Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 37


__ADS_3

Andi dan Fitri sedang berjalan ke Arah kantin sambil bergandengan tangan.


"Teman teman Kamu nggak ikut makan?" Tanya Andi pada Fitri yang heran, melihat kedua teman Fitri yang biasa nya selalu mengekor saat makan siang hari ini tidak terlihat batang hidung nya.


Fitri terkekeh kecil mengingat ke dua sahabat nya yang saat ini sedang di kelas.


"Enggak mereka lagi sibuk nyalin tugas Akuntansi dari jurnal ku, tapi mereka titip roti sama minuman dingin" Jawab Fitri sambil tersenyum.


"Kenapa baru sekarang mereka ngerjain tugas nya?" Tanya Andi heran, karena biasa nya tugas di berikan saat mata pelajaran di pertemuan sebelum nya.


Fitri tersenyum "Itu gara gara Ely, dia salah dengar halaman tugas yang harus di kerjain. Dan pertemuan sebelum nya Mayang nggak masuk sekolah. Karena dari 2 hari yang lalu Ely menginap di kos'n Mayang, jadi mereka ngerjain tugas nya bareng bareng. Eh pagi ini setelah sampai di sekolah, mereka baru sadar kalau halaman tugas yang seharus nya mereka kerjain salah" Ucap Fitri lalu terkikik geli mengingat wajah bodoh ke dua sahabat nya pagi ini.


Andi pun ikut terkekeh pelan " Ada ada saja ulah teman teman kamu, tapi kenapa mereka nggak menyalin tugas nya dari tadi pagi?" Tanya Andi heran.


"Kak tugas Akuntansi itu soal nya hanya beberapa baris saja, tapi jawaban nya bisa sampai beberapa lembar, karena jurnal perhitungan nya juga banyak yang harus di buat. Aku aja butuh waktu berjam jam untuk ngerjain nya. Meskipun mereka cuma menyalin, waktu nya nggak akan cukup kalau cuma nyalin di waktu pagi sebelum pelajaran. Apa lagi tugas ini sudah harus di kumpul sehabis istirahat" Ujar Fitri panjang lebar menjelaskan.


Andi tertawa pelan "Pantas saja kalau begitu, apa lagi akuntansi banyak sekali angka nya, apa tidak pusing mereka" Ucap Andi sambil terkikik.


Fitri pun ikut terkikik geli "Bukan pusing lagi, seperti nya rambut mereka akan habis karena dari pagi sudah mendumel sambil menjambaki rambut mereka sendiri" Ucap Fitri lalu tertawa. Andi pun ikut tertawa, Saat mereka sedang sibuk tertawa tiba tiba dari bekakang ada yang menambrak bahu sebelah kanan Fitri.


"Awwh" Pekik Fitri kaget hampir terjatuh dan 'Bruukk' suara tumpukan buku yang terjatuh.


Andi langsung menangkap tubuh Fitri yang hampir jatuh "Kamu nggak apa apa?" Tanya Andi khawatir sambil melihat bahu Fitri yang tadi di tabrak. Fitri meringis kecil, bahu nya terasa nyeri.


Andi langsung menoleh kepada siswi yang tadi menabrak Fitri. "Lo nggak punya mata! kalau jalan hati hati dong" Bentak Andi marah.


Sedangkan siswi yang tadi menabrak Fitri menunduk ketakutan, sambil memunguti tumpukan buku yang berserakan.


"Ma.. Maaf Kak sa.. saya tidak sengaja, buku yang saya bawa terlalu banyak. sa.. saya kurang memperhatikan ke depan, saya benar benar minta maaf" Ujar siswi itu terbata bata meminta maaf dan ketakutan karena Andi membentak nya.


"Nggak usah alasan deh Lo! kalau tahu buku yang Lo bawa kebanyakan seharus nya minta bantuan teman Lo, Emang nya di kelas Lo nggak ada manusia lain selain Lo" Sentak Andi masih emosi.

__ADS_1


Fitri yang melihat siswi itu sampai gemetar ketakutan merasa kasihan. Fitri menarik lengan Andi pelan "Kak udah! Aku nggak apa apa, Kakak jangan bentak bentak dia begitu kasihan" Tegur Fitri menghentikan Andi.


