
Ahmad Ini anak bungsu dari 3 bersaudara. Ayahnya sudah lama meninggal, dan Dia adalah anak lelaki satu satunya. Dia pasti memiliki tanggung jawab besar yang harus Dia pikul. Jadi sangat wajar jika Dia harus bekerja keras lebih dini, di saat teman temannya masih harus bersekolah atau pun masih sibuk bermain. Sisi nya yang seperti ini lah yang paling Aku suka dari nya. Dulu meski masih Smp terkadang di saat libur sekolah Ahmad ini sudah mulai bekerja buruh. Dia melakukan pekerjaan apa saja yang bisa menghasilkan uang. Dulu tidak jarang aku melihat tangannya terluka karena bekerja.
Saat Aku melihat mereka sudah menghabiskan sop buah nya Aku langsung mengajak nya pergi.
"Udah yuk pergi, Gue masih harus belanja kebutuhan dapur nih" Kataku Pada Ahmad.
Ahmad berdiri, Dia mengeluarkan dompetnya "Udah Gue bayar tadi" Tegurku menghentikan niat nya yang ingin membayar.
"Kenapa Lo yang bayar?" Tanya nya.
"Nggak apa apa gantian" Jawabku.
"Terus janji Lo yang mau traktir Gue makan batal dong?" Tanyanya dengan muka sedih.
Aku terkekeh kecil "Nggak batal kok, lain kali nanti Gue traktir makan" Janjiku.
"Benar ya, Gue tunggu" Katanya lalu tersenyum lega.
"Iya" Jawabku.
"Yuk Dek pergi" Ajak ku pada Andre. Dia hanya mengangguk lalu mengikutiku dari belakang.
Saat Aku hendak menyalakan motor Ahmad kembali menghampiri ku.
"Riri" Panggilnua
"Iya?" Jawabku bertanya.
"Gue senang akhirnya bisa ketemu Lo hari ini" Katanya lalu tersenyum tulus.
Aku tertegun sebentar melihat senyumannya. senyuman tulus yang dulu sering Aku lihat.
"Gue juga senang bisa ketemu Lo lagi" Jawabku lalu tersenyum.
"Hati hati di jalan" Kata Ahmad.
"Iya, Sampai ketemu lagi" Ucapku.
"Pasti!" Jawab nya sambil tersenyum lebar.
Setelah itu Aku pun pergi. Tanpa Fitri sadari saat itu, Ahmad terus menatap kearah nya sampai Fitri tidak terlihat lagi.
__ADS_1
"Riri Kali ini Aku nggak akan menyerah lagi, Meskipun mungkin butuh waktu yang lama, Kamu pasti kembali padaku. Dan saat hal itu tiba, Aku nggak akan pernah melepaskan Kamu lagi" Janji Ahmad pada dirinya sendiri.
****
"Untung aja hari ini Gue nggak telat" Gumam Fitri Saat memasuki gerbang sekolah Smk Trigada.
"Ngapain Sih itu guru pagi pagi udah nongkrong di depan gerbang, bikin sawan anak orang aja" Gumam Fitri kesal melihat Pak Graham, Guru yang terkenal galak dan disiplin. Pagi pagi sudah berdiri di depan gerbang, sambil menatap satu persatu murid yang baru datang.
Fitri membawa motor nya memasuki area parkir sekolah, Fitri sedikit terkejut melihat Andi sedang bersandar di bawah pohon besar di area parkir. Setelah memarkirkan motornya Fitri berjalan menghampiri Andi.
"Kakak ngapain pagi pagi udah berdiri di bawah pohon begini" Tanya Fitri
Andi tersenyum "Aku nungguin Kamu" Jawab Andi
Fitri tersenyum senang.
"Untung aja hari ini Aku nggak telat, gimana kalau telat coba" Ucap Fitri
"Nggak apa apa" Jawab Andi tersenyum.
"Aku kaget tahu tadi, Aku fikir Kakak penunggu pohon" Goda Fitri lalu tertawa.
"Wah Kamu ini jahat banget, Masa pacar sendiri di bilang penunggu pohon" protes Andi sambil mengerucutkan bibirnya.
Andi menangkap tangan Fitri yang menjawil dagu nya lalu menggemgam nya "Kamu itu ya jahil banget" Ucap Andi lalu mengacak pelan rambut Fitri menggunakan tangan satunya.
