Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Kekasihku Seorang Model Bab 4


__ADS_3

Setelah aku mendengar curhatan Fina, tiba-tiba seorang pelayan datang menghampiri kami sambil membawa makanan yang telah kami pesan sebelumnya.


Pelayan itu menaruh semua makanan di meja dan dia langsung pergi meninggalkan kami, setelah itu aku dan Fina mulai bersiap memakan makanan ini.


Ketika kami sedang makan, Fina berkata kepadaku.


“Eh Falan sekarang kamu punya cewek berapa?”


“Eh kok nanya nya gituh sih Fina? Memang aku terlihat seperti playboy ya?”


“Hehe sejujurnya tak ada tampang playboy sama sekali dari dirimu Falan, dan untuk mempertahankan satu orang wanita sajah aku masih ragu padamu Falan hehe”


“Hehe jadi kamu berfikir seperti itu ya kepadaku, ya memang benar sih aku tak sanggup mempertahankan satu wanita, sebelum bekerja, aku diputuskan oleh pacarku karena dia lebih memilih lelaki yang sudah bekerja, dan setelah aku bekerja, aku diputuskan oleh pacarku juga karena aku dianggap tidak memiliki waktu untuknya”


“Oh begituh ya, sungguh malang sekali ya nasibmu Falan, terus kalau sekarang kamu memiliki seorang pacar apa tidak?”


“Sejujurnya aku tidak berfikir untuk mempunyai pacar dulu, karena aku ingin memperbaiki hidupku dulu karena aku habis dikeluarkan dari pekerjaanku sebelumnya, dan aku juga tidak yakin apakah ada seorang wanita yang mau menjadi pacar aku apa tidak dengan kondisiku yang seperti ini yang hanya berpropesi sebagai penjual online sajah”


“Hey kenapa kamu berfikiran seperti itu Falan? Sejujurnya wanita itu tidak memperdulikan apapun propesi pasangannya, wanita itu hanya memerlukan seoang laki-laki yang baik, bertanggung jawab dan bisa membuat dirinya nyaman bila selalu didekatnya”


“Eh memang ada wanita yang seperti itu? Bukannya wanita pada umumnya menyukai laki-laki yang propesinya hebat seperti dokter, polisi, aktor atau lainnya, dan jika dibandingkan dengan propesiku saat ini, mungkin tidak ada satupun wanita yang menginginkan aku menjadi pasangannya”


“Eh kamu bicara apa sih Falan? Kan tadi aku sudah bilang kalau wanita itu cuma butuh laki-laki yang baik dan bertanggung jawab, mau apapun propesinya itu tak masalah, sudah ah aku males berdebat sama kamu!”


Kemudian Fina marah kepadaku dengan pembicaraan ini, karena dia tidak setuju dengan perkataanku yang berkata bahwa tidak ada wanita menginginkan seorang laki-laki yang berpropesi sepertiku ini.


Fina langsung melanjutkan makannya sambil memancarkan wajah cemberutnya kepadaku karena marah dengan pernyataanku tadi, aku menjadi tidak enak kepada Fina dan aku langsung berkata kepadanya.


“Ya sudah maafin aku ya Fina sudah buat kamu marah”


“Udah ah jangan berisik! Abisin tuh makanannya! Jangan ngomong mulu!”


“Eh iyah okey Fina”


Fina langsung marah kepadaku ketika aku mencoba minta maaf, lalu aku juga langsung melanjutkan makanku sambil melihat wajah cemberutnya Fina dan itu membuatku jadi semakin tidak enak kepadanya.

__ADS_1


Kami makan sambil tidak berbicara sedikitpun layaknya seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar, ya aku sadar sih kalau ini semua salahku juga yang terlalu merendahkan diriku sendiri sehingga membuat Fina menjadi marah kepadaku.


Setelah beberapa menit akhirnya kami semua berhasil menghabiskan makanan ini, lalu setelah itu Fina langsung pergi ke kasir untuk membayar semua makanan yang telah dipesan ini.


Setelah membayar kemudian Fina langsung keluar dari rumah makan ini tanpa berbicara kepadaku, lalu aku menjadi panik dan langsung menysul Fina yang sepertinya masih marah kepadaku.


