
“Lu ngomong apa sih?” tanya Clara kepada Felix.
“Gue cuma ngomong apa yang gue rasain aja” ucap Felix.
“Udah deh lu jangan gombalin gue Felix” ucap Clara dengan jutek.
“Eh gue gak gombalin lu Clara, gue emang serius ngomong gituh” ucap Felix.
“Udah deh mending lu pulang saja sana, males gue sama cowok yang suka gombal” ucap Clara dengan marah.
“Oh iya maaf Clara, ya sudah gue pulang dulu” ucap Felix.
Akhirnya Felix langsung pulang dari rumah Clara dengan wajah murung, karena Felix mengira kalau omongannya itu telah membuat Clara marah.
Di sisi lain Clara merasa salah tingkah ketika mendengar Felix berbicara kalau Felix selalu ingin berada di dekat Clara, tetapi Clara menutupi rasa malu nya itu dan menyuruh Felix pulang.
Padahal sebenarnya Clara merasa senang mendengar Felix berbicara seperti itu, karena Clara pikir Felix cuma terpaksa melindunginya, tetapi setelah mendengar Felix selalu ingin dekat dengan Clara, membuat Clara menjadi bahagia tak karuan.
Clara langsung berjalan menuju kamarnya sambil senyum-senyum sendiri, karena baru kali ini Felix berbicara seperti itu pada Clara, tetapi Clara merasa bersalah juga ketika malah mengusir Felix dari rumahnya.
Ketika Clara sudah sampai kamarnya, Clara berkata dalam hati “kenapa gue malah ngusir si Felix? harusnya gue seneng ngedenger Felix ngomong gitu, tau ah gue bingung! mudah-mudahan dia gak kecewa pas gue ngusir dia dari rumah gue, mudah-mudahan gue sama Felix bisa dekat lagi kayak dulu”.
Di sisi lain saat Felix sedang mengendarai motor yang melaju ke arah rumahnya, Felix berkata dalam hati “kenapa ya Clara ngusir gue? apa jangan-jangan dia gak suka gue? apa gue salah ngomong ya? apa dia gak suka pas gue bilang pengen selalu berada di dekat dia? pokoknya gue harus tetap berusaha, walau dia gak suka sama gue, gue selalu ingin berada di dekat Clara, apapun bakal gue lakukan demi bisa dekat lagi dengan Clara”.
Akhirnya Felix sampai di rumahnya dan pergi menuju kamarnya, ketika Felix sudah sampai di kamarnya, Felix masih saja merasa bersalah kepada Clara, karena hati Felix merasa tidak tenang, akhirnya Felix memutuskan untuk menelepon Clara.
“Halo Felix ada apa?” tanya Clara saat mengangkat telepon dari Felix.
“Gue cuma mau minta maaf sama lu Clara atas kelakukan gue hari ini” ucap Felix.
“Ngapain lu minta maaf? bukannya lu senang ya bisa jauh dari gue, jadinya lu gak kerepotan lagi” ucap Clara.
__ADS_1
“Gue sama sekali gak ngerasa repot kok, gue senang bisa dekat sama lu, gue senang bisa lindungi lu terus, gue juga senang bisa belajar bareng sama lu” ucap Felix.
“Terus kenapa lu jutekin gue waktu di sekolah? terus kenapa juga lu minta gue ngejauhin lu?” tanya Clara.
“Maaf gue salah ngomong gitu, gue nyesel ngomong kayak gitu, tolong maafin gue ya” ucap Felix.
Mendengar perkataan maaf dari Felix, membuat Clara terdiam sejenak, sepertinya Clara sedang memikirkan sesuatu, dan hal itu membuat Felix semakin merasa khawatir.
“Eh Clara kenapa lu diam ajah? tolong maafin gue ya, gue pengen kita dekat lagi kayak dulu” ucap Felix.
“Ya gue mau maafin lu, tapi ada syaratnya” ucap Clara.
“Lu bener mau maafin gue? makasih ya Clara, memang apa syaratnya? gue pasti akan lakuin semua persyaratan itu” ucap Felix dengan senang.
