Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 65


__ADS_3

Setelah 1 Minggu Dayu di rawat di rumah sakit, akhirnya Dayu pun di perbolehkan untuk pulang ke rumah. Keluarga Dayu pun membawa Dayu pulang kembali ke rumah mereka, setelah itu pihak keluarga besar Rayan dan keluarga besar Dayu memutuskan untuk menikahkan mereka. Pernikahan ini di lakukan dengan sangat sederhana dan hanya di hadiri oleh kerabat serta tetangga dekat mereka saja.


Hari ini adalah hari pernikahan Rayan dan Dayu, untungnya acara ijab kabul nya di adakan di hari minggu, sehingga Fitri bisa menghadiri pernikahan sahabat baik nya Dayu. Ijab kabul nya di adakan di rumah orang tua Dayu.


Fitri sedang di dapur membantu membuat kan kopi, untuk kerabat dan tamu yang datang. Tetapi suasana hati Fitri tiba-tiba berubah menjadi buruk, karena tanpa sengaja mendengar kan tetangga dan kerabat Dayu yang sedang bergosip buruk tentang Dayu sambil memasak di dapur


"Padahal anaknya terlihat kalem, tapi ternyata tidak di sangka sampai bisa hamil di luar nikah" Ujar Ibu-ibu yang merupakan tetangga Dayu


Perasaan Fitri mulai terusik mendengar kan kata-kata tersebut


"Iya kalau Saya sih sudah tidak kaget Bu, Saya sudah menduganya. Karena sering melihat Rayan itu sering keluar masuk Rumah Pak Danu, di saat pak Danu sedang tidak di rumah" Sahut tetangga yang lainnya


"Iya bahkan terkadang Itu pacar nya Dayu suka main kesini sampai larut malam, anak muda jaman sekarang ya tidak tau adab. Berbeda dengan jaman Kita dulu" Sahut Salah satu tetangga Dayu


Emosi Fitri sudah mulai bergejolak, namun sebisa mungkin Fitri menahan diri. Bagaimana pun tidak akan baik jika Fitri sampai adu mulut dengan Ibu-ibu di hari pernikahan Dayu seperti ini


"Benar bikin malu keluarga besar saja, di keluarga besar Saya ini, baru si Dayu ini yang membuat Aib dan mengotori nama baik keluarga. Saya benar-benar kecewa" Ujar salah satu kerabat Dayu


"Amit-amit deh jangan sampai anak Kita membuat malu seperti dia, itu sama saja melempar kotoran ke wajah orang tuanya" Sahut Kerabat Dayu yang lain


Fitri sudah tidak bisa menahan amarahnya, dengan keras Fitri membanting sendok yang dia pakai untuk mengaduk kopi ke meja. Membuat perhatian orang-orang yang ada di dapur beralih ke arah Fitri.


Fitri berbalik hendak menghampiri perkumpulan Ibu-ibu tersebut, namun Ahmad yang sedari tadi berada di sana sedang duduk dan mengobrol bersama Fian langsung menghampiri Fitri


Ahmad menahan lengan Fitri agar tidak menghampiri Para Ibu-ibu tersebut "Ri kopi buat gue sama Fian sudah jadi belum?" Tanya Ahmad beralasan


Fitri menatap Ahmad tajam, tidak suka Ahmad menghentikan nya. Ahmad menggeleng kan kepalanya, memberikan Fitri isyarat untuk tidak melakukan nya. Fitri kesal dan beralih menatap Kak Fian, berharap mendapatkan dukungan. Namun hasilnya sama, Kak Fian pun menggeleng tidak memperbolehkan Fitri melabrak Ibu-ibu tersebut.

__ADS_1


Fitri yang kesal menyentakkan tangan Ahmad "Bikin saja sendiri!" Sentak Fitri kesal, lalu membawa pergi nampan yang berisi kopi yang sudah jadi.


Ahmad yang mengerti kekesalan Fitri hanya menghela nafas saja, lalu membuat kopi untuk dirinya dan Fian. Setelah kopinya jadi Ahmad memberikan segelas kopi di hadapan Fian.


"Maklumi saja sikap Fitri tadi Mad, Fitri pasti sedang kesal mendengar kan Ibu-ibu yang sedang menggosipkan Dayu" Ujar Fian karena melihat ekspresi Ahmad yang muram


Ahmad menggeleng "Gue nggak tersinggung kok, gue cuma nggak suka saja melihat Riri sedih dan marah seperti tadi" Jawab Ahmad


Fian hanya mengangguk mengerti 'Beneran Bucin parah ini anak, kasian banget Fitri bucin nya ke lelaki lain' Batin Fian dalam hati menatap Ahmad prihatin.


