
Namaku Falan, sebelum menjadi penjual online, aku merupakan salah satu Staff IT di sebuah perusahaan.
Karena perusahaan di tempat bekerjaku behenti beroperasi karena bangkrut, akhirnya aku bersama karyawan yang lainnya diberhentikan bekerja.
Setelah aku berhenti bekerja, aku berusaha untuk melamar kerja ke berbagai tempat lagi tetapi hasilnya nihil.
Kemudian aku memutuskan untuk berjualan nasi goreng sajah karena mengingat bahwa stok beras di kontrakanku masih banyak.
Aku hanya tinggal sendirian di sebuah kontrakan karena aku adalah pria lajang yang belum menikah sehingga stok beras di kontrakanku selalu banyak.
Aku berencana untuk menjual nasi goreng tetapi tidak mempunyai modal untuk menyewa tempat untuk berjualan, dan akhirnya aku memutuskan untuk berjualan secara online sajah.
Aku langsung membuat nasi goreng di kontrakanku dan mulai memfoto nasi goreng buatanku untuk dipromosikan di akun sosmedku
Aku menjual nasi goreng dengan harga yang sangat murah dengan porsi yang sangat besar agar banyak yang tertarik untuk membeli.
Aku yakin untuk menjual nasi goreng karena aku merasa bahwa nasi goreng buatanku sangat enak.
Setelah melakukan promosi di akun sosmedku, kemudian aku mendapat pelanggan pertama dari seorang wanita.
Wanita yang memesan itu memesan 1 porsi nasi goreng dan minta dianterkan ke apartemen miliknya.
Karena memang jarak apartemen miliknya tidak terlalu jauh, akhirnya aku menerima orderan itu.
Aku langsung membuat nasi goreng pesenan wanita itu, mengingat karena dia adalah pelanggan pertamaku, aku memutuskan untuk memberi bonus 1 porsi nasi goreng.
Setelah aku selesai membuat nasi goreng, kemudian aku langsung bersiap-siap mengantarkan nasi goreng dengan sepeda motorku.
Aku langsung pergi menuju apartemen yang sebelumnya telah diberitahukan alamatnya, dan setelah 10 menit perjalanan akhirnya aku sampai didepan lobby apartemennya.
Kemudian aku mengirim pesan kepada wanita yang memesan nasi gorengku ini.
“Kak saya sudah di lobby”
Lalu wanita itu membalas pesanku.
“Langsung kesini ajah mas, saya lagi males keluar, kamar saya nomor 37 lantai 3”
“Okey baik Kak”
Kemudian aku langsung memarkirkan motorku didepan pintu lobby dan bergegas menuju kamar apartemen milik wanita itu.
Beberapa menit kemudian, akhirnya aku berhasil sampai didepan pintu kamarnya dan aku langsung mengetuk pintunya.
“Permisi Kak”
Lalu terdengar suara wanita dari dalam.
“Oh iya bentar mas”
Lalu pintu terbuka dan terlihatlah sesosok wanita cantik dihadapanku.
Aku langsung jatuh cinta padanya saat pada pandangan pertama, tetapi mengingat bahwa aku hanyalah seorang penjual online, aku menjadi pesimis terhadapnya.
Aku langsung berkata.
“Kakak yang pesan nasi goreng ya?”
__ADS_1
“Oh iya benar, makasih ya, ini uangnya”
Lalu wanita itu memberi uang padaku.
“Oh iya terimakasih ya Kak, ya sudah saya langsung pamit”
“Okey Mas”
Akupun langsung bergegas berjalan pulang dari tempat itu, ketika aku sedang berjalan, kemudian wanita itu memanggilku.
“Mas sini dulu, kayaknya ada yang salah deh?”
“Eh emang kenapa Kak?”
Akupun langsung menghampiri wanita itu lagi, lalu wanita itu berkata.
“Ini kok nasi gorengnya ada 2 porsi? Kan saya cuma pesan 1 porsi?”
“Oh iya maaf saya lupa bilang, karena Kakak pelanggan pertama saya, makannya saya kasih bonus 1 porsi”
“Oh gituh ya, makasih ya mas, nanti kapan-kapan saya bakal pesan lagi”
“Okey deh Kak siap, makasih ya”
Kemudian wanita itu langsung masuk kedalam apartemennya dan aku juga langsung berjalan pergi dari tempat itu dan berencana untuk pulang.
Akhirnya aku sampai dikontrakanku dan aku langsung mengambil minum karena memang sedang haus.
