Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Bab 48 Merelakan


__ADS_3

Setelah Clara pergi dari ruangan ini, lalu beberapa saat kemudian Ibunya Felix datang lagi ke ruangan ini.


“Eh Clara kemana?” tanya Ibunya Felix pada Felix.


“Dia sudah keluar Bu, dia cuma menjenguk sebentar sajah, dia kebetulan menjenguk aku kesini karena kebetulan juga kakaknya Clara di rawat disini juga” ucap Felix.


“Wah begituh ya, pantas saya Clara bisa menjenguk kamu, eh bagaimana hubungan kamu dengan Clara, apa kalian saat ini sudah berhubungan dengan baik lagi?” tanya Ibunya Felix.


“Ya Bu hubungan aku dengan Clara sudah baik, cuma saat ini kita hanya temanan saja” ucap Felix.


“Oh begituh, ya syukur kalau begituh kalian tidak bermusuhan, tapi Ibu cuma nitip pesan untukmu, jangan pernah mempermainkan hati seorang wanita” ucap Ibunya Felix.


“Iyah Bu aku gak akan mempermainkan hati wanita, oh iya Ibu sebaiknya pulang ajah, kalau Ibu menemani aku malam ini, pasti Ibu tidak bisa tidur dengan nyenyak disini” ucap Felix.


“Kalau Ibu pulang ke rumah, Ibu gak akan bisa tidur nyenyak karena pasti kepikiran kamu, dan Ibu juga ingin merasakan tidur disini agar menghilangkan kebosanan Ibu karena selalu tidur di rumah” ucap Ibunya Felix.


“Terimakasih ya Bu” ucap Felix.


Malam ini Felix dan Ibunya Felix tidur di rumah sakit, dan kini kondisi tubuh Felix sudah mulai membaik.


Pagi hari telah tiba, dan tiba-tiba ada Ayahnya Vina yang berpropesi sebagai polisi datang ke ruang kamar Felix.


“Pagi Felix, gimana kabar kamu?” tanya Ayahnya Vina.


“Eh iya sudah membaik Pak” ucap Felix.


“Eh anda Ibunya Felix ya?” tanya Ayahnya Vina pada Ibunya Felix.


“Eh iya Pak saya Ibunya Felix, kenapa Pak Polisi kenal sama Felix? apa dia terlibat kejahatan?” tanya Ibunya Felix dengan khawatir.


“Tenang saja Bu anak Ibu tidak terlibat kejahata, tetapi justru telah membantu menangani kasus kejahatan” ucap Ayahnya Vina.


“Oh begituh ya” ucap Ibunya Felix.


Kemudian Felix berkata kepada Ibunya “sebenarnya Pak Polisi ini adalah Ayahnya Vina yang semalam menjengukku”.


“Eh Vina yang pacar kamu itu Felix?” tanya Ibunya Felix.

__ADS_1


Lalu Ayahnya Vina berkat “iya saat ini Felix berpacaran dengan anak saya, oh iya nanti kalau sudah sembuh, kamu segeran datang ke kantor polisi ya, ya sudah saya mohon pamit dulu”.


Lalu Ayahnya Vina langsung pergi dari ruangan ini, dan Ibunya Felix langsung bertanya.


“Eh kamu serius pacaran sama anaknya Pak Polisi tadi?” tanya Ibunya Felix pada Felix.


“Eh iya Bu” ucap Felix.


“Ya sudah kamu jangan bikin pacarmu sedih, soalnya Ibu takut kamu bermasalah sama polisi juga kalau kamu membuatnya anaknya sedih” ucap Ibunya Felix.


“Iyah Bu tenang ajah, ya udah Ibu sebaiknya pulang ajah ke rumah, aku sudah membaik, nanti aku bisa pulang sendiri ke rumah atau di antar oleh pihak polisi untuk pulang ke rumah” ucap Felix.


“Oh begituh, ya udah Ibu pulang dulu ya, kalau ada apa-apa kabarin Ibu segera” ucap Ibunya Felix.


“Iyah baik Bu” ucap Felix.


Kemudian Ibunya Felix langsung pergi dari ruangan ini dan pulang ke rumah. lalu Felix melanjutkan istirahatnya di rumah sakit ini, beberapa saat kemudian Clara datang ke ruangan Felix.