Aku menyusul Fina yang sudah duluan pergi keluar dari rumah makan ini, setelah aku susul Fina, aku langsung berkata kepadanya.


“Hey Fina kamu masih marah ya?”


“Pikir ajah sendiri! Menurutmu aku lagi marah apa engga?”


“Iyah iyah maafin aku ya atas perkataanku tadi, ya aku ngaku aku salah karena telah merendahkan propesiku sendiri”


“Bagus deh kalau kamu sadar”


“Iyah maafin aku, ya sudah yuk pulang”


Kemudian aku dan Fina langsung pergi dari rumah makan ini dengan sepeda motorku, tetapi Fina masih sajah memasang wajah cemberutnya ketika sedang dibonceng olehku.


Aku memikirkan segala cara untuk membuat Fina tak marah lagi kepadaku, kemudian aku berkata kepada Fina.


“Hey Fina”


“Apa!”


Dia menjawab perkataanku dengan sangat jutek layaknya seorang cewek yang sedang marah pada cowoknya, kemudian aku berkata lagi padanya.


“Makasih ya”


“Makasih buat apa?”


“Makasih udah jadi penyelamat hidupku”


“Eh penyelamat hidupmu? Maksudnya gimana sih Falan? Aku benar-benar gak ngerti?”

__ADS_1


“Ya sejak kamu membeli nasi gorengku, aku jadi bisa melanjutkan hidupku, dan kalau aku tidak bertemu denganmu, mungkin aku bingung harus mencari uang dengan cara apa lagi”


“Oh soal itu, ya aku beli nasi goreng kamu soalnya memang aku sedang lapar, dan ternyata nasi goreng buatanmu itu enak, jadi intinya itu adalah usaha kamu sendiri Falan”


“Ya tetap sajah aku bersyukur bisa kenal sama kamu Fina, dan makasih juga tadi sudah marah kepadaku karena aku terlalu merendahkan propesiku, aku jadi tersadar dengan perkataanmu itu”


“Iyah sama-sama, intinya kamu jangan terlalu merendahkan propesimu ya, aku paling gak suka dengan perkataanmu yang tadi”


“Iyah makasih ya Fina sudah mengingatkan aku, ternyata selain cantik, kamu bijak juga ya orangnya, aku juga bingung kenapa cowok kamu yang kemarin malah nyia-nyiain cewek seperti kamu”


“Emang aku seperti apa di matamu Falan?”


“Pasti banyak yang berkata kalau kamu itu cewek yang sangat cantik, tetapi menurutku yang paling menonjol dari dirimu itu adalah kedewasaan kamu dan kebaikan kamu”


“Eh emang aku begitu baiknya ya di mata kamu?”


“Ya kamu adalah cewek paling berharga dalam hidupku”


“Eh cewek berharga? Maksudnya gimana sih?”


“Gimana ya ngejelasinnya? Aku juga bingung sebenarnya hehe”


“Yeh ada-ada sajah kamu Falan, malah ngelantur ngomongnya”


“Jadi intinya gini, kamu adalah orang yang pertama kali memesan dan memuji nasi goreng buatanku, makannya kamu sangat berharga dalam hidupku Fina”


“Haha kamu lebay banget Falan, masa hal kecil kaya gituh juga dibesar-besarkan, ya kalau aku berhasil nyelamatin nyawa kamu dari kematian, baru bisa dibilang aku adalah orang yang berharga dalam hidupmu”


“Hey dengar ya Fina, walau hal yang kamu lakukan itu hal yang kecil, tapi hal kecil itulah yang membuatku bangkit dari keterpurukan, intinya aku akan selalu mengingat hal kecil yang telah kamu lakukan yang membuatku bisa bangkit lagi seperti sekarang”


“Iyah iyah aku paham maksudmu Falan, ya sudah maafin aku ya Falan tadi udah marah-marah ke kamu”


“Iyah gak apa-apa Fina, suatu saat pasti aku akan membalas semua kebaikan kamu kepadaku Fina”


“Hehe iya iya aku tungguin kok sampai kapanpun”

__ADS_1


__ADS_2