Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Kekasihku Seorang Model Bab 5


__ADS_3

Aku bersyukur sekali Fina sudah tidak marah lagi kepadaku, dan beberapa menit kemudian akhirnya aku sampai didepan lobby apartemen yang menjadi tempat tinggal Fina.


Fina langsung turun dari motorku dan langsung berkata kepadaku.


“Makasih ya Falan sudah nganterin aku”


“Iyah sama-sama Fina”


“Eh besok jangan lupa ya 20 porsi nasi goreng pesenan aku”


“Oh okey deh Fina, nanti besok siang aku langsung anterin pesenan kamu kesini”


“Okey deh sip, eh Falan sebelumnya aku boleh minta tolong?”


“Minta tolong apa Fina?”


“Sekalian anterin aku ke tempat kerja mau gak Falan besok siang?”


“Oh gituh iyah boleh banget Fina”


“Oh syukur deh, nanti itung ajah sama biaya ongkosnya jadi berapa”


“Eh gak usah dibayar Fina kalau masalah ongkosnya, kamu sudah pesan 20 porsi goreng juga udah lebih dari cukup kok”


“Eh beneran gak apa-apa?”


“Iyah gak apa-apa, itung-itung itu bonus dari aku karena kamu sudah mesan 20 porsi goreng”


“Oh begituh, ya sudah aku masuk dulu ya, nanti besok siang aku tunggu di lobby”


“Okey deh Fina”


Kemudian Fina langsung masuk kedalam apartemennya dan aku juga langsung pulang menuju kontrakanku, entah kenapa aku merasakan kebahagiaan yang begitu luar biasa ketika mengingat hal-hal apa sajah yang telah aku lakukan bersama Fina waktu tadi.


Meskipun cuma sebentar, entah kenapa aku merasakan kalau momen itu adalah momen berharga dalam hidupku dan sejujurnya aku ingin mengulangi momen seperti itu lagi bersama Fina dengan waktu yang lebih lama lagi.


Akhirnya aku sampai dikontrakanku dan langsung memasukan motor dan belanjaanku kedalam kontrakanku, setelah itu HP ku berbunyi yang menandakan ada pesan masuk, setelah aku cek HP ku, ternyata Fina yang mengirim pesan kepadaku.


“Hey Falan kamu sudah sampai”


“Iyah aku baru ajah sampai, emang kenapa Fina?”


“Gak apa-apa sih cuma nanya sajah hehe, ya sudah aku tidur dulu ya, besok siang jangan lupa jemput aku dan bawa 20 porsi nasi goreng pesenan aku”


“Okey siap Fina, ya sudah selamat tidur ya, makasih juga buat hari ini”

__ADS_1


“Iyah sama-sama Falan”


Setelah aku dan Fina selesai berbicara lewat pesan di HP, aku langsung mandi karena badanku sudah keringatan dan juga agar nantinya bisa tidur nyenyak.


Setelah mandi, aku langsung bersiap-siap untuk tidur, tapi saat aku akan mencoba untuk tidur, masih selalu terbayang-terbayang wajah Fina di benakku, dan hal itu membuatku manjadi sulit untuk tidur.


Kemudian aku memutuskan untuk minum dan mencuci muka lagi agar pikiran aku mulai tenang, dan setelah itu aku mencoba untuk tidur lagi.


Tetap sajah masih terbayang-terbayang wajah Fina di pikiranku, dan aku juga menjadi sulit untuk tidur lagi.


Wajar sajah sih aku selalu terbayang-terbayang wajah Fina, karena baru pertama kali juga aku jalan dengan seorang gadis yang sangat cantik seperti Fina dalam hidupku.


Lalu tiba-tiba teleponku berbunyi, dan ternyata itu telepon dari Fina yang mencoba untuk menghubungiku, dan aku langsung mengangkat telepon dari Fina.


“Halo Fina”


“Eh halo Falan, aku kira kamu udah tidur”


“Oh aku belum tidur sih, emang kenapa Fina?”


“Gak apa-apa sih, aku cuma sulit untuk tidur sajah makannya aku telepon kamu”


“Oh begituh, sama aku juga sulit tidur, mungkin karena kebanyakan makan sih tadi hehe”


“Hehe iyah bisa jadi, eh tapi aku ganggu gak kalau aku telepon kamu malam-malam begini?”


