
Agar tidak terlihat dari luar Rumah, Andi setengah membaring kan tubuh Fitri, sehingga tubuh mereka berdua sepenuh nya tertutup sofa. Dengan lembut Andi ******* bibir Fitri. Andi mengeratkan pelukan nya di pinggang Fitri sampai tubuh mereka menempel sepenuh nya. Andi semakin memperdalam ciuman nya. Fitri yang sudah kehabisan nafas memukul pelan dada Andi, meminta nya untuk berhenti. Andi yang mengetahui Fitri kehabisan nafas dengan terpaksa melepaskan ciuman nya.
"Hah hah hah, Kakak gila ya! Kakak mau bunuh Aku!" Sentak Fitri kesal, sambil meraup udara sebanyak banyak nya.
Andi justru menyeringai "Mangka nya sering sering olahraga masa baru segitu saja sudah kehabisan nafas" Ujar Andi mengejek, tanpa melepaskan pelukan nya dari pinggang Fitri.
"Ngapain Aku olahraga cuman buat bisa ciuman panjang? Kurang kerjaan banget!" Kesal Fitri sambil mengusap bibir nya dengan punggung tangan.
"Itu bagus lagi untuk pernafasan Kamu, dan itu juga bagus untuk kesenangan Aku" Ucap Andi menyeringai.
Fitri yang mendengar nya langsung melotot sebal, dengan kesal Fitri berusaha melepaskan tangan Andi dari pinggang nya "Lepas nggak!" Ucap Fitri kesal.
"Nggak Mau!" Ucap Andi menolak sambil mengeratkan pelukan nya di pinggang Fitri.
"Kakak Mesum ya!" Sentak Fitri kesal.
"Apanya? Masa baru gitu aja udah Kamu bilang mesum Cckk Cckk" Ucap Andi sambil menggeleng kan kepala mengejek Fitri.
"Maksud Kakak Apa?" Sentak Fitri tersinggung.
__ADS_1
Andi meneyeringai licik Lalu melirik kearah luar pintu dan jendela, di luar terlihat sepi. "Biar Aku tunjukin Apa itu mesum" Ujar Andi menatap Fitri sambil tersenyum licik.
"Apa? Kakak Mau ngapain lagi Aku nggak mau!" Ujar Fitri menolak, berusaha melepaskan tangan Andi dan berniat kabur.
Andi mendecak kan lidah nya prihatin "Cckk Cckk kan tadi Aku udah bilang Kamu nggak akan bisa kabur, Ini semua salah Kamu yang udah goda Aku duluan" Ujar Andi sambil menyeringai.
"Kakak jangan macam macam ya, Atau Aku teriak nih" Ucap Fitri mengancam.
Andi justru tersenyum meremeh kan "Teriak aja paling paling kita di gerebek warga sini, terus di nikahin" Ujar Andi menyeringai.
Fitri mati kutu tidak tahu harus berbuat apa, saat Fitri masih memikirkan cara untuk kabur dari Andi. Tiba tiba saja tubuh nya di tarik Andi mendekat dan dalam sekejap Andi sudah berhasil membaring kan tubuh nya di sofa.
Andi yang awal nya hanya ingin menakuti Fitri saja, menjadi terbawa suasana. Saat tubuh Fitri berada di bawah kungkungan nya, Andi merasa sangat bersemangat. Saat bibir nya mulai ******* bibir Fitri, perlahan ada sesuatu yang bergejolak dalam dirinya. Tubuh nya terlalu dekat menempel pada Fitri. Andi menyadari ini mulai berbahaya, tapi Andi tidak bisa menghentikan nya. Saat Andi mulai menurunkan ciuman nya Pada dagu Fitri, kulit lembut Fitri yang terasa di bibirnya, membuat fikiran Andi menjadi kosong. Dia hanya ingin lebih dan lebih lagi. Saat baru akan menurun kan ciuman nya pada leher Fitri, terdengar suara teriakan Andre.
"Mbakk! Andre pulang!" Teriak Andre sambil menyenderkan sepeda nya di samping rumah.
Dengan cepat Andi langsung melepaskan Fitri, dan duduk sejauh mungkin dari Fitri. Sedangkan Fitri langsung duduk, dan dengan panik merapikan rambut nya yang sedikit berantakan. Kebiasaan Andre yang berteriak saat pulang kerumah menyelamatkan Fitri. Tiba tiba saja Andi dan Fitri menjadi sangat canggung. Mereka hanya duduk kaku tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Andre masuk rumah sambil membawa kantung plastik, berisi camilan dan es krim pesanan Andi. Lalu meletakan nya di meja, Andre menatap heran kedua orang di hadapan nya yang hanya terdiam kaku. Tapi Andre tidak mau ambil pusing, dia mengambil es krim coklat dari kantong plastik, lalu langsung duduk di sofa seberang Andi dan Fitri.
__ADS_1
"Andre nggak tahu Abang suka nya rasa apa jadi Andre beli yang rasa coklat semua" Ujar Andre pada Andi. Menikmati es krim di tangan nya.
"Iya nggak apa apa" Jawab Andi kikuk.
Dengan tenang Andi mengambil sebungkus keripik singkong dari dalam kantong plastik, lalu memakan nya. Dan bersikap seolah tidak terjadi apapun tadi.
Karena tidak mau semakin canggung, Fitri mengambil es krim dari kantong plastik dan langsung melahap nya. Es krim sangat cocok untuk menenangkan fikiran nya yang sedang kacau.
Andi yang melihat Fitri memakan es krim nya kembali menatap bibir Fitri, lalu teringat kembali ciuman panas nya yang tadi. Dengan cepat Andi menggelengkan kepala nya berusaha mengenyahkan semua fikiran kotor di otak nya.
"Dek Abang numpang ke kamar mandi kamu ya" Ujar Andi meminta ijin.
Andre mengangguk "Iya bang, masuk aja kamar Andre nggak apa apa" Jawab Andre tanpa menoleh.
Andi yang sudah tahu di mana letak kamar Andre langsung pergi kesana, Andi membasuh wajah nya dengan air lalu menatap pantulan dirinya di kaca "Apa yang barusan aja Gue lakuin, dasar brengsek" Rutuk Andi pada dirinya sendiri.
Andi menyadari jika Fitri masih polos dan belum tersentuh. Fitri juga selalu terlihat tidak nyaman jika Andi menyentuh nya berlebihan. Karena itu Andi selalu berusaha menahan diri selama ini. Andi bukan orang suci, di umur nya yang mulai menginjak usia 18 tahun ini dia sudah tidak perjaka.Tapi Fitri berbeda, Andi merasa Fitri belum tersentuh. Andi ingin menjaga nya, namun ada juga sisi brengsek dalam dirinya yang menginginkan Fitri sepenuh nya. Untuk kedepan nya Andi harus bisa lebih mengendalikan diri, dia tidak boleh merusak Fitri yang masih polos dan lugu.
"Haahh" Andi menghela nafas berat.
__ADS_1
"Sekali nya brengsek tetap aja brengsek" Gumam Andi pelan sambil menatap dirinya sendiri melalui kaca.