Setelah aku minum, kemudian aku langsung membuka HP untuk mengecek apakah ada pesanan lagi atau tidak.
Tiba-tiba aku mendapat sebuah pesan dari wanita tadi yang menjadi pelanggan pertamaku.
“Iyah Kak sama-sama, alhamdullilah kalau suka”
“Nanti aku pesan lagi 3 porsi ya buat sore, nanti anterin lagi ke tempat tadi”
“Okey siap Kak”
“Eh jangan panggil Kakak, panggil ajah Fina, agak risih soalnya kalau dipanggil Kakak”
“Oh iya maaf ya Fina, kalau nama saya Falan”
“Okey deh Falan ditunggu ya nanti sore”
“Okey Fina”
Aku bersyukur sekali karena pelanggan pertamaku sangat menyukai nasi goreng buatanku, dan aku menjadi semangat untuk berjualan kembali.
Karena mengingat bahan-bahan nasi goreng sudah habis, aku memutuskan untuk pergi ke supermarket terdekat untuk berbelanja.
Akupun bergegas pergi ke supermarket dengan sepeda motorku.
Setelah 15 menit perjalanan, akhirnya aku sampai di sebuah supermarket.
Aku langsung membeli bahan-bahan yang aku butuhkan untuk membuat nasi goreng, saat aku sedang berbelanja, tiba-tiba ada seorang wanita yang memanggilku dari belakang.
“Eh Falan ya?”
__ADS_1
Kemudian aku monoleh ke belakang, dan ternyata wanita yang memanggilku ini adalah Fina.
“Eh Fina ya? Lagi belanja juga?”
“Iyah nih, cuma belanja minuman sama cemilan sajah, soalnya nanti sore teman-temanku mau pada mampir ke tempatku”
“Oh begituh ya”
“Iyah makannya tadi aku pesan nasi goreng 3 porsi lagi buat teman-teman aku yang mau pada mampir”
“Oh begituh ya, makasih ya Fina”
“Iyah sama-sama, eh emang aku pelanggan pertamamu ya? Emang baru kali ini mulai jualan nasi gorengnya?”
“Iyah FIna, semenjak perusahaan di tempat bekerjaku bangkrut, aku jadi berhenti bekerja dan aku jadi terpaksa berjualan nasi goreng secara online sajah”
“Oh gituh ya, kenapa gak buka tempat sajah? Padahal kan nasi goreng buatanmu enak loh dan pasti laku”
“Ya pengen sih, tapi terkendala modal juga hehe”
“Hehe gituh ya, ya sudah aku mau lanjut belanja lagi ya, nanti sore jangan lupa orderanku”
“Okey Fina siap”
Kemudian aku langsung melanjutkan berbelanja lagi dan Fina juga melanjutkan berberlanja juga.
Setelah 15 menit berbelanja, akhirnya aku berhasil menemukan semua bahan-bahan yang aku butuhkan untuk membuat nasi goreng, kemudian aku langsung pergi menuju kasir untuk membayar semua belanjaanku.
Setelah membayar semua belanjaanku di kasir, aku langsung melihat Fina yang sedang berdiri didepan pintu masuk supermarket.
Kemudian aku menghampiri dia dan berkata.
“Eh Fina lagi nunggu siapa?”
“Oh Falan ya, ini aku lagi nunggu ojol, tapi dari tadi belum dapat drivernya”
“Oh ya sudah bareng sama saya sajah pulangnya kalau mau”
“Eh emang nanti ngerepotin gak?”
“Engga Fin, lagian kan kita satu arah pulang nya”
“Oh gituh, okey deh”
Fina langsung ikut pulang bersamaku dengan sepeda motorku, kemudian saat diperjalanan, aku berkata kepada Fina.
“Eh Fina, kamu kenapa gak bawa kendaraan sendiri?”
“Aku gak bisa bawa kendaraan, makannya aku selalu pake ojol kalau kemana-kemana”
“Oh gituh ya, emang pekerjaan kamu apa kalau boleh tahu?”
“Aku kerja di Stasiun TV sebagai model”
“Oh ternyata kamu seorang model ya”
“Hehe begitulah”
__ADS_1
Kemudian aku semakin pesimis terhadap Fina setelah aku mengetahui kalau dia adalah seorang model.
Aku memutuskan untuk tidak terlalu kepo lagi dengan kehidupannya agar dia juga tidak risih kepadaku.