Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 77


__ADS_3

'Hiks nggak tahu, siang tadi pamitnya mau main sama teman-teman nya, namun sampai sekarang belum pulang juga hiks, gue sudah telepon Mayang dan Ely sekarang mereka juga lagi bantu cari Fitri hiks hiks' Ujar Dayu sambil menangis.


"Oke lo tenang saja, gue akan pergi cari Riri" Ujar Ahmad


'Tolong temukan Fitri Mad hiks' Pinta Dayu sedih.


Ahmad mengepalkan tangannya "Lo tenang saja, gue pasti akan menemukan Riri" Ujar Ahmad tegas, lalu mengakhiri panggilan Dayu


Dengan panik Ahmad mengambil kunci motor Asep, karena tadi dia kesini dengan di jemput Asep, jadi Ahmad tidak membawa motor.


"Eh mau kemana lo?" Tanya Asep terkejut, karena Ahmad tiba-tiba mengambil kunci motornya.


"Gue pinjam motor lo!" Ujar Ahmad langsung berlari ke arah motor Asep, dan membuka bagasi motor untuk mengambil jas hujan mikik Asep.


"Eh terus gue pulangnya gimana?" Tanya Asep ikut panik


"Mad sebentar lagi Kita sudah harus berangkat!" Teriak Budi mengingatkan.


"Sorry Bud, gue nggak bisa ikut ke Kalimantan" Ujar Ahmad buru-buru mengenakan Jas hujan


"Terus gue ke Kalimantan nya sama siapa?" Teriak Budi tidak terima di tinggalkan begitu saja.


"Lo bawa saja Asep!" Teriak Ahmad, lalu segera pergi membawa motor Asep untuk mencari Fitri.


"Woyy Mad" Teriak Budi marah.


"Aishhh siall!" Umpat Budi kesal.


🦋🦋🦋


Ahmad menyusuri jalan raya yang biasa Riri lalui, sepanjang jalan dengan cermat Ahmad mengamati sekitar tempat yang di laluinya.


Ahmad sangat khawatir, semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi kepada Riri nya.


Sudah Sekitar 20 menit Ahmad mencari, namun belum juga membuahkan hasil. Ahmad bahkan mendatangi tempat-tempat yang dulu suka Fitri datangi, namun hasilnya nihil. Ahmad merasa sedikit Frustasi, dimana lagi dia harus mencari Fitri.

__ADS_1


Saat melewati pertokoan yang banyak tutup, Ahmad sekilas seperti melihat motor Fitri terparkir di depan salah satu ruko yang tutup, dengan segera Ahmad memutar kembali motornya. Saat sudah semakin dekat, Ahmad jadi yakin itu benar-benar motor Fitri.


Ahmad Memandang ke sekitar mencari keberadaan Fitri, Karena hujan yang deras dan helm yang di kenakannya membuat pandangan nya tidak terlalu jelas.


Namun dari kejauhan Ahmad melihat ada seseorang yang sedang meringkuk sendirian di depan ruko yang tutup. Dengan segera Ahmad berlari menghampiri orang tersebut, Saat sudah berada di depan orang tersebut Ahmad langsung lega karena mengenali jika itu benar-benar Riri nya, Ahmad langsung membuka helm nya. Namun rasa leganya langsung berubah menjadi khawatir saat mendengar isak tangis menyedihkan dari Gadis yang dicintainya.


Tangisan itu berhenti, Fitri mengangkat wajahnya dan menatap nya, seketika jantung Ahmad terasa seperti di tusuk melihat ekspresi wajah terluka dan sedih dari Fitri.


"Riri?" Panggil Ahmad.


"Hiks hiks huaaaaaa" Namun balasan yang Ahmad dapatkan adalah, tangis Fitri yang semakin keras.


Flashback end


"Hujannya sudah reda, Ayo kita pulang?" Ajak Ahmad.


Fitri menatap Ahmad ragu-ragu "Andre dan Dayu-" Kata-kata Fitri terpotong.


"Lo tenang saja, gue sudah kirim mereka pesan, Kalau gue sudah menemukan lo. Mereka pasti sudah tidak terlalu khawatir sekarang" Ujar Ahmad tersenyum menenangkan.


Ahmad tersenyum, lalu melepaskan jas hujan yang di pakainya. Ahmad juga melepaskan jaket lepis yang di pakainya dan menyisakan kaos oblong saja.


Ahmad memakaikan jaket lepis ke badan mungil Fitri. Fitri sedikit terperanjat saat tiba-tiba Ahmad memakaikan jaket ke badannya. Fitri tidak mengatakan apapun dan hanya menatap Ahmad.


