
Melihat Ahmad yang hanya terdiam sambil menatap nya dengan mata yang berkaca-kaca membuat Fitri merasa terenyuh. Cara Ahmad menatap nya seakan menyampaikan banyak hal. Fitri tahu perasaan Ahmad kepada nya sangat tulus. Dari dulu hingga sekarang, sangat terlihat perasaan Ahmad tidak pernah berubah. Fitri sangat tahu dan berterimakasih akan hal itu, Ahmad membuat nya merasa sangat di cintai. Tapi Fitri tidak mencintai Ahmad baik dulu maupun sekarang.
Fitri menarik nafas panjang berusaha melanjutkan kata-katanya "Tapi Mad gue sekarang udah punya pacar, gue sayang banget sama pacar gue, dia juga perlakuin gue dengan sangat baik, dan gue merasa bahagia sama Dia. gue minta maaf kalo misalkan gue yang salah faham sama lo, tapi perlakuan lo selama ini selalu menunjukkan kalo lo ingin hubungan kita lebih dari sekedar teman" Fitri menghela nafas pelan.
"Kalo misalkan lo cuma ingin berteman sama gue, dengan senang hati gue mau berteman sama lo. Tapi mungkin akan sulit untuk kita bisa bertemu secara pribadi. Tapi kalo yang lo inginkan adalah hubungan yang lebih dari sekedar teman gue minta maaf, gue nggak bisa dan mungkin setelah ini kita bahkan nggak akan bisa berteman lagi" Ucap Fitri tegas. Fitri harus memberikan batasan yang jelas antara hubungan nya dengan Ahmad agar ke depannya tidak terjadi kesalahfahaman yang tidak perlu.
Mendengar kata-kata Fitri yang bahkan tidak bisa berteman dengan nya membuat Ahmad terperanjat. Ahmad merasa takut, Ahmad tidak ingin kehilangan Fitri lagi. 2 tahun tanpa kabar dari Fitri membuat nya sangat menderita, 2 tahun hidup tanpa Fitri di hidup nya, membuat Ahmad hidup seperti cangkang yang kosong. Membuatnya tidak memiliki harapan dan tujuan, Ahmad tidak mampu jika harus menjalani kehidupan nya tanpa Fitri di hidupnya.
Ahmad menarik nafas panjang berusaha untuk mengungkapkan isi hatinya.
"Meskipun gue sangat ingin tahu alasan dulu lo mutusin hubungan kita, tapi mulai sekarang gue nggak akan maksa lo untuk jelasin alasannya lagi. Karena lo nggak bersedia menjelaskan berarti hal itu cukup berat buat lo jelaskan. Dan lo pasti punya alasan tersendiri kenapa nggak mau menjelaskan semuanya ke gue. Lo nggak perlu minta maaf karena gue nggak pernah marah atau benci sama lo. gue akuin gue kebingungan saat lo mutusin gue gitu aja tanpa sebab, lalu setelah itu lo menghilang gitu aja. Selama 2 tahun lo nggak ada kabar nggak ada 1 hari pun gue bisa ngelupain lo. Orang-orang bilang itu cuma cinta monyet, anak smp tahu apa sih tentang cinta" Ahmad tertawa miris mengingat kata-kata orang-orang di sekitarnya.
"Mereka bilang suatu saat gue pasti bakal ngelupain lo. Awal nya gue juga berfiikir seperti itu. Mungkin setelah waktu berlalu sedikit demi sedikit gue bisa lupa dan merelakan lo. Tapi kenyataan nya hari demi hari, gue justru semakin merindukan lo Ri, Bayangan lo justru semakin menguat di ingatan gue, senyum lo, tawa lo, tangis lo, cemberut lo, semua ekspresi lo tertanam kuat di ingatan gue. Selama 2 tahun gue hidup seperti cangkang yang kosong kehilangan tujuan dan harapan. Gue sampai kebingungan perasaan gue ke lo itu cinta atau obsesi" Ahmad menghentikan sejenak kata-katanya.
