
“Eh udah sore nih, aku mau pulang ya” ucapku pada Eli.
“Okey deh, aku juga mau pulang” ucap Eli.
“Eh Eli, tapi ingat ya permintaanku, kamu harus bisa membuat si Lisa menjauhiku” ucapku.
“Okey deh Devan, aku akan berusaha sebisaku” ucap Eli.
Kemudian aku dan Eli berjalan keluar ruangan bersama, saat sedang berjalan, Eli berkata.
“Eh aku mau ke ruanga OSIS ya mau mencari Lisa, soalnya aku mau pulang bareng sama dia” ucap Eli.
“Okey deh, ya sudah aku mau langsung pulang saja ya” ucapku sambil berjalan pulang.
Esok hari telah tiba, dan kini aku sudah sampai gerbang sekolah, saat aku sedang berjalan, tiba-tiba dari belakang ada Eli yang memanggilku.
“Hey Devan” teriak Eli kepadaku sambil berlari ke arahku.
“Oh iya ada apa Eli?” tanyaku pada Eli ketika Eli sudah berada didekatku.
“Kemarin aku udah berbicara yang jelek-jelek tentang kamu pada Lisa saat pulang bareng, tapi Lisa malah semakin penasaran sama kamu Devan” ucap Eli.
“Kok bisa gitu? memang kamu bicara apa kepada Lisa?” tanyaku dengan heran.
“Aku bilang kalau kamu itu anak aneh, otak mesum dan suka baca majalah dewasa saat di ruang eskul Konsultan, tetapi dia malah tertawa dan malah semakin penasaran sama kamu” ucap Eli.
“Wah kamu terdengar jahat juga ya Eli memfitnah aku seperti itu, tetapi seharusnya Lisa jijik padaku setelah mendengar itu darimu, bukannya malah semakin penasaran denganku” ucapku.
__ADS_1
“Ya benar, seharusnya Lisa jijik padamu, tapi memang Lisa aneh sih orangnya, ya sudah aku tidak bisa membantu kamu lebih banyak lagi, maafkan aku ya Devan” ucap Eli.
“Baiklah tak masalah Eli, untuk kedepannya biar aku yang tangani sendiri” ucap Devan.
Setelah itu aku berpisah dengan Eli karena memang aku dan Eli beda kelas, saat perjalanan menuju kelas, aku berfikir sejenak tentang Lisa.
Apa aku jadikan si Lisa pacarku saja ya? kan lumayan dia itu cantik dan manis, lagian juga aku belum pernah pacaran sama cewek, eh tapi jika aku pacaran sama Lisa, mungkin aku langsung dicampakkan sama dia. karena memang dia hanya penasaran saja denganku.
Pilihan terbaik memang aku harus segera membuat Lisa menjauh dariku, karena aku tak ingin orang yang jadi pacar pertamaku adalah cewek yang hanya mempermainkanku, aku harus segera membuat Lisa membenciku.
Kemudian aku berjalan menuju kelasku dan masuk ke kelasku, saat didepan pintu kelas, ada Lisa yang menghampiriku.
“Eh Devan sini serahkan tas mu, aku mau meriksa tas mu” ucap Lisa.
“Eh apa-apaan sih kamu Lisa? ngapain kamu meriksa tas ku?” tanyaku pada Lisa.
“Sudah pokoknya nurut saja, aku soalnya penasaran sama majalah dewasa yang selalu kamu bawa, soalnya kata Eli kamu selalu membaca majalah dewasa saat di ruang eskul Konsultan” ucap Lisa.
“Maaf aku tidak akan mengizinkanmu untuk memeriksa tas ku, karena aku takut kamu melaporkanku pada guru kalau aku membawa majalah dewasa ke sekolah” ucapku.
“Wah ternyata memang benar ya perkataan Eli, aku pikir dia berbohong yang berkata kamu suka baca majalah dewasa” ucap Lisa.
“Ya memang kenapa? masalah buat kamu Lisa? tolong jangan ikut campur sama hobiku ini ya” ucapku.
“Haha tenang saja Devan, aku akan merahasiakan tentang ini, tapi ada syaratnya” ucap Lisa.
