Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Pacarku Cewek Paling Sempurna Bab 1


__ADS_3

Ya namaku Feran murid kelas 2 yang bersekolah di SMA 3, dan aku berada di kelas 2F.


Aku memiliki sifat pemalas, introvert, anti sosial dan suka menyendiri.


Jika diibaratkan aku itu hampir mirip dengan seekor kura-kura yang terlihat pemalas dan selalu mengurung diri.


Aku memiliki kebiasaan suka mengurung diri di kamar dan memiliki kemampuan imajinasi yang sangat luar biasa.


Aku sangat menyukai kebiasaanku itu, dan hal itu membuatku menjadi seseorang yang percaya diri.


Ya aku sangat percaya diri dengan kemampuan imajinasiku ini.


Aku sering menggosok-gosok kepalaku dengan tanganku untuk meningkatkan imajinasiku ini, oleh karena itu rambutku jadi terlihat berantakan.


Aku sangat percaya diri dengan rambutku yang berantakan, karena menurutku rambut yang berantakan itu adalah rambut yang keren.


Ya aku sering disebut aneh oleh teman-teman sekelasku karena aku selalu menyendiri dan selalu tampil dengan rambut yang berantakan.


Aku tidak peduli dengan hal itu ketika mereka berbicara seperti itu, dan hal itu membuatku menjadi tak memiliki teman dekat di sekolah.


Tetapi selama aku memiliki kemampuan imajinasi yang luar biasa, menurutku hidupku akan baik-baik sajah,


Kemampuan imajinasiku ini sering membantuku dalam pelajaran sekolah, seperti dalam mengingat rumus matematika.


Aku mengubah rumus matematika menjadi sebuah imajinasi yang mudah aku ingat, sehingga banyak rumus matematika yang berhasil aku ingat berkat kemampuan imajinasiku ini.


Semakin sulit rumus matematika itu maka semakin tertantang juga imajinasiku ini, dan aku juga sangat menyukai tantangan itu.


Sejak aku memiliki kebiasaan berimajinasi, aku jadi malas untuk berinteraksi dengan orang lain dan lebih memilih untuk menjadi penyendiri.


Ya memang terdengar aneh dan menyimpang sih, tetapi aku merasa percaya diri dengan hal itu.


Kebiasaan aku yang suka menyendiri ini membuatku menjadi orang yang mandiri.


Aku sering ditegur oleh guruku saat jam pelajaran karena aku terlihat seperti melamun.


Padahal aku itu tidak sedang melamun, tetapi aku sedang memikirkan sebuah imajinasi yang dapat mengingat pelajaran yang diajarkan oleh guruku.


Pada saat guruku bertanya kepadaku tentang pelajaran yang sedang diajarkan, aku bisa menjawabnya dengan tepat dan membuat guruku dan teman-teman sekelasku heran kepadaku.


Suatu saat aku mendengar pengumuman penting dari pihak sekolah yang mengatakan bahwa semua murid di sekolahku diwajibkan bergabung menjadi salah satu anggota eskul.


Jika ada murid yang belum bergabung ke sebuah eskul, maka murid tersebut tidak boleh mengikuti ujian sekolah.


Kemudian aku merasa males dengan pengumuman tersebut karena harus memaksaku bergabung ke sebuah eskul.

__ADS_1


Jika aku bergabung menjadi salah satu anggota eskul, maka aku akan disibukkan dengan kegiatan eskul dan akan merusak rutinitas menyendiriku ini.


Akhirnya aku terpaksa akan memilih salah satu eskul yang akan aku masuki agar aku bisa mengikuti ujian sekolah.


Aku menuju papan pengumuman sekolah untuk melihat daftar eskul apa sajah yang ada di sekolah ini.


Ternyata ada banyak sekali daftar eskul yang ada di sekolah ini, tetapi menurutku semua eskul pasti merepotkan semua.


Lalu aku melihat ada sebuah eskul yang menurutku sangat cocok denganku dan tidak populer di sekolah ini, yaitu eskul pustakawan.


Ya eskul pustakawan adalah eskul yang anggotanya mengurus perpustakaan sekolah dan juga biasamya anggotanya itu gemar membaca buku.


Menurutku eskul itu sangat cocok denganku karena pasti anggotanya sedikit karena eskul pustakawan adalah eskul yang sangat membosankan bagi para murid yang lain.


Aku merasa yakin untuk masuk ke eskul itu, karena pastinya di perpustakaan itu tidak akan banyak orang dan tempatnya tidak boleh berisik.


