Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 35


__ADS_3

4 Bulan Kemudian, di rumah Fitri.


"Sayang" Ucap Andi lembut.


"Hmm" Gumam Fitri sambil membaca novel faforit nya.


"Udah dong baca novel nya, Kamu dari tadi baca novel tanpa perduliin Aku" Ujar Andi protes.


"Kan tadi kakak juga lagi nonton Anime" Balas Fitri tidak perduli.


"Aku udah selesai nonton nya, Kamu juga udahan dulu dong baca nya" Rengek Andi sambil menarik narik baju lengan Fitri.


"Iya sayang sebentar, nanggung ini udah chapter terakhir" Jawab Fitri tidak mau mengalah.


Andi mendecih sebal "Cih kalo lagi gini aja baru manggil sayang" Sungut Andi namun tetap menurut.


Fitri melirik Andi lalu tersenyum, Fitri tahu Andi sangat suka saat Fitri menyebut nya sayang. karena itu terkadang Fitri suka memanfaatkan hal itu untuk menang dari Andi.


Andi membuka ponsel nya dan memilih mencari cari apakah ada anime yang bagus.


Fitri yang sudah selesai membaca novel nya meletakan novel nya di atas meja. Lalu langsung beralih menggandeng lengan Andi dan menyandarkan kepala nya di bahu Andi.


"Sayang" Rayu Fitri pelan.


Andi langsung mematikan ponsel nya, dan meletakan ponsel nya di atas meja.


"Iya sayang" Jawab Andi lembut sambil mengelus rambut Fitri.


Fitri mengangkat kepala nya lalu mendekat kan bibir nya di telinga Andi "I love you" Bisik Fitri pelan di telinga Andi.


Andi otomatis langsung panas dingin, bisikan Fitri di telinga nya cukup berbahaya. Nafas hangat Fitri yang mengenai leher nya langsung membuat Andi meremang.


"Kamu sengaja ya" Ujar Andi yang langsung menatap Fitri tajam.


Fitri terkekeh pelan "Sengaja apa nya? Aku kan cuma ungkapin perasaan aja" Ujar Fitri menatap Andi dengan wajah polos.


Andi berdecak kesal "Nggak usah berdalih. Kamu sengaja kan goda Aku kayak tadi, karena tahu Aku nggak bisa ngapa ngapain Kamu" Ucap Andi menatap Fitri kesal.

__ADS_1


"Emang nya Kakak mau ngapain Aku?" Tanya Fitri tersenyum menantang. Lalu melirik satpam kesayangan nya yang sedang main game di sofa seberang.


"Kamu sekarang nantang Aku" Ucap Andi menatap kesal Fitri.


"Apa sih Kak Aku kan nggak ngapa ngapain" Ucap Fitri tanpa rasa bersalah.


Andi mendecih sebal "Cih Kamu liat aja sendiri, jangan berfikir bisa kabur" Ucap Andi berapi api.


"Dek!" Panggil Andi kepada Andre yang sejak tadi bermain game sambil curi curi pandang ke arah mereka.


"Iya bang" Jawab Andre sambil menatap Andi.


Andi mengambil dompet nya dari kantong celana."Camilan nya kayak nya kurang deh, Kamu bisa pergi ke warung nggak beli camilan lagi?" Tanya Andi sambil melihat camilan yang tadi dia bawa sudah hampir habis.


"Bisa sih, tapi kata Ibuk kalau abang lagi maen kesini Andre di suruh nemenin. Nggak boleh ninggalin abang sama mbak Fitri cuma berdua" Jawab Andre Tegas.


Fitri yang mendengar nya langsung terkekeh dan memelet kan lidah nya kepada Andi.


Andi yang melihat nya langsung kesal. Andi menyeringai kecil "Dek kalau main game itu enak nya pakai airphone, kalau cuma pakai handset pasti kabel nya agak mengganggu kan?" Tanya Andi memancing.


"Iya bang, Andre juga udah minta beliin, tapi kata Mbak Fitri mahal. lebih baik uang nya di pake beli cabe kata nya" Sungut Andre kesal.