“Emang apa syaratnya?” tanyaku.
__ADS_1
“Syaratnya kamu harus selalu membantu pekerjaanku yang menjadi Ketua OSIS ini” ucap Lisa.
“Hey jika kamu selalu dekat denganku, apa kamu tidak takut? kan aku itu cowok mesum” ucapku.
“Aku gak takut sama kamu Devan, soalnya saat kita berduaan waktu di ruang eskul Konsultan, kamu tidak melakukan hal mesum padaku, jadinya aku tak perlu takut padamu” ucap Lisa.
“Aku tak melakukan itu karena aku takut tiba-tiba ada orang yang datang ke ruangan itu, dan aku juga tau kalau kamu hanya menggodaku saja, dan jika aku berbuat mesum padamu, pasti kamu langsung marah dan melaporkan pada pihak sekolah tentang perbuatan mesumku itu” ucapku.
“Wah ternyata pemikiran kamu hebat sekali ya Devan, aku salut padamu, aku jadi semakin tertarik padamu Devan” ucap Lisa.
“Tolong jangan tertarik padaku Lisa, kamu pasti malu punya pacar seperti aku, dan teman-temanmu pasti akan menertawakanmu” ucapku sambil bergegas berjalan menuju kursiku dan meninggalkan Lisa.
Aku sangat kesal kepada Lisa yang selalu mendekatiku, laki-laki lain pasti menyukai hal ini jika didekati oleh Lisa, tetapi aku itu orang yang berbeda, karena aku tak ingin mudah terjebak oleh rayuan seorang wanita, dan aku juga tak ingin hal memalukan saat SMP terulang kembali.
Aku langsung duduk di tempat dudukku, dan dari jauh terlihat Lisa yang selalu memperhatikanku dari tempat duduknya, pasti dia sengaja melakukan hal itu karena ingin cari perhatian.
Aku harus memikirkan cara lain lagi agar Lisa mau menjauhiku, mungkin cara satu-satunya agar Lisa menjauhiku yaitu aku harus punya pacar dulu, ya kalau aku sudah punya pacar, pasti Lisa tak akan mau menggodaku lagi.
Tapi siapa cewek yang mau jadi pacarku? pasti sulit untuk mencari pacar dengan kondisiku saat ini, karena aku sama sekali tidak mempunyai teman dekat cewek yang bisa kujadikan pacar, hanya ada 2 cewek saja di sekolah ini yang dekat denganku, yaitu Eli dan Lisa.
Eli tak mungkin mau menjadi pacarku, karena dia itu gadis paling sempurna di sekolah ini, dan dia pasti menginginkan cowok yang sempurna juga untuk jadi pacarnya, sudahlah, tak ada harapan bagiku.
Tapi mungkin saja Eli mau menjadi pacar pura-puraku agar Lisa menjauhiku, ya mungkin Eli mau membantuku seperti itu, baiklah aku akan membicarakan pada Eli saat jam istirahat.
Jam pelajarantelah di mulai dan kini kelasku sudah memulai jam pelajaran, semua murid di kelasku sudah duduk di kursinya masing-masing.
Belajar adalah satu-satu nya hal yang normal yang bisa kulihat di kehidupan SMA ini, karena biasanya anak-anak SMA suka melakukan hal-hal yang tidak normal untuk mencari jati dirinya.
__ADS_1
Mereka selalu melakukan perbuatan bodoh untuk mencari jati diri dengan melakukan hal-hal yang tidak normal, karena hal-hal yang tidak normal yang mereka lakukan bisa saja berdampak buru bagi lingkungan sekitarnya, seperti membolos dan tauran, mereka berkata kalau melakukan hal itu adalah untuk mencari jati diri.
Sungguh aneh memang kelakuan anak remaja sekarang ini yang bangga dengan hal-hal yang seperti itu, aku lebih baik tidak ikut bergabung pada perkumpulan remaja yang aneh, dan lebih baik aku menjadi penyendiri agar aku bisa menjadi orang yang paling normal di kehidupan SMA dalam versiku ini.