"Lo pasti kedinginan kan" Ujar Ahmad pelan, Fitri hanya mengganguk pelan.


Ahmad menggenggam tangan Fitri "Ayo kita pulang" Ajak Ahmad hendak melangkah pergi.


Namun Fitri menyentuh tangan Ahmad menggunakan tangan yang bebas, Ahmad menatap Fitri bertanya.


"Motor gue mati" Gumam Fitri pelan.


"Ahh" Ahmad yang paham langsung mengambil Ponsel di saku dan menelepon temannya.


"Halo Bro, lo dirumah nggak?" Tanya Ahmad. Samar-samar terdengar suara balasan dari ponsel Ahmad, namun Fitri tidak bisa mendengar nya dengan jelas.

__ADS_1


"Oh gue bisa minta tolong nggak?, Gue sekarang lagi berada dekat rumah lo. Motor teman gue mati, lo bisa ajak teman lo untuk bantu bawa motor teman gue ke bengkel nggak?" Tanya Ahmad.


Tatapan Fitri beralih ke tangannya yang masih di genggam Ahmad, Jika di waktu biasa Fitri pasti sudah melepaskan genggaman tangan Ahmad. Namun entah kenapa saat ini Fitri tidak ingin melepaskan genggaman tangan Ahmad, Fitri hanya merasa genggaman tangan Ahmad memberinya sedikit kekuatan. Tadi Saat pertama kali melihat Ahmad saat dirinya sedang berada dalam rasa sakit hati, putus asa, dan takut. Entah kenapa saat mendengar suara Ahmad, Fitri merasa seolah semuanya akan baik-baik saja. Apakah ini efek samping dari patah hatinya, jadi tanpa sadar dirinya seolah mencari tempat lain untuk bersandar.


"Oke, Terimakasih ya Bro" Ujar Ahmad lalu tersenyum dan menatap Fitri.


"Kita tunggu sebentar ya, nanti teman gue datang, akan bantu bawa motor lo ke bengkel" Ujar Ahmad kembali tersenyum menenangkan.


Fitri yang melihat senyuman Ahmad langsung menundukan wajahnya, lalu mengangguk.


Fitri merasa dirinya sangat buruk, saat melihat senyuman Ahmad tadi membuat Fitri berfikir dan berandai-andai. Andai kan saja yang Fitri cintai adalah Ahmad, dirinya pasti tidak akan merasakan penghianatan dan luka seperti ini. Namun Fitri menyadari semua itu hanyalah Fikiran bodohnya sendiri, karena kenyataannya yang di cintai nya saat ini adalah Andi, bukan Ahmad. Dan mungkin akan sulit baginya jika ingin melupakan Andi, karena perasaan Fitri untuk Andi sudah terlanjur dalam. Mengingat hal itu membuat Fitri ingin kembali menangis, namun sebisa mungkin Fitri menahan nya.


Tidak lama kemudian ada motor yang datang, 2 orang turun dari motor dan menghampiri mereka.


"Yanga mana motornya Mad?" Tanya salah satu orang tersebut.


"Yang itu" Ujar Ahmad sambil menunjuk motor Fitri, Teman Ahmad mengangguk mengerti


"Ini Pacar lo?" Tanya teman Ahmad sambil menatap Ahmad menggoda.


"Apaan sih lo ini teman gue" Ujar Ahmad menyangkal, Fitri hanya mengangguk menyapa, enggan menunjukkan wajah sembabnya ke teman Ahmad.


"Oh sekarang temenan juga boleh genggaman tangan ya" Ujar Teman Ahmad lalu terkekeh meledek.


Mendengar itu Fitri langsung ingin melepaskan tangan Ahmad, namun Ahmad justru mengeratkan genggaman tangannya.


"Berisik lo!" Ujar Ahmad kesal. Namun teman Ahmad justru terkekeh geli


Ahmad menyodorkan tangan nya ke arah Fitri "Ri kunci motornya" Pinta Ahmad.


Fitri mengambil kunci motor dari sakunya, lalu menyerahkannya ke tangan teman nya.


"Tolong ya bawa ke bengkel, gue harus anterin teman gue pulang dulu sudah malam" Ujar Ahmad lalu menyerahkan kunci motor Fitri ke temannya.


"Tenang aja bro, lo tinggal terima beres" Ujar teman Ahmad tersebut.

__ADS_1


Ahmad tersenyum "Terimakasih bro" Ujar Ahmad, lalu mengambil helm yang tadi di letakan nya di lantai dan membawa Fitri pergi dari sana.


__ADS_2