
Andi tidak jadi membawa Fitri ke kantin, Melain kan langsung membawa Fitri ke UKS. Saat tiba di UKS Bu Mita yang biasa nya berjaga tidak ada, mungkin sedang pergi makan siang. Andi menarik Fitri ke arah ranjang kecil di UKS.
"Duduk!" Perintah Andi. Fitri menurut langsung duduk.
Andi duduk di samping Fitri "Sini Aku lihat dulu bahu Kamu" Pinta Andi.
"Kakak Mau apa?" Tanya Fitri melotot
"Tadi itu keras banget benturan nya bahu Kamu pasti luka" Ujar Andi khawatir.
"Kak gimana kalau nanti saja nunggu Bu Mita datang, baru di obati" Ujar Fitri menawar.
"Kita kan nggak tahu kapan Bu Mita balik nya, biar Aku saja yang obati. Aku takut nanti luka nya jadi parah kalau telat di obati" Ucap Andi khawatir.
"Gimana kalau Aku nyuruh Ely atau Mayang aja kesini, biar mereka yang obati" Ujar Fitri pelan.
"Kata Kamu mereka kan sibuk menyalin tugas, nggak apa apa biar Aku aja yang obati" Ujar Andi tidak mau menyerah.
Fitri menatap Andi Ragu "Aku bisa panggil teman perempuan yang lain" Ucap Fitri berusaha menolak Andi. Jika Andi yang mengobati otomatis dia harus membuka baju nya di hadapan Andi kan? Fitri tidak mau melakukan itu.
"Mereka pasti sedang pergi untuk makan siang" Ujar Andi pelan.
"Tapi Kak.." Ucap Fitri sambil menatap Andi ragu, Andi yang mengerti ke khawatiran Fitri. mengelus rambut Fitri lembut.
"Kamu nggak usah khawatir, Aku cuma mau ngobatin luka Kamu, Aku nggak akan macam macam" Ucap Andi berusaha meyakinkan Fitri.
Tapi Fitri masih menatap Andi tidak yakin. Andi pergi mencari selimut di dalam lemari yang ada di UKS.
"Aku akan berbalik saat Kamu buka baju, setelah itu Kamu bisa tutupi tubuh Kamu pakai selimut ini gimana?" Tawar Andi pada Fitri.
Setelah berfikir cukup keras Akhir nya Fitri mengangguk setuju. Andi tersenyum senang dan pergi kearah pintu lalu mengunci nya.
"Kenapa di kunci?" Tanya Fitri.
__ADS_1
"Gimana kalau ada yang masuk saat Kamu lagi buka baju, nanti Kita di kira macam macam disini" Jawab Andi, Fitri mengangguk mengerti.
"Kakak jangan ngintip ya" Peringat Fitri pada Andi.
"Iya" Jawab Andi patuh lalu membalikan tubuh nya, membelakangi Fitri.
Fitri mulai membuka kancing baju seragam nya , Setelah setengah kancing nya terbuka Fitri mulai menurunkan baju nya sampai bagian bahu yang terluka terlihat. Setelah itu Fitri menutup bagian depan tubuh nya menggunakan selimut, setelah selesai Fitri berbalik membelakangi Andi.
"Udah Kak" Ucap Fitri, bahu nya memang masih terasa sedikit nyeri.
Andi langsung berbalik dan mendekati Fitri, di perhatikan baik baik bahu Fitri yang tadi tertabrak. "Tuh kan bahu Kamu sampai memar begini. Gimana kalau Kita ke dokter saja? takut nya luka nya parah" Ucap Andi khawatir.
"Nggak apa apa Kak, nanti juga sembuh sendiri" Ucap Fitri menolak.
"Nggak bisa, Kita harus ke dokter sekarang juga" Ucap Andi bersikeras.
"Kak beneran nggak apa apa, sekarang Kakak obati saja dulu seperlu nya, nanti kalau memang sakit nya tambah parah Aku akan bilang ke kakak dan pergi ke dokter" Tawar Fitri pada Andi.
"Ini gara gara anak tadi, yang jalan nggak pake mata!" Gerutu Andi kesal.
