
Dengan kesal Andi mengikuti Fitri dari belakang, Fitri berjalan ke arah taman belakang sekolah. Setelah sampai di taman, Fitri menghentikan langkahnya. Lalu berbalik menghadap Andi yang sedang menatap Fitri dingin.
"Dengerin Aku baik baik" Ujar Fitri tegas.
Andi langsung melengos tidak mau menatap Fitri.
"Huffttt" Fitri menghela nafas lelah.
"Kalau ada masalah itu diomongin, jangan terus menghindar dan kabur" Ucap Fitri kesal.
Andi langsung menatap Fitri marah "Siapa yang Lo sebut kabur" Ucap Andi tersinggung.
"Terus seharian ini Kakak terus menghindar dari Aku, Kalau bukan kabur apa namanya?" Tanya Fitri kesal
"Gue cuma lagi nggak mau ngomong sama Lo" Balas Andi kesal.
"Kalau nggak diomongin gimana masalahnya bisa selesai, jangan kayak anak kecil deh" Seru Fitri sebal.
"Lo ngatain Gue kayak anak kecil?" Tanya Andi marah.
"Aissshhh Udah lah diam!" Perintah Fitri sedikit meninggikan suaranya karena kesal.
Andi yang tidak pernah melihat Fitri begitu marah pada nya sedikit terperanjat kaget.
"Dia itu bukan Pacar Aku" Jelas Fitri.
Andi langsung melotot, sudah ketahuan tapi masih tidak mau mengaku juga. "Kalau bukan pacar, nggak mungkin Lo bersikap semanja itu sama Dia, Sama Gue aja Lo nggak pernah sampai semanja Itu" Sungut Andi kesal.
"Kakak cemburu?" Tanya Fitri menatap Andi tajam.
"Gue nggak cemburu, ngapain juga cemburu sama lelaki kayak gitu" Ujar Andi kesal sambil menatap ke arah lain, menghindari tatapan mata Fitri.
"Hmptt" Fitri menahan diri untuk tidak tertawa, Andi yang sedang cemburu, terlihat sedikit imut dimatanya
"Kayak gitu gimana maksudnya?, menurutku Aa Juna lumayan Ganteng kok!" Ucap Fitri sedikit menggoda Andi.
Andi yang mendengar Fitri memuji Juna langsung menatap Fitri marah "Tadi Lo bilang Dia bukan pacar Lo, tapi sekarang Lo malah muji Dia ganteng" Seru Andi marah.
Fitri balas menatap Andi marah "Emang nya kenapa? kalo ganteng ya Aku bilang ganteng, nggak mungkin Aku bilang jelek, Aku ini jujur orangnya!" Balas Fitri kesal.
"Oh jadi gitu ya, Lo ini emang dasarnya ganjen semuanya dibilang ganteng, sebenarnya berapa banyak lelaki ganteng yang Lo punya?" Tanya Andi Kesal.
__ADS_1
"Hmm berapa ya" Ujar Fitri pelan sambil menyentuh dagunya mencoba mengingat berapa banyak lelaki ganteng yang Dia punya.
Melihat reaksi Fitri yang seperti itu membuat Andi tambah kesal. Sebenarnya seberapa banyak lelaki ganteng yang Fitri punya, sampai membuat Fitri terlihat cukup lama untuk mengingat nya.
"Cih" Andi mendecih kesal.
"Sangking banyaknya sampai nggak kehitung ya" Sungut Andi menyindir.
"Iya, kalau di inget inget ternyata emang banyak ya" Gumam Fitri pelan, tidak menyadari gumaman pelan nya semakin menyulut amarah Andi.
"Apa!" Teriak Andi marah.
Melihat itu Fitri langsung panik "Eh enggak gitu, buat Aku tetap kakak yang paling ganteng!" Ujar Fitri panik.
"Bullshitt, pergi aja sana Lo sama para lelaki ganteng Lo itu" Ujar Andi marah, lalu membalikkan badannya hendak pergi meninggalkan Fitri.
Fitri yang panik langsung melepaskan tas Andi yang ada di tangan nya, lalu dengan cepat mendekati Andi dan memeluknya dari belakang.
"Jangan pergi!" Ucap Fitri sambil memeluk Andi erat.
"Lepas!" Perintah Andi kesal sambil mencoba melepaskan tangan Fitri yang memeluk nya.
"Nggak Mau!" Tolak Fitri semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku minta maaf, tapi Dia itu beneran bukan pacar Aku!" Ujar Fitri sambil menyandarkan kepalanya di punggung Andi.
