
"Dek Mbak udah masak, Kamu kalau mau makan, makan aja duluan jangan tunggu Mbak ya" Pesanku pada Adikku yang sedang sibuk bermain game di kamarnya.
Andre menoleh kearahku yang sedang berdiri di pintu kamarnya. "Mbak mau kemana?" Tanya Andre penasaran.
"Mbak mau main kerumahbnya Mbak Dayu" Ujarku memberi tahu.
"Jam berapa pulang nya?" Tanya Andre.
"Nggak tahu, kalau keasyikan ngerumpi mungkin jam 8 malam Mbak pulang" Jawabku.
Andre langsung merengut Dia paling tidak suka dirumah sendirian "Yaudah jangan malam malam pulang nya, nggak boleh lebih dari jam 8 malam ya" Pesan nya.
"Iya" Jawabku menyetujui.
"Yaudah Mbak pergi dulu ya" Pamit ku
"Iya" Jawab Andre singkat lalu kembali bermain game.
Hanya butuh waktu 3 menit naik motor Aku sudah sampai di depan rumah Dayu. Setelah memarkirkan motor, di garasi rumah Dayu yang terbuka Aku mengetok pintu rumahnya.
'Tok tok tok' "Dayu!" Panggil ku sedikit berteriak.
"Dayu" Panggilku Lagi. Aku mendengar suara jawaban dari dalam rumah. Lalu tidak lama pintu rumah terbuka, yang membuka pintunya adalah Ika Adik Dayu.
"Mbak Kamu dirumah nggak Ka?" Tanyaku pada Ika.
" Ada di kamarnya" Jawabnya sambil membuka lebar pintu. Lalu Ika masuk ke dalam rumah. Aku pun Ikut masuk dan menuju ke kamar Dayu. Sudah sejak kecil Aku dan Dayu berteman, Jadi Aku sudah terlalu sering keluar masuk rumah ini. Sampai sampai terkadang orang tua Dayu menganggapku seperti anak sendiri. Aku bebas berkeliaran dirumah ini tanpa merasa segan.
Aku membuka pintu kamar Dayu, Kulihat Dayu sedang duduk memakai earphone, sambil bermain game menggunakan laptop di meja belajar nya. pantas saja Dia tidak menyahut tadi saat Aku panggil. Dengan santai Aku berbaring di ranjangnya. Sambil menunggu Dayu selesai bermain game, Aku mengeluarkan handphone ku Lalu membuka aplikasi untuk baca novel online.
__ADS_1
"Sejak kapan Lo dateng?" Tanya Dayu yang sudah selesai bermain game online nya.
"Dari setengah jam yang lalu" Jawabku Sambil menutup handphone ku.
Dayu menghampiriku Lalu berbaring di sampingku. "Lo kesini pasti mau Curhat kan?" Tanya nya yang sudah hafal kebiasaan ku. saat datang sore hari, pasti Aku sedang ingin curhat. Tapi jika datang di pagi atau siang hari, pasti Aku akan mengajak nya pergi belanja atau pergi main.
Aku langsung duduk dan Dayu pun ikut duduk berhadapan denganku di atas kasur. "Jadi ada apa?" Tanya Dayu.
Aku langsung tersenyum Malu, dan ekspresi Dayu langsung berubah antusias.
"Wahh Pasti hubungan Lo sama si Andi Itu Udah ada perkembangan bagus ya?" Tanya nya menebak.
Aku langsung tersenyum manis "Emang cuma Lo yang paling ngerti Gue" Jawabku senang.
"Jadi gimana gimana?" Tanya nya antusias.
"Gue.." Aku menghentikan sejenak kalimat ku. Sedangkan Dayu sudah menatap ku tidak sabar.
Dayu langsung heboh "Akhirnya setelah 7 purnama hilang juga keperawanan bibir Lo yang bikin Gue jengkel Itu" Kata nya senang.
Dayu ini sejak dulu selalu membanggakan pengalaman ciumannya bersama Rayan. dan selalu saja mencekokiku, dengan cerita cerita vulgar. Sampai Aku hafal materi dari tehnik tehnik ajaran Dayu yang sesat.
"Yaudah cepetan dong ceritain Gue udah nggak sabar nih" Ujar Dayu tidak sabar.
