
Dengan langkah riang Aku bejalan menuju perpustakaan. Aku dengar banyak novel baru yang datang, membuat ku sangat bersemangat hari ini.
"Bu katanya banyak novel baru yang datang ya?" Tanyaku pada Bu Endah penjaga perpustakaan.
"Iya Fit, ada 15 Novel baru yang sudah datang" Jawab Bu Endah.
"Wahhh Asyikkk jadi nggak sabar pengen baca" Senang ku.
"Nanti saya pinjam 1 untuk dibawa pulang ya Bu" Tanyaku pada Bu Endah.
"Kamu ini Fit, sebentar lagi mau Ujian Akhir semester, bukan nya Pinjam buku pelajaran malah pinjam novel" Omel Bu Endah.
"Elah Bu, nggak apa apa, saya pasti naik kelas Ibu nggak usah khawatir" Ucap Fitri percaya diri.
Bu Endah menggelengkan kepala nya heran. "Kamu yakin banget bisa naik kelas?" Tanya Bu Endah.
"Iya dong Bu, Gini gini saya ini selalu masuk 5 besar di kelas, kalau cuma naik kelas mah itu gampang, udah pasti saya naik kelas" Ucap Fitri sombong.
Bu Endah hanya tersenyum melihat kelakuan Fitri.
"Jadi gimana Boleh ya Bu pinjam 1 novel lagi?" Tanya Fitri lagi.
"Nggak boleh! Kamu kan sudah pinjam 3 buku, dilarang pinjam buku lebih dari 3" Tolak Bu Endah tegas.
Memang benar Fitri sudah Pinjam 3 buku, 2 novel dan 1 Buku pelajaran akuntansi.
"Yaelah Bu, cuma tambah 1 buku saja ya ya" Rayu Fitri.
"Nggak boleh, kembalikan dulu 1 buku baru boleh pinjam lagi" Tolak Bu Endah tegas.
"Jangan pelit pelit dong Bu, gini deh gimana kalau besok saya bantuin Ibu untuk nyusun Buku buku yang baru datang" Tawar Fitri sambil melihat kardus buku yang baru setengah yang selesai di tata.
Bu Endah terlihat sedang berfikir, punggung nya memang terkadang nyeri saat harus merapikan buku. "Yasudah, tapi sekali ini saja ya, lain kali nggak boleh" Kata Bu Endah.
"Yes! makasih Bu" Ucap Fitri senang lalu dengan semangat pergi ke arah rak khusus novel.
Hari ini Aku dan Kak Andi sudah bejanji untuk bertemu di perpustakaan. Tapi karena masih ada yang harus diurus, jadi Aku ke perpustakaan terlebih dahulu.
__ADS_1
"Mumpung Kak Andi belum datang, Gue mau pinjam novel dulu, biar nanti bacanya dirumah" Gumamku sambil memilih novel novel yang baru datang.
"Aduh pada bagus bagus banget, jadi bingung Gue" Gumamku dilema lalu mataku tertuju pada novel romance fantasi.
"Wah yang ini kayak nya keren" Lalu Aku membaca deksrikpsi isi novel.
"Memang ya lelaki di dunia fantasi itu yang terbaik, di dunia nyata kebanyakan cowok nya brengsek" Gumam ku pelan.
"Siapa yang brengsek?" Bisik seseorang di telingaku.
"Aaaggh"Kagetku 'Plakk' Karena terkejut Aku tidak sengaja memukul seseorang yang ada dibelakang ku.
"Awwwhh" Teriak suara lelaki di belakang ku Aku langsung menoleh kebelakang. dan terkejut melihat Kak Andi meringis kesakitan, sambil memegangi pipi kanannya.
"Yaampun Kakak nggak apa apa?" Tanyaku khawatir. Aku langsung mendekat dan meraih wajah Kak Andi.
"Sakit banget ya? Maaf Aku nggak sengaja" kataku menyesal.
"Coba sini Aku lihat" Pintaku sambil menarik tangan yang menutupi pipi kanannya.
"Maaf ya Kak tadi Aku Kaget, jadi refleks mukul, mana buku nya tebal banget lagi" Kataku sambil mengelus pipi kanan Kak Andi.
Sedangkan Andi hanya diam memperhatikan Fitri yang sedang panik sendiri. "Fit" Panggil Andi pelan.
"Iya kenapa Kak, sakit banget ya?" Tanya Fitri sambil tetap mengelus pipi kanan Andi.
"Aku udah pernah bilang kan, Jangan pernah tiba tiba mendekat" Gumam Andi pelan.
