Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 11


__ADS_3

Herman langsung menatap Andi, sedangkan Andi sedang berusaha menahan tawa.


'Lah itu mah gampang, Andi lagi jomblo sekarang' Kata Herman memberi tahu.


'Serius Lo Kak? Jangan bohong masak iya cowok seganteng Kak Andi jomblo' Tanya Fitri tidak percaya.


Tawa Andi sudah hampir meledak


'Di bilangin nggak percaya, Nih kalo nggak percaya tanya sendiri sama orang nya' Lalu Herman menyerah kan handphone nya ke Andi.


'Maksud Lo apa Kak?' Tanya Fitri panik.


'Gue masih jomblo Fit, Kenap Lo mau daftar?' Goda Andi menahan tawa.


'Mampus Gue' Teriak Fitri di sebersng telepon lalu langsung mematiakan telvon.


"Hahahaha" Setelah sejak tadi menahan tawa dengan susah payah akhirnya tawa Andi meledak.


Herman yang merasa lucu pun ikut tertawa keras "hahahah, pasti Fitri panik banget sekarang"


Andi memukul-mukul meja di hadannya "Gila ini cewek benar-benar Lucu" Kata Andi Gemas.


"Hey ndi?, Lo Udah sedekat apa sama Fitri, Bisa-bisa nya Lo tahu kegiatan Fitri sehari-hari?" Tanya Herman penasaran.


"Kepo Lo" Kata Andi sambil berusaha meredakan tawa nya


"Serius Gue nanya, jangan-jangan Lo malah lagi PDKT lagi sama Fitri?" Tanya Herman penasaran.


Andi mengangguk "kurang lebih begitu" Kata Andi mengakui.


"Kok bisa" Tanya Herman heran, Setahu nya Fitri itu sangat susah di dekati.


"Lah ya bisa donk, tinggal deketin orang nya, apa susah nya?" Tanya Andi heran.


"Yah Wajar sih ya kalo itu Lo, Cewek mana coba yang nggak luluh" Kata Herman kesal.


"Hahaha mau gimana lagi, resiko punya wajah ganteng, cewek-cewek pada susah nolak pesona Gue" Kata Andi saombong


"Padahal Gue juga lumayan Ganteng loh, Tapi Gue di tolak sama Fitri" Kata Herman Curhat


" Lo pernah deketin Fitri?" Tanya Andi tertarik.


"Pernah dulu, Selama 3 Bulan Gue deketin Dia, tapi Dia cuek banget sama Gue segala jenis rayuan Gue nggak mempan ke Dia, akhirnya Gue nyerah" Curhat Herman lagi.


"Berarti Lo belum pernah nyataain perasaan ke dia?" Tanya Andi lagi.


"Belum, Gue tau diri lah daripada Malu di tolak secara langsung, Gue lebih milih mundur teratur" Kata herman sok sedih.


"Hmm Gitu" Andi mengangguk mengerti.


Andi memandangi Herman dari ujung kaki sampai ujung kepala. Secara fisik Herman ini termasuk tampan. Dia tinggi, tubuh nya lumayan atletis dan untuk wajah Herman, Dia memiliki hidung mancung dan bibir yang bisa di bilang sexy. Herman juga lumayan populer di sekolah ini yang kurang hanya kelakuan tidak tahu malu nya saja. Tapi secara keseluruhan Herman lumayan. Tapi Fitri mengabaikan nya.


'Fitri benar-benar gadis yang menarik' Batin Andi


"Apa Gue tembak aja ya" Gumam Andi pelan.


"Apa Lo bilang?" Tanya Herman dia mendengar gumaman Andi meski tidak terlalu jelas.


"Gue nggak bilang apa-apa" Kata Andi mengelak.

__ADS_1


"Gue tadi denger Lo bilang sesuatu" Tuntut Herman.


"Gue cuma bilang Fitri kayaknya belum kirimin Lo paketan" Kata Andi mengingatkan.


"Anjir peketan Gue, Lupa Gue" Kata Herman sambil menepuk kening nya.


"Jangan bilang Fitri marah, dan nggak mau kirimini Gue paketan" Panik herman.


"Mampus Gue, kalo Fitri beneran marah, Ini semua gara-gara Lo Ndi" Tuduh Herman menyalahkan.


"Hahahahaha, salah Lo lah, mana mungkin salah Gue" Elak Andi sambil tertawa.


****


Sedangkan Fitri di rumahnya sedang duduk di di dekat kompor sambil mengacak-acak Rambutnya.


"Mampus Gue, mampus Gue.." Gumamnya terus menerus sambil mengacak-acak rambut.


"Mbak ngapain duduk di situ sambil ngacak-ngacak rambut, Udah gila?" Tegur Andre.


