
Saat aku sedang membaca novel sendirian di ruangan ini, tiba-tiba Eli dan Lisa datang ke ruangan ini dan mereka berdua langsung kaget ketika melihat aku yang masih berada disini.
“Eh ngapain kamu disini?” tanya Lisa kepadaku dengan kesal.
Sepertinya Lisa masih marah kepadaku, sehingga saat dia melihatku disini, dia langsung memasang wajah yang kesal kepadaku.
“Aku sedang membaca novel di ruangan ini, emang tidak boleh?” tanyaku dengan heran.
“Tolong cari tempat yang lain ajah untuk membaca novel, karena ruangan ini akan di gunakan untuk ruangan penyimpanan peralatan OSIS dan peralatan eskul yang lainnya” ucap Lisa.
“Oh begituh, okeh deh kalau begituh aku akan pergi dari ruangan ini” ucapku.
Lalu aku memutuskan untuk langsung pergi dari ruangan ini karena aku tak ingin berdebat dengan Lisa, dan aku juga memutuskan untuk membaca novel di kamarku saja karena ruangan ini akan di pakai untuk keperluan OSIS.
Besok hari telah tiba, dan kini aku sedang berjalan ke arah sekolahku, yaitu SMA 5.
Di pagi ini aku sedikit terlambat untuk berangkat sekolah karena semalaman aku bergadang membaca novel dan bermain game, tetapi untunglah aku masih belum terlambat, dan mungkin saja jika aku terlambat satu menit saja, pasti gerbang sekolah ini akan segera di tutup.
Aku memutuskan untuk berjalan cepat menuju kelasku, karena sebentar lagi pasti ada guru yang akan segera mengajar di kelasku.
Kebetulan sekali saat ini yang akan mengajar di kelasku adalah Bu Yuni si guru muda dan cantik yang jadi idola semua murid di sekolah ini termasuk aku, dan aku tak ingin terlambat sedikitpun di ajar olehnya karena saat aku melihat Bu Yuni sedang mengajar di kelasku, hal itu membuat suasana di kelasku menjadi sejuk karena kecantikan Bu Yuni.
Andai saja aku sudah dewasa, pasti aku akan segera menikahi Bu Yuni, karena Bu Yuni adalah perempuan yang menjadi kriteriaku untuk ku jadikan sebagai seorang istri.
__ADS_1
Memang aneh cara berpikirku ini yang mengharapkan Bu Yuni untuk ku jadikan sebagai istriku, padahal Bu Yuni juga pasti belum tentu mau menerimaku jadi suaminya walaupun saat ini aku telah dewasa.
Aku memutuskan untuk menghentikan imajinasiku ini yang aneh, dan aku memutuskan untuk melanjutkan langkah kakiku menuju kelasku.
Beberapa saat kemudian akhirnya aku berhasil sampai di kelas 1F ini yang menjadi kelasku ini, dan aku langsung duduk di kursiku yang letaknya paling belakang dan paling pojok.
Seperti biasa aku selalu duduk sendirian di kelas ini, dan hal itu adalah sudah menjadi hal yang biasa dalam hidupku yang selalu duduk sendirian, mungkin jika orang lain yang mengalami kejadian sepertiku ini, pasti orang itu tidak akan kuat mental dan lebih memilih pindah ke sekolah lain karena tidak memiliki teman sebangku.
Aku merasa memiliki mental yang kuat karena sudah terbiasa sendiri, sehingga mungkin aku saat sudah dewasa nanti bisa bertahan hidup dengan baik karena mentalku yang kuat ini.
Beberapa saat kemudian akhirnya Bu Yuni si guru cantik yang menjadi primadona para murid di sekolah ini akhirnya datang ke kelas ini untuk mengajar, dan semua murid di kelas ini langsung merasa senang ketika Bu Yuni datang dan mengajar di kelas ini.
