Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Bab 6 Berangkat Sekolah Bareng


__ADS_3

Pagi hari telah tiba dan kini Felix sedang melakukan jogging di sekitar rumahnya selama satu jam sebagai rutinitas setiap paginya, Felix biasa jogging dari jam 5 pagi sampai jam 6 pagi, Felix selalu melakulan rutinitas seperti itu sehingga dia memiliki stamina yang luar biasa bahkan tidak pernah terlihat lelah sekalipun saat sedang bertarung dengan para gangster.


Setelah jogging selesai, Felix langsung pulang ke rumahnya untuk mandi dan sarapan pagi, saat Felix berada di kamarnya untuk bersiap-siap mandi, teleponnya bordering dan dia mendapat telepon WA dari Clara, kemudian Felix mengangkat teleponnya.


“Halo Clara ada apa?” tanya Felix.


“Sori nih gue ganggu, gue boleh minta tolong sama lu gak?” tanya Clara.


“Minta tolong apa Clara?” tanya Felix dengan heran.


“Nanti berangkat sekolahnya bisa bareng gak?” tanya Clara.


“Oh bisa sih, ya sudah nanti gue jemput jam 7 pagi ya” ucap Felix.


“Eh makasih ya Felix, tapi gue ngerepotin gak? kalau ngerepotin gak apa-apa gak usah” ucap Clara.


“Santai saja, gak ngerepotin kok, kebetulan gue berangakat ke sekolahnya suka ngelewatin jalur yang mau ke arah rumah lu Clara” ucap Felix.


“Oh syukur deh kalau begitu, ya sudah nanti jam 7 gue tunggu ya di depan rumah” ucap Clara.

__ADS_1


Kemudian Clara langsung mematikan teleponnya, Clara sebenarnya sengaja ingin berangkat sekolah bareng dengan Felix dan tidak bersama supir pribadinya karena dia masih penasaran dengan sosok Felix yang sebenarnya yang seorang gangster itu, mungkin dengan cara ini juga Clara bisa menjadi dekat dengan Felix dan bisa semakin mengenal sosok Felix yang misterius itu.


Di sisi lain, Felix merasa senang ketika cewek yang wajahnya selalu terbayang-bayang waktu malam tadi tiba-tiba mengajaknya berangkat sekolah bareng, tapi Felix sebenarnya orang yang kaku terhadap wanita karena selama hidupnya dia belum pernah berpacaran dengan seorang wanita.


Menurut Felix, wanita manapun pasti tidak ada yang suka kepadanya karena dirinya yang seorang gangster ini, karena wanita pada umumnya pasti lebih menyukai laki-laki yang baik atau pintar, Felix yang hanya memiliki keunggulan di bidang berkelahi merasa kalau tak mungkin ada wanita yang menyukainya, bahkan tidak mungkin untuk mendapatkan seorang pacar juga.


Setelah selesai mandi dan sarapan pagi, kini Felix berangkat sekolah lebih awal karena akan menjemput Clara dulu, setelah 20 menit perjalanan menuju rumah Clara, akhirnya Felix sampai dan melihat Clara yang sedang menunggu di tepi jalan di depan gerbang rumahnya, Clara sangat telihat cantik saat Felix sedang memandangnya ketika Clara sedang berdiri menunggu untuk dijemput, setelah itu Clara langsung naik motor yang dikendarai Felix dan mereka langsung berangkat sekolah.


“Eh sori ya Felix jadi ngerepotin lu” ucap Clara yang sedang dibonceng oleh Felix.


“Gak apa-apa santai saja Clara, lagian gue juga suka lewat sini kok pas mau berangkat sekolah” ucap Felix dengan tersenyum tipis kepada Clara.


“Boleh saja sih kalau lu gak malu naik motor bareng gue” ucap Felix.


“Eh kenapa harus malu? aneh lu Felix” ucap Clara.


“Ya kalau kita sering terlihat bersama di sekolah, nanti disangkanya gue adalah pacar lu, emang lu gak malu?” tanya Felix.


