Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Cara Pandang Yang Salah Bab 18


__ADS_3

“Baguslah jika ketua eskul mau berubah jadi tidak kasar lagi, dan mungkin sekarang kita perlu mencari ide untuk membangkitkan dunia basket di sekolah ini” ucapku.


“Lalu apa kamu punya ide Devan?” tanya Lisa.


“Ya mungkin kita harus mengadakan turnamen basket antar kelas saja di sekolah ini, dan mungkin dengan cara itu pasti banyak yang tertarik untuk bergabung ke eskul ke basket” ucapku.


Lalu Anton di ketua basket berkata “sebenarnya saya sudah mencoba ide itu, tetapi saya rasa untuk melakukan turnamen itu sangat sulit karena harus banyak yang di persiapkan” ucap Anton.


Kemudian Lisa berkata “tenang saja kalau soal itu pasti kita akan membantu eskul basket untuk menjalankan turnamen tersebut” ucap Lisa.


“Ya OSIS pasti akan membantu mensukseskan turnamen itu” ucap Eli.


Lalu aku berkata “menurutku OSIS tak perlu campur dalam turnamen tersebut, dan kita serahkan saja semua tugas turnamen tersebut kepada semua anggota eskul basket saja”.


“Eh kenapa kamu berkata OSIS tak perlu ikut campur?” tanya Lisa kepadaku.


“Karena OSIS pasti tidak akan mengerti tentang turnamen basket, dan jika OSIS ikut campur malah akan timbul masalah baru karena timbulnya banyak pendapat dalam menjalankan turnamen, biarkan saja semua anggota eskul basket yang melaksakan itu, dan OSIS tugasnya hanya sebagai pengawas acara saja” ucapku.


Lalu Anton berkata “ya benar sekali perkataanmu Devan, biarkan saja kami yang menjalankan turnamen itu, dan kami dari eskul basket mungkin hanya meminta bantuan kepada OSIS untuk membantu membuatkan proposal dan membantu membicarakan soal itu kepada pihak sekolah agar acara turnamen ini bisa segera di setujui oleh pihak sekolah” ucap Anton.


Kemudian Lisa berkata “baiklah kalau begituh OSIS akan membantu Kak Anton untuk membuatkan proposal, dan sekarang mari kita diskusikan tentang acara turnamen basket itu harus bagaimana” ucap Lisa.


Lalu mereka bertiga akhirnya mendiskusikan tentang turnamen basket antar kelas itu, dan aku disini tugasnya hanya sebagai pendengar saja, dan mereka bertiga tampaknya sudah mulai bisa melakukan diskusi itu dengan lancar tanpa butuh bantuanku lagi.

__ADS_1


Aku disini bertugas untuk memberikan usul saja, dan kelanjutan diskusinya mungkin aku sudah tidak di butuhkan lagi, karena aku merasa kalau aku ikut campur lagi ke dalam diskusi, pasti aku akan menghambat rencara turnamen basket tersebut.


Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk menjalankan turname tersebut saat hari sabtu, yaitu saat hari libur sekolah, dan hari sabtu itu yaitu sekitar tiga hari.


Aku langsung ragu selama tiga hari itu eskul basket bisa menjalankan turnamennya dengan lancar, dan aku juga merasa heran kenapa mereka memilih hari libur saat akan menjalankan turnamen tersebut.


Lalu kemudian Eli bertanya kepadaku “gimana pendapatmu Devan tentang turnamen basket yang akan di laksanakan tiga hari lagi pada saat hari sabtu?”.


“Menurutku akan terlalu cepat jika di laksanakan dalam tiga hari lagi, dan jika di laksanakan pada hari libur, maka kemungkinan orang-orang banyak yang tidak datang karena orang sepertiku ini lebih memilih tiduran di rumah di bandingkan harus datang ke sekolah untuk ikut turnamen basket atau sebagai penonton saja” ucapku.


“Wah ternyata pendapatmu ada benarnya juga Devan, lalu apa kamu punya usul lain?” tanya Anton.