"Jadi gini Awalnya tuh Kak Andi ngajakin Gue belajar bareng di perpustakaan, terus...." Dan mengalir lah cerita ciuman pertama ku yang sudah sejak lama Dayu nantikan itu.
"Wah keren juga ya si Andi ini" Respon Dayu setelah Aku selesai bercerita.
Aku hanya tersenyum malu saja.
__ADS_1
"Emang harus gitu kalau mau Cium Lo, Kalau Dia sok basa basi tanya pendapat Lo, Lo pasti bakal kabur duluan" Kata Dayu semangat yang entah kenapa membuat Aku sedikit jengkel mendengar nya.
"Kenapa gitu?" Tanyaku Kesal.
"Ya gimana lagi, Lo lupa ya bahkan teman-teman Kita itu udah mulai ciuman pertama sejak SMP. Tapi Lo waktu SMP sok jual mahal sampe nolak semua cowok yang naksir Lo. Setelah Lo kelas 3 SMP baru Lo mau pacaran, itu pun Karena Lo nggak tahan dengerin ejekan dari teman teman. Di tambah si Ahmad itu terlalu bucin ke Lo. Nurut banget sama Lo dan nggak berani ambil inisiatif. Hidup Lo itu terlalu Lurus, nakal nya Lo itu cuma ribut sana sini , nggak seru sama sekali. Bahkan anak SD jaman sekarang aja udah banyak yang pacaran. Nggak kayak Lo cuma sekedar ciuman aja baru sekarang. Sedang kan kebanyakan teman teman Kita, bahkan udah banyak yang nggak perawan. Nakal sedikit nggak apa apa lagi" Kata Dayu panjang lebar.
Dayu ini memang jika sudah bicara kalimat nya bisa sepanjang kereta api, membuat telinga sakit saja. "Omongan Lo itu ya kebiasaan banget suka sampe mana mana" Kataku kesal.
"Gue serius, Eh Lo inget niken nggak? teman sekalas Lo yang dulu ribut sama Lo gara gara cowok nya naksir Lo waktu SMP" Tanya Dayu.
Aku mencoba mengingat ingat "Ingat, emang kenapa sama niken?" Tanyaku penasaran.
Dayu ini Suka sekali bergosip, terkadang Aku sampai bingung dari mana Dia mengetahui Info info yang terkadang sangat rahasia.
"Gue denger Dia hamil, tapi karena cowok nya nggak mau tanggung jawab, Akhirnya dia gugurin kandungan nya" cerita Dayu.
"Tahu dari mana Lo jangan asal ngomong" Tegurku.
"Gue dengar dari bella, si bella ini bantuin niken cari orang yang jual obat buat gugurin kandungan" Cerita Dayu lagi.
"Kasian niken" Kataku prihatin.
"Iya kan Gue juga kasihan sama niken" Ujar Dayu prihatin.
Mungkin tidak semua orang tua tahu, pergaulan bebas di kalangan anak SMA seperti kita, itu sudah menjadi hal yang lumrah. Bahkan tidak jarang diantara kita berterus terang jika mereka sudah tidak perawan. Yang lebih parah bahkan ada beberapa diantara teman seumuran Kita, yang sudah pernah hamil dan menggugurkannya. Obat yang disebut Dayu tadi sudah banyak beredar diantara banyak siswi. Tidak jarang orang tua nya bahkan tidak menyadari, jika anak mereka pernah hamil dan menggugurkannya. Memang terlihat sangat miris, tapi itulah kenyataannya.
"Emm Fit, sebenarnya ada yang mau Gue omongin juga ke Lo" kata Dayu terlihat ragu.
Tidak biasanya Dayu ragu ragu saat ingin mengatakan sesuatu "Ada apa?" Tanyaku khawatir.
__ADS_1
"Akhir akhir ini Rayan sedikit berlebihan, beberapa kali Rayan minta lebih dari sekedar ciuman. Untuk sekarang Gue masih bisa nolak dan menghindar, tapi Gue nggak yakin untuk kedepan nya. Gue takut kalau Gue terus nolak, Rayan akan selingkuh lagi" Cerita Dayu sambil menunduk tidak berani menatapku.