'Padahal menurut gue, Ahmad lebih cocok untuk Fitri, kelihatan sekali dia tulus ke Fitri. Entah kenapa waktu gue melihat Pacar Fitri saat di rumah sakit, gue nggak terlalu suka. Ganteng sih tapi entah kenapa terasa mirip seperti Rayan memiliki aura brengsek' Batin Fian dalam hati. Fian menghela nafas panjang menyayangkan kenyataan tersebut


"Kenapa bro?" Tanya Ahmad yang melihat Fian menghela nafas panjang


Fian menggeleng lalu tersenyum "Nggak apa-apa" Jawab Fian sekedar nya. Ahmad hanya mengangguk tidak terlalu perduli


Fitri menghampiri Dayu yang sedang bersiap-siap di kamar, saat Fitri masuk ternyata Mayang dan Ely sudah datang, dan sedang mengobrol dengan asyik bersama Dayu.


"Lagi ngobrolin apa, kayanya seru banget?" Tanya Fitri sambil tersenyum. Dayu memang meminta kepada Fitri untuk mengundang Mayang dan Ely, karena mereka berdua merupakan sahabat baik Fitri. Mereka berdua juga memperlakukan Dayu dengan baik.


"Kita lagi mengagumi kecantikan Dayu nih" Ujar Mayang bersemangat.


Ely mengangguk setuju "Gue tahu Dayu itu cantik nya seperti boneka, tapi setelah di dandani kecantikan nya jadi bertambah berkali-kali lipat. Sampai gue kira dia bukan manusia fana seperti Kita" Ujar Ely berlebihan


Fitri hanya terkekeh pelan melihat Mayang dan Ely yang kagum akan paras cantik Dayu, sedangkan Dayu hanya tersenyum malu. Tapi mereka berdua memang benar, Dayu memang sudah terlahir sangat cantik. Tapi ketika di dandani, kecantikan nya bertambah sampai membuat pangling.


"Sudah cukup acara memuji pengantin wanitanya, sebentar lagi acara ijab Kabul nya akan di laksanakan. Kita diminta membawa pengantin wanitanya keluar" Ujar Fitri yang memang di minta untuk menjemput Dayu

__ADS_1


Dayu menatap Fitri berkaca-kaca seolah banyak hal yang Dayu ucap kan dalam tatapan nya, Fitri mengangguk mengerti lalu mengelus pundak Dayu pelan.


"Semua nya akan baik-baik saja" Ujar Fitri menatap mata Dayu memberikan dukungan, Dayu mengangguk mengerti, entah kenapa terasa sulit baginya untuk mengucapkan isi hatinya.


Fitri membawa Dayu ke ruang tamu tempat yang akan di jadikan untuk ijab kabul.


Saat sampai di sana semua orang sudah berkumpul dari penghulu, saksi, kedua orang tua dari kedua belah pihak dan tentu saja pengantin pria nya Rayan


Hari ini Rayan terlihat sangat tampan menggunakan setelan jas dan juga peci hitam nya yang mengkilap. Fitri melirik Rayan sekilas, terlihat sekali Rayan yang biasanya Sombong dan percaya diri itu, saat ini sedang gugup setengah mati.


Dayu duduk di samping Rayan, sedangkan Fitri duduk di belakang Dayu lalu menautkan selendang pengantin Dayu ke kepala Rayyan. Setelah serangkaian sambutan dan doa, akhir nya tibalah saat Ijab Kabul nya


Penghulu menjulurkan tangannya dan menjabat tegas tangan Rayan


"Saya nikahkan, dan kawinkan engkau Rayan prayoga bin Abdul Prayoga dengan Dayu Prameswari binti Danu Raharjo dengan maskawin seperangkat alat sholat dan emas 10 gram di bayar tunai" Ucap Penghulu tersebut


"Saya terima nikah dan kawinnya Dayu Prameswari binti Danu Raharjo dengan maskawin tersebut di bayar tunai" Ucap Rayan tegas dalam sekali ucap


"Bagaimana saksi sah?" Tanya penghulu kepada para saksi


"Sah!" Ujar para saksi dan orang-orang yang berada disana


Rayan dan Dayu saling bertukar cincin lalu Dayu mencium tangan Rayan, setelah itu Rayan mencium kening Dayu dengan lembut


Melihat hal itu membuat air mata haru Fitri menetes, andai saja Andi berada di sampingnya saat ini, ingin sekali Fitri menangis di pelukan Andi. Sayangnya hari ini Andi ada keperluan keluarga, sehingga tidak dapat hadir. Tanpa Fitri tahu di seberang nya Ahmad yang duduk di belakang penghulu sedang menatap Fitri penuh perasaan, seolah ingin memberikan pelukannya untuk menghibur Fitri yang terlihat rapuh. Sedangkan Fian yang memperhatikan kedua orang itu hanya bisa menghela nafas panjang


"Bucin tidak pada tempatnya" Gumam Fian pelan

__ADS_1


__ADS_2