“Sebaiknya kita mulai minggu depan saja turnamennya, dan sebaiknya turnamen basket tersebut di lakukan saat jam pulang sekolah agar kemungkinan banyak yang bisa ikut dalam turnamen tersebut” ucapku.


Lalu Lisa berkata kepadaku “ya mungkin usulmu ada benarnya juga, tetapi jika kita lakukan saat minggu depan dan saat jam pulang sekolah, pasti hal itu akan sama saja sulitnya, karena minggu depan itu terlalu lama, sedangkan turnamen basket antar sekolah di mulai bulan depan, dan jika di lakukan saat jam pulang sekolah, pasti para murid sudah kelelahan dan memilih untuk pulang di bandingkan harus ikut turnamen basket antar kelas” ucap Lisa.


Lalu akhirnya OSIS dan ketua eskul basket menyepakati kalau turnamen basket antar kelas di laksanakan tiga hari lagi pada saat hari sabtu, dan kini mereka semua sedang sibuk tentang rencana pembuatan proposal sebagai pengajuan turnamen ini kepada pihak sekolah.


Beberapa saat kemudian akhirnya proposal telah selesai, dan kini mereka bertiga berencana memberikan proposal ini saat esok hari, karena saat ini guru pembina OSIS yang bernama Bu Yuni pasti sudah pulang ke rumahnya.


Akhirnya setelah proposal selesai, kami semua memutuskan untuk membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing, aku langsung keluar dari ruang OSIS duluan karena aku merasa kalau tugasku disini tidak terlalu berarti.


Saat aku telah keluar dari ruangan OSIS dan berjalan menuju keluar sekolah, tiba-tiba Eli menyusulku dari belakang dan menghampiriku.

__ADS_1


“Eh Devan kamu kok langsung pulang?” tanya Eli kepadaku.


“Ya karena aku bukanlah anggota OSIS ataupun anggota eskul basket, dan aku memutuskan untuk langsung pulang saja” ucapku.


“Kamu jangan pulang dulu ya Devan, karena aku dan Lisa ingin berbicara hal penting dengan kamu” ucap Eli.


“Hal penting apa?” tanyaku dengan heran.


“Kita bicarain di ruang OSIS saja ya Devan” ucap Eli.


“Oh okey deh” ucapku.


Lalu aku memutuskan untuk memutar balik dan melangkahkan kakiku menuju ruang OSIS bersama Eli, dan beberapa saat kemudian akhirnya aku dan Eli sudah berada di ruang OSIS, dan sepertinya Anton si ketua eskul basket sudah keluar dari ruangan ini sehingga di rungan ini hanya ada aku, Lisa dan Eli.


Aku bingung dengan mereka berdua yang ingin berbicara kepadaku, apa ini masalah turnamen basket atau masalah tentang mereka berdua yang menginginkan aku bergabung menjadi OSIS.


“Maaf Devan aku manggil kamu lagi ke ruangan ini, karena ada suatu hal yang ingin aku bicarakan kepadamu” ucap Lisa.


“Ya udah langsung ke intinya saja, kamu mau bicara apa?” tanyaku pada Lisa.


“Aku dan Eli ingin kamu bergabung menjadi anggota OSIS ya, karena saat ini di OSIS hanya ada kami berdua saja” ucap Lisa.


“Eh jadi cuma soal jumlah anggota ya, maaf sepertinya aku tidak bisa bergabung ke OSIS, karena aku merasa tak pantas bergabung ke OSIS” ucapku.

__ADS_1


“Hey kenapa kamu berbicara seperti itu Devan, bukannya kamu dulu yang memintaku untuk menjadi ketua OSIS, dan sekarang yang gantian ingin meminta bantuanmu, aku ingin kamu menjadi anggota OSIS juga” ucap Lisa dengan kesal.


“Ya udah gini saja, aku tak akan bergabung ke OSIS karena aku itu orangnya pemalas, tetapi aku berjanji akan membantu OSIS untuk mencari anggota baru” ucapku.


__ADS_2