“Syaratnya lu harus pulang pergi ke sekolah bareng gue tiap hari, terus lu harus selalu mau anter gue kemanapun yang gue mau, terus lu harus tiap hari belajar bareng di rumah gue sehabis pulang sekolah, terus lu selalu ada buat gue setiap gue minta, dan yang terpenting, lu jangan pernah jauhin gue” ucap Clara.
Mendengar perkataan Clara yang seperti itu membuat Felix menjadi senang, karena syarat yang diberikan Clara merupakan keinginan Felix juga.
“Ya sudah nanti malem lu jemput gue ya” ucap Clara.
“Emang malem mau kemana?” tanya Felix.
“Lu gak perlu tau, pokoknya nanti malem jemput gue jam 7” ucap Clara.
Kemudian Clara mematikan teleponnya, Clara sangat senang ketika Felix menerima semua persyaratannya, Clara juga bingung kenapa dia bicara seperti itu pada Felix, kini Clara merasa malu sendiri atas perbuatannya ini yang meminta Felix untuk selalu ada untuknya.
Di sisi lain Felix juga merasa senang mendengar persyaratan Clara yang seperti itu, kini Felix merasa bahagia lagi karena Clara mau memaafkan kesalahannya, dan Felix juga berjanji akan selalu mengikuti keinginan Clara apapun permintaannya, karena Felix merasa bahagia bisa selalu berada didekatnya.
Malam hari telah tiba dan Felix bersiap-siap untuk menjemput Clara, Felix mengendarai motornya menuju rumah Clara dengan rasa bahagia, Felix sebenarnya tak tau tujuan Clara yang meminta menjemputnya, walaupun begitu tak masalah bagi Felix, selama itu dengan Clara, dia tak masalah mau pergi kemanapun.
Akhirnya Felix sampai di rumah Clara, dan Felix melihat Clara sedang menunggu di depan rumahnya, kemudian Clara menghampiri Felix dan langsung menaiki motor Felix.
__ADS_1
“Maaf nunggu lama ya Clara” ucap Felix saat Clara menaiki motor.
“Gak lama kok, lu tepat waktu” ucap Clara.
“Syukur deh, terus kita mau kemana?” tanya Felix.
“Pokoknya jalan dulu ajah, gak usah banyak tanya” ucap Clara dengan sebal.
Kemudian Felix melajukan motornya tanpa tujuan yang di belakangnya ada Clara yang sedang di bonceng, saat perjalanan di motor, Clara berkata kepada Felix.
“Felix maafin gue ya, gue udah nampar lu waktu sore” ucap Clara.
“Iyah gak masalah Clara, yang penting lu sekarang udah mau deket lagi sama gue” ucap Felix.
“Syukur deh kalau gitu, gue seneng dengarnya, eh tapi lu serius mau ngikutin semua syarat gue?” tanya Clara.
“Ya Clara gue janji, karena semua syarat yang lu berikan, itu juga merupakan keinginan gue” ucap Felix.
Saat Clara mendengar hal itu, Clara langsung terdiam dan sepertinya merasa tersipu malu.
“Eh Clara kita mau kemana?” tanya Felix.
“Lu kan cowok Felix, harusnya lu yang berfikir tujuan kita mau kemana” ucap Clara dengan sebal.
“Eh gituh ya? okey biar gue pikirin dulu” ucap Felix.
Kemudian Felix merasa bingung harus pergi kemana, karena Felix tidak tau tempat kesukaan Clara dan takut membuatnya kecewa dengan keputusan Felix, karena saking bingungnya memikirkan tempat tujuan, akhirnya Felix berkata kepada Clara.
“Hey Clara kita keliling kota saja ya, soalnya gue bingung harus kemana” ucap Felix.
“Iyah terserah lu Felix, yang penting jangan sampai nyasar” ucap Clara.
__ADS_1
“Tenang saja gue sudah apal seluk beluk kota ini, jadi gue gak mungkin nyasar” ucap Felix.