"Ya? maksud Kakak apa?" Tanya Fitri bingung lalu menatap mata Andi, sedangkan Andi hanya menatap Fitri lekat.
deg deg tiba tiba jantung Fitri berdegup kencang. Sepertinya Fitri mulai paham Maksud Andi.
"Ini salah Kamu sendiri" Gumam Andi pelan tidak melepaskan tatapan nya dari Fitri. pandangan Andi beralih menatap bibir Fitri.
"Maksud ka..." 'Cupp' Belum sempat Fitri menyelesaikan kalimat nya, tiba tiba dengan cepat Andi menempel kan bibirnya pada bibir Fitri. Fitri yang terkejut membulatkan matanya, dan tanpa sengaja menjatuhkan buku yang di pegang nya.
Dengan pelan Andi melepaskan bibirnya, lalu di tatap nya Fitri yang masih belum sadar dari keterkejutannya. Mata Fitri membulat dan bibir yang sedikit terbuka. Lalu Andi meraih wajah Fitri dengan kedua tangannya, dan membuat Fitri sedikit mendongak. Dengan perlahan Andi kembali mendekatkan wajahnya pada Fitri. Andi kembali mengecup bibir Fitri, Andi menatap mata Fitri yang semakin membulat karena terkejut. Perlahan Andi menutup matanya lalu kali ini mulai sedikit ******* bibir Fitri. Sedangkan Fitri membeku kesadaran nya mulai menghilang. Fitri tidak tahu apa yang harus Dia lakukan, yang bisa di lakukan Fitri hanya meremas androk sekolah nya.
__ADS_1
'Tap tap tap' Andi mendengar ada suara langkah sepatu yang mulai mendekat kearah mereka. Dengan terpaksa Andi melepaskan ciuman nya. "Manis" Gumam Andi pelan sambil menyentuh bibir nya sendiri.
"ya?" Tanya Fitri setengah sadar.
Andi menyeringai lalu beralih menyentuh bibir Fitri dengan tangannya "Bibir kamu manis" Bisik Andi pelan di telinga Fitri.
Fitri merasa merinding saat Andi berbisik di telinganya. Dengan cepat Fitri menepis tangan Andi di bibirnya, lalu langsung melangkah mundur sampai punggungnya menempel di rak buku. Melihat Andi yang melangkah kembali mendekatinya, dengan cepat Fitri menutup bibirnya dengan kedua tangan.
Melihat itu Andi justru terkekeh kecil merasa lucu melihat Fitri yang melindungi bibir nya 'Bukan kah sudah terlambat untuk melindungi bibir nya sekarang' Batin Andi geli.
Melihat Andi yang terkekeh membuat Fitri Melotot kesal kearah Andi. Melihat Fitri yang melotot padanya justru membuat Andi ingin tertawa, tapi karena tidak ingin membuat Fitri tambah kesal padanya, dengan susah payah Andi menahan tawanya.
"Aku cari tempat untuk Kita duduk dulu ya" Kata Andi pelan sambil menahan tawa.
"Kalau sudah ketemu buku yang Kamu cari Kamu susul Aku" Pesan Andi
Fitri diam tidak merespon "Aku tunggu, jangan lama lama" Tambah Andi lagi. Fitri tetap diam tidak merespon. Melihat itu membuat Andi kembali terkekeh pelan.
"Aku duluan" Pamit Andi lalu pergi.
Fitri menatap punggung Andi yang meninggalkannya, setelah Andi tidak terlihat barulah Fitri melepaskan kedua tangan nya dari bibir. "Pwaahhh, baru bisa nafas Gue" gumam Fitri pelan sambil mengatur nafasnya.
Lalu Fitri menyentuh bibirnya pelan "Apa itu tadi, Kak Andi cium Gue?" Tanya Fitri pada dirinya sendiri.
"Kok Gue diem aja sih, dasar Fitri bego" gumam Fitri sambil merutuki kebodohannya sendiri.
"Hilang sudah keperawanan bibir Gue" Gumam Fitri sambil menyentuh bibir nya.
"Tapi.." gumam Fitri Lalu mengingat kembali ciuman pertama nya tadi bersama Andi.
"Ternyata begini ya rasanya ciuman" Gumam Fitri sambil menyentuh kedua pipinya yang bersemu malu.
Lalu Fitri menyentuh dada nya "Jantung Gue serasa mau meledak" gumam Fitri.
"Gila malu banget Gue" frustasi Fitri sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan.
"Aggghh Masa bodo lah, biar pun malu Gue tetap nggak bisa kabur" Kesal Fitri lalu dengan asal Dia mengambil satu buku di rak buku khusus Akuntansi.
__ADS_1