Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 18


__ADS_3

Butuh waktu 25 Menit dari desa Kami untuk sampai ke kota. Setelah sampai di jalan utama, Aku langsung melaju menuju Arah rumah makan padang yang cukup terkenal disini.


"Dek turun Udah sampai" Kataku.


Dengan semangat Andre langsung turun lalu berlari kearah pintu masuk rumah makan.


"Dek jangan lari lari" Peringatku. Tapi Dia tidak mendengarkan. Setelah memarkirkan motorku Aku pun menyusul nya memasuki rumah makan.


Aku berjalan mendekati Adikku. "Udah pesan belum dek?" Tanyaku.


"Belum Andre kan nunggu Mbak Fitri dulu" Katanya.


"Yaudah pesan gih, punya Mbak samain aja sama Adek" Kataku.


"Oke!" Semangatnya.


"Bude Andre mau pesan makan" Kata Andre.


"Mau pesan apa nak?" Tanya Bude penjualnya.


Andre melihat makanan yang ada di etalase kaca, semuanya terlihat enak membuat nya jadi bingung. Padahal sebelumnya dia sudah merencanakan mau makan apa.


"Andre mau makan pake rendang sapi, sayurnya pake nangka sama daun singkong sama sambel ijo, oh dadar telur nya juga jangan lupa ya bude" Pesan Andre.


"mau makan disini atau dibungkus?" Tanya Bude penjual.


"Makan disini Bude andre pesan nya 2 porsi ya, sama minum nya es teh 2 gelas" Kata Andre menjelaskan.


"Bude tambah ayam bakarnya 2 porsi ya tapi di bungkus" Tambahku.


"Iya mbak" Jawab pedagang nya.


"Yuk Dek, cari tempat duduk" Ajak ku sambil mencari tempat duduk yang nyaman, lalu pandanganku jatuh pada kursi yang berada di dekat jendela kaca.


"Disana aja dek" Ajak ku sambil menunjuk tempat duduk di dekat jendela kaca. Adikku hanya mengangguk lalu mengikutiku dari belakang.


"Enak duduk disini bisa sambil lihat ke jalanan" Kataku.


Sedangkan Andre hanya mengangguk tidak perduli lalu mengeluarkan handphone nya untuk bermain game. Aku hanya menggelengkan kepala. Aku mengeluarkan earphone bluetooth ku, lalu memutar lagu korea dari handphone. Lalu memandang ke luar jendela.


"Ri, Riri" panggil seseorang


Samar-samar Aku mendengar ada yang memanggil Riri. Aku teringat dulu ada satu orang yang memanggilku dengan nama itu. Tapi berhubung Aku tidak merasa, jika yang di panggil adalah Aku jadi aku tidak merespon nya.


"Mbak" Panggil Adikku.

__ADS_1


"Hmmm" gumamku tanpa menoleh.


"Orang itu kayaknya manggil kamu deh Mbak" Kata Adikku


"Hmm apa iya" kataku lalu menoleh ke samping kananku, Ada seorang lelaki yang berdiri di sampingku. Aku melihat kebawah dia mengenakan sandal swallow, memakai celana jins selutut dan kaos oblong hitam gambar tengkorak. aku melihat wajahnya yang sedang tersenyum lebar. Dia terlihat familiar, tapi Aku tidak ingat Dia siapa.


"Mas manggil saya?" Tanyaku penasaran, sambil mengingat ingat apakah Aku mengenal lelaki ini. Karena wajahnya terasa sangat familiar.


"Iya Gue panggil Lo Riri" Katanya lagi sambil tersenyum lebar, entah kenapa Dia terlihat sangat senang.


Aku perhatikan lagi wajahnya lelaki ini memiliki alis yang tebal, dan bulu mata yang lumayan panjang, hidung nya juga mancung, wajahnya terlihat seperti orang arab. Jika di fikir fikir hanya ada satu orang yang yang memanggilku Riri, yaitu mantan pacarku saat Smp dulu.


Aku perhatikan lebih seksama wajahnya "Ahmad Rofiudin?" Tanyaku memastikan.


Dia tersenyum senang sambil mengangguk "Iya Gue Ahmad, akhirnya Lo ngenalin Gue juga" katanya senang.


Aku langsung berdiri "Yaampun Lo beneran Ahmad? Lo beda banget sekarang, sampai pangling Gue" Kata ku antusias.


"Gue boleh duduk disini?" Tanya nya.


"Iya boleh, duduk aja" Kataku mempersilahkan.


Lalu Ahmad menoleh ke arah Adikku "ini pasti Andre ya?"Tanya nya, Adikku hanya mengangguk mengiyakan.


