
"Masakan lo makin hari makin enak saja Fit" Puji Dayu sambil menikmati rendang ayam buatan Fitri
"Iya dong gue gitu loh, kapan sih masakan gue itu nggak enak!" Ujar Fitri tersenyum sombong
Andre yang melihat nya langsung memutar bola matanya malas "Di puji sedikit saja sudah besar kepala Mbak" Ejek Andre sambil memeletkan lidahnya
Fitri yang kesal melotot dan bersiap memukul kepala adiknya dengan sendok, tapi dengan sigap andre menghindar
"Wlee nggak kena" Ejek Andre sambil memeletkan lidahnya
Fitri mendengus kesal "Adek kurang ajar, awas Kamu ya. Jangan makan masakan Mbak" Ujar Fitri jengkel
Andre langsung meletakkan piringnya di meja "Bodok amat Andre udah kenyang" Ucap Andre sambil mengelus perut buncitnya.
Andre bersiap mau pergi "Mau kabur kemana Kamu, Cuci piring dulu baru main" Tegur Fitri memerintah
"Nggak mau Andre udah janji mau main game sama teman" Ujar nya sambil melambaikan ponselnya menunjukkan pesan singkat Andre dan temannya
Fitri melotot "Cuci piring kan tugas Adek, kalo Adek nggak mau Cuci piring, nggak masalah tapi-" Fitri menghentikan Kata-katanya lalu menyeringai licik
"Jatah paketan internet Adek bulan depan hangus!" Ucap Fitri mengancam
"Nggak mau! kalau jatah paketan Andre hangus, Andre aduin sama Ibuk" Balas Andre tidak mau kalah
Fitri menyeringai "Aduin aja kalo Ibuk tau, Adek nya yang malas cuci piring. Menurut adek, Mbak Fitri atau adek yang bakal kena omel" Ujar Fitri tersenyum licik
Andre langsung mengerucutkan bibirnya kesal "Hisss iya iya, mentang-mentang udah tua sukanya menindas Andre terus yang masih muda" Ujar Andre kesal sambil mengambil semua piring kotor yang ada di meja untuk di bawa ke dapur.
Fitri langsung mendelik sebal "Hei!! siapa yang Adek sebut tua, Mbak ini masih muda tahu!" Sungut Fitri kesal
Sedangkan Dayu yang sejak tadi hanya menonton Kakak beradik yang berdebat di hadapannya, hanya bisa terkekeh pelan. Dayu selalu menyukai suasana rumah Fitri. Meskipun mereka di rumah hanya berdua, tetapi mereka selalu membuat rumah ini ramai, dengan memperdebatkan hal-hal kecil. Meskipun begitu Dayu tahu mereka saling perduli satu sama lain
"Eh Yu ada drama baru yang rilis nih, kita nonton bareng yuk. Pemainnya lee Minho lo pasti suka!" Ujar Fitri semangat sambil mengeluarkan laptopnya
Dayu mengangguk semangat "Boleh deh, udah lama juga gue nggak nonton Drama" Ujar Dayu senang.
__ADS_1
Saat mereka berdua sedang asyik-asyiknya menonton drama, ponsel Fitri berbunyi. Dengan enggan Fitri melihat ponselnya, Fitri menyergitkan dahinya. Kenapa Ahmad mengiriminya pesan.
'Ri gue habis antar barang ke bos Danu, sekarang gue lagi ada di dekat rumah lo nih. Gue boleh mampir kerumah lo ngga?' Tanya Ahmad. Bos Danu adalah Bos yang menampung dan membeli gula merah di desa Fitri, Bos Danu juga memiliki toko sembako terbesar di desa ini. Dan rumahnya hanya sekitar 100 meter dari rumah Fitri.
Fitri menatap bingung pesan di ponselnya
"Kenapa Fit?" Tanya Dayu yang heran melihat Fitri yang kebingungan sambil menatap ponselnya.
