Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 51


__ADS_3

"Kalian sudah makan belum" Tanya Andi


"Baru saja selesai makan" Jawab Dayu


"Fitri tadi ngeluh terus laper, mana rakus banget lagi makan nya" Ujar Rayan mengejek


Fitri langsung melotot tidak suka ke Rayan "Mana ada gue Rakus, Jelas-jelas lo yang makannya paling banyak" Ujar Fitri tidak terima di katai rakus.


"Porsi cewek sama cowok itu beda, lo cewek nggak ada anggun-anggunnya semua makanan masuk" Ujar Rayan


"Nggak boleh buang-buang makanan karena Sudah terlanjur di pesan ya wajar dong kalau gue habisin dari pada mubazir" Jawab Fitri beralasan.


Andi yang melihat perdebatan Fitri dan Rayan hanya menonton sambil terkekeh pelan, merasa lucu dengan kelakuan keduanya.


Sedangkan Dayu hanya meringis malu sambil menutupi wajah nya, mereka terkadang tidak lihat tempat dan kondisi saat berdebat. 'Hancur sudah citra Fitri di mata Andi' Batin Dayu prihatin


"Maaf ya Andi, kelakuan mereka memang sudah seperti itu dari dulu, setiap ketemu pasti debat harap maklum" Ujar Dayu Malu meminta pengertian Andi


Andi tersenyum ramah "Nggak apa-apa, malah lucu kok lihatnya" Ujar Andi masih terkekeh melihat Rayan dan Fitri yang masih berdebat


"Apanya yang lucu, yang ada malu-maluin kadang mereka nggak lihat tempat kalo mau debat" Ujar Dayu


"Ini nggak apa-apa mereka nggak di lerai?" Tanya Andi kepada Dayu


Dayu menggeleng kan kepalanya pelan "Nggak apa-apa nanti juga kalau capek berhenti sendiri" Jawab Dayu


Andi hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Setelah itu mereka berempat pun mengobrol banyak hal, membuat Rayan dan Dayu lebih banyak memahami tentang kepribadian Andi.


Setelah cukup lama mengobrol Rayan melihat jam di tangannya "Sudah jam setengah 10 nih, Kita pulang yuk! jangan terlalu malam" Ujar Rayan kepada 3 orang di hadapannya


Fitri dan Dayu mengangguk setuju "Aku pulang dulu ya Kak" Kata Fitri pada Andi


"Iya sayang" Jawab Andi sambil mengelus sayang Rambut Fitri. Sedangkan Rayan dan Dayu saling melirik sambil tersenyum.


"Aku anterin ya?" Tambah Andi, hari sudah malam Andi khawatir jika mereka hanya pulang bertiga.


"Nggak usah bro, ada gue tenang aja gue jamin pasti Fitri akan aman sampai rumah" Ujar Rayan


"Tapi gue lebih tenang kalo gue ikut nganter" Ujar Andi yang masih belum tenang

__ADS_1


"Nggak apa-apa Kak, ada Rayan pasti aman. Bukannya setelah ini Kakak masih harus beresin peralatan sama teman-teman Kakak" Ujar Fitri yang tidak merepotkan Andi


"Nggak apa-apa, nanti Aku bisa bilang sama mereka, mereka pasti mengerti" Jawab Andi yang masih belum ingin menyerah


"Nggak apa apa Ndi, Kita pulang bertiga saja. Nggak enak nanti sama teman-teman lo" Ujar Dayu menambahkan.


Andi diam berfikir "Yasudah tapi kalian hati-hati ya, kalau sudah sampai rumah jangan lupa kasih kabar" Ucap Andi pada Fitri, Fitri mengangguk patuh.


Andi memeluk Fitri sebentar lalu mengecup keningnya "Sampai ketemu besok" Ujar Andi pelan


Fitri tersenyum manis "Iya Kak" Jawab Fitri


Saat mereka hendak beranjak dari tempat itu ada seorang gadis yang menyapa mereka.


"Kak Fitri" Sapa Fia ramah yang langsung menggandeng tangan Fitri


"Kakak udah dari tadi disini?" Tanya Fia senang


"Iya Fi, tapi sekarang sudah mau pulang" Jawab Fitri tersenyum ramah. Sejak permintaan maaf dari Fia waktu itu, mereka memang menjadi lebih dekat, Fia juga jadi sering makan bersama mereka saat di sekolah.