__ADS_1
Fitri yang mendengar kan Kata-kata Ahmad merasa tersentuh, dia tidak menyangka ternyata dirinya di cintai dengan begitu dalam nya. Fitri tidak menyangka ternyata bagi Ahmad kehadiran nya menjadi begitu sangat berarti. Tapi meskipun begitu Fitri tetap tidak bisa memberikan harapan apapun kepada Ahmad. Bagi Fitri saat ini hanya ada Andi di hati nya.
"Gue akuin selama ini gue emang berusaha untuk deketin lo lagi, gue akuin gue juga berharap kita bisa balikan lagi. Tapi jika emang lo nggak bersedia gue nggak akan maksa, entah perasaan gue ke lo itu cinta atau obsesi itu biar jadi urusan gue. Perasaan yang udah 5 tahun gue miliki buat lo nggak akan bisa gue hapus gitu aja. Tapi gue janji mulai sekarang gue nggak akan berusaha untuk ganggu hubungan lo sama pacar lo, gue juga nggak akan dengan sengaja merusak hubungan kalian. Setidak nya biarkan gue untuk bisa tetap berteman sama lo, gue nggak akan sering ganggu lo, cuma biarin gue untuk sesekali nanyain kabar lo. Selama lo masih punya pacar, gue nggak akan dengan sengaja mendatangi lo. Tapi saat lo butuh gue, kapanpun dan di manapun gue akan selalu ada buat lo. Biarkan gue tetap berada di posisi gue, menatap lo dari kejauhan. Jangan paksa gue untuk menghilang dari hidup lo, karena gue nggak akan pernah sanggup" Ucap Ahmad, setelah mengungkapkan semua isi hati nya Ahmad merasa lega, semua kata yang selama ini dia pendam akhirnya bisa dia ungkap kan kepada Fitri.
Fitri hanya mendengar kan dalam diam. Tanpa sadar air mata menetes di pipinya, dengan cepat Fitri mengusap Air mata nya.
Setelah terdiam cukup lama Fitri berdiri "Gue pergi duluan ya, kasian Dayu udah nunggu lama di luar" Ucap Fitri berpamitan.
Ahmad pun berdiri "Lo pergi duluan aja, gue masih ingin duduk sebentar disini" Kata Ahmad pelan.
Tidak lama kemudian Fitri pun menyambut uluran tangan Ahmad "Iya sampai jumpa lagi" Jawab Fitri menunduk, tidak berani menatap mata Ahmad.
"Ri boleh gue peluk lo sekali aja" Pinta Ahmad penuh harap.
__ADS_1
Fitri hendak menolak, tapi Ahmad yang tahu akan jawaban Fitri langsung memeluk Fitri tanpa mempedulikan jawaban Fitri. Fitri berusaha melepaskan pelukan Ahmad tapi tidak berhasil karena Ahmad memeluk nya dengan erat.
"Please, sebentar saja, ijinin gue peluk lo sebentar saja" Mohon Ahmad putus aja.
Fitri yang mendengar suara Ahmad yang seperti akan menangis berhenti memberontak, dan dengan pasrah membiarkan Ahmad memeluk nya.
Melihat Fitri yang berhenti memberontak, Ahmad mengeratkan pelukannya dan menelusupkan kepala nya di antara pundak dan rambut Fitri. Meskipun Fitri sempat terperanjat kaget, tapi Fitri tidak mendorong Ahmad. Ahmad menghirup udara sebanyak-banyaknya, seolah dia ingin menyimpan Aroma Fitri sebanyak mungkin. Fitri yang sudah merasa tidak nyaman pun berusaha untuk mendorong Ahmad. Meskipun tidak rela Ahmad dengan berat hati melepaskan pelukannya.
Dayu yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara Fitri dan Ahmad dari jendela kaca di luar cukup kaget saat Ahmad memeluk Fitri, tapi melihat ekspresi tidak baik dari kedua nya. Dayu paham mungkin itu adalah pelukan perpisahan.
"Gue pergi" Pamit Fitri tanpa menatap Ahmad.
"Iya" Jawab Ahmad lirih, tidak melepaskan pandangannya dari Fitri. Ahmad terus menatap Fitri sampai Fitri tidak terlihat lagi.
__ADS_1
"Gue harap lo selalu hidup bahagia Riri" Bisik Ahmad tulus dengan tatapan mata penuh arti.