"Ahmad bilang dia habis antar barang di tempat Bos Danu, dia tanya apa boleh mampir kerumah gue" Jawab Fitri yang masih bingung
"Lo masih mau ketemu dia?" Tanya Dayu penasaran
"Gue rasa nggak perlu ketemu lagi sih, tapi gue bingung gimana nolaknya" Jawab Fitri bingung
Dayu menatap Fitri ikut berfikir "Kalo nggak bilang aja sudah malam, nggak enak sama tetangga kalau ada tamu lelaki yang datang" Saran Dayu
"Tapi kan baru jam setengah 9 Yu, apa mungkin dia percaya" Jawab Fitri ragu
"Nggak penting dia percaya atau nggak, dengan lo bikin alasan begitu saja, dia pasti paham kalau lo nggak mau ketemu" Ujar Dayu
'Maaf Mad bukannya nggak boleh mampir, tapi sekarang sudah malam, nggak enak kalau di liat tetangga ada lelaki yang datang malam-malam' Balas Fitri Akhirnya
'Yasudah iya' Balas Ahmad
"Gue ke toilet dulu ya" Pamit Dayu, Fitri hanya mengangguk sambil melihat ponselnya
'Maaf ya' Balas Fitri
'Iya nggak apa-apa Ri, gue paham' Balas Ahmad. Fitri menghela nafas pelan, dia selalu merasa serba salah jika berhadapan dengan Ahmad.
"Aakkkk" Teriak Dayu dari arah kamar
Mendengar teriakkan Dayu dengan cepat Fitri berlari ke arah kamarnya.
"Kenapa Yu?" Seru Fitri panik menghampiri Dayu yang terbaring di lantai depan kamar mandi
__ADS_1
"Aakkkk sakit Fit" Rintih Dayu kesakitan Air matanya mulai berlinang
"Bagian mana yang sakit?" Tanya Fitri panik berusaha membantu Dayu untuk bangun
"Aakkkk gue nggak bisa bangun Fit, perut gue sakit banget Aaakkk" Teriak Dayu kesakitan, sambil memegangi perutnya yang sakit
Fitri langsung panik "Gimana ini Hiks" Bingung Fitri yang ikut menangis tidak tega melihat Dayu yang kesakitan
Fitri hendak mencoba membantu Dayu untuk bangun lagi tapi tangannya yang menyentuh paha Dayu terasa basah.
Itu darah, seketika Fitri terkejut sampai terduduk di lantai "Da-darah" Gumam Fitri panik
Fitri menatap darah yang berada di tangannya, Fitri langsung menggelengkan kepalanya kalut. Sekelebat bayangan masa lalu langsung menghantam kepala Fitri, Tatapan kesakitan dan putus asa Raya yang berada dalam pelukannya, darah segar yang mengalir mengotori androk sampai kaki Raya. Dan kedua tangannya yang berlumuran darah.
"Jangan hiks jangan pergi hiks hiks jangan tinggalin gue hiks gue mohon hiks hiks" Fitri mulai kehilangan kesadaran nya, Fitri menatap tangannya yang berlumuran darah Dayu dengan putus asa
Dayu yang melihat trauma Fitri kambuh, mencoba untuk menggapai tangan Fitri tapi dirinya sendiri tidak mampu bergerak perutnya terasa sangat sakit "Aaaakkk" Teriak Dayu keras kesakitan
Andre yang sedang di dapur mendengar teriakkan Dayu dengan segera berlari menghampiri Dayu dan Fitri
Andre menatap ngeri keadaan Dayu dan Fitri, Dayu yang berdarah dan mengerang kesakitan di lantai dan Fitri yang sedang menangis putus asa menatap tangannya yang berlumuran darah.
Andre dengan cepat menghampiri Dayu "Mbak Dayu kenapa? Mana yang sakit Mbak?" Panik Andre yang kebingungan
Dayu langsung menggenggam tangan Andre erat "Cepat sadarkan Mbak Kamu Aakkk" Erang Dayu kesakitan
Andre ketakutan "Ta-tapi Mbak Dayu berdarah" Cicit Andre ketakutan melihat darah yang mengalir dari kaki Dayu
Dayu menggeleng "Aaaakkk jangan perduliin Mbak, Aaakk cepat sadarkan Fitri Aaaakk" Rintih Dayu perutnya terasa semakin sakit. Andre yang melihat itu menangis ketakutan, tapi dia menuruti permintaan Dayu
"Mbakk!!!" Teriak Andre sambil mengguncang bahu Fitri
"Mbak!! jangan begini Andre takut, Mbaakk!" Teriak Andre menangis ketakutan
"Mbaakkkkk!" Teriak Andre lantang
__ADS_1