"Kebetulan belum lama ini Abang beli Airphone baru, jadi yang lama nggak ke pake. Gimana kalau nanti Abang kasih aja buat Andre" Ujar Andi merayu. Fitri langsung melotot kearah Andi, sedangkan Andi justru menyeringai senang.


"Beneran bang?" Tanya Andre antusias.


"Iya lah lagian buat apa juga punya Airphone 2, Gimana mau nggak?" Tanya Andi lagi merayu.


"Mau banget bang!" Jawab Andi semangat.


"Dek kata ibuk kan nggak boleh sembarang terima barang dari orang lain" Ujar Fitri melarang.


Andre langsung cemberut dan menunduk "Tapi Abang kan pacar Mbak kamu dek, bukan orang lain jadi nggak apa apa. Abang juga kan sering bawain Kamu makanan, Ibuk juga nggak pernah ngelarang kan" Ujar Andi tidak mau menyerah.


Otomatis Andre kembali semangat "Iya Mbak, bang Andi kan pacar mbak Fitri jadi bukan orang lain" Ujar Andre termakan rayuan Andi.


Fitri hendak melarang lagi"Tapi dek tetap aja it.."

__ADS_1


belum sempat Fitri menyelesaikan Kalimat nya Adik nya sudah memotong. "Nggak apa apa mbak, pasti boleh sama ibuk" Ujar Andre keras kepala.


Andi terkekeh pelan, Fitri langsung memelototi Andi. "Yaudah dek minggu depan Abang bawain, tapi sekarang kamu beli camilan dulu ya. dan beli es krim juga, Mbak kamu kan suka banget es krim" Ujar Andi sambil memberikan Uang 100 ribu kepada Andre.


"Tapi bang kalau beli es krim warung nya agak jauh dari sini" Ucap Andre Ragu.


"Nggak apa apa malah bagus!" Ujar Andi senang.


"Jangan mau dek" Ujar Fitri melarang.


"Nih abang tambahin 50 ribu lagi buat uang jalan" Ucap Andi meletakan lagi Uang 50 ribu ke tangan Andre.


Dengan semangat Andre langsung menyetujui "Oke deh bang!" Jawab Andre senang dan langsung pergi untuk mengambil sepeda nya.


"Dek!" Panggil Fitri berusaha mencegah namun Adiknya sama sekali tidak memperdulikan nya.


Setelah Andre pergi Andi langsung menyeringai licik, Fitri menatap Andi takut "Hmm kak Kayak nya Aku mules deh, Aku ke kamar mandi sebentar ya" Ucap Fitri berdiri berniat kabur dari Andi.


Dengan cepat Andi menarik tangan Fitri membuat Fitri kembali terduduk di sofa


"Mau kabur kemana Kamu?" Tanya Andi langsung mendekati Fitri.


Fitri langsung memundurkan tubuh nya keujung sofa. "Aku kebelet kak pengen ke kamar mandi" Ucap Fitri sambil menahan dada Andi yang terus mendekat.


Andi menyeringai "Ah gitu, yaudah biar Aku antar, kamar mandi disini kan letak nya semua di dalam kamar" Ujar Andi sambil menatap Fitri dalam.


'Gleekk' Fitri menelan ludah nya gugup, bisa berbahaya jika sampai dia ke kamar bersama Andi.


"Ah hahaha kayak nya mules nya tiba tiba hilang deh" Ujar Fitri sambil tersenyum canggung.


"Ah!! sayang sekali" Ucap Andi pelan lalu menarik tubuh Fitri sampai menempel dengan nya.


"Kakak mau ngapain? jangan macam macam ya gimana nanti kalau keliatan dari luar!" Ucap Fitri gugup.


"Apa yang kamu takutkan, Sofa ini kan membelakangi pintu dan jendela. Jadi orang luar nggak akan bisa melihat" Ucap Andi pelan sambil menyeringai.


Fitri merutuki kebodohan nya, kenapa juga dia menata sofa nya seperti ini. Ini salah nya sendiri yang tadi memprovokasi Andi.

__ADS_1


"Tapi k..." 'Cupp' dengan cepat Andi membungkam Fitri dengan bibir nya.


__ADS_2