Karena tempatnya tidak boleh berisik dan tidak banyak orang, maka sangat cocok untukku sebagai tempat untuk menyendiri dan melatih imajinasiku ini.


Aku memutuskan untuk langsung ke perpustakaan untuk mendaftarkan diri sebagai anggota eskul pustakawan.


Setelah aku sampai di perpustakaan, aku langsung bertemu dengan penjaga perpustakaan dan bilang bahwa aku akan mendaftarkan diri sebagai anggota eskul pustakawan.


Penjaga perpustakaan itu sangat senang ketika aku berkata akan bergabung ke eskul ini, dan dia langsung memberikan aku formulir pendaftaran.


Setelah aku mengisi formulir, aku langsung diresmikan menjadi anggota eskul pustakawan.


Lalu aku sangat senang sekali mendengar hal itu, karena eskul ini sangat sedikit sekali anggotanya dan itu sangat cocok denganku yang suka menyendiri ini.


Aku bertanya siapa murid satu lagi yang sudah bergabung menjadi eskul ini kepada penjaga perpustakaan, lalu dia berkata bahwa murid itu bernama Arimby siswi dari kelas 2A.


Aku langsung mengetahui siapa itu Arimby, dia adalah salah satu siswi populer di sekolah ini.


Arimby terkenal dengan siswi paling pintar di kelas 2, dan dia berada di kelas 2A.


Kelas 2A merupakan kelas yang isinya murid-murid pintar sajah, kebanyakan cowok-cowok dikelas itu terlihat culun semua dan tidak sekeren diriku ini.


Aku merasa diriku sangat keren dengan rambut yang berantakan ini, ya meskipun banyak murid lainnya yang menyebutku aneh.


Tetapi itu tak masalah bagiku selama aku memiliki kemampuan imajinasiku yang baik, aku merasa hidupku akan baik-baik sajah.


Aku langsung melihat Arimby yang sedang duduk sendirian di perpustakaan sambil membaca sebuah buku.


Jujur aku sangat terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh Arimby, tetapi aku tidak berharap bisa dekat dengannya karena itu adalah hal yang sia-sia bagiku.


Ya menurutku Arimby itu pasti tidak akan mau berteman denganku sama seperti murid-murid yang lainnya karena mereka menganggapku manusia yang aneh.

__ADS_1


Aku langsung menghampiri Arimby dan berkata.


“Kamu Arimby ya anggota eskul pustakawan?”


“Oh iya benar, ada apa ya?”


“Perkenalkan aku Feran dari kelas 2F, mulai sekarang aku bergabung menjadi eskul purtakawan”


“Eh serius kamu mau gabung menjadi anggota eskul ini?”


“Ya begitulah”


Kemudian aku langsung duduk di kursi yang tempatnya tidak terlalu dekat dengan Arimby, lalu Arimby berkata kepadaku.


“Aku tidak percaya kalau kamu sungguh-sungguh mau bergabung menjadi anggota eskul ini”


“Kenapa kamu gak percaya?”


“Karena dilihat dari penampilanmu yang berantakan ini, kamu itu sangat tidak cocok untuk menjadi seorang pustakawan, dan cocoknya jadi preman sekolah”


“Oh jadi kalau mau gabung menjadi eskul ini, aku harus menjadi culun dulu ya?”


“Ya bukan begitu juga, setidaknya rapikan dulu rambut berantakanmu itu, benar-benar terlihat aneh”


“Haha aku sudah terbiasa disebut aneh oleh banyak orang”


“Lantas kenapa kamu tidak merapikan rambutmu itu biar tidak dibilang aneh lagi?”


“Ya aku merasa keren dengan gaya rambutku ini”


“Dasar orang yang aneh”


“Ya mungkin kau adalah orang yang ke sejuta yang menyebutku aneh”


“Ya sudah lah aku tidak akan peduli lagi dengan gaya rambutmu, aku cuma ingin tahu kenapa kamu mau bergabung ke eskul ini?”


“Karena eskul ini sangat cocok denganku”


“Cocok bagaimana? Apa kamu suka membaca buku?”


“Bukan, tetapi eskul ini selalu sepi dan cocok untukku yang suka menyendiri ini”


“Eh alesan macam apa itu? Sangat tidak masuk akal”


“Ya memang itulah alesanku, karena dari kecil sampai sekarang aku sangat suka dengan kesendirian”

__ADS_1


“Sungguh aku tak mengerti sama jalan pikiran kamu, tetapi aku percaya kalau kamu pasti selalu sendrian karena tidak ada yang mau menjadi temanmu karena keanehanmu ini”


“Haha ya begitulah”


__ADS_2