Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Kembali Menjadi Murid SMA Bab 5


__ADS_3

Setelah berjalan 10 menit, mereka akhirnya telah sampai di rumah Falan, kebetulan disaat itu juga ada Ibunya Falan yang bernama Yuni sedang menyapu di halaman rumahnya.


“Bu perkenalkan ini teman sekelasku Luna” ucap Falan kepada Yuni.


Kemudian Luna langsung bersalaman dengan Yuni.


“Perkenalkan Bu saya Luna teman sekelasnya Falan” ucap Luna.


“Oh namamu Luna, perkenalkan saya Yuni Ibunya Falan, ya sudah silahkan masuk dulu” ucap Yuni.


“Eh gak usah Bu, aku mau langsung pulang saja” ucap Luna.


“Eh kenapa kamu mau langsung pulang Luna?” tanya Yuni.


Lalu Falan berkata kepada Yuni “sebenarnya aku mau nganterin Luna pulang dengan motorku, jadinya kita datang kesini dulu buat ngambil motor”.


“Oh begitu ya, sebaiknya sebelum pulang istirahat dulu di teras rumah, nanti biar Ibu buatin minum” ucap Yuni.


Akhirnya Luna dan Falan menyetujui permintaan Yuni, Luna dan Falan langsung duduk di teras rumah dan Yuni langsung masuk kedalam rumah untuk menyiapkan minuman.


Saat sedang duduk di teras, Falan bertanya kepada Luna “Hey Luna besok mau aku jemput gak?”.


“Eh sebaiknya jangan, soalnya aku takut ditanya macam-macam oleh orang tuaku saat kamu menjemputku” ucap Luna.


“Oh okey deh aku mengerti, berarti aku cuma bisa mengantarmu pulang sekolah saja” ucap Falan.


“Iyah kamu boleh mengantarku pulang kalau tak merepotkanmu, tapi cuma sampai gang rumahku saja ya” ucap Luna.


“Oh okey deh tak masalah, aku malah senang bisa membantumu” ucap Falan.


“Eh kenapa kamu begitu baik padaku? padahal kita kan baru kenal?” tanya Luna.


Mendengar pertanyaan Luna seperti itu, membuat Falan harus memikirkan sebuah alasan yang bisa diterima oleh Luna, karena jika Falan jujur kalau Luna adalah cinta pertamanya, mungkin saja Luna akan terkejut dan menjauhi Falan.


“Sebenarnya alasanku baik kepadamu karena aku ingin mempunyai teman seorang wanita, karena selama ini aku hanya berteman dengan laki-laki saja” ucap Falan.

__ADS_1


“Oh begitu ya, memang terdengar aneh alesanmu itu, tapi aku senang mendengarnya ketika kamu mau menjadikan aku seorang teman” ucap Luna.


Sebenarnya Falan ingin sekali menyatakan cinta kepada Luna saat ini karena Luna adalah cinta pertama Falan di kehidupan sebelumnya, tetapi Falan sadar kalau saat ini bukan waktu yang tepat untuk menyatakan cintanya itu.


Kemudian Yuni datang memberikan dua gelas minuman untuk Falan dan Luna yang sedang duduk di teras, setelah itu Yuni kembali masuk lagi kedalam rumah.


Luna dan Falan langsung meminum minuman yang dibuat oleh Yuni, karena kebetulan juga saat ini mereka sedang merasa haus.


“Eh kita langsung pulang saja yuk takut Ibuku khawatir” ucap Luna.


“Oh okey deh, bentar aku ambil motorku” ucap Falan sambil mengambil motornya.


Sebelum pulang, Luna berpamitan dulu dengan Ibunya Falan yang bernama Yuni, setelah itu Falan langsung mengantar pulang Luna dengan sepeda motornya.


Saat perjalanan pulang, Luna bertanya pada Falan “Eh Falan kenapa kamu mau menjadikan aku seorang teman?”.


“Eh kenapa kamu bertanya seperti itu? apa kamu keberatan berteman denganku?” tanya Falan.


“Aku gak keberatan sama sekali, aku cuma ingin tau saja alasanmu” ucap Luna.


“Aku ingin berteman denganmu karena kamu adalah teman sekelasku, lalu kita juga sudah berkeliling sekolah bersama, jadinya aku ingin berteman denganmu” ucap Falan.


“Oh gitu ya, aku pikir kamu punya alasan yang aneh untuk berteman denganku” ucap Luna.


