucap Falan.


Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya mereka telah sampai di gerbang sekolah.


“Akhirnya kita bertemu gerbang sekolah, aku khawatir sekali akan kesasar di hari pertamaku sekolah” ucap Luna.


“Ya sudah kamu gak usah panik lagi Luna, oh iya rumah kamu dimana? apa rumah kamu dekat dari sekolah?” tanya Falan.


Sebenarnya Falan sudah tau letak rumah Luna, karena di kehidupan sebelumnya Falan pernah mengikuti Luna dari belakang untuk mengetahui rumah Luna.


“Rumah aku lumayan jauh dari sini, mungkin aku akan minta jemput salah satu anggota keluargaku saja” ucap Luna sambil membuka HP nya untuk menelepon seseorang.


“Hey bagaimana kalau aku yang mengantarmu pulang saja” ucap Falan.


“Eh serius kamu mau mengantarku pulang, memang mau pulang pakai apa?” tanya Luna.


“Aku akan mengantarmu pulang pakai motorku, tapi sebelum itu kita ke rumahku dulu untuk mengambil motorku” ucap Falan.


“Oh begitu, memang rumah kamu dimana Falan?” tanya Luna.


“Rumahku tak jauh dari sekolah ini, mungkin hanya membutuhkan waktu berjalan kaki sekitar 10 menit saja untuk bisa sampai, tapi itu juga kalau kamu tak keberatan pulang denganku” ucap Falan.


Falan berharap kalau Luna mau menerima tawarannya itu, karena jika Luna mau menerimanya, maka hubungan Falan dengan Luna akan semakin dekat.


“Oh okey deh kalau kamu tak keberatan mengantarku pulang” ucap Luna.

__ADS_1


Falan langsung senang ketika mendengar perkataan dari Luna yang menerima tawarannya itu, lalu mereka memutuskan untuk melanjutkan langkah kakinya menuju rumah Falan.


Falan berkata dalam hati “ternyata sangat mudah ya mendekati seorang wanita di zaman SMA, yang penting kita hanya perlu keberanian saja, tetapi saat ini aku harus fokus untuk belajar dan fokus untuk mendapatkan cinta Luna saja, karena itu adalah janjiku sebelum aku berada di kehidupan baruku ini”.


__ADS_2