Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Cara Pandang Yang Salah Bab 9


__ADS_3

Eli mengira bahwa aku dan Lisa sedang melakukan perbuatan mesum di ruang Eskul Konsultan, padahal sebenarnya tidak, karena yang sebenarnya yaitu Lisa yang sengaja menggodaku dan mendekatiku yang entah apa maksudnya, jujur aku sangat risih dengan perlakuan Lisa kepadaku, karena sepertinya Lisa hanya sekedar mempermainkan aku sajah.


Aku memutuskan untuk memarahi Lisa yang sedang duduk disampingku, agar Eli juga tahu kalau memang Lisa yang sengaja memnggodaku, kemudian aku berkata kepada Lisa.


“Hey Lisa! Jangan menggodaku lagi! Aku benci dengan perlakuanmu yang tadi!”


“Eh kok kamu marah? Memang kamu gak suka ya Devan?”


“Jelas aku marah, karena aku tahu kamu cuma ingin mempermainkan aku sajah kan Lisa?”


“Haha jadi kamu merasa kalau aku cuma mempermainkan kamu sajah ya?”


“Iyah lah sudah jelas! maaf aku bukan orang yang tepat untuk kamu permainkan!”


“Hehe baiklah kalau begituh, kalau aku serius ingin mendekati kamu dan bukan cuma main-main, kamu mau terima aku gak Devan?”


Lalu kemudian Eli memotong pembicaraan aku dan Lisa.


“Hey Kalian selesaikan urusan percintaan kalian diluar ya! Jangan di ruang eskul ku!”


Lalu aku menjawab perkataan Eli.


“Hey Eli! Aku tak ada hubungan apapun dengan temanmu yang bernama Lisa ini!”


“Ya sudah kalau begituh, hentikan pertengkaran kalian yang menjijikan itu! Lalu untuk apa kamu sedang ada disini Lisa? Bukannya kamu sekarang sudah jadi Ketua OSIS?”


Lalu Lisa menjawab pertanyaan Eli.


“Oh iya maaf lupa, sebenarnya aku kesini ingin berbicara hal penting dengan kamu Eli”


Kemudian Eli langsung duduk di kursi dan saling berhadapan dengan Lisa, kemudian Eli berkata kepada Lisa.

__ADS_1


“Emang ada hal penting apa yang ingin dibicarakan olehmu Lisa?”


“Tapi sebelumnya aku minta maaf ya tadi sudah bikin kamu marah Eli, sebenarnya aku cuma iseng sajah sih menggoda si Devan hehe”


Setelah mendengar perkataan Lisa yang berbicara cuma iseng sajah menggodaku, aku langsung merasa benci kepada Lisa, dan aku juga sudah tahu hal apa yang harus aku lakukan jika Lisa mencoba menggodaku lagi, kemudian Eli berkata kepada Lisa lagi.


“Ya aku sudah tahu kebiasaan burukmu itu Lisa, aku sudah memakluminya, sebaiknya jangan suka menggoda para laki-laki lagi ya, karena takutnya nanti kamu malah dapat masalah dari laki-laki yang telah kamu goda”


Setelah mendengar pernyataan Eli yang berkata bahwa Lisa memiliki kebiasaan suka menggoda para laki-laki, kemudian aku merasa tenang dan berusaha untuk mengabaikan Lisa lagi jika dia mencoba untuk menggodaku lagi, karena jika aku terjebak oleh godaan Lisa, berarti sama sajah aku telah terperangkap oleh permainan Lisa, kemudian Lisa berkata kepada Eli.


“Ya mulai sekarang aku tidak akan menggoda banyak laki-laki lagi, dan sekarang aku akan memutuskan untuk menggoda satu laki-laki sajah”


Lisa berkata seperti itu sambil melihat ke arahku, dan sepertinya aku tahu maksud Lisa bahwa dia hanya akan menggoda aku sajah, dan sepertinya Eli juga sadar dengan pernyataan Lisa juga, kemudian Eli berkata kepada Lisa.


“Ya terserah kamu Lisa mau menggoda laki-laki manapun, tapi jangan di ruangan ini ya, ya sudah memang ada hal penting apa yang ingin kamu bicarakan Lisa?”


“Kemarin aku sudah di resmikan jadi Ketua OSIS, dan sekarang aku ingin minta tolong sama kamu Eli”


“Aku ingin kamu jadi Wakil Ketua OSIS, kamu mau kan Eli?”