Fitri tersenyum tanpa dosa "Jangan di berantakin rambut Aku, ini aja udah cukup berantakan kena angin di jalan, malah kakak tambah berantakin" Ucap Fitri cemberut berpura pura kesal sambil merapikan rambutnya menggunakan tangan yang menganggur.
Andi terkekeh kecil "Iya deh maaf sayang, sini Aku rapihin lagi rambutnya" Kata Andi sambil merapikan kembali rambut Fitri. Tanpa melepaskan genggaman tangan nya yang satunya.
Fitri langsung tersenyum bahagia, dan dengan semangat semakin mendekatkan dirinya ke Andi agar Andi lebih mudah merapikan rambutnya.
Fitri yang tiba tiba semakin mendekat padanya membuat Andi berdebar. "Kamu itu ya, kadang suka bertidak tanpa berpikir dulu" Tegur Andi sambil berusaha menenangkan jantung nya.
"Kenapa?" Tanya Fitri bingung sambil menatap Andi dengan polos.
"Jangan tiba tiba deketin tubuh Kamu ke Aku kayak tadi" Tegur Andi memperingati.
"Memangnya kenapa?" Tanya Fitri polos.
Andi yang melihat tatapan polos Fitri menjadi tidak tahan sangking gemas nya, dengan cepat Andi medekatkan wajahnya kearah Fitri lalu mengecup singkat pipi Fitri.
__ADS_1
'Cup' Fitri yang terkejut langsung mundur satu langkah sambil menyentuh pipinya yang di kecup Andi.
"Kalau Kamu tiba tiba mendekat kan tubuh Kamu kayak tadi, Hormon remajaku jadi bangun" Jelas Andi.
Fitri semakin menatap bingung Andi sambil menyentuh sebelah pipinya yang di kecup tadi.
"Ho.. hormon?" Tanya Fitri gugup.
Andi menatap Fitri dalam "Aku ini lagi ada di masa, dimana rasa penasaranku cukup tinggi pada lawan jenis, Kamu harus hati hati, karena Aku nggak sebaik yang Kamu kira" Jelas Andi memperingati.
Fitri yang Akhirnya mengerti langsung menunduk malu "Maaf" Ucap Fitri pelan.
Andi tersenyum "Nggak apa apa, Tapi jangan di ulangi" Peringat Andi sambil mengelus rambut Fitri. Sedangkan Fitri hanya mengangguk mengerti.
"Udah yuk masuk kelas" Ajak Andi sambil menggandeng tangan Fitri.
Fitri menghentikan langkah Andi.
"Kakak mau pergi ke kelas sambil gandengan tangan?" Tanya Fitri Ragu.
"Iya, kan untuk ini Aku nungguin Kamu dari pagi di parkiran" Ucap Andi.
"Kenapa? Kamu nggak mau?" Tanya Andi sambil menatap Fitri.
Fitri langsung menggelengkan kepala "Enggak Aku mau kok, mau banget malah! biar semua orang tau kalau Kita pacaran. Jadi nggak ada yang bisa godain kakak lagi" Kata Fitri berapi api.
Andi yang melihat Fitri sedang berapi-api langsung terkekeh kecil "Tenang aja Aku ini nggak mudah di goda" Ucap Andi menenangkan.
"Benar ya awas aja kalau Kakak sampai tergoda!" Ancam Fitri
"Memangnya apa yang akan Kamu lakuin?" Tanya Andi penasaran.
"Lihat aja nanti, Aku ini pendendam loh, Aku bisa lebih jahat kalau di jahatin" Peringat Fitri serius.
Andi terkekeh pelan "Iya Aku akan lebih hati hati" Kata Andi.
"Benar ya? awas aja kalau berani" Ancam Fitri lagi.
"Iya sayang" Ucap Andi lembut. Membuat Fitri langsung tersenyum manis.
Andi yang melihat senyum Fitri juga ikut tersenyum "Nah gitu dong! kalau senyum kan jadi kelihatan cantik nya" Goda Andi sambil menyentuh lesung pipi Fitri.
__ADS_1
Fitri langsung cemberut "Berarti tadi nggak cantik?" Tanya Fitri kesal.
Andi tersenyum "Cantik sayang, Kamu itu selalu cantik" Puji Andi.