"Mas kenal Andre?" Tanya Adikku.


"Kenalah, dulu kan mas sering banget bawain kamu es cream" Kata Ahmad.


"Andre nggak tau tuh" Kata Adikku tidak ingat.


"Kamu pasti udah lupa sekarang" Kata Ahmad lagi.


"Iya mungkin" Jawab Adikku tidak perduli.


"Udah lupa dia, padahal dulu lengket banget sama Lo" Kataku.


"Iya Udah hampir 2 tahun wajar kalau Dia lupa, orang mbak nya aja lupa apalagi Adek nya" sindirnya sambil tersenyum.


Aku tersenyum malu "Iya sorry banget deh, Gue lupa, Abisnya Lo beda Banget sama dulu" Kataku.


"Kenapa Gue jelek ya sekarang?" Tanyanya.


"Hahahah" Aku tertawa.


"Bukannya jelek, Dulu tuh Lo kan tingginya hampir samaan sama Gue, Lo juga termasuk anak cowok yang paling pendek di kelas.Terus kulit Lo lebih putih, Gue nggak nyangka aja Lo sekarang jadi tinggi banget. Dan kulit Lo sedikit lebih coklat sekarang" Kataku jujur.

__ADS_1


"Hahahaha Jujur banget Lo, dulu kan Gue masih masa pertumbuhan, jadi wajar Kalau sekarang tambah tinggi. Sekarang juga Gue masih ada kemungkinan tambah tinggi loh" Kata Ahmad bangga.


"Iya sih, Cuma Gue aja kayanya yang nggak bisa tambah tinggi" Kataku mengerucutkan bibir kesal.


Ahamad terkekeh kecil "Tapi Lo tambah cantik lagi" Puji Ahmad.


Adikku yang melihatku di puji cantik, langsung melihat Ahmad Aneh, seolah-olah mengatakan ada yang salah sama matanya.


Aku melirik Adikku kesal. "Lo nyindir Gue, Lo nggak lihat Gue sekarang gendut" kataku, Andre langsung mengangguk setuju, membuat ku tambah kesal.


Ahmad tertawa "Hahahha, Lo nggak gendut lagi menurut Gue cuma sedikit berisi. Di bandingkan dulu Lo kurus banget. Gue lebih suka Lo yang sekarang, lebih berisi dan tambah kelihatan imut" Katanya lagi.


"Lo itu ya kebiasaan banget dari dulu suka muji muji Gue, jujur aja nggak apa apa lagi" Ucapku.


Ahmad langsung merubah ekspresi wajahnya serius "Gue serius, dimata Gue Lo itu cewek yang paling cantik dan imut. Ditambah senyuman Lo itu masih secantik dulu" Kata nya lagi.


"Hahahahahah" Tawaku meledak "Lo ini kebiasaan terlalu berlebihan kalo muji Gue, Emak Gue aja nggak sampe segitunya kalo muji anaknya cantik" kataku sambil tertawa.


"Lo kan tau bagi Gue Lo itu selalu cantik, baik dulu bahkan sampai sekarang" Katanya serius.


deg. Tawaku langsung berhenti. Tiba-tiba Aku merasa sangat canggung. Aku melirik Adikku Dia sedang menatap Ahmad Aneh, seolah baru pertama kali melihat orang gila.


Ahmad sepertinya menyadari kecanggunganku,


"Gue boleh makan bareng kalian kan?" Tanya nya mencair kan suasana.


"Iya boleh, santay aja" Jawabku.


Tidak Lama kemudian pesanan kami sampai. Dengan semangat Adikku langsung memakan makanan nya, begitupun denganku.


Meskipun sedang makan, Aku merasa sesekali Ahmad melirik kearah ku.Karena merasa sedikit tidak nyaman aku pun menegurnya.


"Lo kenapa ngelirik Gue terus sih" Tegurku sambil meneruskan makan.


"Nggak apa apa, Gue senang aja lihat Lo makan nya lahap, pipi Lo yang menggembung itu kelihatan imut" Jawab Ahmad


"Ukhuk! Ukhuk!" Aku yang sedang makan langsung terbatuk.


Ahmad dengan cekatan memberikanku air minum yang langsung aku minum.


"Kayaknya Lo tambah Gila deh" kataku menghina.


"Hahaha nggak apa-apa Gue kan Gila nya cuma ke Lo" katanya sambil tersenyum manis.


Aku memijat keningku pelan 'Gila nya ini anak dari dulu nggak hilang hilang' Batinku kesal.

__ADS_1


__ADS_2