"Udah lah, nggak perlu bohong lagi, lepasin Gue sekarang juga!" Perintah Andi dingin.
"Aku berani sumpah, Dia itu bukan pacar Aku, pacar Aku itu cuma Kakak, nggak ada yang lain" Ucap Fitri mencoba meyakinkan Andi.
"Terus kalau Dia bukan pacar Lo, Dia itu siapa?" Tanya Andi marah.
"Dia itu Om Aku!" Seru Fitri meninggikan suaranya.
"Lo fikir Gue Bego apa, Dia aja kelihatan seumuran Gue, nggak mungkin Dia Om Lo" Sungut Andi kesal, Andi melihat sendiri lelaki itu terlihat seumurannya mana mungkin Dia Om Fitri.
"Aku berani sumpah Dia itu Om Aku, Dia Adik bungsu ibuku, Umurnya memang cuma 2 tahun lebih tua dari kita, tapi dia beneran Om Aku" Ujar Fitri menjelaskan.
"Mana ada keponakan yang panggil Om nya dengan sebutan Aa!" Ucap Andi tidak percaya.
"Itu Karena Dia masih merasa muda, Dia nggak mau dipanggil Om, jadi semua keponakannya dia minta untuk panggil Dia Aa" Ujar Fitri menjelaskan.
__ADS_1
Tubuh Andi yang tadi kaku dipeluk Fitri perlahan mulai rileks "Beneran dia Om Kamu?" Tanya Andi nadanya sudah sedikit melembut.
Fitri mengangguk "Iya beneran, namanya Juna Dia adik bungsu ibuku!" Jawab Fitri tegas.
Andi sudah mulai percaya tapi tetap saja Dia belum yakin sepenuhnya. "Kamu punya bukti nya?" Tanya Andi tidak mau percaya begitu saja tanpa bukti.
"Iya ada, Aku punya banyak Foto dari Kita kecil sampai sekarang" Jawab Fitri pelan.
"Yaudah sekarang lepasin tangan Kamu" Pinta Andi pelan.
"Aku lepasin, tapi janji dulu jangan pergi" Ucap Fitri tidak ingin Andi meninggalkan nya.
"Iya" Jawab Andi menyetujui.
Perlahan Fitri melepaskan tangannya yang memeluk Andi erat, dan Andi membalikan tubuhnya menghadap Fitri.
Andi menatap Fitri yang menundukan wajahnya merasa bersalah. "Huffttt" Andi menghela nafas pelan. Sepertinya dia sudah sedikit keterlaluan seharusnya Dia menanyakan terlebih dahulu kepada Fitri, bukannya mengambil kesimpulan sendiri lalu marah.
"Mana tas Aku?" Tanya Andi yang melihat kedua tangan Fitri yang tadi memeluk erat tas nya kini kosong.
Fitri mengangkat wajah lalu menepuk dahinya pelan "Ah iya lupa!" Ucap Fitri panik, lalu langsung mencari tas Andi yang tadi tanpa sengaja Dia buang. Setelah menemukan tas Andi dengan cepat Fitri mengambil nya dan menepuk nepuk pelan menghilangkan tanah yang menempel di tas.
"Kamu buang tas Aku?" Tanya Andi sedikit kesal.
"Maaf Kak, Aku nggak sengaja abisnya tadi kakak mau ninggalin Aku, Aku jadi refleks ngelepasin tas kakak" Ujar Fitri menjelaskan sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah.
"Gimana kalau tas nya Aku bawa pulang, biar Aku cuci dulu" Tambah Fitri menawar agar Andi tidak marah.
"Huffttt" Andi menghela nafas lelah.
"kesiniin tas nya, nggak apa-apa biar Aku cuci sendiri" Ucap Andi mencoba meraih tas nya dari tangan Fitri.
Fitri tidak mau melepaskan tas Andi "Biar Aku aja yang nyuci, kakak jangan marah, ya?" Bujuk Fitri tidak menyerah.
"Aku nggak marah, biar Aku cuci sendiri" Lalu Andi meraih tas nya.
"Kamu udah makan siang?" Tanya Andi pelan.
Seharian ini mereka bermain petak umpet sampai tidak sempat makan. Fitri menunduk sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Andi mengelus rambut Fitri pelan "Yaudah Kita cari makan dulu, Abis itu baru Aku antar pulang" Ucap Andi lembut.
__ADS_1
Fitri langsung mengangguk senang lalu menatap Andi sambil tersenyum manis.