"Tapi bahu Kamu pasti sakit, tadi keras banget nabrak nya. Kalau dia jalan nya pake mata pasti Kamu nggak akan kesakitan begini" Ujar Andi masih tidak terima.


"Udah Aku nggak apa apa, kasian dia sampai gemetar ketakutan gitu. keliatan nya dia anak kelas 1, mungkin dia masih segan mau minta bantuan teman nya" Ujar Fitri berusaha meredakan emos Andi.


"Tapi tetap aja dia.." Fitri langsung memelototi Andi berusaha menghentikan Andi.


"Dia sampai udah mau nangis begitu kasihan, lagian kakak ini lelaki sekaligus ketua Osis, Apa nggak malu di lihatin banyak orang nindas Adik kelas begitu" Tegur Fitri pelan.


"Tapi.."


"Udah diam!" Perintah Fitri tegas, Andi langsung diam dan hanya melirik siswi tadi kesal. Fitri langsung meraih wajah Andi dengan kedua tangan nya "Jangan di pelototin gitu" Tegur Fitri pada Andi.


Andi langsung cemberut "Iya" Jawab Andi pelan.


Fitri langsung membungkuk dan membantu siswi itu memunguti buku nya "Lo nggak apa apa?" Tanya Fitri lembut.


Fitri terdiam menatap wajah Siswi itu 'Cantik sekali' Batin Fitri dalam hati.


"Lo nggak terluka kan?" Tanya Fitri khawatir. Karena tabrakan nya tadi cukup keras, sampai siswi ini jatuh terduduk di lantai. Fitri saja jika tadi Andi tidak sigap menangkap tubuh nya, mungkin dia sudah ikut terjatuh.


"Iya nggak apa apa Kak, Maaf ya bahu Kakak pasti sakit" Ucap Siswi itu menunduk terlihat menyesal.


"Iya nggak apa apa, Gue tahu Lo nggak sengaja" Ucap Fitri memaklumi.


"Lo anak kelas mana?" Tanya Fitri penasaran.


"Ah Aku anak kelas 1 jurusan administrasi Kak" Jawab nya pelan.


Fitri mengangguk mengerti, Fitri melirik tumpukan buku yang lumayan banyak di pelukan Siswi itu. Seperti nya itu buku tugas yang akan dia kumpul kan.

__ADS_1


"Lo mau ke kantor guru?" Tanya Fitri menebak.


"Iya kak" Jawab nya pelan.


"Lain kali kalau bawa buku banyak minta bantuan teman Lo" Ujar Fitri mengingat kan.


"Iya Kak" Jawab siswi itu mengangguk.


Fitri melirik ke sekitar di lihatnya ada sekumpulan Anak lelaki yang sedang bergurau.


"Ares!" Panggil Fitri memanggil Adik kelas satu jurusan yang dia kenal.


Ares yang merasa di panggil langsung menghampiri senior nya "Iya kak kenapa?" Tanya Ares sambil menatap Fitri, sesekali Ares melirik gadis cantik yang sedang menunduk di samping Fitri.


"Gue bisa minta tolong sebentar?" Tanya Fitri pada Ares.


"Bisa kak, Kakak mau minta tolong apa?" Tanya Ares langsung setuju.


Fitri menatap Siswi yang sedang menunduk di samping nya "Dek nama Lo siapa?" Tanya Fitri pada siswi itu.


"Fia Kak" Jawab nya pelan.


Fitri beralih menatap Ares "Res Lo bisa tolong bantuin Fia untuk bawa setengah buku nya ke kantor Guru?" Tanya Fitri pada Ares.


Ares mengangguk "Bisa Kak" Jawab nya setuju.


"Sini Gue bantu" Ucap Ares sambil mengambil lebih dari setengah tumpukan buku yang di pegang Fia.


Fia menatap Ares sambil tersenyum "Terima kasih" Ucap Fia lembut. Untuk sesaat Ares terdiam terpesona melihat kecantikan Fia. kenapa Ares selama ini tidak tahu, jika ada gadis secantik Fia di angkatan nya.


"Ayo" Ajak Ares pada Fia, mereka berdua pun pergi menuju kantor Guru.

__ADS_1


__ADS_2