
Jam pulang sekolah telah tiba, dan kini Clara langsung menghampiri Felix yang sedang duduk di kursinya.
“Hey Felix ayo pulang bareng” ucap Clara ketika berada didekat Felix.
“Oh okey deh, bentar gue beresin buku dulu” ucap Felix sambil memasukan bukunya kedalam tas.
Setelah itu mereka langsung berjalan menuju tempat parkir untuk mengambil motor Felix, saat sedang berjalan, Felix berkata kepada Clara.
“Hey Clara muka lu kenapa gelisah?” tanya Felix ketika melihat wajah Clara yang gelisah.
“Gimana gak gelisah, soalnya gue khawatir saja sama lu, sekarang kan lu mau bicara sama Ibu gue” ucap Clara.
“Tenang aja Clara lu gak perlu khawatir, pokoknya semua akan baik-baik aja, percaya sama gue ya” ucap Felix.
Akhirnya mereka sampai di tempat parkir dan langsung menaiki motor Felix, setelah mereka naik, Felix langsung melajukan motornya menuju rumah Clara,
Saat di perjalanan menuju ruamh Clara, Felix berkata kepada Clara.
“Clara makasih ya udah mau berjuang demi hubungan kita, walaupun Ibu lu gak setuju dengan kedekatan kita, tapi gak masalah buat gue, dan gue janji akan selalu lindungi lu dan akan selalu ada untuk lu saat lu butuh bantuan” ucap Felix.
“Makasih ya Felix, gue senang mendengarnya, gue percaya sama lu kalau lu pasti bisa ngeyakinin Ibu gue” ucap Clara.
“Oh iya gimana kabar kakak lu? apa usaha bengkelnya telah jalan?” tanya Felix.
“Ya sekarang kakak gue sedang merintis usaha bengkelnya, mungkin saat ini belum begitu maju, tapi gue yakin kedepannya bakal jadi bengkel yang besar dan maju” ucap Clara.
“Syukur kalau gitu, semoga saja usaha kakak lu bisa maju, gue senang mendengarnya” ucap Felix.
“Oh iya maafin kelakuan kakak gue ya yang waktu itu udah mukulin lu” ucap Clara.
__ADS_1
“Ya gak masalah Clara, lagian juga waktu itu gue yang salah karena udah buat lu sedih” ucap Felix.
“Gue tau maksud lu ngejauhin gue karena gak mau gue terlibat masalah, tapi percayalah saat lu ngejauhin gue, gue malah jadi sangat sedih” ucap Clara.
“Iyah maafin gue ya Clara, gue janji mulai sekarang gak akan jauhin lu lagi apapun yang terjadi” ucap Felix.
“Terimakasih ya Felix, oh iya emang benar kakak gue berhasil lu kalahin waktu pertempuran gangster itu?” tanya Clara.
“Oh soal itu, sebenarnya gangster gue yang kalah karena kalah jumlah, tapi tiba-tiba kakak lu ngajak duel gue untuk menentukan siapa pemenangnya, akhirnya gue berhasil ngalahin kakak lu, tapi kalau saja kakak lu gak ngajak duel gue, mungkin gangster gue yang akan kalah telak” ucap Felix.
“Oh begitu ya, gue gak nyangka ternyata kakak gue yang terkenal jago berantem bakal kalah sama lu, tapi makasih ya Felix, berkat lu kakak gue jadi sadar dan mau pulang lagi ke rumah” ucap Clara.
“Menurut gue itu bukan gara-gara gue, tapi memang dia sudah merencanakan ini sebelumnya, karena kakak lu udah merasa lelah menjadi seorang gangster, makannya dia menjadikan pertarungan gangster Naga Hitam dan Laskar Petir pertarungan teakhirnya” ucap Felix.
“Ya gue paham, tapi kalau kakak gue yang menang duel, pasti dia akan terus jadi seorang gangster dan gak akan pulang ke rumah” ucap Clara.
“Entah gue juga gak tau, tapi memang sepertinya sudah menjadi takdir kalau kakak lu sudah kembali pulang ke rumah lu dan membubarkan gangster Laskar Petir” ucap Felix.
“Menurut gue kakak lu itu seperti orang yang jahat kalau dilihat dari luar, tetapi kalau sudah mengenalnya lebih dekat, pasti kakak lu adalah orang yang baik, karena dia mau melindungi orang yang disayangnya seperti lu Clara” ucap Felix.
“Oh begitu ya, syukur deh kalau lu udah berpikri seperti itu, karena gua juga berpendapat yang sama seperti yang lu katakan” ucap Clara.