Pemandangan ini sudah biasa terjadi di kelasku saat Bu Yuni mengajar di kelasku ini, semua murid cowok banyak yang fokus melihat Bu Yuni dan bukan fokus untuk memperhatikan pelajaran yang sedang di ajarkan oleh Bu Yuni.
Bu Yuni juga sudah tau dengan banyaknya murid cowok di kelasku ini yang selalu memperhatikannya, tetapi Bu Yuni mengabaikan mereka dan tetap fokus mengajar.
Beberapa saat kemudian jam istirhatat telah tiba dan Bu Yuni juga langsung keluar dari kelas ini, hal itu membuat diriku menjadi sedikit kecewa karena sudah tidak bisa melihat kecantikan Bu Yuni lagi di kelas ini.
Aku memutuskan untuk tiduran saja di kelas ini karena itu sudah menjadi kebiasaanku, saat aku sedang mencoba untuk tidur, tiba-tiba Eli datang ke kelas ini dan dia langsung mengobrol dengan Lisa.
Aku langsung tau alasan Eli datang ke kelas ini yaitu untuk membahas tentang OSIS dengan Lisa, dan aku memutuskan untuk mengabaikan mereka dan melanjutkan untuk tidur saja.
Saat aku sedang mencoba untuk tiduran, tiba-tiba Eli si murid populer dari kelas 1A itu menghampiriku.
__ADS_1
“Eh Devan kamu saat ini udah masuk eskul lain belum?” tanya Eli.
“Eh belum sih, emang ada apa?” tanyaku dengan heran.
“Ya udah kamu gabung ke OSIS juga, karena saat ini kebetulan OSIS sedang kekurangan anggota” ucap Eli.
“Eh maaf sepertinya aku tidak cocok untuk menjadi OSIS, dan lagian juga pasti kehadiranku di OSIS tidak akan di setujui oleh Lisa’ ucapku.
“Eh kenapa kamu berbicara seperti itu Devan?” tanya Eli dengan heran.
“Karena saat ini Lisa marah kepadaku karena aku menyuruhnya untuk menjauhiku, dan jika aku bergabug dengan OSIS, pastinya Lisa akan langsung menolakku” ucapku.
“Oh begituh ya, tapi sebenarnya aku di suruh mengajak kamu menjadi OSIS karena permintaan Lisa” ucap Eli.
“Eh serius Lisa memintaku menjadi OSIS? tapi kenapa dia bilang gituh?” tanyaku dengan heran.
“Aku juga kurang tau pasti, tapi sepertinya Lisa menginginkan kamu menjadi anggota OSIS karena kamu itu memiliki kemampuan yang bisa di gunakan untuk OSIS” ucap Eli.
“Kemampuan apa? yang ada aku malah akan menjadi pengacau di OSIS karena aku selalu berkata buruk” ucapku.
“Ya udah kalau kamu berubaha pikiran kabari ajah, dan aku harap kamu mau gabung menjadi anggota OSIS” ucap Eli.
Setelah Eli berbicara seperti itu kepadaku, dia langsung pergi meninggalkan dan langsung berjalan ke arah Lisa yang sedang duduk di kursinya, kemudian Lisa dan Eli langsung mengobrol dan sepertinya mereka sedang mengobrol serius, dan obrolan mereka pasti berhubuingan dengan kegiatan OSIS.
__ADS_1
Aku memutuskan untuk mengabaikan mereka dan melanjutkan untuk tidur saja di kursiku, dan aku juga sebenarnya ingin membaca novel, tetapi membaca novel di ruang kelasku ini bukanlah tempat yang cocok, karena untuk membaca novel di perlukan tempat yang hening dan menenangkan sehingga bisa fokus dan nyaman dalam membaca novel tersebut.
Aku terpaksa harus tiduran saja di kelasku ini untuk menghabiskan waktu jam istirahatku, dan Eli sesekali memperhatikanku yang sedang tiduran di kelas ini, sepertinya Eli baru tau kebiasaanku ini yang suka tiduran di kelas saat jam istirahat.