“Malah bagus kalau gituh, jadinya gak ada cowok yang berani ngejar-ngejar gue lagi, soalnya banyak anak-anak nakal di sekolah yang selalu ngejar gue, kalau mereka tau gue deket sama lu, pasti mereka gak akan berani lagi ngejar-ngejar gue soalnya mereka takut sama lu” ucap Clara.

__ADS_1


“Oh gituh ya alesannya, okey deh gak masalah, yang penting lu mau bantu gue belajar, tenang saja kalau ada cowok yang bikin lu risih lagi kayak si Rey, nanti biar gue yang urus” ucap Felix.


“Eh serius? makasih banget ya Felix, eh ngomong-ngomong soal belajar, nanti kita belajar barengnya di rumah gue aja, Ibu gue udah ngizinin gue kok ngajak lu belajar bareng di rumah gue” ucap Clara.


“Eh beneran Clara? syukur deh kalau gituh, ya sudah nanti sepulang sekolah ya kita mulai belajar di rumah lu” ucap Felix..


“Okey deh, eh Felix gue boleh nanya sesuatu gak? kenapa lu bisa jadi anggota gangster? emang lu gak takut mati atau ditangkap polisi?” tanya Clara.


“Oh lu gak perlu khawatir soal itu Clara, tenang saja gue gak baka mati atau sampai ditangkap polisi, soalnya gangster gue ini adalah gangster yang gak pernah melakukan keonaran dan bahkan sudah kerja sama dengan kepolisian” ucap Felix.


“Eh maksudnya gimana sih? lu kan anggota Gangster Naga Hitam, dan yang gue tau, Gangster Naga Hitam itu adalah gangster yang ditakuti di kota ini dan sering tauran sama gangter yang lain, bukannya itu tindakan kriminal ya? kenapa bisa kerja sama dengan kepolisian?” tanya Clara.


“Okey deh biar gue jelasin biar lu gak salah paham, dulu wilayah ini banyak terjadi kejahatan seperti perampokan, pencurian dan pembegalan di setiap malam, lalu terbentuklah sebuah kelompok yang terdiri dari kumpulan anak-anak muda termasuk gue di dalamnya, kelompok itu bernama Naga Hitam, kelompok itu diciptakan untuk membasmi orang-orang jahat yang sering melakukan tindakan kriminal di wilayah ini, setelah itu akhirnya tindakan kriminal di wilayah ini menjadi berkurang bahkan tidak ada karena kami selalu beroperasi tiap malam berkeliling, dan kami juga mendapat dukungan dan bayaran dari pihak-pihak yang berada di wilayah ini untuk selalu menjaga keamanan wilayah ini, lalu aksi kami ini didukung oleh kepolisian karena kami telah membantu mengurangi tindakan kriminal”


“Oh seperti itu ya, gue baru tau kalau Naga Hitam itu adalah kelompok yang baik dan berjasa, lalu kenapa kok Naga Hitam bisa disebut gangster?” tanya Clara.


“Ya mungkin karena Naga Hitam sejak dulu sering berperang dengan gangster-gangster dari luar yang mencoba untuk menguasai wilayah ini, tetapi kami selalu menang saat berperang melawan gangster lain, kami bisa menang karena memang anggota Naga Hitam ini sangat banyak dan terdiri dari kumpulan orang-orang yang kuat, mungkin karena Naga Hitam sering berperang dengan gangster-gangster lain, makannya Kelompok Naga Hitam disebut sebagai gangster juga” ucap Felix.


“Oh jadi gituh ya, syukur deh kalau Gangster Naga Hitam itu adalah gangster yang baik, gue jadi gak khawatir lagi sama lu, walaupun memang lu terlihat seperti anak berandalan, tapi gue percaya kalau lu itu cowok yang baik dan gak seperti anak berandalan yang lainnya” ucap Clara.

__ADS_1


“Syukur deh kalau lu nganggap gue cowok baik walaupun gue seorang gangster, mungkin lu adalah cewek pertama yang bilang kalau gue itu cowok yang baik” ucap Felix.


__ADS_2