"Dek.." Panggil Fitri mendongak menatap adiknya dengan pandangan melas.


"Apa sih mbak?" Tanya Andre heran melihat kelakuan aneh kakak nya.


"Mbak Fitri mau berhenti sekolah aja" Kata Fitri dengan wajah yang sok menderita.


"Ih malesan Kamu mbak!, Andre aduin Ibuk ya, mbak Fitri males sekolah" Ancam Andre.


"Mbak malu banget kalo harus sekolah, mau di taruh dimana muka mbak" Katanya malu.


"Lah ya di kepala lah, emang bisa di taruh dimana lagi" Kata Andre Heran.


"Huaaaa malu banget Gue" Teriak Fitri histeris


"Hhmmpp... lapas" Ucap Fitri sambil menarik tangan adiknya yang membekap mulutnya.


"Maka nya jangan teriak-teriak" kata Andre memperingati.


"Nggak tahu lah" Kesal Fitri lalu berdiri dan pergi meninggalkan dapur.


"Mbak!! mau kemana" Panggil Andre.


"Kekamar Tidur, Jangan ganggu Mbak hari ini" Peringat Fitri.


"Terus saya makannya gimana ini kamu belum bikin sambal" Tanya Andre sambil menatap panci. Fitri hanya baru masak sup ayam tapi belum sempat buat sambal.


"Libur dulu sambal nya, atau makan aja cabe mentah" Teriak Fitri tidak perduli.


"Mbak Andre nggak bisa makan kalo nggak ada sambal" Kesalnya.


" Bodo amat!" Teriak Fitri.


"Aiissshh gimana donk!" Kesal Andre.


di dalam kamar Fitri hanya berguling-guling di kasur, Dia tidak bisa tidur.


"Malu banget Gue" gumam Fitri kalut.


Saat sedang bingung memikirkan apa yang harus di lakukan, jika nanti bertemu Andi. handphone Fitri justru berdering.

__ADS_1


Fitri menatap ngeri handphone nya Andi lah yang sedang menelepon nya.


"Aduh gimana nih angkat nggak ya" Bingung Fitri lalu handphone nya berhenti berdering.


'Tingg' ada pesan baru masuk.


'Fitria angkat telepon Gue' Pesan Andi.


Lalu handphone nya kembali berdering. Fitri menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskan nya. dengan mengumpulkan keberanian nya akhir nya Fitri mengangkat panggilan dari Andi.


'Halo' Sapa Fitri.


'Halo Fit, kok lama Banget angkat telepon Gue?' Tanya Andi.


'Iya sorry Kak, tadi Gue lagi mandi' Alasan Fitri, padahal sebenarnya Dia bahkan lupa jika dirinya belum mandi.


'hmm gitu, Lo sekarang lagi apa?' Tanya Andi


'Lagi duduk santai aja' Jawab Fitri padahal dirinya sedang berbaring di kasur.


'Kakak sendiri lagi apa?' Tanya Fitri


'Lagi siap-siap mau pergi ke studio rental' Jawab Andi.


'Mau latihan band lagi Kak?' Tanya Fitri.


'Iya Gue udah janjian sama teman-teman' Jawab Andi.


'Oh iya Fit, Herman titip pesan buat Lo tadi, katanya Lo jangan lupa kirimin Dia paketan' Tambah Andi.


'Ah iya kak, lupa Gue nanti Gue kirimin' Jawab Fitri.


'Emm Fit besok sebelum ekskul Voly, Lo bisa Ketemu Gue sebentar nggak?' Tanya Andi.


'Mampus Gue, Dia ngajak ketemu' Batin Fitri panik.


'Emang nya ada apa Kak?' Tanya Fitri takut-takut.


'Ada yang mau Gue omongin ke Lo' Kata Andi


'Emang nggak bisa diomongin sekarang aja Kak?' Tanya Fitri menawar.


'Lebih nyaman kalau ketemu secara langsung Fit' Jawab Andi.


'Gimana bisa nggak?' Tanya Andi lagi.


'Iya kak bisa, mau ketemu dimana?' Tanya Fitri


Andi tersenyum


'Di taman belakang sekolah ya' Ucap Andi


'Iya Kak' Balas Fitri.


'Yaudah Gue pergi latihan dulu ya Fit' Kata Andi


'Iya kak' Balas Fitri. lalu panggilan pun berakhir.


"huffftt" Fitri menghela nafas berat.

__ADS_1


"Jangan-jangan Besok Gue mau di omelan" Gumam Fitri ketakutan.


"Habislah Gue" Ucap Fitri frustasi lalu menenggelamkan wajahnya ke bantal.


__ADS_2