“Eh begituh ya, maaf ya aku tidak tertarik masuk ke dalam OSIS, tolong minta bantuan yang lain sajah ya Lisa”


“Tolonglah Eli, mau ya jadi Wakil Ketua OSIS, soalnya cuma kamu sajah temanku yang pintar”


“Hey kalau kamu butuh seseorang yang pinter, cari sajah orang-orang di kelas A”


“Ya aku tidak terlalu dekat sama orang-orang di kelas A, dan cuma kamu sajah teman dekatku di kelas A, mau ya Eli terima permintaanku, kita juga kan sudah temenan sejak kecil”


“Maaf aku gak bisa Lisa, aku mau fokus sajah di Eskul Konsultan ini, karena jika aku mejadi Wakil Ketua OSIS, nanti aku tidak bisa lagi melanjutkan kegiatan Eskul ini”


Aku mengerti alesan Lisa yang memaksa Eli untuk menjadi Wakil Ketua OSIS, dan aku juga mengerti alesan Eli menolak Lisa dan memilih tetap menjalankan Eskul Konsultan, kemudian aku mempunyai ide untuk menyelesaikan masalah ini, kemudian aku berkata kepada Lisa.

__ADS_1


“Hey Lisa bagaimana kalau begini? Aku dan Eli akan tetap menjadi anggota Eskul Konsultan, dan kami juga berjanji akan membantu pekerjaanmu sebagai Ketua OSIS jika memang sedang mengalami permasalahan yang sulit, karena tugas Eskul Konsultan yaitu membantu para murid yang sedang ada masalah atau membutuhkan saran, jadi jika kamu sedang kesulitan juga, pasti kami akan bantu kamu”


Setelah aku berbicara seperti itu, kemudian Eli berkata.


“Ya aku setuju dengan perkataanmu Devan, kami akan membantu pekerjaan OSIS sebagai Eskul Konsultan, pasti kamu setuju kan Lisa?”


“Hmmm baiklah kalau begituh, tapi janji ya kalian akan membantuku, ya sudah aku mau bertemu Kak Utari di ruang OSIS dulu ya”


Setelah itu Lisa langsung pergi meninggalkan aku dan Eli di ruangan ini, aku sangat senang dengan Lisa yang menyetujui permintaanku, dan sepertinya Eli juga senang dan terlihat lega setelah Lisa setuju dengan perkataanku tadi, karena dari tadi Eli terus dipaksa Lisa untuk menjadi wakilnya, aku juga senang jadi tidak ikut gabung menjadi anggota OSIS dan akan terus menetap di Eskul Konsultan, kemudian Eli berkata kepadaku.


“Hey terimakasih ya Devan telah membantuku”


“Eh iya sama-sama Eli”


Aku tidak percaya karena Eli mau mengucapkan terimakasih kepadaku atas hal apa yang telah aku lakukan, karena aku pikir Eli itu orang yang sombong dan tak tau terimakasih, kemudian Eli berkata lagi kepadaku.


“Aku benar-benar berterimakasih kepadamu Devan, karena kamu telah membantuku terlepas dari paksaan Lisa dan Kak Utari yang terus memaksaku bergabung menjadi OSIS”


“Ya sama-sama, aku juga sebenarnya dipaksa disuruh bergabung menjadi anggota OSIS oleh Lisa, dan aku juga berkata seperti itu agar aku tidak jadi bergabung menjadi OSIS”


“Oh begituh, memang kenapa kamu tidak ingin bergabung jadi OSIS?”


“Karena aku tidak suka direpotkan, dan jika bergabung menjadi OSIS, mungkin aku kan direpotkan oleh kegiatan-kegiatan OSIS”


“Oh begituh ya, ternyata kau itu pemalas ya orangnya Devan haha”


“Ya begitulah, lalu kalau kamu kenapa tidak ingin bergabung menjadi OSIS? Apa kamu juga pemalas sama sepertiku?”


“Aku bukan orang pemalas, aku cuma ingin terus tetap menjalankan Eskul ini sajah, karena ini adalah permintaan ayahku juga”


“Oh permintaan Kepala Sekolah ya, baiklah aku mengerti Eli, aku juga senang kau berkata seperti itu, karena jujur sajah aku juga sudah nyaman disini”

__ADS_1


__ADS_2