Sebenarnya alasan Falan ingin berteman dengan Luna yaitu agar hubungan mereka menjadi dekat, karena jika sudah dekat, maka akan memudahkan Falan untuk mendapatkan cinta Luna.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di gang rumah Luna, kemudian Luna langsung turun dari motor Falan dan berkata “Makasih ya Falan udah mau nganterin aku pulang”.


“Oh iya sama-sama, nanti besok aku antar kamu pulang lagi kalau kamu tak keberatan” ucap Falan.


“Oh okey deh Falan, ya sudah aku langsung ke rumah ya, kamu hati-hati di jalan” ucap Luna.


Setelah itu Falan langsung melajukan motornya menuju rumahnya, saat di perjalanan, Falan berkata dalam hati “Semoga saja kedepannya aku bisa semakin dekat dengan Luna, sebaiknya aku jadikan Luna teman belajarku saja agar aku bisa semakin dekat dengannya, baiklah mulai besok aku akan mengajak Luna belajar denganku, aku harap dia mau menerima permintaanku”.


Akhirnya Falan sampai di rumahnya, dan dia langsung masuk ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya di kasur, saat berada di kasur, Falan berguman lagi dalam hati.

__ADS_1


“Apa aku ajak si Jojo juga ya buat belajar bersama dengan aku dan Luna, dia kan anak yang pintar, dan pastinya dia akan berguna juga”.


“Eh tapi tunggu, jika Jojo ikut belajar bersama dengan aku dan Luna, maka kemungkinannya Jojo akan dekat juga dengan Luna, dan hal itu membuatku memiliki saingan untuk mendapatkan cinta Luna karena Jojo juga menyukai Luna”.


“Eh tapi tak masalah, karena Jojo adalah orang yang tak punya pengalaman dengan wanita, pasti dia tak akan bisa mengalahkanku untuk bersaing mendapatkan cinta Luna”.


Setelah berguman seperti itu, Falan memutuskan untuk mengisi waktunya saat ini untuk belajar di kamarnya, karena Falan tak ingin lagi menyia-nyiakan kehidupan SMA nya lagi.


Malam hari telah tiba dan terdengarlah suara panggilan telepon dari HP Falan, saat Falan membuka HP nya, ternyata dia mendapat telepon dari Luna.


“Halo Luna ada apa?” tanya Falan saat mengangkat telepon.


“Maaf aku ganggu kamu malam-malam begini, aku cuma ingin minta tolong sama kamu boleh?” tanya Luna.


“Minta tolong apa Luna?” tanya Falan.


“Besok bisa jemput aku gak? soalnya besok anggota keluargaku sibuk semua jadi tak ada yang bisa mengantarku ke sekolah” ucap Luna.


“Oh begitu ya, okey deh besok aku akan menjemput kamu” ucap Falan dengan senang hati.


“Syukur deh kalau kamu mau, nanti besok langsung datang ke rumahku ya, soalnya Ibuku ingin berkenalan dengamu” ucap Luna.


“Eh serius Ibumu ingin mengenalku?” tanya Falan dengan heran ketika Ibunya Luna ingin mengenalnya.


“Iya soalnya tadi aku cerita kalau aku diantar pulang oleh teman sekelasku, lalu Ibuku ingin tau siapa teman sekelasku itu” ucap Luna.


“Oh begitu ya, okey deh besok aku akan ke rumahmu pagi-pagi sekali” ucap Falan.


“Syukur deh kalau begitu, aku pikir kamu akan keberatan ketika Ibuku ingin mengenalmu” ucap Luna.


Mana mungkin Falan menolak permintaan Luna itu, karena jika Falan sudah mengenal Ibunya Luna, maka hubungan Falan dengan Luna akan semakin dekat dan memudahkan Falan untuk mendapatkan cintanya Luna.


Tetapi pada umumnya laki-laki di usia Falan seperti sekarang ini pasti akan merasa takut untuk berkenalan dengan orang tua dari wanita yang disukainya, tetapi Falan tak ingin menyia-nyiakan hal ini dan akan membuat Ibunya Luna menyukai Falan.


Falan yakin dengan cara ini dia pasti akan segera bisa mendapatkan cintanya Luna, dan Falan juga berjanji ketika sudah dewasa nanti dia akan menjadi orang yang sukses dan akan menikahi Luna.

__ADS_1


__ADS_2