
"Aa Jangan kebut kebut bawa motornya, rambut Gue berantakan nih" Keluhku sambil merapikan rambutku yang terkena angin.
"Nggak usah berisik Lo, masih untung Gue mau nganterin" Kesal Juna.
Fitri yang mendengarnya langsung cemberut. pagi ini saat Fitri mau berangkat ke sekolah, tiba tiba motornya tidak mau menyala. Fitri tidak tahu apa yang salah, padahal semalam motornya masih baik baik saja. Karena itu dengan terpaksa Fitri merengek pada Aa Juna, untuk mengantarnya sekolah. Awalnya Juna menolak karena Dia sudah mau pergi ke ladang untuk menderes kelapa. Tapi karena Fitri terus merengek, membuatnya kesal. dan dengan terpaksa mengantar Fitri sekolah.
"Nanti Lo mau kan jemput Gue pulang sekolah?" Pinta Fitri.
"Males Gue, suruh aja pacar Lo yang nganter pulang, Kata Andre Lo udah punya pacar" Tolak Juna.
"Pacar Gue rumahnya jauh, kasian kalau harus anter Gue pulang, nanti Dia kecapean" Kataku.
Aa Juna langsung mendengus kesal "Lo pikir Gue nggak capek apa, Lo itu jam 2 baru pulang, dan Gue jam 3 sore udah harus mulai kerja lagi" Kesal Juna.
"Terus gimana dong? Lo nggak perduli apa sama Gue, gini gini Gue ini keponakan yang harus Lo sayang dan lindungin" Ujar Fitri sok melas.
"Nggak usah sok melas, kalau lagi ada mau nya aja Lo baru bertingkah kayak ponakan. Coba kalau lagi nggak butuh, kerjaan Lo setiap ketemu cuma ngajak ribut" Kata Aa Juna kesal.
"Yahh jangan gitu dong Aa, nanti waktu libur Gue traktir makan deh, Lo mau makan apa aja Gue traktir" Rayu Fitri
"Nggak butuh, duit Gue lebih banyak dari Lo, lagian duit punya emak Lo aja sok sok'an Lo mau traktir Gue" Ujar Juna menyebalkan.
Fitri mengerucutkan bibirnya kesal "Liat aja nanti kalau Gue udah lulus sekolah dan kerja duit Gue pasti bakal lebih banyak dari Lo" Balas Fitri sebal.
"Ya ya Gue tunggu, nanti kalau Lo udah punya duit sendiri baru boleh Lo sok sok'an traktir Gue" Balas Juna. Fitri memutar bola matanya malas.
"Terus gimana Gue pulang nya nanti" Keluh Fitri memelas
"Suruh pacar Lo anter, kalau Dia nggak mau putusin aja, berarti Dia nggak perduli dan sayang sama Lo" Perintah Juna.
__ADS_1
"Lo sendiri nggak mau jemput Gue, berarti Lo nggak perduli dan sayang sama Gue" Ujar Fitri menyindir.
Aa Juna mendengus "Itu dua hal yang berbeda, Lo nggak boleh bandingin Gue sama Pacar Lo yang nggak jelas itu" Ucap Aa juna.
"Sembarangan Lo ngatain pacar Gue nggak jelas, pacar Gue itu sangking jelas nya banyak yang naksir, Lo nggak tahu sih seberapa gantengnya pacar Gue" Kesal Fitri membanggakan Andi.
"Pasti nggak lebih ganteng dari Gue" Balas Aa Juna songong.
"Lo mah nggak ada ganteng ganteng nya" Ejek Fitri.
"Cih" Aa juna berdecih sebal "Kenalin pacar Lo itu ke Gue, biar Gue nilai dulu boleh nggak Lo pacaran sama Dia, Lo itu terlalu lemah sama wajah ganteng jadi gampang ketipu" Pinta Aa Juna.
"Sembarangan Lo, Kak Andi itu anak baik nggak mungkin nipu" Balasku jutek.
"Ya ya ya, lihat aja nanti, penilaian Lo itu benar atau nggak" Ujar Juna malas. Tahu apa keponakan nya ini tentang lelaki, kerjaannya setiap hari hanya baca novel dan streaming drama korea. Dia terlalu terhanyut dalam dunia halu. Mana tahu Dia lelaki di dunia nyata itu kebanyakan brengsek.