“Hehe syukurlah, biasanya kamu ngapain kalau susah tidur?”


“Kalau aku sih paling baca buku atau maen game kalau susah tidur, kalau kamu sih gimana Fina?”


“Kalau aku sih biasanya suka menelepon pacar aku sampai larut malam, berhubung karena aku jomblo, jadinya aku telepon kamu hehe”


“Hehe gituh ya, jadi bisa dibilang aku ini pelampiasan kamu ya haha”


“Eh pelampiasan? Berarti aku udah ngelakuin hal yang jahat ke kamu ya?”


“Hehe engga kok aku cuma bercanda, malah aku senang tiba-tiba kamu menelepon aku malam-malam begini”


“Eh jadi kamu senang ya ditelepon sama aku? Aku kira kamu bakal marah Falan”


“Aku gak mungkin bisa marah sama kamu Fina, karena aku gak ingin kehilangan pelanggan berhargaku”


“Eh jadi kamu nganggap aku cuma sekedar pelanggan kamu sajah ya? Jahat kamu Falan!”


“Eh maaf maaf aku salah ngomong lagi ya Fina?”

__ADS_1


“Ya jelas marah lah! Masa aku cuma dianggap jadi pelanggan kamu sajah? Ya dianggap apa kek! Yang lebih bagusan lagi napa!”


“Eh iya iya, ya sudah kamu mau dianggap apa sama aku?”


“Ya pikir sajah sendiri! Pokoknya aku gak mau dianggap cuma jadi pelanggan kamu ajah!”


“Ya sudah kalau aku nganggap kamu teman boleh?”


“Hah teman? Aku sama kamu kan baru kenal waktu pagii! Enak ajah pengen jadi teman aku!”


“Terus kalau gak mau dianggap teman, maunya dianggap apa lagi? Dianggap musuh mau?”


“Hah musuh? Kamu beneran mau jadi musuh aku?”


“Ya engga lah, kamu terlalu berharga buat jadi musuh aku, oh iya gini sajah, aku akan nganggap kamu orang yang sangat berharga dalam hidupku”


“Eh gak jelas banget! Emang aku ituh sebuah barang dagangan yang bisa kamu kasih harga seenak kamu!”


“Eh gak gituh juga Fina, gimana ya ngejelasinnya?”


“Pantesan kamu dulu-dulu selalu ditinggal oleh pacarmu, masa jawab pertanyaanku kaya gini sajah kebingungan”


“Iyah iyah maaf, ya sudah kalau kamu gak mau dianggap jadi pelanggan, teman dan musuhku, mungkin jawaban yang tepat yaitu kamu adalah segalanya untukku”


“Segalanya untukmu? Emang aku itu doraemon yang bisa ngasih kamu segalanya dengan kantong ajaibnya?”


“Ya memang itu adalah kenyataanya, kamu adalah segalanya untukku, karena kamu itu bisa jadi temanku, musuhku, kakaku, adikku, keluargaku, saudaraku bahkan bisa seperti ibuku”


“Kayaknya masih ada yang kurang deh”


“Memang apa yang kurang?”


“Coba pikir sajah sendiri! Udah ah aku mau tidur dulu! Males aku ngobrol sama kamu! Bikin sebel mulu!”


Lalu tiba-tiba Fina mematikan teleponnya, dan aku bingung kepada Fina yang tiba-tiba marah kepadaku.


Sebenarnya dia itu ingin dianggap apa sih?


Apa mungkin dia ingin dianggap sesuatu yang lebih berharga lagi?


Apa mungkin dia ingin dianggap sebagai kekasihku?


Ah mana mungkin dia mau dianggap jadi kekasihku, soalnya aku dan dia juga baru kenal waktu pagi tadi, masa aku harus langsung menganggap dia sebagai seorang kekasih?


Ya sejujurnya sih saat pertama kali melihat Fina aku langsung jatuh cinta kepadanya, apa aku harus berkata jujur seperti itu ya?

__ADS_1


Baiklah mungkin besok hari aku menemukan jawaban yang tepat, sebaiknya sekarang aku harus segera cepat tidur karena waktu sudah menunjukan jam 11 malem.


Karena sering bersama, akhirnya aku dan Fina berpacaran dan memulai membuka rumah makan nasi goreng.


__ADS_2