Setelah itu Andi mengolesi obat dengan pelan di bahu Fitri, sesekali terdengar ringisan kecil dari Fitri, membuat Andi tambah khawatir.
"Kalau sakit nya nggak hilang hilang, Kamu harus bilang ya? biar Aku yang antar Kamu ke dokter" Ujar Andi mengingatkan.
"Iya" Jawab Fitri patuh.
"Nanti pulang nya biar Aku antar saja" Ucap Andi pelan sambil mengobati bahu Fitri.
"Motor Aku gimana? dan rumah Aku kan jauh banget, nanti Kakak telat pulang nya" Ujar Fitri khawatir.
"Nggak apa apa Kamu jauh lebih penting, motor Kamu nanti biar Aku minta tolong sama teman ku biar dia yang bawa" Ucap Andi pelan, Fitri mengangguk menyetujui.
Fitri tersenyum manis, Fitri merasa senang Andi menganggap nya penting.
__ADS_1
🦋🦋🦋
Setelah selesai mengobati Fitri Andi membawa Fitri ke kantin.
"Kamu mau makan Apa?" Tanya Andi pada Fitri.
"Roti aja deh waktu istirahat nya tinggal sedikit, Aku juga masih harus bawain roti untuk Ely dan Mayang, kasihan mereka pasti lapar" Ujar Fitri pelan. Waktu istirahat nya tinggal sedikit, jika dia terlalu lama di kantin Ely dan Mayang tidak akan sempat memakan Roti nya.
Andi menggeleng tidak setuju "Nggak bisa, Kamu tetap harus makan!" Ucap Andi tegas.
"Tapi gimana sama Ely dan Mayang?" Tanya Fitri khawatir.
"Kamu nggak usah mengkhawatirkan mereka, Aku pesenin Kamu mie ayam bakso ya? sambil nunggu makanan nya siap, biar Aku anterin Roti dan minuman untuk teman Kamu" Ujar Andi memberikan solusi, Fitri Akhir nya mengangguk setuju.
Setelah selesai memesan makanan untuk mereka, Andi membeli beberapa Roti dengan berbagai aneka rasa dan 2 minuman dingin.
Andi menghampiri Fitri dan mengelus lembut rambut Fitri "Aku antar makanan dulu untuk teman Kamu ya, kalau makanan nya sudah jadi Kamu langsung makan saja duluan, nggak usah nungguin Aku" Ujar Andi pamit. Fitri tersenyum lalu mengangguk.
Tidak lama setelah Andi pergi pesanan mereka pun datang. Sesuai pesan Andi Fitri pun memakan makanan nya duluan, tapi karena bahu nya masih agak nyeri Fitri menyendok makanan nya dengan perlahan.
Setelah Andi kembali Andi langsung duduk di samping Fitri, dan memakan makanan nya. Baru setengah dari makanan yang Andi makan, Andi menyadari jika bahu Fitri masih nyeri dan membuat Fitri menyendok makanan nya dengan perlahan. Andi langsung menghentikan makan nya dan merebut sendok di tangan Fitri.
"Biar Aku suapin" Ucap Andi
"Kakak kan belum selesai makan" Ucap Fitri mlirik mangkuk Andi yang baru berkurang setengah.
"Nggak apa apa Aku tadi pagi sarapan nya banyak, jadi sekarang makan sedikit juga sudah Kenyang" Ucap Andi berbohong, sebenar nya dia bahkan tidak sempat sarapan karena bangun kesiangan.
"Tapi Kak malu kalau ada yang lihat" Ucap Fitri pelan.
"Nggak perlu malu lagian kantin juga sudah mulai sepi, nggak akan ada yang lihat" Ucap Andi pelan.
Fitri melihat kesekitar nya Andi benar, di kantin hanya tinggal beberapa murid saja, mungkin karena waktu istirahat sudah hampir habis.
__ADS_1
"Buka mulut nya Aaa" Ucap Andi sambil menyodorkan makanan di depan bibir Fitri.
Dengan senang hati Fitri membuka mulut nya menerima suapan Andi. 'kapan lagi coba Gue bisa makan di suapi pacar begini' Batin Fitri senang.