"Turun udah sampai" Perintah Juna.
Saat Juna akan pergi Fitri memegang lengan Juna. "Aa Lo beneran nggak mau jemput Gue nanti?" Tanya Fitri dengan tatapan memelas.
Fitri menggoyangkan lengan Juna "Jemput ya Aa ya ya ya?" Rayu Fitri sambil mengedipkan matanya manja.
Juna menatap Fitri jijik dan langsung menyentak tangan Fitri "Ogah, capek Gue, suruh aja pacar ganteng Lo itu untuk jemput" Tolak Juna Lalu langsung pergi.
Fitri mencebik sebal "Dasar om kejam, Gue doa'in Lo susah jodoh" Sungut Fitri sebal sambil menatap kepergian Juna.
Saat Fitri akan berjalan ke arah gerbang, Fitri menghentikan langkahnya.Fitri terkejut, Andi sedang berdiri di depan gerbang. Menatapnya tajam sambil menyilangkan tangan di dada mengintimindasi.
🦋🦋
__ADS_1
Hari ini Andi datang ke sekolah lebih pagi, rencananya Dia ingin menunggu Fitri di parkiran, lalu masuk ke kelas bersama. Tapi sudah 20 menit Dia menunggu, Fitri belum juga datang. Padahal biasanya jam segini Fitri sudah datang. "Kok belum datang juga ya, di chat juga nggak di balas" Gumam Andi cemas
Andi takut terjadi sesuatu dengan Fitri di jalan. karena daerah jalan arah desa Fitri itu, sering sekali terjadi pembegalan. Apalagi Fitri selalu pergi kesekolah sendirian.
"Gue tunggu di depan aja deh" Putus Andi lalu pergi ke arah ke arah gerbang.
"Pagi pak" Sapa Andi kepada Pak Tejo satpam sekolah.
"Pagi Ndi" Jawab pak Tejo.
"Tumben Kamu pagi pagi kesini, biasanya yang piket jaga gerbang cuma anggota Osis biasa?" Tanya pak Tejo.
"hehehe Saya nggak lagi piket jaga gerbang pak" Jawab Andi.
"Lah terus ngapain kesini, nggak mungkin kan kamu kesini karena pengen ketemu pak Tejo" Kata pak Tejo lalu tertawa.
Andi menggaruk kepalanya lalu tersenyum malu "Saya mau nunggu pacar pak" Jawab Andi malu.
"Wah Andi udah punya pacar ya, pasti banyak anak perempuan di sekolah ini yang patah hati" Ujar pak Tejo menggoda.
"Hahahaha bapak bisa aja, Saya nggak sepopuler itu pak" Ucap Andi malu.
"Andi aja yang nggak sadar, bapak ini sering banget denger anak anak perempuan di sekolah ini ngomongin Andi" Ujar pak Tejo.
"Hahahaha nggak tahu saya pak" jawab Andi malu.
Tidak lama dari itu ada sebuah motor yang berhenti di sebrang jalan depan gerbang sekolah. Awal nya Andi tidak terlalu perduli, tapi setelah gadis yang memakai seragam yang sama dengan nya turun dari motor. Barulah Andi mengenali jika gadis itu adalah Fitri kekasihnya. Tawa Andi langsung lenyap dan ekspresi wajah nya langsung berubah. 'Siapa lelaki yang bersama Fitri itu' batin Andi sebal.
Karena jarak Fitri hanya 4 meter dari gerbang sekolah, Andi bisa mendengar dengan jelas percakapan mereka.
__ADS_1
Andi melihat Fitri memegangi lengan lelaki yang mengantarnya "Aa Lo beneran nggak mau jemput Gue nanti?" Tanya Fitri dengan tatapan memelas. Melihat itu, tiba tiba hati Andi terasa panas.
Fitri menggoyangkan lengan lelaki itu "Jemput ya Aa ya ya ya?" Rayu Fitri sambil mengedipkan matanya manja. Amarah Andi langsung bangkit. Bisa bisanya Fitri bersikap semanja itu kepada lelaki lain. Kepadanya saja Fitri tidak pernah sampai semanja itu.