
Tanpa mereka ber 6 sadari, ada seorang gadis yang mendekati meja mereka dengan langkah yang ragu.
"Emm Pe.. permisi Kak!" Ucap suara lembut dari seorang gadis.
Otomatis mereka ber 6 menghentikan makan dan obrolan mereka.
Irwan yang melihat jika gadis yang menginterupsi mereka cantik, langsung merespon ramah "Iya ada apa manis?" Tanya Irwan sambil tersenyum manis.
"Emm Itu Anu.." Ujar nya kebingungan.
Untuk sesaat Herman sempat terpaku melihat kecantikan gadis di hadapan nya. Tapi karena dia ingat jika pacar nya galak, Herman dengan cepat mengalihkan pandangan nya. Meskipun pacar nya berbeda sekolah, tapi dia punya cukup banyak mata dan telinga di sekolah ini. karena itu Herman tidak bisa macam macam. Sedangkan Andi hanya melirik sebentar lalu melanjutkan makan nya.
Mayang dan Ely tersenyum ramah, sambil mengira ngira apa gadis cantik di hadapan nya ini yang sering di sebut barbie oleh anak lelaki di kelas nya.
Fitri yang merasa mengenali gadis di hadapan nya mencoba mengajak nya bicara "Lo Fia kan?" Tanya Fitri menebak.
"Iya Kak" Jawab Fia pelan sambil mengangguk.
"Fia ada perlu apa kesini?" Tanya Fitri tersenyum ramah.
Karena gugup Fia memegang erat botol minuman dingin di tangan nya "Emm itu Saya mau minta maaf Kak" Ujar Fia pelan.
"Minta maaf?" Tanya Fitri sambil berfikir "Ah masalah kemarin?" Ujar Fitri sambil menatap Fia bertanya.
Fia dengan cepat mengangguk "Iya Kak, maaf Saya udah nabrak Kakak kemarin" Ujar Fia menyesal.
"Udah nggak apa apa, Gue tahu Kok Lo nggak sengaja" Ujar Fitri sambil tersenyum.
Mayang langsung menatap Fitri 'Ahh jadi ini adek kelas yang nabrak Fitri kemarin' Batin Mayang mengerti.
"Emm tapi Kak.." Fia melirik kearah Andi yang sedang makan dengan pandangan sedikit takut.
__ADS_1
Fitri yang mengerti Arti pandangan Fia langsung menyikut pelan pinggang Andi. Fia pasti takut karena Andi membentak nya cukup kasar kemarin.
Andi yang merasa terganggu dengan sikutan Fitri di pinggang nya menghentikan makan nya dan melirik Fitri bertanya "Kenapa?" Tanya Andi pelan, Fitri justru memelototi Andi.
"Gue nggak kenapa kenapa Kok, Lo nggak perlu mikirin masalah kemarin lagi, Kita tahu Kok Lo nggak mungkin sengaja. Iya kan Kak?" Tanya Fitri sambil menyikut lagi pinggang Andi pelan.
Andi yang mengerti Arti sikutan Fitri langsung mengangguk tanpa menatap Fia "Iya Gue tahu Lo nggak sengaja, Lo lupain aja!" Ucap Andi cepat, meskipun dalam hati masih sedikit kesal.
Fitri kembali menyikut pinggang Andi "Kenapa lagi?" Tanya Andi pelan.
"Minta maaf" Bisik Fitri pelan.
Andi yang mengerti, menatap Fia "Gue juga minta Maaf kemarin Udah bentak Lo" Ujar Andi menyesal, Andi juga menyadari dia kemarin sedikit berlebihan. Meskipun marah tidak seharusnya dia membentak adik kelas, apalagi perempuan dengan cukup kasar.
Fia langsung gelagapan " Nggak apa apa kok Kak kemarin kan salah saya, wajar kalau Kakak marah" Ujar Fia cepat. Andi hanya merespon dengan mengangguk.
"Emm sebagai permintaan maaf saya, saya beliin minuman dingin untuk Kakak, Itu juga kalau Kakak nggak keberatan" Ujar Fia sambil mengulurkan sebotol minuman dingin ke arah Fitri.