"Yahhh kok cepat banget Kak, kita kan baru bertemu" Ujar Fia kecewa karena Fitri akan pulang


Fia mengangguk mengerti, lalu pandangan Fia beralih ke arah Dayu dan Rayan. Fitri yang mengerti arti tatapan Fia langsung mengenalkan mereka


"Kenalin Fia, ini sahabat gue dari kecil Dayu" Ujar Fitri mengenalkan mereka pun bersalaman.


"Yang ini Rayan pacar nya Dayu" Ujar Fitri mengenalkan Rayan sekaligus memberi tahu status hubungan Antara Dayu dan Rayan


Fia dan Rayan pun yang paham maksud Fitri hanya sekedar mengangguk sambil tersenyum menyapa


"Fia ini adek kelas gue, cuma dia jurusan administrasi" Ujar Fitri mengenal Fia


Dayu dan Rayan hanya tersenyum ramah. Tatapan Fia beralih ke arah Andi


"Kak Andi tadi keren banget loh, Fia nggak nyangka Kakak bisa nyanyi dengan nada setinggi itu" Puji Fia takjub sambil meberikan jempol dengan kedua tangannya.


Andi terkekeh pelan "Bisa aja lo mujinya, penampilan gue masih kalah sama yang lainnya tadi penampilan mereka banyak yang lebih keren" Jawab Andi merendah


Fia langsung menggeleng tidak setuju "Enggak kok menurut gue, Kakak yang paling keren" Ujar Fia semangat

__ADS_1


Andi tersenyum ramah "Makasih pujian nya" Jawab Andi ramah


"Kita pulang duluan ya, ini sudah semakin malam" Pamit Fitri


"Iya Kak hati-hati ya di jalannya" Ujar Fia kecewa, karena Fitri sudah akan pulang.


"Jangan lupa sampe rumah kasih kabar ya" Ujar Andi mengelus rambut Fitri sayang


Fitri tersenyum manis "Iya Kak" Jawab Fitri mengangguk, setelah itu mereka bertiga pun berpamitan pulang. Saat berjalan menjauh Rayan sesekali menengok ke belakang kearah Andi dan Fia


Dayu yang menyadari Rayan terus menerus menengok dan menatap Fia, dengan semangat mencubit pinggang Rayan


"Aawwwhh sakit sayang" Teriak Rayan sambil mengelus pinggangnya yang di cubit Dayu dengan kejam


"Kamu itu ya, kapan kebiasaan mata kamu yang jelalatan itu bisa berhenti, lihat cewek cantik sedikit saja langsung kumat ganjennya" Ujar Dayu marah


"Aku nggak ngeliatin Fia karena dia cantik" Ujar Rayan membela diri


"Jadi maksud Kamu dia nggak cantik?" Tanya Dayu jutek


"Tentu saja cantik, tapi tetap saja masih cantikan kamu sayang" Rayu Rayan sambil memeluk pinggang Dayu


"Halah alasan saja lo" ujar Dayu yang tidak percaya.


"Jangan percaya yu, bohong banget tuh Rayan. Pasti dia tertarik sama Fia emang dasar nya mata keranjang" Ujar Fitri mengompori


"Jangan percaya sayang, beneran bukan begitu" Ujar Rayan membela diri sambil menatap Fitri tajam


"Terus apa alasan Kamu terus terusan ngelirik Fia tadi?" Tanya Dayu menuntut


"Kalian sadar nggak sih tatapan Fia ke Andi itu nggak biasa?" Tanya Rayan


Dayu dan Fitri menggeleng tidak tahu, "Menurut pengamatan Gue Fia naksir sama pacar lo Fit, lo harus hati-hati" Ujar Rayan memperingati Fitri


"Masak sih, kelihatan nya baik kok anaknya" Ujar Dayu tidak yakin


"Fia baik dan manis kok anak nya, jangan berprasangka buruk deh Yan" Ujar Fitri tidak percaya.


Rayan menatap Fitri serius "Gue serius! Fia pasti naksir Andi, meskipun sekarang gue lihat Andi beneran sayang sama lo, tapi lo harus hati hati, gue ngerasa sifat Andi itu nggak beda jauh sama gue, bahkan lebih pintar dari gue jadi nggak gampang ketahuan" Ujar Rayan memperingati. Fitri tidak menjawab dia hanya diam sambil memikirkan dengan baik kata-kata Rayan.

__ADS_1


__ADS_2