“Felix gimana keadaan lu?” tanya Clara.


“Kabar gue baik, eh lu gak sekolah?” tanya Felix karena melihat pagi-pagi begini Clara masih di rumah sakit.


“Eh serius lu jagain kakak lu? kayaknya gak mungkin deh lu melakukan hal itu, karena pasti si Alex nyuruh lu sekolah daripada harus terus menjaganya” ucap Felix.


“Em iya sih, tapi sebenarnya alesan gue gak sekolah karena gue gak bisa tidur waktu semalam, soalnya gue kepikiran kondisi kakak gue dan” ucap Clara.


“Dan siapa?” tanya Felix.


“Dan kepikiran lu juga Felix” ucap Clara.


“Iyah gue juga semalam gak bisa tidur karena kepikiran lu” ucap Felix.


“Eh kenapa lu kepikiran gue? gue kan gak sakit” ucap Clara.


“Gue kepikiran tentang hubungan kita yang harus berakhir, padahal gue masih cinta sama lu” ucap Felix.


“Udah lah jangan pikiran hubungan kita, kan lu sekarang udah pacaran sama si Vina” ucap Clara.

__ADS_1


Kemudian Felix langsung menarik tangan Clara dan Felix langsung memeluk Clara.


“Eh Felix lu apa-apaan sih peluk gue? buruan lepasin! gue takut ada yang ngeliat kita!” ucap Clara dengan panik.


“Gue gak mau lepasin lu sebelum lu mau jadi pacar gue lagi” ucap Felix.


“Eh apa-apaan sih lu Felix? jangan kayak anak kecil!” ucap Clara.


“Gue cuma mau nepatin janji gue, kalau gue akan selalu berada di dekat lu apapun yang terjadi, walau lu gak suka gue ada di dekat lu, gue akan terus selalu berada di dekat lu” ucap Felix.


“Lu ngomong apa sih? kenapa lu ingin selalu berada di dekat gue?” tanya Clara.


“Karena gue cinta sama lu Clara, dan lu adalah cinta pertama gue” ucap Felix.


Lalu Clara akhirnya hanya diam saja ketika Felix berkata seperti itu sambil memeluk Clara.


“Gue juga cinta sama lu Felix, tapi gue merasa bersalah sama lu karena gue udah nyuruh lu menjauh, padahal lu gak salah apa-apa” ucap Clara.


“Gak apa-apa Clara, beneran gak apa-apa, mau sebanyak apapun nyuruh gue menjauh, gue akan selalu mencintai lu” ucap Felix.


“Makasih ya Felix, gue sayang sama lu” ucap Clara dan langsung mempererat pelukannya.


Kemudian tiba-tiba Vina datang ke ruangan ini sambil membawakan makanan untuk Felix, dan Vina juga menyaksikan Felix sedang berpelukan dengan Clara.


“Eh maaf aku ganggu kalian, ini makanan untuk kamu Felix” ucap Vina sambil menaruh makanan di meja, lalu Vina langsung pergi dari ruangan ini dengan wajah yang sedih.


“Eh Vina tunggu” ucap Clara sambil mengejar Vina yang berjalan cepat meninggalkan ruangan ini.


Kemudian Clara langsung menarik pundah Vina.


“Vina maafin gue, gue gak ada maksud buat rebut si Felix dari lu” ucap Clara,


“Harusnya gue yang minta maaf karena udah jadi perusak hubungan kalian” ucap Vina.


“Lu yang pantas jadi pacarnya Felix, soalnya datang di saat Felix sedang terluka, sedangkan gue malah nyuruh Felix menjauhi gue karena keegoisan gue” ucap Clara.


“Felix hanya terpaksa jadi pacar gue karena masalah gangster Naga Hitam, tapi sebenarnya Felix masih cinta sama lu, karena saat gue jadi pacarnya, gue merasa dia tak mencintai gue dengan tulus dan beda seperti saat lu bersama Felix” ucap Vina.

__ADS_1


Lalu Vina langsung meninggalkan Clara, kini Clara merasa bersalah kepada Vina karena pasti Clara saat ini telah menyakiti hati Vina.


__ADS_2