"Ah Kakak nggak suka rasa coklat ya? apa saya belikan rasa lain?" Tanya Fia gelagapan.
Fitri menggeleng kan kepala lalu tersenyum senang "Enggak perlu Gue suka rasa coklat Kok, suka banget malah!" Ujar Fitri senang sambil menerima minuman dari tangan Fia.
"Syukurlah kalau begitu" Ucap Fia lega.
"Kalau begitu saya permisi dulu, maaf sudah mengganggu makan Kakak kakak" Ujar Fia berpamitan.
"Nggak apa apa" Jawab mereka bersamaan memaklumi.
Setelah kepergian Fia Mayang langsung menatap Fitri "Gue rasa beneran deh, dia yang di sebut barbie itu, habis cantik banget" Ujar Mayang menebak.
"Menurut gue juga gitu May, pasti dia cewek yang sering di gosipin si panji. Hebat dia belum lama sekolah disini udah langsung populer, ngalahin ke populeran Gue" Ujar Ely takjub.
__ADS_1
Fitri menatap Ely tidak yakin "Emang sejak kapan Lo populer ly?" Tanya Fitri mengejek.
"Pffttt" Herman dan Irwan menahan tawa mereka tidak ingin Ely tersinggung.
"Hahahahaha benar banget Fit, Gue bahkan nggak tahu kalau Ely pernah populer" Kata Mayang sambil tertawa lepas.
Ely langsung menatap kedua sahabat nya kesal "Lo berdua itu ya ngeselin banget! Kalian aja yang nggak menyadari pesona Gue" Ujar Ely sebal.
"Eh tapi benar sih Cewek tadi cukup populer, di kelas Gue juga banyak yang ngomongin. Katanya sih dia anak pindahan, tapi kata nya anak nya pemalu gitu" Ujar Irwan yang selalu update jika berkaitan dengan cewek cantik. Maklum di antara yang duduk di meja ini, hanya dia seorang yang berstatus jomblo.
"Iya Gue juga denger sih kalau dia cantik, dan ternyata setelah di lihat dari dekat, benar benar cantik. Kalau aja Gue nggak inget cewek Gue galak udah Gue deketin itu cewek" Ujar Herman sedikit menyayangkan.
"Hati hati Kak, nanti ketahuan lagi Lo deketin cewek lain abis Lo di sembur cewek Lo" Ujar Mayang bergidik ngeri. Pacar Kak Herman benar benar galak dan posesif, pernah Herman berbaik hati memberikan tumpangan pada Mayang saat pulang sekolah. dan keesokan hari nya. pacar Kak Herman menunggu Mayang di depan gerbang sekolah dan melabrak nya, Entah dapat info dari mana tapi dia selalu tahu apa yang Herman lakukan. Sejak itu jika Hanya berdua, Mayang selalu menghindar dari Kak Herman.
"Kayak nya Lo trauma banget ya May" Ejek Ely lalu tertawa.
Mayang mengangguk mengakui "Gue selalu mimpi buruk selama 7 malam berturut turut semenjak di labrak pacar nya Kak Herman" Jawab Mayang bergidik ngeri.
Sedangkan yang lain nya langsung tertawa. "Cewek Gue nggak seseram itu juga kali May" Sungut Herman tidak terima. Meskipun sifat pacar nya sedikit emosional, dia tetap punya sisi manis yang selalu membuat Herman jatuh hati.
"Cewek Lo emang seseram itu bro, iya nggak ndi?" Ujar Irwan mengejek lalu meminta pendapat Andi
Andi tersenyum mengangguk menyetujui "Emang cuma Fitria cewek yang paling manis" Ujar Andi sambil menatap Fitria penuh Cinta.
Sedangkan Fitri langsung tersenyum tersipu mendapat pujian dari Andi.
Mayang menatap Andi dan Fitri dengan tatapan geli "Dunia serasa milik berdua ya" Ujar Mayang mengejek.
"Iya apalah kita yang hanya serpihan kayu ini" Ucap Ely sambil berekspresi menderita.
Fitri langsung menatap Ely dan Mayang dengan kesal "Sirik aja sih Kalian berdua ini" Ucap Fitri sebal.
__ADS_1