Akhirnya mereka sampai di rumah Clara, Felix langsung memarkirkan motornya di halaman rumah Clara, lalu Clara masuk kedalam rumah dan Felix menunggu di teras rumah sambil duduk.
Ketika Felix sedang duduk di teras rumah, Ibunya Clara menghampiri Felix dengan wajah jutek.
“Eh kamu ngapain kesini lagi? bukannya kamu udah janji bakal jauhin Clara” ucap Ibunya dengan jutek.
“Maaf sebelumnya kedatangan saya kesini memang ingin bicara sama Ibu, mau bicara soal hubungan aku dengan Clara” ucap Felix.
__ADS_1
“Mau bicara apa kamu Felix?” tanya Ibunya dengan jutek.
“Ibu pasti sudah mendengar kalau aku adalah seorang gangster dari Alex, tapi percayalah walaupun aku seorang gangster, tapi aku tak akan melibatkan masalah untuk Clara, karena gangsterku ini adalah gangster yang baik dan selalu menjaga lingkungan wilayahnya agar tetap aman setiap malam dari kejahatan” ucap Felix.
“Ya Ibu juga sudah mendengar kalau gangster mu adalah gangster yang baik dari si Alex, tapi tetap saja Ibu gak suka Clara dekat dengan seorang gangster” ucap Ibunya Clara.
“Kenapa Ibu gak suka? padahal Ibu sudah tau kalau gangsterku itu baik” tanya Felix.
“Ibu takut kalau Clara dekat dengan kamu nantinya bakal seperti Alex, karena sejak Alex menjadi seorang gangster, dia tak pernah pulang lagi ke rumah” ucap Ibunya.
Kemudian keluarlah Alex dari dalam rumah, lalu dia memotong pembicaraan Ibunya Clara dengan Felix.
“Bu alasanku tak pulang ke rumah karena aku kesal selalu di banding-bandingkan dengan Clara, dan aku menjadi seorang gangster karena sebagai pelarianku saja” ucap Alex.
“Ibu tak pernah membandingkan kamu dengan Clara, Ibu malah bangga sama kamu karena kamu telah menjad kakak yang selalu melindungi adikmu, tapi Ibu hanya menasihatimu untuk rajin belajar agar masa depanmu menjadi cerah” ucap Ibunya Clara.
“Ya bu maafkan aku, mungkin saat itu aku tidak dewasa, jadinya aku kabur dari rumah karena kesal selalu di nasihati seperti itu” ucap Alex.
“Ibu sudah maafin kamu Alex, Ibu juga minta maaf ya telah membuatmu marah sehingga kamu kabur dari rumah, tapi yang terpenting sekarang kamu fokus saja sama usaha bengkelmu” ucap Ibunya Clara.
“Ya Bu Alex janji mulai sekarang akan jadi anak yang baik dan akan fokus menjalani usaha bengkelku, tapi tolong jangan larang Clara untuk dekat dengan Felix” ucap Alex.
“Eh kenapa kamu malah ngebela si Felix?” tanya Ibunya.
“Soalnya Felix selalu melindungi Clara di sekolah saat aku tak bisa jadi pelindungnya, dan Felix juga adalah orang yang baik walaupun memang dia seorang gangster, tapi alasan dia menjadi seorang gangster bukan untuk bersenang-senang, tetapi untuk mengamankan wilayah ini dari kejahatan dan juga untuk bisa mendapatkan uang” ucap Alex.
Kemudian Felix ikut berkata juga “Ya Bu tolong jangan larang kedekatan aku dengan Clara, aku janji akan selalu melindungi dia dan tak akan melibatkan masalah sedikitpun, selain itu tujuan aku dekat dengan Clara agar aku bisa terus belajar bareng dengan dia” ucap Felix.
Lalu Alex berkata lagi “Aku juga janji akan selalu melindungi Clara, karena aku adalah kakaknya, dan jika sampai Felix melibatkan masalah untuk Clara, maka aku sendiri yang akan turun tangan dan menghajar Felix habis-habisan” ucap Alex.
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan Alex dan Felix, lalu Ibunya Clara berkata kepada Felix “baiklah kamu boleh dekat dengan Clara, tapi harus tau batasannya, jika sekali saja kamu membuat Clara menangis dan terlibat masalah, maka bukan Alex saja yang turun tangan, tapi Ibu dan Ayahnya Clara juga akan turun tangan”.
“Terimakasih Bu telah mengizinkanku dekat lagi dengan Clara, aku pasti akan menepati janji itu” ucap Felix.